NovelToon NovelToon
Office Girl Milik Tuan Mahrup

Office Girl Milik Tuan Mahrup

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ragan Fian

Bosan dengan kisah cinta biasa? Siap-siap dibuat gemas, terharu, dan ketagihan lewat kisah Hazelia!

Gadis muda yang super ceria, tengil, dan penyayang ini terpaksa menunda mimpinya demi menjadi office girl di perusahaan raksasa demi membiayai pengobatan sang ibu dan sekolah adiknya. Siapa sangka, ketidaksengajaannya menabrak sang CEO dingin, Tuan Mahrup, justru memercikkan benih cinta tak terduga!


Dari ruang pantry penuh gosip hingga diangkat menjadi asisten pribadi, Hazel harus menghadapi cemburu rekan kerja, tuduhan miring, hingga kembalinya masa lalu Sang Tuan yang penuh rahasia. Bisakah ketulusan gadis sederhana ini meluluhkan hati pria sekaku es dan melewati badai ujian cinta mereka?


Penasaran bagaimana kelanjutan hubungan beda kasta yang penuh drama dan kejutan ini? Yuk, baca selengkapnya dan ikuti liku-liku cinta Tuan Mahrup dan Hazel sekarang juga!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ragan Fian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OGMTM-30

..."Babe! I miss you so much!"

Sebelum Mahrup sempat bereaksi atau menghindar, Clarissa sudah melingkarkan kedua tangannya dengan sangat erat di leher Mahrup, memeluk pria itu dengan mesra tepat di tengah-tengah lobi utama di depan ratusan pasang mata karyawan dan di hadapan Hazel yang berdiri terpaku dengan dada teremas hebat.

Atmosfer lobi mendadak membeku. Kasak-kusuk liar langsung berembus dari jajaran karyawan yang mengamati adegan dramatis tersebut.

Pelukan mesra Clarissa yang tiba-tiba, aroma parfum mewahnya yang menyengat, serta gestur kepemilikan yang dipamerkan tanpa canggung membuat seluruh pasang mata tertuju pada tiga orang yang kini menjadi pusat gravitasi gedung ini.

Hazel mematung di tempatnya berdiri. Jemarinya yang memegang map laporan harian mencengkeram sampul kertas itu hingga melengkung dan kusut.

Matanya mengerjap tak percaya, memandangi sosok Clarissa yang begitu sempurna, anggun, dan memancarkan kemewahan kelas atas,sangat berbanding terbalik dengan dirinya yang hanyalah seorang mantan office girl. Rasa perih dan cemburu yang tak terucapkan mendadak menghantam ulu hati Hazel, meremas perasaannya hingga terasa sesak luar biasa.

"Lepaskan saya, Clarissa!"

Suara Mahrup mengalun rendah, dingin, dan menahan emosi.

Tanpa ragu sedikit pun, Mahrup memegang kedua pergelangan tangan Clarissa dan mendorong tubuh wanita itu menjauh dengannya secara tegas,

Clarissa terdorong ke belakang beberapa langkah. Meski dikejutkan oleh penolakan dingin sang CEO, Clarissa tetap menyunggingkan senyum manis yang elegan di bibir merah menyalanya, seolah mengabaikan pandangan sinis Mahrup.

"Kamu kok makin dingin aja sih, sayang," ucap Clarissa dengan nada manja yang sengaja diperkeras agar didengar staf sekeliling.

"Aku kan baru saja mendarat dari Paris dan langsung ke sini demi kamu. Apa kamu sama sekali enggak kangen sama aku?"

Mahrup merapikan kerah kemejanya dengan raut wajah sangat kelam. Iris mata tajam sang CEO bergeser cepat menembus kerumunan, mengunci pandangannya pada sosok Hazel yang berdiri pucat di dekat tiang lobi.

Mahrup bisa melihat pancaran luka dan kebingungan di binar mata jernih gadis itu, dan hal itu membuat dada Mahrup mendadak dihantam rasa cemas yang tak menentu.

"Kehadiranmu di sini tanpa janji temu sama sekali tidak profesional, Clarissa," potong Mahrup tajam, suaranya tak menyisakan ruang untuk basa-basi.

"Dan tidak ada hal pribadi yang perlu kita bicarakan di depan umum."

Clarissa menyilangkan tangan di dada, lalu matanya melirik sinis ke arah Hazel yang berusaha menundukkan kepala. Senyum meremehkan terukir tipis di wajah Clarissa saat ia menyadari betapa terganggunya Hazel oleh kehadirannya.

"Kenapa harus canggung, Sayang?" goda Clarissa melangkah maju satu tapak, memiringkan kepalanya anggun. "Kita punya banyak hal yang harus kita luruskan... termasuk soal masa depan kita dan saham keluarga Kusuma di perusahaan ini."

Mahrup menghembuskan napas berat membendung kemurkaan. Tanpa mengacuhkan lagi senyum provokatif Clarissa, Mahrup berbalik menatap Hazel yang masih berdiri lemas.

"Hazelia, bawa berkas harian ke ruangan saya sekarang," perintah Mahrup tegap namun dengan intonasi suara yang melunak tersembunyi.

"B-baik, Tuan CEO..." jawab Hazel parau dan sangat halus, menundukkan kepalanya dalam-dalam sembari melangkah mengikuti langkah tegap Mahrup menuju lift eksekutif.

Namun, Clarissa tidak tinggal diam. Dengan gaun merahnya yang melambai elegan dan derap sepatu hak tinggi yang tegas, ia melangkah menyusul mereka berdua, ikut menerobos masuk ke dalam kabin lift eksekutif sebelum pintunya tertutup rapat.

Suasana di dalam lift yang meluncur ke lantai dua belas berubah begitu pekat dan sesak oleh ketegangan tak kasat mata.

Begitu pintu lift terbuka di lantai eksekutif, Mahrup melangkah lebar menuju ruangannya, disusul Clarissa yang melenggang santai seolah tempat itu masih menjadi wilayah kekuasaannya, dan Hazel yang melangkah paling belakang dengan kepala tertunduk serta bongkahan ganjalan berat di dadanya.

Pintu kaca ruang CEO ditutup rapat. Clarissa langsung melempar tas mewahnya ke atas sofa kulit, memutar tubuhnya menghadap Mahrup, lalu mengibaskan rambutnya penuh percaya diri.

"Sekarang kita bisa bicara empat mata, Babe..." ujar Clarissa dengan nada suara yang berubah sangat mesra, melangkah mendekati Mahrup seolah tak pernah ada luka pengkhianatan di antara mereka di masa lalu.

"Mari kita lupakan semua kesalahpahaman kemarin dan mulai semuanya dari awal."

1
falea sezi
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!