NovelToon NovelToon
BUKAN SEKADAR IBU SAMBUNG

BUKAN SEKADAR IBU SAMBUNG

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 5
Nama Author: radetsa

Menceritakan tentang Raniya, seorang janda yang dinikahi polisi muda beranak tiga dengan komitmen hanya menjadikan Raniya sebagai ibu sambung. Dia perempuan tegas, namun berhati baik. Sikapnya yang keras dan tidak menampakkan kasih sayang di hati anak-anak suaminya, membuat perpecahan dalam pernikahan mereka.

Hingga suatu waktu mengantarkan mereka membuka rahasia di balik kematian Renima, ibu kandung ketiga anak tersebut. Tidak hanya Renima, tetapi juga kematian Nathan, almarhum suami Raniya yang pertama.

Di sisi lain, cinta bahkan telah jauh lebih lama tumbuh di dalam hati mereka, sehingga mengalahkan dendam dan benci yang terjadi karena kesalahpahaman di masa lampau.

Akankah Raniya mampu bertahan menjadi istri Taufiq, meski hanya sebagai ibu sambung untuk ketiga anak-anaknya?

Selamat menyaksikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon radetsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ULAH PAK ZAIF

Yaa Allah... Hamba benar-benar merasa jadi suami. Hamba pikir, Hamba tidak akan pernah merasakan ini meskipun hamba telah menikahi Raniya.

Sedari Taufiq memasuki mobilnya tadi, senyumnya tidak berhenti merekah dari bibirnya. Hatinya bagai dipenuhi bunga-bunga yang bermekaran. Harum dan semerbak, sehingga membuatnya merasa di awang-awang.

"Ciee Cieee..." Banyak kolega kantornya yang menggodai dirinya.

"Kamu makan enak tidak ngundang-ngundang kami ya, Fiq." Sungut salah seorang temannya.

"Iya... Keterlaluan. Cuma Pak Zaif saja keluargamu di sini, Fiq?" Seru seseorang lagi membenarkan temannya tadi.

"Ah... Bukan begitu, kawan... Acaranya sederhana saja. Cuma mendo'a seadanya. Kalian kan tahu, ibu anak-anak baru lima bulanan ini tiada. Tidak sampai hati rasanya untuk mengadakan pesta besar-besaran." Tutur Taufiq membela diri. Dia merasa tidak enak hati atas sindiran teman-temannya itu.

"Kalian tenang saja. Sore ini, selepas Isya, Taufiq akan mengundang kita ke rumahnya. Makan enak kita... Sekalian berkenalan dengan ibuk Taufiq Haytham yang baru..." Pak Zaif tiba-tiba membuka suara.

"Eh...?" Taufiq membelalak. Dia terkejut mendengar ucapan Pak Zaif yang sama sekali bukan sebenarnya. Dia tidak pernah punya niatan seperti itu sebelumnya.

"Benaran, Fiq?" Tanya temannya yang lain.

"Iya dong..." Sahut Pak Zaif lagi sembari mengedipkan matanya ke arah Taufiq minta dibenarkan ucapannya.

"Eh? Hehe... I-iya... Benar... Nanti kalian semua datang ya." Ucap Taufiq terpaksa. Dia terlihat senyum-senyum dengan wajah tegang.

"Yeeeyy... Kalau begitu, kami tidak jadi marah-marahnya, Fiq. Sorry..."

"Iya... Sorry, Fiq... Dan selamat ya... Semoga kamu dan anak-anakmu bahagia..." Timpal temannya yang lain, dan ucapan selamat pun beruntun terlontar dari teman-teman dan koleganya.

"Pasti dia cantik luar dalam ya?" Terka salah seorang teman Taufiq.

"Hah?" Taufiq tersentak.

"Istrimu, Fiq. Pasti dia cantik. Hatinya juga. Buktinya, dia mau saja menerimamu dengan ketiga anakmu..." Imbuh temannya memperjelas ucapannya tadi.

"Ah... Hehe... Alhamdulillah... Itu yang saya cemaskan jika kalian datang ke rumah." Ucap Taufiq menyeringai.

"Cemas? Cemas kenapa, fiq?"

"Cemas, kalian bakalan tergoda..." Gurau Taufiq.

"Haha..." Tawa mereka riuh mendengar ucapan Taufiq.

"Awas saja jika sampai..." Sambung Taufiq lagi berlagak serius.

"Hahaha..." Mereka kembali tertawa.

Tanpa siapa pun yang tahu, Pak Zaif tersenyum ringan. Dia mengerti bagaimana perasaan Taufiq saat itu. Dia tahu yang sebenarnya tentang Taufiq dan pernikahannya, bahkan seluruh kehidupannya.

Ketika semua orang telah kembali ke ruangan dan ke meja mereka masing-masing, Taufiq memepet Pak Zaif yang belum sempat beranjak dari sana.

"Apa-apaan ini, Pak Zaif?" Ketus Taufiq meminta pertanggung jawaban.

"Alah, Fiq... Kamu tinggal telepon Raniya, dan beritahu istrimu itu untuk menyiapkan hidangan tiga puluh porsi. Gampangkan..." Ucap Pak Zaif sekenanya. Pak Zaif berlalu meninggalkan Taufiq yang masih kebingungan.

"Hufhhh... Pak Zaif ada-ada saja. Kasihan kan Raniya. Belum lagi dia mengurus anak-anak, malah di minta menyiapkan pesta kecilan-kecilan pula. Aku beli saja..." Dengus Taufiq bingung. Dia menggaruk kasar kepalanya dengan jemari kedua tangannya.

Taufiq berkali-kali membuka ponselnya, dan lagi-lagi menutupnya. Berulang kali dia melakukan itu.

Bingung dan canggung. Ibu jarinya bersiap menekan tombol telepon yang bewarna hijau pada kontak Raniya, namun lagi-lagi diurungkannya.

"Bismillah..." Ucapnya sambil menutup mata. Ketika dia membuka matanya, sudah kata memanggil untu Raniya yang tertera di layar ponselnya itu.

"Astaga... Bagaimana ini?" Gumamnya cemas. Namun untuk mengakhiri pun dia juga tidak bisa. Sudah terhubung masalahnya.

"Hallo... Assalamu'alaikum..." Terdengar sapaan dari seberang. Jantung Taufiq berdegup kencang ketika suara merdu Raniya mengucapkan salam untuknya meski hanya lewat ponsel.

"Wa'alaikumussalam..."

"Ada apa, Fiq?"

"Begini, Raniya... Rekan-rekanku menuntut untuk datang ke rumah selepas Isya nanti. Mereka akan berkenalan dengan Nyonya Taufiq Haytham. Kamu keberatan?" Taufiq menekan kata-katanya. Dia sungkan jika harus merepotkan Raniya dengan urusan pekerjaannya.

"Tidak kok, Fiq... Aku tidak keberatan sama sekali. Aku malahan senang jika ini adalah sungguhan."

"Benarkah?"

"Iya, Fiq..."

"Ya sudah... Kamu nanti siap-siap ya... Aku akan pesan makanan untuk tiga puluh porsi di restoran tempat biasa keluargaku makan..."

"Tidak perlu, Fiq... Aku akan menyiapkannya sendiri."

"Tapi kamu akan kepayahan, Raniya. Anak-anak sudah membuatmu repot..."

"Mereka sama sekali tidak membuatku repot kok, Fiq. Kamu tenang saja. Insya Allah semua akan berjalan dengan lancar..." Raniya terdengar bersikeras akan menyiapkan hidangan sendiri di rumah.

"Baiklah... Nanti jika tidak tekejar, kamu hubungi aku. Biar aku beli saja, ya..."

"Iya... Aku upayakan untuk menyelesaikannya sebelum maghrib nanti." Ucap Raniya berikrar.

.

.

.

.

.

1
Andaru Obix Farfum
terus g nikah Kantor ya.
Ran Aulia
😫😫😫😫 mewek lagi
Ran Aulia
😫😫😫😫😫😫
Ran Aulia
keren kak, ceritanya berhasil bikin gemes , penasaran , mewek , senyum2 mewek lagi

terimakasih ya kak 😍😍😍😍😍
Ratna Dewita Sari: terima kasih Kak /Smile/
total 1 replies
Bzaa
satu vote terkirim buat gift nya debay ya tor 😘
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗
total 1 replies
Rahma Lia
Luar biasa
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗🥰
total 1 replies
Bzaa
coba sing jujur satu sama lainny, bias gak ada miiskom
Bzaa
Luar biasa
Bzaa
hadirrrrr aku tor....
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗
total 1 replies
Ria Dardiri
klo di dunia nyata biasanya disebut " Iya Ndan,,,Siap komandan"😉😉
Ria Dardiri
sukaaaa
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗
total 1 replies
sri mindaryati
jadi gregeten sm taufik,kno ga jujur aja siihhh
Selvy Anton
Luar biasa
aima
knp hampir setiap bab mengandung bawang berlebihan ya thor 🤧🤧🤧😭😭😭 mana baca ny di tempat kerja lagi
Ratna Dewita Sari: hehe
maaf ya kk 😁
total 1 replies
umi qomari
bagus
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗
total 1 replies
Hr sasuwe
menarik ceritanya sukaa
Herlina Lina
,tdk ad nikah Dinasx thor
Nadia
Raniya dokter kok BG mestinya kasih tau ke orang masa iya gak ada curiga2 nya
Nadia
Thor bukannya kalau mau nikah anggota polisi harus ada laporan ke kantor dan calon istri di briefing dulu untuk menjadi istri Anggow polisi,,masak Raniya gak,,kalau iya masak gak tahu status Taufiq yg belum pernah menikah??????
Ratna Dewita Sari: hehe
iya, kk
maaf, kurang riset kemarin kk
total 1 replies
Yati Nurjati
karya ini baik aku senang membacanya.
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!