Dulu ia hanyalah seorang tentara elit yang dikhianati sahabatnya sendiri dan mati di tengah misi berbahaya. Namun takdir justru membawanya terlahir kembali sebagai seorang Putri Kekaisaran.
Sayangnya, status putri bukan berarti hidupnya aman. Intrik istana, bayangan pengkhianatan, hingga malapetaka yang mengintai, semua sudah menunggu.
Tapi Ariana Calista Castello bukan putri biasa. Di balik wajah manisnya, ia menyimpan jiwa seorang prajurit yang terbiasa menghadapi hujan peluru.
Akankah pengalaman hidupnya di masa lalu menjadi senjata terkuat untuk bertahan di dunia baru ini? Atau justru menjadi kelemahan yang menyeretnya ke jurang yang sama?
Mari temani perjalanan sang Putri Reinkarnasi dalam menghadapi dunia penuh sihir, intrik, dan rahasia kelam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rajeng Tia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Draken
...♡《•°Happy Reading Readers°•》♡...
"Hoi bayi kecil, Kau sedang memikirkan apa? Jangan-jangan kau memikirkanku ya~?" - Draken
Dih? Amit-amit jabang bayi, Ga mungkin aku mikirin makhluk aneh sepertimu. Pede amat jadi siluman.
Eh dia siluman ga sih? Tapi kalau kata si Rina ... Emm ... Apa kata Rina ya? Ko aku lupa ...
"Hmm~ Dilihat dari ekspresimu, sepertinya kau sedang memikirkan sesuatu yang lain. Itu berarti kau tidak memikirkanku dong~~" - Draken
Come on ... Sampai kapan aku harus mendengar ocehannya itu? Dia terlalu berisik untuk aku yang pendiam.
"Kalau di lihat-lihat lagi ... " - Draken
Apa?
"Sepertinya bayi kecil mempunyai 'Mana' yang terbilang tidak sedikit." - Draken
Oh? Kau tahu akan hal itu? Kenapa memangnya? Kau iri??
"Tapi ... " - Draken
"Kenapa 'Mana' mu terlihat seperti sudah di kendalikan? Dan bahkan terlihat dikendalikan dengan sangat baik, Luar biasa." - Draken
Uhuk, Aku suka pujianmu itu, Tuan Iblis Yang Tampan.
Ria namain Draken dengan sebutan Tuan Iblis Yang Tampan, Alasannya karena memiliki tanduk yang seperti Iblis dan Wajahnya yang tampan.
Lalu karena Draken itu Male (Cowok) di tambahin kata Tuan di depan sebutannya. Jadilah sebutan 'Tuan Iblis Yang Tampan'.
...o0o...
"Bayi kecil, Jika kau menekuni ilmu pedang ataupun ilmu sihir saat sudah besar nanti, Maka kau bisa menjadi Master Pedang ataupun Master Sihir." - Draken
Ha? Iblis tampan ini mengatakan hal yang benar kan? Apakah aku bisa menjadi seorang master~?
"Sungguh seorang jenius yang langka! Suatu saat kemunculanmu pasti bisa menggegerkan dunia!" - Draken
"Omong-omong bayi kecil, Siapa orang tuamu?" - Draken
Wah benar-benar, Dia ini benar hewan kontraknya Papa kan?
Hal seperti ini saja masa dia tidak tahu?
"Apa yang sedang kau lakukan?" - Ucap Baginda Kaisar.
Eh? Papa??! Sejak kapan papa masuk? Perasaan sedari tadi aku tidak melihat papa masuk dari pintu deh.
Ga mungkin kan papa masuk lewat jendela.
"Hoo~ Lihatlah dirimu, Bocah. Kau sangat kacau, Maksudku 'Mana' mu." - Draken
"Padahal tadi aku sudah bilang padamu, Untuk tidak memakai 'Mana' dalam jumlah yang banyak. Dan sekarang?" - Draken
"Kau terlalu berisik." - Baginda Kaisar
"Hei bocah, Sekarang kau berani tidak mendegarkan nasehatku lagi?" - Draken
"Aku bukan seorang bocah, Draken." - Ucap Baginda Kaisar dengan kesal.
"Kau ini, Dengarkanlah nasehatku. Jangan mencoba untuk melakukan 'Teleportasi' lagi, Kau sendiri yang paling tahu akan kondisi 'Mana' mu." - Kata Draken sembari menyenderkan tubuhnya ke tembok.
"Berisik! Uhuk-Uhuk ... " - Ucap Baginda Kaisar yang kemudian batuk di sertai darah yang keluar dari mulutnya.
Untung saja saat terbatuk, Baginda kaisar menutupi mulutnya dengan tangan, Jadi darah yang keluar dari mulut tidak terjatuh ke lantai.
Tenang and Stay kalem bestie, Darah yang keluar dikit kok~
...o0o...
Papa??!
Batin Ria dengan kaget, Dirinya terkejut ketika melihat Papa nya batuk dan saat membuka telapak tangan, Terlihat beberapa darah di sana.
"Apa yang kubilang? Kau terlalu tidak peduli dengan kondisi tubuhmu." - Draken
"Cukup, Lebih baik kau kembali ke tempatmu, Draken." - Kata Baginda Kaisar sembari mengeluarkan sapu tangan dari sakunya dan mengelap darah di telapak tangan dengan sapu tangan miliknya.
"Baik, Jika itu yang kau mau, Bocah. Akan tetapi, Aku ada satu pertanyaan dan kau harus menjawabnya." - Kata Draken sembari melangkahkan kakinya ke Baginda kaisar.
"Jika kau menjawabnya maka aku akan pergi saat itu juga, Bagaimana bocah?" - Ucap Draken yang kini sedang berdiri tepat di depan Baginda Kaisar.
"Berhenti memanggilku dengan sebutan bocah, Aku bukan seorang anak kecil." - Celoteh Baginda Kaisar ke Draken.
"Hahaha ... Baik, Sayang sekali aku tidak bisa memanggil sebutan itu lagi kepadamu." - Ucap Draken sembari mengangkat kedua bahunya.
"Jadi, Pertanyaanku sangat mudah. Bayi yang disana." - Tunjuk Draken ke Ria.
Aku?
"Siapa orang tuanya?" - Tanya Draken yang kemudian menatap Baginda Kaisar.
"Kenapa kau bertanya soal itu?" - Ucap Baginda Kaisar merasa aneh dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh Draken.
"Karena dia itu menarik, Eh tidak, Karena dia Spesial bagiku, Sangat spesial." - Ucap Draken sembari mengangguk-angguk kan kepalanya.
" ...... " - Baginda Kaisar terdiam sebentar, Lalu mengeluarkan kata yang membuat Draken terkejut.
"Aku."
"Apa maksudmu den---Oh??!" - Draken membulatkan matanya.
"Kau? Kau ayahnya?!?!" - Ucap Draken dengan nada tak percaya.
Sementara baginda Kaisar mengangguk dengan sangat bangga.
"Y-Yang benar saja! Pantas bayi kecil itu mirip denganmu." - Draken.
"Sudah kan? Kau bisa pergi." - Kata Baginda Kaisar sembari menatap Draken dengan sinis.
"Hahaha ... Baiklah. Panggil aku lagi jika harus menjaga bayi kecil itu~"
...SRIINGGG~...
Draken pun menghilang.
Dia hilang begitu saja. Bukankah itu sebelas dua belas dengan Hantu?
"Hah ... Sebenarnya apa yang sudah kau lakukan dengan Draken?" - Tanya Baginda Kaisar ke Ria.
Sungguh, Aku tidak melakukan hal apapun pah.
"Hmm? Kenapa kau memandangiku?" - Tanya Baginda Kaisar sembari menatap Ria.
Karena papa tampan.
"Biasanya bayi yang lain sudah tidur, Kenapa kau malah sebaliknya?" - Baginda Kaisar.
Jangan tanya padaku pah, Anakmu ini sedang malas untuk berpikir.
Baginda Kaisar membaringkan tubuhnya di kasur, Lalu ia memiringkan tubuhnya. Tangan kirinya memeluk bayi yang ada di sampingnya itu.
Sementara sang bayi alias Ria merasa kebingungan dengan sikap papanya itu.
Mohon maaf? Jika di peluk seperti ini aku malah tidak bisa tidur.
"Tidurlah, Sudah malam."
Aku akan tidur jika papa melepaskan tangan ini dari tubuhku ^^
Karena ini membuatku sesak ")
Batin Ria sambil memberontak.
"Ada apa? Apa kau tak suka??"
Sangat-sangat tidak suka pah.
"Berhenti memberontak, Jika tidak kau akan tidur di kamarmu itu." - Ucap Baginda Kaisar sembari mengeluarkan smirk miliknya.
Ya! Biarkan aku ti---
"Tentu saja kau akan tidur bersama mayat tiga lalat tadi."
Eh? Tidak benar. Seriusan di kamarku ada mayat??!
Gak! Aku gak mau tidur sama mayat! Aku akan berhenti memberontak sekarang.
"Heh, Kau mengerti ucapanku ternyata."
"Sekarang tidur."
Baik pak bos, Anda menang dan saya kalah.
Saya akan menutup mata sekarang dan berusaha untuk tidur.
...Dua jam kemudian ......
Ini gawat, Benar-benar gawat! Aku tidak bisa tidur-!!
Padahal tadi siang aku tidak minum kopi ... // Canda.
Emmnn ... Papa udah tidur belum ya?
Karena rasa penasaran, Aku pun membuka kedua mataku dengan perlahan, Lalu melihat ke samping.
Ternyata oh ternyata, Ada sebuah pemandangan indah bagaikan lukisan hidup di samping kananku.
Aku melihat papa yang sedang tertidur dengan sangat pulas.
Papa, Kenapa wajah papa seperti lukisan yang hidup?
Aku sangat yakin jika disini ada seorang seniman, Maka seniman itu akan menangis haru melihat sebuah 'Maha Karya' langka yang tengah tertidur pulas disampingku ini.
Pasti tangan dan jari jemarinya gatal ingin melukis 'Maha Karya' yang sangat langka ini.
Baiklah, Sepertinya haluku terlalu tinggi.
Lebih baik aku tidur.
Pokoknya malam ini harus tidur!
...~♡°•BERSAMBUNG•°♡~...
Jadi bagus, Good Job 👍🏻/Coffee/
Halo, Readers yang luar biasa! 🙌🏻
Terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan, waktu, serta apresiasi yang telah kalian berikan untuk karya Becoming A Princess in Ancient Times.
Dengan ini, saya ingin menyampaikan bahwa seluruh chapter (episode) dalam novel ini sedang mengalami proses revisi dan perombakan cerita secara menyeluruh. Langkah ini saya ambil agar alur kisah, karakter, serta latar dunia dalam novel ini dapat tersusun dengan lebih matang, konsisten, dan memikat.
Selama proses revisi berlangsung, beberapa bagian mungkin akan diubah, diperbaiki, atau disesuaikan agar lebih selaras dengan arah cerita yang baru. Mohon pengertiannya apabila terdapat perbedaan antara versi sebelumnya dan versi yang akan datang.
Saya sangat menghargai setiap pembaca yang setia mengikuti perjalanan Ariana. Dukungan dan masukan dari kalian adalah motivasi terbesar bagi saya untuk terus berkarya dengan sepenuh hati.
Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan cerita ini.
Mari nantikan versi terbaru Becoming A Princess in Ancient Times dengan semangat baru dan petualangan yang lebih menakjubkan! ✨
Salam hangat,
Rajeng Tia
Penulis
Ah, sebentar lagi air mataku akan menitik deras TwT