NovelToon NovelToon
Lembayung Di Batas Timur

Lembayung Di Batas Timur

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Tentara / Menikahi tentara
Popularitas:618.1k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Bermula dari benang kusut hubungan sang sahabat, seorang mahasiswi cantik nan manja yang merupakan calon guru itu justru terlibat cekcok dan saling sumpah serapah dengan kekasih sahabatnya yang sekaligus seorang perwira militer negri.

Alih-alih menjauh, kejadian tak mengenakan itu justru menjadi awal dari serentetan pertemuan yang menyatukan mereka pada sebuah takdir untuk saling mencinta di tengah rollercoaster nya perjalanan karir keduanya.

Siapa sangka justru pertemuannya dengan Panji membawa Ivy selangkah lebih dekat dengan cita-citanya yang sebenarnya....
Apakah ia akan membersamai Panji, mengukir lembayung di batas timur, ataukah mengejar mimpinya menjadi seorang model sukses di negri Paris?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 Walau dunia [tak] seindah surga

"Ivy?" gumam Panji melihat beberapa panggilan tak terjawab. Namun saat Panji menghubunginya balik, kini justru Ivy yang tak aktif.

Apakah sinyal?

Panji membiarkannya terlebih dahulu dan memilih kembali pada pekerjaan.

"Batalin proker Lo Vy, ubah haluan." Pinta Gabriel.

Ivy menggeleng, masih beradu tatap dengan Gabriel, "engga. Gue ngga akan mundur seinci pun buat ketemu anak anak itu disana."

"Bahaya Vy, Lo tau sendiri resikonya nyawa...Lo ngga liat tadi mereka ngga main-main, ruangan gedung sekolah yang rusak?! Pot jatoh, mereka bawa parang Vy, jangan macem-macem sama orang sini. Kesenggol dikit aja tuh parang yang bicara. Kita cuma KKN, bukan kerja, dapet apa sih, Vy...yang ada balik tinggal nama!"

"Lo ngga santuy, Gab. buktinya kita ngga kenapa-kenapa, guru guru disana oke, anak-anak...cuma Lo yang berlebihan."

Gabriel kembali menggeleng, Arsa menengahi bersama keadaan yang mendadak tegang sepulang jam proker.

"Udah Vy..." Raudhah menarik dan mencoba menenangkan Ivy. Sementara Tami menenangkan Gabriel, "apa Lo bilang, santuy Vy? Gimana bisa santuy... Lo ngga liat Gege sampe mewek, gemeteran...untung masih dikasih idup juga. Kalo Lo mau pergi sendirian silahkan, so-soan jadi pahlawan kesiangan....toh, nih...tanah timur dengan 3T ini terlalu berat dan kompleks untuk kita gapai, masalah mereka tuh akarnya aja udah ngga bisa tertolong susah ngasih pemahaman sama orang-orang primitif. Yang pasti-pasti aja lah sekarang mah udah paling bener di ibukota atau kota-kota besar lainnya, orang-orang nya open minded...."

Ivy yang merasa tersentil oleh ucapan Gabriel tak mau kalah, "apa Lo bilang, primitif? Jadi maksud Lo, Bu Santi, pak Lucas, Bu Nera, anak anak yang menurut gue pinter itu primitif?"

"Si alan Lo Gab!" Ivy mendorong dada Gabriel.

"Gab, posisikan diri Lo sekarang di posisi mereka?! Kalo Lo dianggap begitu enak ngga?! Yang primitif tuh pemikiran Lo apa mereka?"

Ivy menunjuk wajah Gabriel, "dan asal Lo tau ya Gab. Gue bukan mau so jadi pahlawan kesiangan, gue cuma masih punya hati nurani. Itu aja!"

"DIEM!" bentak Arsa membuat keduanya diam, Gege yang masih diam seribu bahasa sejak datang tadi hanya memalingkan wajah syoknya, Yap! Ia begitu syok dengan kejadian tadi, Imel sampai memberinya minum.

"Gab. Ini proker atas kemauan Ivy dan sudah disetujui semua anggota termasuk Lo. Kita hormati suaranya...dan Lo Vy, Gabriel cuma mau kita disini semua pulang dengan selamat tanpa kurang suatu apapun."

"Bisa duduk bersama ngga?"

Ivy dan Gabriel sama-sama membuang muka.

Ivy masih duduk menatap langit senja di beranda saat mama Yani melintas, "ka'e Ivy..." sapanya.

"Mama...mau kemana?" tanya Ivy.

"Menyusul Filmi, tadi sedang bawa kambing mencari rumput di bukit."

Ivy mengangkat alisnya merasa tertarik, mengingat sejak awal datang ia belum pernah mengeksplore dusun Tanjung komodo.

"Boleh saya ikut?"

Mama Yani terlihat sedikit terkejut meski kemudian tersenyum excited, "boleh."

Ivy langsung beranjak dan memakai sandalnya, melihat Made ada di tengah rumah ia pamit, "Made, gue bareng mama Yani cari Filmi dulu ya, bentar."

Made mendongak dan, "oke. jangan jauh Vy."

Diokei Ivy.

Ayunan langkahnya mengikuti mama Yani yang ada di sampingnya, ada banyak rumah warga dengan jarak yang jauh dari kata dempet-dempetan. Meski setiap bangunannya itu bukan rumah mewah, tapi cukup banyak bangunan rumah layak huni.

Ada sebagian yang sudah berbentuk permanen ada pula yang masih kayu.

Lalu lalang warga menatapnya lebih lama dan menyapa, Ivy membalas dengan senyuman ramah.

Beberapa rumah memiliki ruangan lain di sampingnya ia lewati, mulai dari home industry rumput laut, sampai olahan ikan dan yeah tentu saja hampir sebagian rumah dilengkapi oleh jaring ikan yang menggantung di samping teras.

Cuaca sore disini nyaman, terkesan mulai sejuk. Angin berhembus cukup kencang terlebih di dekat daerah perbukitan. Benar, anak-anak disana berlarian bebas dengan teriakan lepas, candaan puas, gelak tawa tanpa beban.

"Kalau sore begini, memang ramai ka..."

Ivy mengangguk-angguk, jalanan memang berbatu dengan sebagiannya ditumbuhi rumput liar oh jangan lupakan menanjak. Semakin menanjak semakin kencang angin yang berhembus.

"Memang enak kalau sore, sudah tidak seterik siang, mama." Jawab Ivy diangguki mama Yani, dimana dalaman jilbab yang dipakainya, lalu rok payungnya kini tersapu angin yang menderu membuat cetakan tubuhnya plek.

Ivy dan mama Yani sampai di atas bukti kecil dekat dusun Tanjung komodo.

Lihatlah, bukan hanya ada kambing milik Filmi saja....baik anak-anak maupun hewan mereka berlarian.

"Filmiiii!" teriak mama Yani ke arah gerombolan anak dan hewan yang menyatu diantara Padang rumput yang seolah disiangi matahari senja.

Tak hanya sampai disana saja, langkah Ivy lantas terbawa angin dan keinginan manakala melihat apa yang ada di balik bukit, layar terkembang milik Nusantara, bibirnya tersungging lebar.

Langit sore dan lautan lepas dengan bukit mereka yang menjadi batasnya, bukan pantai melainkan benar benar lautan berbatas bukit tinggi yang dimiliki Tanjung Komodo, indah.....

"Ya ampun, indah banget..." lirihnya seketika berjalan lebih jauh lagi.

Ivy bahkan merentangkan kedua tangannya disana merasakan hembusan angin yang kencang menerpa badannya. Biarlah orang-orang disini mengatakan mereka apa, kampungan? Kotaan?

Menarilah dan terus tertawa, walau dunia tak seindah surga....

Bersyukurlah pada Yang Kuasa....

Filmi, ia yang merasa namanya dipanggil menoleh, "Ma!" melambaikan tangan dengan ranting kayunya.

"Sudah, pulang!" teriak mama Yani.

Ada raut kecewa tapi tak lama, Ivy melihat itu, jelas....waktu dan ruang sebebas ini, secantik dan sesurga ini siapa pula yang ingin cepat-cepat menyudahinya.

Sampai rasanya, ia tak lagi memerlukan gadget, ia tak memerlukan berselancar di dunia maya tapi dunia nyata yang nyata indahnya ini.

Filmi terlihat menggiring 5 kambingnya untuk pulang dengan memukul-mukulkan ranting kayu ke tanah berumput.

Namun salah satu kambing miliknya cukup bandel dan sempat berlari ke arah Ivy, praktis saja Ivy berlari, "aaaaa!"

Ketakutan Ivy justru mengundang tawa anak-anak disana termasuk Filmi dan mama Yani.

"Kaget mama." ucap Ivy bersembunyi di balik mama Yani, mbekkkkk!

"Apa lo ngagetin gue!" omel Ivy pada si anak kambing, yang lagi-lagi dijawab, mbekkkk!

Kembali mereka tergelak dengan tingkah Ivy.

"Ka'e Ivy takut kambing," ujar Filmi sedikit membenarkan kerudungnya, dimana rambutnya sudah mencuat keluar.

"Kaget ya, ralat! Bukan takut."

Tapi kemudian Filmi dengan sengaja menepuk pan tat kambingnya itu membuatnya kembali maju ke arah Ivy, "ihhhh mama!" Ivy sampai mencengkram ujung baju mama Yani.

.

.

.

.

1
Marliyanilintangpratama
ya Allah makkk aku smpe chaos loh ini sumpah berasa bnget ada di TKP...smpe" aku ngedumelll...ayo bang njiii tumpas mereka yg berani menyakiti Ivy sama Bu Santi,,terlebih mereka" yg haus akan kekuasaan,jabatan dan harta,yg bikin nasib rakyat kecil makin menderita,,bila perlu seret mereka ke liang lahat jangan laporkan mereka ke polisi apa lgi kepengadilan...yg ada GK akan adil buat korban nya,,termasuk suami Bu Santi bang njiii ,perjuangkan hak nya,dan hak anak serta istrinya bang njiii...ayo bang njiii bawa mereka ke kandang komodo biar di jadikan santapan yg sangat enak dan mengenyangkan...tapi sebelum itu siksa mereka sepperti mereka menyiksa rakyat...😤😤😤
Elly Maryani
baca sambil deg2an...Nji CPT selametin Ivy sama Bu Santi,,,gimana aksimu buat nyelametin Ivy? apa tim panji aja? apa nanti ada tim Russel ma jagad ikut diterjunkan teh? kangen aksi Abi fath Abi Rayan ma ibu mutiara timur lawan para penghianat...🤔
Zayyin Arini Riza
😭😭😭😭😭😭😭
astaghfirullah... semoga Panji bisa nemuin Ivy dan Bu Santi.. Raimond kurang ajar...
Rita
ayo bang Nji sdh ketemu eksekutory ini jgn telat
Rita
waduh biangy ini si eksekutor smg gege tpt waktu
Rita
👍👍👍👍👍
Rita
hajar bu klo bs klo ngga cr tau cepet cari bantuan
Rita
tolong Ivy bu Santi
Marliyanilintangpratama
aduh² bener ² nya ni manusia laknat mau maen² breng sama bapak nya komodo,dan juga bapak nya singa....silahkan boleh kelean merasa menang untuk sekarang TPI tidak untuk waktu yg mungkin 2 apa 3 jam berikutnya kelean yg bakalan di habisi di empanin ke komodo apa di bikin daging giling buat makanan ikan aligator...?? puas2 in aja dulu sebelum kelean menangis dan minta maaf smbil merangkak pun gak akan di ampunin sama bapak komodo cs...tak nya kelean tau berurusan dengan Ananta smaa dengan selangkah lebih dekat dengan jembatan sirotul mustakimmm...siap² kelean yah yg berani nyentuh calon cucu mantu Ananta...kelean GK akan hidup tenang ke di teror depkolektor pinjoll..🤣🤣🤣
Rita
wah berarti yg dmksd si penjahat ini jg kurang ajar hrs dieksekusi
Rita
bang buruannnn ivymu dlm bahaya 😭😭😭😭
rheisha
huh bangke,malah ketemu dia lagi, panji,tolongin ivy bu santi,tolong juga,pengal aja kalau ketemu si raimond ini,si penghianat....
Rita
awas aja kalian
Dewi
ya ampun jadi penasaran Ama bab selanjutnya, selametin Ivy ya thor
Rita
bang Njiii buruannn
Rita
deg2an
Queens Nia🪻☕️🍫
Ayo bang pancii, my prayers are with you🤭😁
Go go go.. kacian mami y velvet
Next bab makin seru nih😍
Tri Winarni
semangat bu Santi dan ivy kalian pejuang pendidikan ,semangat thor🙏🙏🙏👍👍👍👍👍👍💪🌷
Bunda Idza
Teteh othor kalo bikin konflik gak kaleng2 pokokna....bikin mata burem....dada genderangan ....
tapi musti sabar....nunggu esok man teman...
memegang kata Bu Santi "Tuhan tidak tidur"
next Teteh.... selalu semangat, sehat dan bahagia.... aamiin
Rita
😂😂😂😂😂😂😂wah kmu calon bapak komodo donk ntar beluty berubah komodo😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!