NovelToon NovelToon
Komandan Galak Itu, Suamiku

Komandan Galak Itu, Suamiku

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Menikahi tentara / Dokter / Tamat
Popularitas:618.1k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Bagi Rahma Wulandari, Sakti Prawira adalah sosok kakak asuh masa kecilnya yang galak dan protektif. Namun, garis takdir mendadak berubah ketika impiannya menjadi dokter terancam kandas akibat kesulitan ekonomi. Satu-satunya jalan keluar yang ditawarkan orang tuanya adalah sebuah perjodohan. Demi masa depan, Rahma akhirnya pasrah. "Gak apa-apa deh nikah sama Kak Sakti, dia sudah aku anggap seperti kakaku sendiri!"

Di sisi lain, Sakti seorang Komandan TNI AD yang terkenal tegas, kaku, dan berhati dingin sejak ditinggal menikah oleh masa lalunya merasa tak habis pikir. "Kenapa aku harus menikah dengan gadis bau kencur dan masih ingusan itu?" protesnya keras. Baginya, menikahi sahabat adiknya sendiri adalah hal yang konyol.
Namun, titah orang tua tak bisa diganggu gugat. Pernikahan beda usia dan prinsip ini pun tetap terjadi.

Mampukah pernikahan yang terbentur perbedaan usia, prinsip, dan watak ini menumbuhkan benih-benih asmara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33

Senja mulai meredup dan azan magrib terdengar berkumandang sayup-sayup dari masjid asrama. Rahma yang sudah rapi, segar, dan baru saja selesai mandi serta bersiap untuk solat, melangkah mendekati sofa ruang tamu. Dilihatnya sang suami masih setia dalam posisi tidurnya yang acak-acakan.

Sambil menggelengkan kepala geli, Rahma membungkuk sedikit lalu menepuk-nepuk lengan kekar Sakti yang terbalas kaos loreng tipis.

"Kak, bangun, Kak. Sudah magrib!" ujar Rahma setengah berbisik namun tegas.

"Heeemmmm..." gumam Sakti berat dengan suara khas orang baru bangun tidur, namun badannya sama sekali tidak bergerak.

"Ish, 'hemmm' tapi itu matanya masih merem!" cibir Rahma kesal melihat sang suami yang malah membetulkan posisi tidurnya menjadi menyamping.

Mendengar suara omelan lembut di dekatnya, kesadaran Sakti mendadak terkumpul. Dengan gerakan refleks militer yang luar biasa cepat, tangan kekar Sakti langsung terjulur meraih pergelangan tangan Rahma dan menariknya kuat-kuat ke arah sofa.

"Kyaaaa...!"

Gedebugh!

Pekikan kaget Rahma langsung teredam saat tubuh mungilnya jatuh terlentang tepat di atas tubuh kokoh Sakti yang bertindak sebagai bantalan. Sofa yang sempit itu seketika terasa sangat sesak. Belum sempat Rahma mencerna apa yang terjadi, Sakti dengan sigap melingkarkan kedua lengan kekarnya di pinggang Rahma, mengunci pergerakan istrinya dengan sangat erat.

"Kak, lepas ih! Jangan mulai lagi deh!" seru Rahma panik, tangannya berusaha mendorong dada bidang Sakti yang terasa hangat.

"Nggak mau. Biarkan seperti ini dulu sebentar," bisik Sakti, suaranya terdengar serak dan dalam di dekat telinga Rahma. "Aku suka aroma tubuhmu... selalu harum."

Tanpa memperdulikan penolakan istrinya, Sakti memiringkan kepalanya sedikit, lalu menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Rahma. Saat ini Rahma memang sedang tidak mengenakan hijab, menyisakan rambut hitamnya yang masih setengah basah habis keramas dan menebarkan aroma sampo yang sangat menenangkan.

Ditambah lagi, sore ini Rahma mengenakan daster rumahan andalannya bermotif Hello Kitty yang pas di badan. Kombinasi keharuman tubuh, kelembutan rambut, dan kulit leher Rahma yang hangat seketika membuat adrenalin Sakti berpacu liar. Detak jantung sang Kapten berdegup kencang, memicu seringai nakal yang perlahan terukir di sudut bibirnya yang terluka.

Rahma yang bisa merasakan hembusan napas hangat Sakti di lehernya langsung merinding hebat. Jantungnya berdisko kencang dan ia mulai memberontak sekuat tenaga karena takut situasi ini akan lepas kendali seperti tadi siang.

"Kak Sakti, lepas! Aku mau solat!" teriak Rahma mendesak.

Mendengar kata 'solat', kesadaran religius Sakti akhirnya memukul logikanya. Sambil menghela napas pasrah, ia melonggarkan lilitan tangannya di pinggang Rahma. Begitu ada celah, Rahma dengan gesit langsung melompat bangkit dari atas sofa, membenahi dasternya yang sedikit kusut dengan napas memburu.

"Dasar mesum!" umpat Rahma setengah berbisik, wajahnya dalam sekejap berubah merah padam sampai ke leher karena malu dan kesal. Tanpa menunggu sahutan suaminya, ia langsung mengambil langkah seribu masuk kembali ke dalam kamar.

Sakti perlahan menegakkan posisi duduknya di sofa. Matanya menatap lekat-lekat punggung Rahma yang perlahan menghilang di balik pintu kamar. Ingatannya kembali merekam bagaimana menggemaskannya Rahma yang memakai daster bermotif kartun anak-anak tersebut.

Sakti mengusap wajahnya kasar, mencoba mengusir pikiran-pikiran liar yang mendadak berkecamuk di kepalanya.

'Hadeuh... baju Hello Kitty lagi... Kau sebenarnya sengaja memancingku atau bagaimana sih, Rahma? Jangan salahkan aku kalau suatu saat nanti aku benar-benar khilaf dan langsung menerkam mu di rumah ini!' batin Sakti menggebu-gebu, menahan gejolak rasa yang kian hari kian sulit ia bendung.

*

*

Setelah keduanya selesai melaksanakan salat magrib, Sakti melangkah keluar dengan memegangi perutnya. Suara keroncongan terdengar jelas dari sana. Sejak pagi, lambungnya memang belum diisi makanan apa pun akibat diselimuti emosi dan cemburu buta.

Dengan langkah gontai, sang Kapten berjalan menuju dapur. Namun, begitu ia membuka tudung saji di atas meja makan, harapannya pupus. Di sana sama sekali tidak ada lauk ataupun sayur yang tersisa, hanya terhidang semangkuk nasi putih dingin.

Rahma yang tiba-tiba muncul di belakang Sakti mendadak merasa tidak enak hati. Ia baru ingat kalau lauk makan siang tadi sudah habis dan ia belum sempat memasak lagi untuk makan malam.

"Kak... apa mau aku masakin mie?" tanya Rahma menawarkan solusi, merasa bersalah melihat suaminya kelaparan.

Sakti menoleh, lalu menghembuskan napas pasrah. "Ya, bolehlah. Tapi cukup kali ini saja, ya."

"Tenang saja, Kak. Mie ini mi sehat kok, terbuat dari campuran sayuran, tanpa pengawet dan tanpa MSG!" ujar Rahma antusias, sembari menunjukkan sebungkus mie instan sehat yang tempo hari ia beli dari toko online.

Melihat bungkusan mie hijau berbahan organik itu, Sakti akhirnya mengangguk setuju. Rahma pun segera bergerak gesit menyiapkan panci dan menyalakan kompor untuk memasak. Dari ambang pintu dapur, Sakti diam-diam memperhatikan setiap gerakan Rahma. Menatap bagaimana telatennya sang istri bergerak di dapur dengan daster Hello Kitty nya, sudut bibir Sakti tiba-tiba melengkung, mengukir senyuman tipis yang sangat jarang ia perlihatkan.

Dengan langkah pelan dan tanpa suara, Sakti berjalan mendekat ke arah Rahma yang sedang menunggu mi matang sambil mengaduk bumbu di dalam mangkuk keramik.

Begitu mie dirasa matang, Rahma mematikan kompor, menuangkan mie beserta kuahnya ke dalam mangkuk dengan hati-hati. Namun, saat ia membalikkan tubuhnya hendak membawa mangkuk tersebut, Rahma seketika tersentak kaget.

Lagi-lagi, Sakti sudah berdiri tepat di belakangnya dengan jarak yang begitu dekat.

Seketika keduanya saling berhadapan dalam jarak beberapa sentimeter saja. Aroma maskulin Sakti berpadu dengan wangi sisa keramas Rahma. Sakti menatap dalam-dalam bola mata istrinya, mengunci pandangan Rahma hingga gadis itu terpaku.

Belum sempat Rahma protes, beberapa detik kemudian Sakti dengan beraninya menyusupkan kedua tangan kekarnya ke pinggang Rahma, mengangkat tubuh mungil itu dengan mudah, lalu menempatkan bokong Rahma duduk di atas meja konter keramik dapur, tepat di samping kompor dan semangkuk mie sehat yang masih mengepulkan uap.

"Kak Sakti! Apa-apaan sih?!" pekik Rahma tertahan.

Sakti tidak menjauh, ia justru memajukan tubuhnya hingga mengurung Rahma di atas konter keramik. Ditatapnya wajah merona Rahma dengan pandangan intens yang sarat akan emosi tertahan.

"Rahma... kau sengaja ya memancingku dengan terus-menerus memakai daster ini di depanku, hem?" bisik Sakti dengan suara berat dan serak, menatap istrinya dengan pandangan yang terlihat sangat lapar, bukan lapar karena mie, melainkan lapar akan sosok di hadapannya.

Seketika netranya Rahma langsung melotot sempurna. Dengan gerakan refleks, ia segera menyilangkan kedua tangannya di atas dada, berusaha membentengi diri dari pesona suaminya yang tiba-tiba mengintimidasi.

Jantung Rahma berdegup liar sampai rasanya mau copot. Ia mencoba menenangkan diri dan bergumam kesal,

'Siapa juga yang menggoda mu, Kak? Kak Sakti kenapa jadi aneh dan mesum seperti ini sih?!'

Bersambung...

1
Jumi Eko
Bagus
Rahma Inaya
mampus km dinda raskan keangkuhan mu lenyap dlm seketika
Rahma Inaya
sptnya umpan sdh masuk perangkap
Rahma Inaya
rahma jgn mudh lemah dikit2 melow.km hrs cr tau dl kebenarnya tny lng ke sakti dan kirm foto juga chat dr orang misterius or mkn dinda .rumah tangga mu sedang di uji km hrs kuat mental
Rahma Inaya
untung adnan tepat dtg bs menolong dr sandriwa murahan pelakor
Rahma Inaya
mentg2 br bukq puasa maunya gaspol trs bknnya smlm sdh 3 kli untg2 km bs jebol gawang mash rejeki walau pginya rahma lngs dtg buln gmn klu pas mau jebol gawang rahma sdh keduluan dtg bulan tmbh pusing tu kpla bwah mu🤭🤭
Neng Tuti
lawan Rahma jangan kalah dari ulat bulu gateel itu
Neng Tuti
mulai datang si ulat bulu gateeel😡
Neng Tuti
gaskeun Pak Kapten biar cepet jadi Sakti atau Rahma junior😍
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap akak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Neng Tuti
tah mulai pasea pak komandan mah timuruan iiiih🤭
Rahma Inaya
so sweet pak kapten rela menurunkn ego nya demi meluluh kn dan mendptkan cnt sang istri bocilnya
Rahma Inaya
sakti kena jebakan adiknya sendiri
Rahma Inaya
mode semburi pak komandan padhl rahma kenal krn dokter yg periksa sakti adlah gebetan doseb rahma di kampus .blm apa2 sdh cemburu
Rahma Inaya
lambat laun tp pastu sakti mulai terpesona dgn rahma ..
Rahma Inaya
walau bau kencur nntnya bisa buat ank utk keturunan mu pak komandan dan ada nnt km bakal bucin
Rahma Inaya
lama2 pak komandan jatuh cinta pd ormg nya juga
Rahma Inaya
knp rahma yg di tuduh .kan km sdh tau klu ayah mu sifat nya keras
Rahma Inaya
nysek rasanya hati rahma
Asmawati Wati
rahma hamidun positif++😍😍 apa yg ditakutkan kan rahma akhirnya berhasil sakti wujudkan😄😄😄
Asmawati Wati
serasi👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!