Adult Romance ; 21+
***
"Pak Devian? Bapak ngapain di sini? Ini kamar saya!"
"Saya akan puasin kamu malam ini! Dan kamu juga harus puasin saya!" saut pria itu diakhiri dengan tawanya
***
Berawal karena salah masuk kamar akibat mabuk berat, sampai akhirnya melakukan suatu hubungan terlarang yang menyebabkan mereka terpaksa harus menikah tanpa didasari oleh rasa cinta. Ya, novel ini menceritakan tentang Amanda Caroline dan Devian Abraham.
Amanda adalah seorang perempuan cantik yang baru saja bekerja di salah satu perusahaan terbesar di Asia, dimana perusahaan itu sendiri dipimpin oleh seorang pria tampan yang kaya raya namun memiliki sifat yang sangat dingin dan tegas, bernama Devian.
Bagaimana kelanjutan kisah hidup mereka setelah menikah? Apakah benih-benih cinta akan muncul dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu? Yuk simak novel "Married by Accident with CEO" ❤️❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kinderjoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 26
Hallo semuanya! Terimakasih banyak ya udah mau klik & baca novel ini, semoga kalian suka! Happy reading❤️🌼
°°°°°°°°°°
Banyak pedagang yang berjualan di sana, mulai dari makanan, baju, make-up, accessories, bahkan hewan peliharaan.
Amanda sendiri membeli baju dan juga make-up, lagi. Harga make-up di Singapore menurutnya lebih murah dibandingkan di Indonesia, maka dari itu Amanda membeli banyak make-up di sana. Terlebih lagi, sekarang ia juga memiliki goals atau tujuan untuk mempercantik dirinya, dari situlah keinginan Amanda untuk membeli make-up menjadi tinggi.
"Pokoknya gue harus belanja make-up yang banyak!" ucap Amanda
Selain memborong baju dan make-up untuk dirinya sendiri, Amanda juga membelikan beberapa baju dan makanan untuk keluarganya yang ada di rumah. Tak lupa, Amanda juga membelikan beberapa oleh-oleh untuk Angel.
"Waaa ini ada toko perlengkapan bayi lucu banget deh, beliin ah buat Naura," ucap Amanda lalu masuk ke dalam toko itu
Amanda memilih-milih baju yang sekiranya cocok jika digunakan oleh Naura. Karena banyaknya pilihan yang disediakan, dan menurut Amanda semua baju di sana lucu, ia membeli sekitar 10 setel baju untuk keponakannya itu.
"Mama kamu seneng banget nih pasti kalo tau Onty beliin baju segini banyaknya dan lucu-lucu," gumam Amanda
Setelah selesai memilih, Amanda pun langsung membayarnya dan keluar dari toko itu. Tetapi Amanda kehilangan rombongannya, "Loh? Pada kemana ya?" ucapnya, ia mencari karyawan lain yang menggunakan name tag di lehernya
"Balik aja deh ke mobil."
Akhirnya Amanda pun memutuskan untuk kembali ke parkiran menuju mobil.
Saat sudah berada di parkiran, ternyata di sana sangatlah sepi, tidak ada satu orang pun yang Amanda kenal
"Aduhh pada dimana ya? Gue bingung deh kalo sendirian kaya gini. Mana di negara orang, kalo gue diculik gimana?" ucapnya sambil menoleh kesana-kemari
Tiba-tiba saja ada Devian yang menghampiri Amanda, ia sedikit berlari, nafasnya juga tersenggal-senggal, "Kamu ngapain di sini?" tanyanya
"Saya tadi terakhir abis belanja pakaian bayi Pak, tapi pas keluar dari toko udah gak ada rombongan yang lain," jawab Amanda
Devian yang mendengar itu pun langsung membelalakan matanya, "Amanda?! Emang kamu beneran hamil? Baru juga semalem, pasti itu bukan anak saya, kan?" tanyanya dengan panik
"Kerjain ah, emang enak lo! Gantian," ucap Amanda dalam hati
"Amanda! Kamu jangan diem aja, jawab pertanyaan saya," suruh Devian sambil memegang kedua pundak Amanda
"I-iya Pak, saya hamil. Saya sebelumnya belum pernah ngelakuin hal kaya gitu sama orang lain, baru sama Bapak aja. Jadi, udah pasti bayi yang ada di perut saya ini itu anaknya Pak Devian," jawab Amanda
Devian langsung merasa lemas, ia mengacak-acak rambutnya, "Nda! Kamu tau kan saya itu mau ngelamar pacar saya?! Terus gimana jadinya kalo kaya gini?" tanyanya
"Yaa sesuai sama perjanjian tadi pagi aja Pak, Bapak harus biayain kebutuhan hidup saya sama anak ini nanti," jawab Amanda
"Oke, itu gampang, saya akan tanggungjawab sama semua kebutuhan kamu dan bayi yang ada di perut kamu. Tapi saya mohon sama kamu jangan sampe ada yang tau kalo bayi itu anak saya," pinta Devian
"Hehehe saya cuma ber---"
"Pak Devian!"
Ada yang memanggil Devian, orang itu adalah Arthur, ia juga seorang karyawan di perusahaan Devian. Arthur sedikit berlari untuk menghampiri Devian.
"Ada apa ya? Kok Pak Arthur sampe lari-lari kaya gitu sih," ucap Amanda
"Saya juga gak tau," saut Devian
"Pak Devian," ucap Arthur sembari mengatur nafasnya
"Apa?" tanya Devian
"Pak Devian, saya cuma ingin memberi tahu saja kalau setelah ini kita akan ke Universal Studio," ucap Arthur saat sudah berada di hadapan Amanda dan Devian
Amanda dan Devian pun langsung menghempaskan nafas leganya.
"Saya kira ada apa," ucap Devian
"Ya udah Pak Devian saya permisi ya mau belanja lagi hehehe Bu Amanda, saya duluan yaa," ucap Arthur lalu pergi meninggalkan Amanda dan Devian
Kini, Amanda dan Devian sama-sama terdiam, mereka tidak tau ingin membicarakan hal apa. Namun, tak lama Amanda mulai mengajak bicara Devian karena keadaan sudah sangat canggung.
"Hmm.. Pak Devian, supir mobilnya kemana sih emangnya? Saya mau taro belanjaan saya nih," tanya Amanda
"Gak tau." Devian menjawabnya dengan singkat
"Ihh singkat banget," gumam Amanda
Mereka pun kembali terdiam.
"Pak."
"Amanda."
Mereka sama-sama memanggil, di waktu yang bersamaan.
"Kamu duluan aja," ucap Devian
"Ngg-ngga Pak, Bapak duluan aja," ucap Amanda
"Kamu."
Amanda pun pasrah, "Pak, sebenernya tadi saya cuma ber---"
Drrtt... Drrtt... Drrtt...
"Sebentar, saya angkat telfon dulu," ucap Devian lalu menjauh dari Amanda
"Yah gagal ngomong lagi deh," ucap Amanda
Selama menunggu Devian mengangkat telfonnya, Amanda hanya memainkan handphonenya. Ia berselfie ria dan memfoto pemandangan yang ada di sana, "Parkiran doang aja di Singapore jadi sekeren ini," ucapnya
***
"Hallo Laf, ada apa?" tanya Devian
"Kamu lagi ngapain sayang?" tanya Olivia
"Lagi.. Lagi duduk aja di resort, kenapa?" ucap Devian
"Ngga kok gapapa," ucap Olivia, "Kamu gak mau nanya aku lagi ngapain?" lanjutnya
Devian menghela nafasnya, "Kamu lagi ngapain?" tanyanya
"Aku baru aja selesai make-up sayang, mau ke tempat agency buat tanda tangan dan briefing," jawab Olivia
"Sore-sore gini?" tanya Devian lagi
"Sayang, di sini masih pagi tau, masih jam 9. Waktu Singapore sama Paris kan beda, di sana lebih cepet 7 jam," jawab Olivia
"Oiya, aku lupa."
Devian sebenarnya masih sangat kesal dengan Olivia, jadi ia tidak begitu excited saat menerima telfon dari Olivia.
"Kamu kapan pulang ke Indonesia?" tanya Olivia
"5 hari lagi," jawab Devian
"Sayang..." panggil Olivia
"Apaa?" tanya Devian
"Maaf ya, maaf aku gak bisa nemenin kamu di Singapore. Ternyata aku harus di sini dulu selama 1 bulan," ucap Olivia
"It's oke. Tapi Laf, asal kamu tau, aku itu sebenernya mau ---"
"Ehhh sayang, udah dulu yaa. Aku udah harus berangkat nih, aku matiin dulu ya telfonnya, nanti aku telfon kamu lagi. Bye sayang, love you."
Tutt..... Tuutt.... Tuutt.....
Olivia mematikan telfonnya dengan Devian begitu saja.
"Susah emang."
Devian pun kembali ke mobilnya, begitupun dengan para karyawan yang lain. Mereka sudah selesai berbelanja dan sekarang mereka sudah harus on the way ke tempat selanjutnya.
°°°°°°°°°°
Alhamdulillah part 26 selesai! Terimakasih sudah mau baca sampai kalimat terakhir❤️ Aku juga mau minta tolong untuk like, comment, dan juga vote yah! Biar aku tambah semangat buat lanjutin ceritanya❤️
...Facebook : Kinderjoy Estrin...
...Instagram : kinderjoy_estrin...