NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:822k
Nilai: 4.8
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 Tekad Iblis

     Sebelum masuk ruang perawatan, Ardana sudah memakai pakaian khas terapis berwarna hijau. Ia siap melayani pasiennya, khususnya Tiana.

     Ardana berdiri di samping ranjang pasien, mengamati dua Perawat yang masih berkutat memasang selang infus ke tangan Tiana, setelah Tiana beberapa kali menolak dan ngamuk setiap dipasang selang infus, tadi.

     "Tiana, kamu harus tenang. Beri waktu sebentar untuk para Perawat itu memasang selang infus," bujuk Ardana lembut.

    Hal itu membuat Tiana mulai tenang, tangan kirinya meraih tangan Ardana yang terulur ke atas ranjang. Tiana berseri seketika, ia sangat bahagia melihat Ardana datang.

     Ada luka gores ditangan kanan Tiana, sedikit di bawah lekukan siku. Ardana berpikir sepertinya itu adalah luka bekas percobaan bunuh diri Tiana semalam.

     Dua Perawat itu baru saja selesai memasang selang infus dan cairan infus, kemudian mereka meninggalkan ranjang pasien Tiana.

     "Mas Arda, kenapa semalam tidak datang, dan kenapa Hp nya tiba-tiba tidak aktif? Aku sangat stres karena tidak bisa menghubungimu, Mas," ungkap Tiana sedih, ia menatap dalam pria yang sebetulnya pernah ia khianati demi mengejar Pilot yang ternyata sudah memiliki istri.

     "Tia, semalam di rumah ada Mama dan Papaku. Mas tidak bisa keluar karena ada mereka."

     "Alasan banget sih, Mas. Katakan saja Mas Arda sedang menangani pasien yang terapi," sergah Tiana menganggap enteng.

     "Mas tahu. Tapi, tidak segampang itu. Mama dan Papaku pasti menelisik di mana dan siapa nama pasiennya. Kamu tahu Sayang, kedua orang tuaku tipe orang tua yang harus detil? Untuk itu, aku putuskan malam tadi tidak keluar menemuimu." Ardana memberikan alasan.

     "Itu artinya kedua orang tua Mas Arda memang tipe orang tua yang kolot. Sampai jodoh anaknya sendiri diatur, pakai nggak setuju segala anaknya menikahi seorang Pramugari. Dasar kolot dan sok ikut campur," omelnya, tanpa sadar ucapannya barusan membuat Ardana sedikit tercenung.

     "Ya sudah, kamu jangan marah-marah terus, nanti stresnya malah tambah kumat. Kenapa kamu sampai melakukan ini, apakah ini tidak membahayakanmu?" Ardana membujuk Tiana, seraya tangannya menyasar lengan Tiana yang terkena goresan benda tajam.

     "Mas Arda tahu, semua ini gara-gara Mas nggak datang dan Hp nya tiba-tiba mati. Aku stres dan aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri," ujarnya memberi alasan.

     "Ya sudah...sekarang, kamu harus tenang, ya. Tiga jam lagi setelah labu infus ini habis, kamu harus siap-siap diterapi. Kamu istirahat dulu, Mas mau ke ruang piket mau ambil laporan rekam medismu," ujarnya berpamitan.

     Tapi, Tiana menahan tangan Ardana. "Mas, jangan pergi. Aku tidak mau Mas Arda tinggalin aku," rengeknya.

     "Tia... Mas hanya sebentar. Tunggu, ya." Ardana membujuk, karena ia harus mengambil laporan rekam medis milik Tiana.

     Dengan wajah merengut manja, Tiana akhirnya mengizinkan Ardana pergi.

     "Jangan lama, Mas!" peringat wanita itu masih manja.

     "Kamu harus tidur dulu sebelum terapi nanti, sekarang tidurlah." Ardana pamit dan bergegas meninggalkan ranjang pasien Tiana.

     Tiana tersenyum, ia bahagia karena bisa memperdaya Ardana.

     "Salah siapa kedua orang tuamu sok ngatur dan kolot banget, sekarang rasakan balasanku. Aku akan terus mengikatmu dengan jebakanku. Sampai rumah tanggamu hancur, dan benar-benar harus hancur," gumamnya penuh tekad iblis.

     Ardana menuju ruangan piket, lalu ia meminta rekam medis milik Tiana.

     "Ini Letnan, rekam medis milik Nyonya Tiana," ujar salah satu Perawat sambil menyodorkan bundel rekam medis milik Tiana. Bundel itu masih tipis, sebab Tiana baru-baru ini berobat ke RSAU ini.

     "Nyonya atau Nona, dia masih single, kan?" tanya Ardana segera, tanpa menunggu respon dari para Perawat yang berada di dalan ruang piket.

     Para Perawat yang berada di dalam ruangan piket saling lempar tatap satu sama lain, lalu menatap kepergian Ardana.

     Ardana berhenti di depan salah ruangan dokter Arka, seorang dokter yang merangkap sebagai tentara AU, sekaligus rekan dekatnya.

     Ketukan di pintu langsung mendapat sahutan dari dalam ruangan. "Masuk!"

     Ardana membuka pintu itu perlahan, kehadirannya disambut senyuman oleh dokter Arka. "Gimana, Bro, ada perubahan dengan pasien kita?" Dokter Arka langsung ke inti masalahnya. Obrolan itu sudah tidak formal lagi, mungkin karena mereka hanya berdua di dalam ruangan itu.

     "Barusan Tiana sudah mulai tenang dan mau dipasang selang infus. Aku pamit sebentar untuk ambil rekam medis," ujar Ardana sambil meletakkan bundel atau map rekam medis milik Tiana.

     "Semalam...pasien kita sepertinya bukan hanya mengalami tekanan mental atau stres saja. Melainkan ada sakit fisik yang sempat ia rasakan," ungkap dokter Arka seraya meraih map milik Tiana.

     Ardana terdiam, kalimat yang diucapkan dokter Arka berhasil membuat Ardana keheranan. "Oh, ya? Apa sudah menjalani pemeriksaan lanjutan terkait yang dirasakannya?"

     "Belum. Kita fokus psikisnya dulu, kan? Kalau untuk pemeriksaan penyakit lain, butuh rujukan kembali sebelum ia diperiksa lebih lanjut."

     Ardana mengangguk. Dia paham, pihak RS tidak akan gegabah ambil keputusan untuk memeriksa penyakit lain yang misalnya sedang diderita pasien saat bersamaan, selain harus mendapat rujukan dari fasilitas kesehatan pertama.

     "Ok. Kita fokus psikisnya saja. Tiga jam lagi aku harus antar Tiana terapi." Ardana bangkit lalu meraih map rekam medis milik Tiana.

     "Bro, untuk kesembuhan Mbak Tiana, aku mohon kerjasamanya. Sikapmu akan mempengaruhi baik buruknya kesehatan Mbak Tiana," tekan dokter Arka memperingatkan.

     Ardana mengangguk, lagipula ia memang tidak keberatan. Semua ia lakukan demi kesembuhan Tiana dan juga untuk mengubur rasa bersalah terhadap perempuan itu. Tiana mengaku, ia terguncang saat mendengar kabar bahwa Ardana sudah menikah dengan perempuan lain.

     "Aku memang bersalah, dan aku harus menyembuhkannya. Lalu apakah aku masih mencintainya?" gumam Ardana lalu menghela napas dalam-dalam.

     "Cinta itu masih ada, namun...."

     "Letnan Arka, Nyonya Tiana kembali berteriak, ia mencari Letnan," lapor salah satu Perawat setengah berteriak.

     Ardana segera menuju ke ruangan Tiana dirawat, ia menghampiri ranjang Tiana yang kini sudah berantakan.

     "Tiana, kamu kenapa lagi? Sudah Mas bilang, Mas hanya sebentar. Kamu jangan seperti ini lagi, ya. Katanya kamu ingin kembali sehat." Sambil membujuk Ardana membereskan kembali selimut pasien yang tadi berantakan dan terjatuh ke lantai.

     Tiana merangkul Ardana, sikapnya kembali tenang setelah tubuh hangat Ardana bisa dirasakannya kembali.

***

     Di rumah Ardana, waktu sudah menunjukan pukul tujuh malam, Nayra cemas karena Ardana masih belum pulang sejak siang tadi.

     "Apakah Mas Arda lupa akan pulang setelah bersama wanita itu? Mas Arda bela-belain menjaga dia sampai waktu sudah malam. Sementara Nay saat ini, demam saja tidak ada obat yang bisa diminum," keluhnya lirih seraya meraba tubuhnya yang demam sejak sore tadi.

     Nayra mencoba menghubungi Ardana, ia ingin berpesan untuk membelikan dia obat demam. Namun ponsel Ardana sedang sibuk dalam panggilan lain.

     Beberapa kali masih belum berhasil, dengan terpaksa Nayra mengirimkan pesan WA, berharap pesan itu nanti dibaca setelah Ardana selesai telponan.

     "Nay terpaksa menghubungi dan mengirim pesan sama Mas Arda. Maafkan atas kelancangan Nayra, Mas."

"Gimana, masih sabar menantikan episodenya, gak?" Sabar dong ya, please....

Jangan lupa dukungannya, ya. Yang belum follow Author, follow profilnya ya. Agar nanti bisa tahu kapan Author up date. Terima kasih.

1
Nok Denok
kirain cerita Bagus,,ga taunya cerita Oneng,,lebayy
Lina Zascia Amandia: Terimakasih Kakak. Maaf sudah lebay, karena si Onengnya udh ditinggal pergi oleh Bajuri...
total 1 replies
Zheevanya Putri
penulis ny lebay apa" d ksh note apa apa d note udah gitu pake curhat segala..
Lina Zascia Amandia: Hahhaa... maafkan saya yg lebay ya. Ini bentuk protes sy kepada pihak NT Kak. Masa iya nulis lelah2 tidak dpt reward. Maaf juga mental seseorang tdk sama satu sama lain. Mungkin saat kecewa sy bisanya lebay seperti apa yg kakak katakan. 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Sholawat Nariyah
AUTHOR MEMUAKKAN..
WANITA di jadikan objek perlakuan semena suami
Lina Zascia Amandia: Maaf ini hanya hiburan. Saya tidak bermaksud memberi kesan kalo wanita adalah objek semena2 suami. Kakak baca sampai tamat dong.
total 1 replies
Sholawat Nariyah
MEMUAKKAN, cerita ini cerminan dari diri Author yg menjadi Wanita lemah saat ada laki laki yg menginjak injak harga dirinya
Lina Zascia Amandia: Gak juga Kak, saya hanya memenuhi permintaan PF dengan tema Air Mata Pernikahan. Jangan terlalu menjudge dr tampilan isi tulisan ya Kakak cantik. Ini hanya hiburan, kalau gak sesuai jangan memojokkan penulisnya atau menuduh penulis seperti apa yang ditulisnya. Kalau tuduhan Kakak tdk sesuai, maka akan jadi dosa untuk kakak lho. Tapi berhubung saya gak mau menjadikan tulisan sy ini dosa bagi orang lain, saya maafkan Kakak saat ini juga agar saya gak menuntut Kakak kelak di akhirat. Alhamdulillah nama Kakak Sholawat Nariyah, banyak2 baca sholawat agar dpt syafaat dr Kanjeng Nabi Besar kita Muhammad SAW. Makasih kehadirannya ya Kakak cantik. Selamat dunia akhirat. 🙏🙏🙏
total 1 replies
Nok Denok
mampir Thor,, kayaknya bagus nih, tp letak paragraf awalannya sedikit mengganggu
Lina Zascia Amandia: Wah, makasih byk Kak.... paragraf awal? Ok, saya cek? Ganggunya di mananya, biar sy perbaiki. 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
effan jayadi putraa
semangat kak semoga ad cinta nya😍
Lina Zascia Amandia: Aamiin... smgt juga buat Kakak...
total 1 replies
Surya Ningsih
semangat Thor, syakallah utk suaminya..
Lina Zascia Amandia: Mksh byk Kak...
total 1 replies
Deera__
ini warnanya gimana campuran hitam navy kah? 🤧🤣🤣🤣 lucu kakaknya. pasti kecapean nulis
Deera__: It's oke, tetap menghibur/Smile/☺️
total 2 replies
Deera__
aku nggak kecapean Thor... malah kurang banyak kalau bisa 5000an lebih kaya 😍😋🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__: gasss semangat kakak/Kiss/
total 2 replies
Deera__
aku yang baca ikut merasakan kagum, bahagia dan adem seakan masuk ke rumah barunya Arda dn Nayra. 😍😍😍
Aneidy Sumarni
muter muter trus smpe harus lompat2 bacanya yg kreatif dong
Lina Zascia Amandia: Udah tamat Kak Cantikkkk...
total 1 replies
Deera__
jodohnya Tama ini 😍😍🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__
Hay salam kenal Anara sayang. kamu udh tumbuh jadi anak cantik ya 😍😍
Lina Zascia Amandia: Hai juga.... 🥰🥰
total 1 replies
Deera__
kayaknya emang Arkana sudh takdirny yg akan menolong membantu menemukan Nayra. pasti berhasil
Deera__
wah pasti Nayra udh lahiran dn anaknya udh tumbuh balita cantik 😍😍😍
Deera__
tarik ulur dulu lah biar syahhhduuuu🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__
semoga aja jodoh untuk bertemu Nay. atau othor lagi coba main petak umpet dulu Ardan. dikasih hukuman karna kejam dan dinginnya Ardan selama 3 tahun ini 🤣🤣🤣🤣
Lina Zascia Amandia: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Deera__
kok malah borneo jauh Mamat. SULAWESI ARDAN SULAWESI /Curse//Curse//Curse//Curse//Curse/📢📢📢
Deera__
padahal istrimu di pulau Sulawesi bukan Sumatera /Shy//Smug/
Deera__
sabar ya... mending ama si San San itu atau semoga bertemu jodh yg baik yg lain kamu Tama.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!