NovelToon NovelToon
Penjaga Jurang Iblis Yang Di Khianati

Penjaga Jurang Iblis Yang Di Khianati

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Iblis
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: edwin setiawan

Xiao Chen bukan jenius kultivasi. Di Klan Xiao, dia adalah "Sampah Abadi" - ranah kultivasinya stuck di Pemurnian Qi level 3 selama 1000 tahun. Karena itu, dia dibuang untuk menjaga Jurang Iblis, tempat paling hina di klan. Tidak ada yang tahu, Jurang Iblis itu adalah segel dunia, dan selama 1000 tahun Xiao Chen bertarung sendirian setiap malam melawan gelombang iblis yang tak berujung. Para iblis tidak takut pada Tetua Klan, mereka hanya takut pada satu nama: Xiao Chen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon edwin setiawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Bos Kecil & Kota Giok Putih Ikut Lomba Kebersihan

---

Malam setelah Jurang Kecil dibersihkan, Ibukota Provinsi Kota Giok Putih tidak tidur. Bukan karena masih takut iblis, tapi karena... malu.

Malu karena kota termewah di timur, dengan tembok 20 meter dan jalan giok, ternyata kalah bersih dari Kota Batu Hitam yang dulu paling kotor.

Su Feiyan, Kepala Klan Utama, yang biasanya tidur di kasur sutra 7 lapis, malam itu tidur di tikar goni di puncak Gunung Giok Putih, bersama 80 Tetua tukang sapu, dan 2 Bos Kecil yang tidur di tengah, satu mengisap dot sendok teh kayu, satu lagi mengisap tulang iblis kecil yang sudah dicuci bersih oleh Si Kecil Hitam.

Di bawah, di Kota Giok Putih, warga yang seharian melihat pasukan sapu bekerja, tiba-tiba sadar: jalan giok mereka yang katanya mewah, sebenarnya penuh debu 10 tahun, selokan mereka yang katanya canggih, mampet karena sampah giok.

Jam 10 malam, tanpa disuruh siapa-siapa, warga Ibukota Provinsi keluar rumah, membawa sapu. Tidak ada pengumuman, tidak ada lomba, hanya... malu dan ingin bersih.

Mereka menyapu jalan giok mereka sendiri, dengan sapu giok yang biasanya untuk pajangan.

Suara sapu _serak-serak_ terdengar di seluruh kota, pelan, sesuai peraturan baru yang menyebar dari Kota Batu Hitam: jangan berisik, nanti Bos Kecil kaget.

Xiao Chen yang duduk di puncak gunung, mendengar suara sapu dari bawah, menyeruput Teh Campur 2 Bos Kecil yang baru: rasa susu batu.

"Bagus," gumamnya. "Besok nilai mereka bisa 6."

Mo Sha yang duduk di sebelahnya, menjaga 2 Bos Kecil tidur, bertanya, "Bos Teh, nilai 6 itu bagus atau jelek?"

"Nilai 6 itu sudah lulus. Kota Batu Hitam dulu nilai 2," jawab Xiao Chen.

Pagi hari ke-4 perjalanan, jam 6 pagi, pasukan kebersihan turun gunung, bukan untuk pulang, tapi untuk... menilai.

Xiao Chen menggendong 2 Bos Kecil sekaligus, satu di depan dengan gendongan goni depan, satu di belakang dengan gendongan goni belakang, dot sendok teh kayu digilir berdua. Dari jauh terlihat seperti kura-kura bawa 2 anak.

Di gerbang Kota Giok Putih, warga sudah berbaris, bukan bawa senjata, tapi bawa sapu, dan di depan mereka ada spanduk baru yang ditulis semalam oleh anak-anak:

_SELAMAT DATANG PASUKAN KEBERSIHAN KOTA BATU HITAM - MAAF KOTA KAMI KOTOR, KAMI SUDAH SAPU SEMALAM - NILAI BERAPA, BOS TEH?_

Su Feiyan yang berjalan di samping Xiao Chen, melihat spanduk itu, wajahnya merah, karena tulisan itu jelek, tapi jujur.

Xiao Chen masuk gerbang, melihat jalan giok yang semalam disapu warga. Jalan itu masih belum sebersih Kota Batu Hitam, tapi sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Sampah sudah di karung, debu sudah hilang, selokan sudah mengalir.

Dia mengambil sapu dari tangan seorang anak kecil, menyapu 1 meter, lalu menatap anak itu.

"7," katanya.

Anak kecil itu langsung melompat kegirangan, tapi pelan, karena jangan berisik.

Su Feiyan yang mendengar nilai 7, hampir pingsan karena di Kota Batu Hitam, nilai 7 adalah nilai tertinggi yang pernah diberikan Bos Teh.

"7?! Kota kami dapat 7?!" bisiknya.

Xiao Chen mengangguk, "Ya, 7. Karena menyapu tanpa disuruh. Kota Batu Hitam butuh 35 hari untuk 7, kalian butuh 1 malam untuk 7. Lumayan."

Warga Ibukota Provinsi yang mendengar itu, bersorak pelan, _yeah..._ dengan suara bisik-bisik, sangat lucu.

Hari itu, Kota Giok Putih resmi mendaftar sebagai cabang Klan Kedai Teh. Bukan cabang resmi, tapi cabang kebersihan.

Su Feiyan mengumumkan di alun-alun giok, dengan 2 Bos Kecil di pangkuannya - Bos Kecil 1 di kiri, Bos Kecil 2 di kanan - yang sibuk memberi cap tangan hitam keemasan dan putih kehitaman di pipi Su Feiyan.

"Mulai hari ini, Klan Giok Putih Utama ganti nama divisi! Divisi Pedang Giok Putih, ganti jadi Divisi Sapu Giok Putih! Semua Tetua, wajib menyapu 2 jam sehari, sebelum latihan pedang!"

80 Tetua Klan Utama yang mendengar itu, tidak protes, malah mengangguk, karena mereka sudah merasakan enaknya menyapu jurang kemarin.

Jam 11 siang, pasar Ibukota Provinsi yang biasanya jual pedang dan batu spiritual, hari itu jual... sapu. Sapu giok, sapu kayu, sapu lidi, semua laris, karena warga mau menyapu lagi sore nanti.

Ling'er dan Su Qing'er membuka cabang Kedai Teh dadakan di alun-alun giok, dengan tikar goni dan teko. Mereka jualan Teh 2 Bos Kecil, 5 koin 1 cangkir, dengan antrian yang lebih panjang dari antrian batu spiritual.

Bos Kecil 1 dan Bos Kecil 2, yang duduk di atas meja kasir dadakan, menjadi kasir termuda di benua. Setiap ada yang bayar 5 koin, Bos Kecil 1 mengeluarkan daun teh hitam keemasan, Bos Kecil 2 mengeluarkan daun teh putih kehitaman, jatuh ke cangkir, jadi teh campur.

Warga yang minum teh campur itu, bukan hanya merasa hangat seperti dipeluk, tapi juga merasa... kuat, seperti tulang mereka jadi batu, tidak mudah patah. Efek dari Bos Kecil 2 yang makan tulang iblis.

"Teh ini bisa bikin tulang kuat! Cocok untuk tukang sapu biar tidak sakit pinggang!" teriak seorang kakek yang baru minum.

Sore jam 4, saat pasukan kebersihan mau pulang ke Kota Batu Hitam, terjadi hal yang tidak terduga.

2 Iblis Nascent Soul yang kemarin menangis di gerbang dan ikut menyapu, datang dengan membawa karung besar.

Di dalam karung itu, bukan senjata, tapi... sampah. Sampah dari Jurang Kecil lain. Jurang Kecil kedua yang ada di Gunung Batu Hitam di utara, yang juga sudah 1500 tahun tidak dibersihkan, dan iblis-iblis di sana juga sudah sesak.

"Kami... kami mau ikut Pasukan Kebersihan," kata iblis pertama dengan suara malu, karena iblis minta ikut pasukan manusia adalah hal paling memalukan bagi iblis.

Iblis kedua menambahkan, "Di jurang utara, masih ada 3 bayi lagi... sepupu-sepupu Bos Kecil... mereka juga terjebak sampah... kami tidak bisa bersihkan sendiri, karena kami tidak punya sapu..."

Semua terdiam. Ternyata Jurang Kecil tidak hanya 1, tapi banyak, dan setiap jurang ada bayi sepupu Bos Kecil yang disegel.

Xiao Chen yang menggendong 2 Bos Kecil, menatap 2 iblis itu, menatap karung sampah, menatap Gunung Batu Hitam di utara yang asapnya terlihat tipis dari Ibukota Provinsi.

Dia mengangguk.

"Besok, jam 6 pagi, kedai buka lagi. Hari ini tutup karena bersih-bersih. Besok kita buka, jualan Teh 2 Bos Kecil. Lusa, kita ke Gunung Batu Hitam, bersih-bersih lagi. Bawa sapu lebih banyak."

2 iblis Nascent Soul itu, yang 3 hari lalu ingin menghancurkan kota, kini bersujud, bukan karena takut, tapi karena diterima jadi anggota Pasukan Kebersihan.

Su Feiyan yang melihat itu, berbisik pada Ling'er, "Ling'er, berapa Bos Kecil yang akan kita punya nanti?"

Ling'er yang menghitung dengan jari, menjawab dengan gaya kasir, "Kalau setiap jurang ada 1 sepupu, dan di benua ada 7 Jurang Kecil, berarti nanti kita punya 7 Bos Kecil! Kedai kita harus tambah loteng lagi, Bos Teh!"

Bos Kecil 1 dan Bos Kecil 2 yang mendengar kata 7, tertawa bersama, mengeluarkan 2 gelembung besar yang pecah menjadi hujan daun teh hitam keemasan dan putih kehitaman, yang jatuh di seluruh Kota Giok Putih, membuat kota yang baru disapu, menjadi wangi teh susu batu.

Malam itu, iring-iringan Pasukan Kebersihan pulang ke Kota Batu Hitam, dengan tambahan 2 iblis tukang sapu, 1 karung sampah jurang, dan 2 Bos Kecil yang tidur pulas di gendongan depan belakang Xiao Chen.

Di belakang mereka, Kota Giok Putih yang kini nilai kebersihannya 7, menyapu lagi jalan yang sudah bersih, karena mereka ingin besok nilainya 8, mengalahkan Kota Batu Hitam.

Persaingan bersih-bersih antar kota, dimulai.

1
Abil Amar
alur ceritanya kmn ko g jlas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!