NovelToon NovelToon
Sephia

Sephia

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: Chida

"Gila ... ini sungguh gila, bagaimana bisa jantung ini selalu berdebar kencang hanya karena tatapan matanya, senyumnya bahkan sentuhan yang tanpa sengaja itu."
~Sephia~

"Rasa ini salah, tapi gue suka ... dia selalu membuat jantung ini berdebar-debar ... damn! kenapa datang di waktu yang salah sih."
~Danar~

Pertemuan itu, membuat mereka ada dalam posisi yang sangat sulit. Terlebih lelaki itu sudah mempunyai seorang kekasih. Sementara hatinya memilih gadis lain.

Entah waktu yang salah ... atau takdir yang mempermainkan mereka. Apakah akan berakhir dengan indah atau sama-sama saling melepaskan ... meski CINTA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam bersama kamu

Danar pagi itu menyempatkan diri mengantarkan orangtuanya ke salah satu rumah sakit terbesar di ibukota. Memapah Pak Hermawan perlahan masuk ke dalam ruang praktek dokter bersama Mama Diana.

"Syukurlah, kemajuan Papa pesat sekali kata dokter tadi ... Ma, untuk terapisnya kita minta datang ke rumah seminggu tiga kali aja, dokter bilang boleh kok biar maksimal," ujar Danar saat menunggu di ruang tunggu sambil mengantri obat.

"Iya ... nanti Mama hubungi terapisnya," ucap Mama Diana lalu bangkit karena nama sang suami sudah di panggil.

"Danar ...," sapa lelaki itu.

"Kalla ... woi ...apa kabar lo?" mengulurkan tangannya pada lelaki bernama Kalla tadi.

"Baik gue ... lo apa kabar? buset makin keren aja lo." Lelaki bernama Kalla yang ternyata teman satu SMA Danar dulu.

"Baik juga gue, ketemu di sini kita ... ngapain lo? siapa sakit?" tanya Danar pada sahabatnya yang sudah tiga tahun tak bertemu karena ia melanjutkan S2 di UK.

"Gak ada yang sakit ... biasalah abis nganterin ... biasa calon," ujar Kalla malu-malu.

"Wuih, kapan?"

"Masih lama lah ... ntar gue kabarin, dia baru kelar spesialisasi mau kerja dulu katanya," terang Kalla menceritakan calon istrinya yang baru saja menyelesaikan pendidikan kedokteran spesialisnya di Yogyakarta.

"Bokap kenapa?" tanya Kalla.

"Stroke, tapi so far so good sih, udah banyak kemajuan."

"Gue denger lo pegang perusahaan yang di Bali, kapan kita bisa janjian di sana, gue ada proyek di sana dalam waktu dekat," kata Kalla.

"Siap ... keren lo, perusahaan bokap makin jaya aja ya." Danar memberikan pukulan di lengan Kalla.

"Sama aja kayak bokap lo, Mas Agung apa kabar? gue denger dia yang ambil alih kantor pusat bokap lo."

"Baik dia, masih sama kayak dulu ... diem tapi bebas," tawa Danar dan Kalla pun terdengar.

Agung memang terkenal pendiam, tapi tindak tanduknya menaklukkan wanita bukan rahasia lagi bagi orang-orang terdekatnya. Karena terlihat diam dan cool banyak kaum wanita mengidolakannya.

"Gue balik, Dan ... salam buat semua," ujar Kalla menautkan tangan mereka.

"Kasih kabar kalo lo ke Bali, man."

Perpisahan dua sahabat lama yang tak pernah lagi bertemu itu pun berakhir dengan pelukan dan saling bertukar nomor ponsel.

"Udah Ma?" Mama Diana mengangguk, cepat Danar memapah Pak Hermawan ke lobby rumah sakit menunggu mobil mereka.

Baru saja Danar memposisikan Pak Hermawan pada duduk yang nyaman di dalam mobil, ponselnya bergetar ada nama Wulan di sana.

Mau apa lagi sih, seperti tak waras wanita ini kadang datang kadang pergi ... kenapa gak pergi sekalian, sialan! gerutunya dalam hati.

"Siapa?" tanya Mama Diana.

"Temen ... oh ya Ma, malam ini Danar langsung balik ke Bali ya, banyak yang harus Danar kerjain di sana," ujar Danar.

"Urusan atau emang udah ada yang ngurus di sana sekarang?" goda Mama Diana dan Danar hanya tersenyum.

"Ka -- mu, ka -- pan ni -- kah?" tanya Pak Hermawan terbata-bata.

"Apa Pa? nikah? suruh Mas Agung duluan aja, setelahnya baru Danar," ujarnya sedikit berpikir dan teringat akan kejadian dengan Wulan beberapa bulan lalu. Ah, masalah ini memuakkan.

"Nunggu Agung mah lama Dan, kamu kayak gak tau Mas mu itu pikirannya cuma kerja dan kerja," kata Mama Diana.

"Kata siapa Ma? Mas Agung banyak pacarnya ... dia tutup itu semua dengan sifatnya yang diam dan serius itu, aku yakin dia sudah punya seseorang."

Ya kecurigaan Danar memang beralasan, dari seringnya Agung keluar negeri dan telpon semalam yang ia dengar, layaknya pasangan kekasih yang sedang bertengkar.

...----------------...

Penerbangan terakhir ke Bali malam ini pukul tujuh malam waktu WIB itu artinya Danar akan sampai di Bali pukul sembilan WITA kurang lebih, tidak terlalu malam jika dia harus ke tempat Sephia dulu. Rasanya tak sabar ingin bertemu dengan gadis itu.

Seharian ini dia membayangkan pertemuan yang penuh rindu dengan kekasihnya itu. Memberikan kejutan di depan pintu kamar Sephia lalu memeluknya bahkan bisa jadi bercumbu dengan Sephia.

Ah, semua bayangan itu seharusnya tak rusak dengan adanya hubungan mereka yang rumit ini. Sementara mungkin Danar bisa meredam semuanya, tapi tak menutup kemungkinan Wulan datang dan memintanya kembali untuk menikahi wanita itu karena kesuciannya yang telah ia renggut.

Bagaimana dengan Sephia? itu saja yang selalu berputar di otaknya jika sedang memikirkan masalahnya dengan Wulan. Sephia, Sephia dan Sephia.

Tepat pukul setengah sepuluh malam, Danar berdiri di depan pintu kamar gadis itu. Membawa koper dan buah tangan berupa beberapa paper bag berisi keperluan Sephia yang Danar beli saat di Jakarta kemarin.

Ketukan pintu beberapa kali menyadarkan Sephia dari tidurnya, dia tertidur karena terlalu lama menunggu Danar sampai. Hanya mengenakan piyama tidur dengan model celana pendek berbahan satin, gadis itu membuka pintu kamarnya sambil menguncir rambutnya tinggi.

Sosok yang ia rindukan hampir satu minggu ini berdiri di depan pintu kamar dengan tersenyum. Tersenyum seperti itu saja bisa.membuat wajah Sephia merona merah dan susah hilangnya.

"Katanya kangen kok gak peluk aku," ujar Danar merentangkan tangannya.

Sephia menyambutnya dengan pelukan hangat, menuntun tangan kekasihnya untuk masuk ke dalam, baru saja pintu tertutup Danar sudah membalikkan tubuh gadis itu menghadapnya.

"Cantik banget sih ... pacar siapa?" Danar sudah masuk ke dalam ceruk leher Sephia membaui harum tubuh gadis itu.

"Pacar siapa?" Sephia bertanya balik dengan sedikit mendesah saat Danar mengecupi lehernya.

"Aku kangen," ucap Danar seraya berbisik.

Sephia menatap mata itu, mata yang selalu bersinar jika menatapnya, ia belai keseluruhan wajah kekasihnya hingga sampai ke bibir yang sepertinya sudah lama tak ia rasai.

"Aku juga kangen," ujar Sephia mengecup sekilas bibir itu.

Danar merapatkan dirinya pada Sephia, memeluk pinggangnya erat.

"Kamu udah tidur tadi?"

"Kelamaan nungguin kamu ... aku ketiduran," Sephia tersenyum. "Capek ya?"

"Liat kamu gak jadi capek," ujarnya.

"Masih suka nge gombal,"

"Iya, aku susah banget kalo gak nge gombal sama kamu," goda Danar. "Kita mau berdiri terus gini ya?" tanya Danar.

"Bersih-bersih dulu gih, ganti baju terus tidur," titah Sephia.

"Peluk ... sesuai janji," Danar mengerlingkan matanya.

Sephia tertawa lalu merapikan barang-barang bawaan Danar. Dibukanya satu per satu paper bag yang di bawa Danar, beberapa kemeja, celana bahkan rok dengan model terbaru. Sephia tersenyum, selama ini lelaki itu memang benar-benar memperhatikan penampilan Sephia.

"Ngapain bawa beginian dari Jakarta, di sini kan banyak store nya," kata Sephia saat Danar keluar dari kamar mandi hanya mengenakan kaos dan celana pendek.

"Kalo di sini kamu beli sendiri dan nungguin diskonan." Danar membaringkan tubuhnya, menarik tubuh Sephia yang duduk di pinggir tempat tidur hingga menindih tubuh lelaki itu.

Danar memandangi wajah Sephia dengan seksama hingga jatuh pandangannya pada bibir Sephia yang seakan sudah siap menerima tali silaturahmi dari bibirnya.

Tangan Danar perlahan membelai punggung hingga sampai pada bokong gadis itu. Tangan yang perlahan masuk ke dalam punggung gadis itu mencari pengait pembungkus di sana.

"Danar," Sephia menatap sayu.

Danar mencium gadis itu lama dan menuntut, lidah mereka saling berbelit, desahan mulai terdengar. Melepaskan rindu itu lebih mengasyikkan daripada menahan rindu yang hanya beberapa hari itu.

Tangan Danar sudah berhasil melepaskan pengait pembungkus dada Sephia. Ia membalikkan tubuhnya yang sekarang berada di atas tubuh Sephia. Ciuman itu tak terlepas sama sekali, gigitan kecil-kecil itu begitu menggelitik jika tidak Sephia balas. Menikmati gejolak asmara begitu menyenangkan, siapapun tak akan ada yang mampu menolak begitupun Sephia dan Danar.

Kancing piyama yang sudah terbuka seluruhnya itu sudah pula tersingkap memperlihatkan dada gadis itu dengan pembungkus yang sudah sedikit terangkat karena pengait sudah terlepas.

Danar bertumpu dengan kedua lututnya, membuka kaos yang melekat di tubuhnya. Sungguh panas udara yang berada di kamar itu di tambah lagi dengan kegiatan mereka, sekilas terpikir oleh Danar untuk membelikan air conditioner untuk kamar kekasihnya agar semakin nyaman.

"Danar," lirih Sephia ketika tangan Danar sudah meremat dadanya.

"Aku kangen, Phi."

***sorry late up... selamat malam

enjoy reading 😘***

1
74 Jameela
aq sllu senep mules kl pas dtg pelajaran akuntansi blm lg matekmatika...ws kudu ndang lulus ae kpn yaaa..aaahh tp syukur Alhamdulillah udh terlewati masa" ituuuuu🤭
Enisensi Klara
udah lewat batas teritorial mah tuh Danar wkwkwk 🤣😂
Enisensi Klara
Udah sering aneh 2 danar nya pak
Enisensi Klara
Udah di iya iya terus masa mau pisah
Enisensi Klara
Baca ulang aku 😂😂
Enisensi Klara
Ya kali minta ijin bawa anak gadis orang bawa ke Bali tapi blm di nikahin piye Tah danar 😳😳
Enisensi Klara
Dan Kalla ku bayangjn kyk Maxim 😂
Enisensi Klara
Demi shepia aku baca ulang lagi utk sekian kalinya 😂
Enisensi Klara
Aku baca ulang lagi ini utk sekian kali nya 😇😇kangen sama KK chida 😇
Rianty Permata
Luar biasa
Deistya Nur
keren semangat terus ka 👍💪
Dewa Rana
Thor, baju satu Tali itu di bahu, bukan di lengan
Chida: mungkin melorot talinya jadi sampe ke lengan ...
total 1 replies
Dewa Rana
basement Thor bukan basemant
Chida: makasih koreksinya 🙏
total 1 replies
Dewa Rana
kayaknya danar udah punya pacar atau tunangan
Dewa Rana
visual sephia cakep 👍
Dewa Rana
basement Thor bukan basemant
Dewa Rana
baca ulang Thor
Quinn Cahyatishine
Luar biasa
piwpie
JANGAAAAAAANNNNNN kasih Phiaaaaaaaaaa
piwpie
gimana sih phia... kesannya kek munafik gak sih. kok gak kayak karakter phia di awal.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!