assalamu'alaikum...
haii..salam kenal, ini karya perdanaku.
Seorang perawat dengan wajah ayu khas gadis Jawa. Cantik dengan kepala tertutup jilbab.
Dia harus tinggal jauh dari keluarga, karena sebuah pekerjaan.
Siapa sangka di kota itu ia menemukan cintanya.
Cinta yang ia harapkan akan menetap untuk selamanya di hatinya.
Cinta yang bisa menutup kesedihan, akibat cinta-cinta terdahulu yang hanya singgah sementara.
Akankah harapannya tewujud, ataukah cinta itu sama dengan cinta-cinta nya yang dahulu.
Ikuti ceritanya.." Cinta Untuk Perawat Cantik ".
simak yaa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qidi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesedihan Dr. Johan
Assalamu'alaikum
maaf sudah membuat menunggu lama..
yuk kita lanjut😍
selamat membaca 📖📚
🍁🍁🍁🍁🍁
"Astaghfirulloh.. kenapa aku mikir kayak gini. Bener-bener ujian hati ".
Raya menggelengkan kepalanya pelan.
Ditempat laen ada yang tengah memperhatikan gerak-gerik Raya.
*Ada apa dengannya..kenapa dia seperti ada masalah gitu..sebenarnya apa yang terjadi di ruangan dr.Adam ?*
Ucap batin seseorang yang melihat Raya keluar dari ruangan dr.Adam, dengan wajah yang susah dijelaskan.
Di sisi tempat yang berbeda..
*Kenapa Raya kluar dari sana dengan muka sedih gitu..ada apa ini *.
Batin orang tersebut. Seseorang yang kebetulan melihat Raya keluar dari ruang kerja seorang dokter senior.
Raya masuk ke toilet rumah sakit. Ia membersihkan wajahnya, membasuh, dan menghapus jejak air mata yang sempat mengalir di kedua pipinya.
Menghela nafas panjang. Mengatur detak jantung yang masih tak beraturan. Kemudian ia keluar dari sana dengan kepala menunduk. Namun setelah ia menengadahkan wajahnya...
"Astaghfirulloh..yaAllah..".
Sambil mengusap dadanya, Raya berulang kali mengucap istighfar.
Jantung yang hampir tenang, kembali dibuat berantakan iramanya tatkala ia melihat seseorang berada tidak jauh dari pintu masuk toilet.
"Apa yang terjadi ?".
Dengan tangan yang terlipat di depan dada dan ekspresi wajah yang tidak bersahabat. Orang itu langsung melontarkan pertanyaan, yang membuat Raya terdiam, bingung.
Belum juga menjawab, orang tersebut sudah menarik lengan baju Raya pelan. Meminta Raya untuk mengikutinya.
"Apa yang terjadi ?, kenapa dengan wajahmu ?"
Pertanyaan yang sama dari Bima, setelah mereka berada di taman rumah sakit.
Ya..Bima, orang yang saat ini sedang bersama dengan Raya.
Raya hanya menggelengkan kepalanya. Tanpa menjawab sepatah kata pun.
"Aku memang tidak berhak tau masalahmu. Tapi apa yang terjadi di dalam sana, aku rasa..aku masih boleh mengetahuinya ".
Ucap Bima kembali.
Raya tidak tahu apa maksud perkataan Bima.
"Gak ada apa-apa mas. Saya hanya capek, habis bantu oprasi ".
"Kamu pikir aku anak kecil apa, yang trus diem dengan jawaban seperti itu ".
"Jangan diem aja..kamu boleh crita ke aku klo mau, mungkin aku bisa membantu mu ".
Ucap Bima lagi.
"Nggak mas, nggak ada apa-apa. Makasih atas perhatiannya. Saya permisi dulu, jam istirahat dah mo habis ".
"Ray... ". Bima berusaha menahan Raya, namun tidak bisa.
Raya pun segera pergi dari hadapan Bima.
Tanpa mereka sadari, interaksi mereka berdua tak luput dari pantauan seseorang yang berada tidak jauh dari tempat Raya dan Bima berada. Dan itu membuatnya bisa mendengar percakapan mereka.
Sebelumnya...
Bima yang merasa ada sesuatu dengan dipanggilnya Raya ke ruangan dr. Adam. Nekat menyusul Raya.
Ia penasaran dan nencurigai sesuatu. Bukan tanpa alasan. Karena Bima sangat kenal dengan kebiasaan dokter senior itu. Beliau tidak akan memanggil seseorang untuk datang ke ruangannya, jika tidak benar-benar penting, apalagi di jam istirahat kerja.
Bamun sebelum Bima sampai, ia bertemu dengan dr. Omar, ( masih ingat kan, beliau adalah direktur utama rumah sakit, sekaligus ayah dari dr. Sinta ).
"Bim, kemari sebentar. Kebetulan ketemu kamu, ada yang ingin aku tanyakan ".
Panggil dr. Omar.
"Iya om ".Tidak bisa menolak, Bima pun mengikuti ajakan ayah dr. Sinta.
Setelah selesai dengan ayah dari sahabatnya itu, Bima melanjutkan tujuan awalnya.
Namun, sebelum sampai tempat tujuan, langkah Bima terhenti. Ia melihat seseorang yang sempat ia curigai sebagai calon suami Raya. Ya..dia adalah dr. Johan, yang saat ini sedang keluar dari ruangan dr. Adam.
Terlihat ada pembicaraan yang serius diantara mereka. Kedua dokter tersebut berjabat tangan. Dr. Adam menepuk pundak dr. Jo dan dibalas dengan anggukan kepala pelan.
"Sabar, kamu tidak bisa memaksakan sesuatu yang memang bukan untuk mu ".
Kata-kata yang tertangkap oleh telinga Bima, yang keluar dari mulut dr. Adam.
Ekspresi yang tampak kurang senang, dan terlihat kesedihan diwajah dr. Johan, membuat Bima bertambah khawatir dengan Raya.
*Ada apa ini..apa telah terjadi sesuatu dengan Raya *. Batin Bima, dan ia pun segera mencari Raya.
Tidak berapa lama akhirnya Bima menemukan Raya yang terlihat tidak baik-baik saja. Ia memperhatikan dan terus mengikuti Raya.
°°°°
Sementara itu, orang yang tadi melihat Bima dan Raya di taman rumah sakit, kini berjalan menuju sebuah ruangan seorang dokter.
"Assalamu'alaikum ". Ucapnya sambil membuka pintu ruangan, tanpa mengetuknya terlebih dulu.
"Wa'alaikumussalam. Hei..kamu, masuk !. Kebiasaan deh nggak ketuk pintu langsung aja buka. Kalo aku lagi buka baju gimana coba ".
Jawab dr. Sinta dari dalam ruangan.
"Kalo memang iya itu brati keuntungan ku. Brati kamu yang sembrono, nggak tau tempat ".
Balas orang tersebut.
"Dasar kamu nggak pernah mau disalahin ".
"Pasti lah..".
"Ada apa kemari. Denger-denger ada yang mo nikah nii.. tapi nggak bagi-bagi crita ".
Dr. Sinta penasaran, karena tidak biasanya sahabat yang satu ini datang ke rumah sakit jika tidak ada kepentingan serius.
"Ini juga sebenarnya mo crita. Kebetulan aku mo ketemu dengan seseorang, tapi sepertinya aku terlalu cepat datang. Orangnya belum selese kerja ".
Ucapnya sambil menerima minuman dingin dari dr. Sinta
"Langsung aja deh critanya. Sambil nunggu seseorang itu ".
Karena sudah sangat penasaran dengan ceritanya, membuat dr. Sinta mengabaikan siapa seseorang yang akan ditemui oleh Rayhan.
Rayhan juga salah satu sahabat dr. Sinta dari kecil.
"Memangnya kamu sudah bebas tugas. Jam kerja kamu ?".
"Udah, tadi habis ada oprasi. Ini tadi tinggal cek data pasien aja. Ayo buruan crita, nggak usah nyela-nyela lagi !".
"Ck..dasar nggak sabaran ".
Rayhan pun bercerita semua. Tapi ia belum menyebut siapa calon istrinya.
"Trus...".
Tanya dr. Sinta, karena Rayhan terdiam sejenak
Rayhan melihat jam yang melingkar di tangan kirinya.
"Trus nya nanti tunggu tanggal mainnya. Okeehh !".
"Sekarang aku pamit dulu. Assalamu'alaikum ".
Rayhan langsung bangkit dari duduknya, dan menuju pintu untuk keluar dari sana.
Setelah menjawab salam dan sahabatnya sudah pergi, baru dr. Sinta sadar belum bertanya siapa yang akan ditemui Rayhan.
"Trus siapa yang akan ditemui Ray..segitunya sampai datang lebih awal segala. Bukan kebiasaan dia deh ".
Dr. Sinta bicara sendiri sambil merapikan meja kerjanya. Ia pun akan segera pulang.
🍁🍁🍁🍁🍁
sekian dulu ya..
jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya
agar semakin semangat up nya
makasih😍
Salam hangat Qidi 😍