NovelToon NovelToon
Kutukan Jiwa Niskala 2

Kutukan Jiwa Niskala 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Fantasi
Popularitas:288
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

Disarankan untuk baca season pertamanya dulu ya!

****

Tiga tahun setelah bangkit dari kematian dengan kekuatan Batu Es yang terkutuk, Han Seol menjelma menjadi penyihir terkuat yang ditakuti sekaligus kesepian. Di tengah bayang-bayang arwah jahat dan luka masa lalu atas hilangnya Seol Ah, ia dipertemukan kembali dengan Jin So Hwa—putri sulung rahasia dari Jinyowon yang jiwanya menyimpan misteri besar.
Demi lolos dari kurungan ibunya, So Hwa nekat mengajukan pernikahan gila kepada Han Seol. Dan demi membungkam seisi kerajaan, sebuah kebohongan konyol terucap: "Saksi pernikahan kami adalah anak di dalam perutku!"
Saat takdir lama mulai terajut kembali dengan identitas baru, akankah es di hati Han Seol mencair, ataukah rahasia tiga tahun lalu justru akan menghancurkan mereka sekali lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18. Rahasia Hwajo dan Kedatangan yang Tak Terduga

Di tengah keheningan hutan yang lebat, sinar matahari menyelinap di antara celah dedaunan, menyinari ratusan tumpukan batu kuno yang tersusun rapi. Di sinilah, setelah tiga tahun lamanya terpisah oleh waktu dan takdir yang kelam, Han Seol akhirnya dipertemukan kembali dengan Master Lee—sosok guru bijaksana yang dahulu telah mengajarkan banyak hal tentang dunia sihir dan kehidupan kepadanya.

Master Lee berdiri tenang dengan jubah sederhananya, menatap Han Seol yang berjalan mendekat dengan jubah hitamnya yang pekat.

"Tiga tahun telah mengubahmu menjadi pria yang sangat dingin, Han Seol," ucap Master Lee dengan senyum teduh yang khas.

Han Seol menghentikan langkahnya beberapa jengkal di depan gurunya. "Dunia ini tidak menyisakan banyak kehangatan untukku, Master."

Karena Master Lee mengetahui bahwa melalui pengumuman di istana tempo hari Han Seol kini secara sah telah menjadi bagian dari keluarga Jinyowon, ia mengeluarkan patung burung merah kecil dari dalam lengan bajunya.

"Han Seol, aku membutuhkan bantuanmu. Aku ingin kau masuk ke dalam ruang penyimpanan terdalam Jinyowon untuk memeriksa sebuah artefak kuno yang bernama Hwajo," pinta Master Lee dengan raut wajah yang berubah serius.

"Patung burung merah yang kutemukan di sumur-sumur warga yang mengering ini... murni merupakan artefak magis yang tercipta dari energi asal-muasal Hwajo. Seseorang sedang mencoba membangkitkan kekuatan burung api itu untuk memicu bencana."

Namun, di luar dugaan Master Lee, Han Seol langsung menggelengkan kepalanya dan menolak permintaan tersebut dengan tegas. "Aku tidak bisa melakukannya, Master. Walaupun wanita di rumahku adalah Jin So Hwa, tetap saja aku tidak memiliki otoritas untuk melangkah masuk ke dalam benteng Jinyowon. Status istriku saat ini adalah seorang anak yang kabur dari rumah ibunya. Hubungan kami dengan Jinyowon sedang berada di titik terburuk."

Di sisi lain, meskipun kedua penyihir hebat ini berdiri cukup lama dan berbincang-bincang mengenai situasi kota, ada sebuah dinding pembatas yang tebal di antara mereka. Baik Han Seol maupun Master Lee sama-sama memilih untuk tetap menutup diri dan tidak terbuka satu sama lain.

Han Seol memilih untuk menyimpan sendiri informasi mengenai konspirasi busuk antara Ratu dan Jin Wu yang sudah ia ketahui dari interogasi istana kemarin. Sementara itu, Master Lee juga memilih untuk tetap bungkam, sama sekali tidak berniat mengungkap status asli Jin So Hwa yang sebenarnya adalah jiwa Nara—kekasih lama Han Seol—yang bersemayam di dalam raga tersebut.

****

Beberapa saat kemudian, suasana di padepokan Cheon Gi Won tampak sedikit berbeda. Jin So Hwa berjalan menyusuri selasar batu dengan langkah ragu. Di kedua tangannya, ia membawa sebuah bungkusan kain berisi bekal makanan yang telah disiapkan secara khusus untuk Han Seol. Setelah mencari ke beberapa ruangan, ia akhirnya berhasil menemukan suaminya sedang berdiri di balkon luar.

"Han Seol," panggil Jin So Hwa dengan senyum manis yang dipaksakan untuk menutupi kegugupannya.

Ia melangkah mendekat dan meletakkan bekal itu di atas pembatas batu. "Aku membawakan makanan untukmu."

Han Seol menoleh sedikit, menatap bekal itu datar sebelum kembali menatap lurus ke depan tanpa minat.

So Hwa menarik napas dalam-dalam, lalu langsung mengutarakan maksud utamanya yang mengganjal sejak kemarin. "Han Seol... maukah kau menemaniku pergi berkunjung ke benteng Jinyowon? Kemarin Ibu datang menemuiku. Beliau berjanji tidak akan mengurungku lagi, asalkan kita berdua datang langsung ke sana untuk meminta restu secara resmi atas pernikahan ini. Ini adalah permintaan langsung dari ibuku."

Namun, Han Seol yang baru saja menolak permintaan Master Lee untuk menginjakkan kaki di Jinyowon demi menyelidiki Hwajo, pada akhirnya tetap bersikap keras kepala.

"Aku tidak punya waktu untuk urusan keluarga yang kekanak-kanakan seperti itu," jawab Han Seol dingin, menepis harapan So Hwa. "Jika kau ingin kembali ke sana, pergilah sendiri. Aku tetap enggan untuk pergi ke tempat itu."

****

Sementara itu, kabut keputusasaan sedang melanda batin Soi di sudut kota yang lain. Wanita itu terus memutar otak, berusaha mencari cara apa pun untuk mengeluarkan parasit cacing darah yang kini bersarang di dalam pusat energi spiritual Baek Seo Jun. Karena menyadari bahwa racun mistis itu berasal dari rahasia terdalam keluarga Jin, Soi akhirnya memberanikan diri untuk melangkah masuk ke dalam benteng Jinyowon sendirian.

Di dalam ruang pertemuan Jinyowon, Soi berdiri berhadapan langsung dengan Jin Hwa Young yang menatapnya dengan pandangan meremehkan.

"Nyonya Jin," ucap Soi dengan nada menuntut yang nekat. "Aku meminta Anda untuk memberitahukan kepadaku secara jujur terkait bagaimana cara mutlak untuk mengeluarkan cacing darah dari tubuh seorang penyihir! Sebagai gantinya... aku akan menyerahkan sebuah informasi yang sangat berharga. Aku akan memberi tahu Anda tentang identitas asli dari anak perempuan yang mengklaim dirinya sebagai Jin So Hwa saat ini!"

Mendengar tawaran barter tersebut, Jin Hwa Young justru menyunggingkan senyum dingin yang penuh cemooh. Sebagai seorang ibu yang sudah mengetahui fakta manipulasi jiwa itu semenjak peristiwa Batu Es tiga tahun lalu bersama Master Lee, ia sama sekali tidak butuh informasi dari Soi.

Pemimpin Jinyowon itu langsung mengabaikan permintaan Soi, bahkan menganggap kehadiran wanita itu sebagai ancaman yang mengganggu.

"Kau terlalu meremehkan Jinyowon, tikus pasar," desis Jin Hwa Young tajam.

Dengan satu hentakan energi gichul dari telapak tangannya, Jin Hwa Young melepaskan sihir pelumpuh tingkat tinggi yang langsung menghantam dada Soi.

Sreeett!

"AAKKHH!"

Soi terpental hebat ke belakang, tubuhnya menghantam tiang kayu sebelum akhirnya jatuh terkulai di atas lantai batu dalam keadaan tak sadarkan diri.

"Seret wanita sialan ini ke ruang tahanan bawah tanah. Jangan biarkan ada orang luar yang tahu keberadaannya di sini," perintah Jin Hwa Young dingin kepada para pengawal wanita yang langsung maju menyeret tubuh Soi keluar dari ruangan.

Beberapa saat setelah insiden senyap itu dibersihkan, gerbang utama Jinyowon kembali diketuk. Jin So Hwa melangkah masuk ke dalam halaman benteng dengan gurat kesedihan yang teramat mendalam di wajah cantiknya. Langkah kakinya terasa berat, hatinya hancur karena ia terpaksa datang sendirian tanpa ditemani oleh Han Seol yang telah menolaknya mentah-mentah tadi siang.

Jin Hwa Young yang sedang berdiri di teras aula utama seketika menampakkan raut wajah yang berseri-seri dan senang saat melihat kedatangan putri sulungnya yang tampak berjalan sendirian. Ia mengira So Hwa akhirnya sadar dan memilih untuk meninggalkan pria Han itu.

"So Hwa, kau akhirnya pulang—"

Namun, belum sempat kalimat Jin Hwa Young selesai diucapkan, sebuah langkah kaki yang tegas dan konstan mendadak bergema dari arah belakang tubuh Jin So Hwa. Sesosok jubah hitam pekat melangkah menembus kabut gerbang Jinyowon dengan aura yang teramat masif dan mendominasi seluruh halaman.

Han Seol telah datang.

Mendengar derap langkah yang teramat ia kenali itu, Jin So Hwa seketika memutar tubuhnya dengan cepat. Matanya membelalak kaget, menatap sosok suaminya yang kini berdiri tegak di sampingnya dengan wajah datar namun sarat akan perlindungan. Perasaan sedih di dada So Hwa seketika lenyap, berganti dengan luapan rasa bahagia dan haru yang bercampur aduk di dalam hatinya karena Han Seol ternyata memilih untuk menyusulnya demi memenuhi syarat restu tersebut.

****

Malam harinya, di belahan lain Kota Niskala, kegelapan malam di area Rumah Mawar terusik oleh kedatangan sesosok pria berpenampilan pelayan judi.

Pria paruh baya yang tak lain adalah anak buah kepercayaan Soi itu berlari terengah-engah mencari keberadaan Baek Seo Jun. Begitu mendapati Seo Jun sedang duduk di dalam kamarnya, pria itu langsung berlutut dengan tubuh gemetar.

"Tuan Baek Seo Jun! Ini gawat! Nyawa Nona Soi saat ini sedang berada di ujung tanduk!" lapor anak buah Soi itu dengan napas memburu karena ketakutan.

Baek Seo Jun seketika berdiri dari kursinya, wajahnya menegang. "Tenangkan dirimu. Apa yang terjadi dengan Soi?"

"Sejak siang tadi, Nona Soi nekat pergi sendirian menuju benteng Jinyowon. Beliau bermaksud untuk menanyakan secara langsung kepada Nyonya Jin mengenai cara memusnahkan dan mengeluarkan parasit cacing darah dari tubuhmu, Tuan! Namun... sampai malam larut ini, Nona Soi belum juga kembali atau memberikan kabar sedikit pun. Kami yakin beliau telah ditangkap dan disiksa di dalam sana!"

Pria itu kemudian menarik napas dalam-dalam, bersiap menyampaikan pesan rahasia terakhir yang diamanatkan majikannya sebelum pergi. "Di samping itu... Nona Soi sempat berpesan kepadaku. Jika terjadi sesuatu yang buruk padanya, aku harus menyampaikan kebenaran ini kepadamu secara mutlak, Tuan. Beliau mengatakan bahwa identitas Jin So Hwa yang hidup di rumah Han Seol saat ini... sebenarnya adalah seorang wanita pelayan dari Desa Sari yang bernama Seol Ah."

DEG!

Mendengar rentetan informasi mistis yang teramat luar biasa tersebut, Baek Seo Jun terpaku membeku di tempatnya berdiri. Pikirannya seketika dilanda badai kebingungan yang teramat dahsyat.

Selain otaknya dipaksa berputar keras untuk menyusun strategi instan demi menyelamatkan nyawa Soi dari dalam kurungan Jinyowon yang sakral, batin Seo Jun masih tidak habis pikir dan terguncang hebat oleh fakta identitas baru tersebut. Ia tak menyangka bahwa wanita bangsawan bernama Jin So Hwa yang selama ini ia kenal dan bantu, ternyata merupakan sosok Jin So Hwa palsu yang jiwanya terikat pada memori pelayan bernama Seol Ah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!