NovelToon NovelToon
Lord Of The Gods

Lord Of The Gods

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:52.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah mengorbankan wujud fananya untuk menyelamatkan jiwa Su Qingyue, Lin Chen hancur oleh cakar Kaisar Langit dari Ras Naga Sejati.

Sisa jiwanya yang nyaris sirna diselamatkan oleh pengorbanan umur Tian Yu yang memanggil Esensi Phoenix Abadi, mengubahnya menjadi sebuah kepompong api. Atas kehendak Tuan Istana Ujung Takdir, kepompong itu dibuang ke dunia fana murni Kerajaan Chen tempat di mana hukum kultivasi, Qi spiritual, dan ancaman dewa tidak pernah ada.

Ratusan tahun berlalu dalam keheningan, menunggu sang Penantang Langit untuk menetas kembali. Tanpa kultivasi, tanpa tombak dewa di tangannya, namun membawa fondasi fisik gabungan dari Naga, Kekacauan, dan Phoenix Abadi, Lin Chen memulai kehidupan keduanya bukan sebagai monster kehancuran, melainkan sebagai seorang pangeran fana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: Benturan Jiwa

Langit malam Ibukota Kerajaan Chen terbelah menjadi dua lautan energi yang saling menelan. Di sebelah timur, ribuan pedang bayangan yang memancarkan cahaya bintang berputar layaknya badai kosmik. Di sebelah barat, awan-awan hitam meleleh menjadi hujan darah yang memancarkan bau anyir memuakkan.

Jian Wu dan Xue Tu, dua jenius arogan dari Alam Abadi, telah melepaskan seluruh belenggu gengsi mereka. Keduanya saling beradu di udara pada batas maksimal yang diizinkan oleh hukum fana, menghasilkan ledakan bertubi-tubi yang meremukkan genteng-genteng perumahan penduduk di bawah mereka.

Di pelataran Istana Kerajaan Chen, kepanikan merajalela.

"Evakuasi para pelayan ke bawah tanah! Aktifkan formasi perisai istana!" teriak Raja Chen, menghunus pedangnya.

Lin Feng berdiri di depan ayahnya, menahan hempasan angin yang membawa kepingan es berdarah. Jenderal Tertinggi Kerajaan Chen itu mengertakkan gigi, merasa luar biasa tidak berdaya. Pertarungan di atas sana hanyalah benturan dua pemuda, namun dampaknya membuat pasukan elit kerajaannya terlihat seperti semut yang mencoba menahan badai.

"Ayah, mundur! Angin dari sisa benturan mereka mengandung racun spiritual!" seru Lin Feng, memutar pedangnya untuk menangkis serpihan batu yang terlempar ke arah Raja Chen.

Namun, sebelum barisan pertahanan fana itu bisa terbentuk sempurna, keseimbangan di langit tiba-tiba hancur.

Melihat Jian Wu kesulitan menembus pertahanan darah Xue Tu, awan badai di atas mereka mendadak terdistorsi. Sebuah fluktuasi energi yang sama sekali berbeda ratusan kali lebih berat, lebih kuno, dan lebih mematikan dari Foundation Establishment meledak tanpa peringatan.

Sebuah telapak tangan raksasa yang terbuat dari cahaya bintang pekat turun dari balik awan, mengincar tepat ke arah ubun-ubun Xue Tu.

Itu bukanlah serangan Jian Wu. Itu adalah intervensi curang dari entitas Soul Formation (Transformasi Jiwa), seorang Tetua Pelindung Dao dari Sekte Pedang Bintang yang selama ini bersembunyi di balik hukum alam semesta fana!

"Orang tua keparat!" raung Xue Tu, menyadari kematian telah mengunci jiwanya.

Turunnya aura Soul Formation ke dunia yang miskin Qi ini menciptakan bencana ekologis seketika. Atmosfer ibukota tertekan ke bawah layaknya lempeng besi raksasa yang dijatuhkan dari langit.

BRUUUK!

Ratusan ribu warga fana di Ibukota jatuh tertelungkup ke tanah dalam waktu bersamaan. Bangunan-bangunan kayu rubuh berantakan.

Di pelataran istana, Raja Chen membelalakkan matanya saat beban tak kasat mata itu menghantam tulang punggungnya. Ia jatuh berlutut hingga keramik di bawahnya retak, memuntahkan seteguk darah segar. Lin Feng yang berusaha menahan tekanan itu, mengalami nasib yang lebih buruk. Urat-urat di lengannya pecah, dan ia tersungkur memuntahkan darah hitam, nyaris pingsan karena meridiannya tertekan paksa.

Namun, di tengah kehancuran dan kepanikan itu, ada satu pemandangan yang menentang seluruh nalar spiritual.

Permaisuri Lin Yue berdiri tegak di sudut pelataran. Tidak ada satu pun kerutan di gaun sutranya yang terganggu. Alih-alih tertekan oleh aura Soul Formation, Lin Yue tampak sesantai seseorang yang sedang menikmati angin malam. Ia bahkan tidak perlu memancarkan perisai Qi; Kepadatan fisiknya yang memegang sisa-sisa garis keturunan Dewa Raja menolak tekanan alam itu secara pasif.

Di sudut paling gelap di balkon istana, mata keemasan Lin Chen menyipit tajam. Ia menatap ibunya dengan keterkejutan yang perlahan berubah menjadi kengerian yang luar biasa.

Melalui Niat Jiwa-nya yang membentang menembus dimensi, Lin Chen tiba-tiba menyadari sesuatu. Fluktuasi jiwa ibunya yang ada di pelataran ini adalah seratus persen utuh dan sangat kuat.

Tunggu dulu... jantung Lin Chen berdegup kencang. Jika tubuh asli Ibu ada di istana... lalu siapa yang sejak pagi tadi menyiksa keempat ketua paviliunku di Jurang Utara?!

Mata Lin Chen membelalak sempurna. Jawabannya menghantam akal sehatnya layaknya godam kosmik.

Kloning Jiwa! Yang berada di markas Aliansi Bayangan Langit, yang menekan empat ketuanya hingga muntah darah hanya dengan aura, hanyalah sebuah klon bayangan yang diciptakan Lin Yue dari sisa Qi-nya!

Mampu menciptakan klon yang bergerak mandiri ratusan mil jauhnya, menindas ahli kultivasi, sementara tubuh aslinya bersantai di istana dan kebal terhadap tekanan Soul Formation... ini adalah tingkat manipulasi energi yang mengerikan.

Bulu kuduk Lin Chen merinding. Ia yang tidak takut pada dewa sekalipun, tiba-tiba menelan ludah dengan susah payah. Kekuatan Ibu saat ini benar-benar tidak masuk akal. Aku sama sekali tidak berani macam-macam dengannya di kehidupan ini.

Namun, rasa kagum bercampur ngeri itu segera tersapu oleh Niat Membunuh yang meledak saat Lin Chen menoleh ke arah ayah dan kakaknya yang masih memuntahkan darah.

Ibuku memang menakutkan, tapi anjing-anjing tua dari Alam Abadi ini berani membuat keluargaku muntah darah... nyawa mereka tetap harus dicabut malam ini.

Dalam keheningan, Lin Chen mengibaskan lengan bajunya. Sebuah kubah energi pelindung transparan yang terbuat dari Hawa Kekacauan menyelimuti Raja Chen dan Lin Feng secara diam-diam. Tekanan Soul Formation yang menghimpit mereka seketika lenyap, membuat keduanya terkesiap mencari napas.

Memanfaatkan kepanikan dan debu yang mengepul, Lin Chen melangkah mundur ke dalam bayang-bayang. Ia menarik jubah malamnya, mengenakan topeng bayangan separuh wajahnya, dan memadatkan otot fisiknya.

WUSSSH!

Bagaikan seberkas meteor hitam yang membelah hukum, Lin Chen melesat ke langit malam. Ia tidak menggunakan Qi, melainkan murni daya ledak otot Cangkang Dewa-nya. Targetnya hanya satu: merobek jantung tetua di balik awan itu dari rongga dadanya.

Namun, tepat ketika Lin Chen nyaris melesat menembus awan badai untuk menghantam telapak tangan bintang raksasa tersebut, ruang dimensi di sebelah barat meledak.

Sebuah sungai darah yang memancarkan lolongan jutaan jiwa terbelah dari udara kosong, menabrak telapak tangan bintang itu dengan kekuatan yang setara.

BOOOOOOOOOOM!!!

Dua serangan tingkat Soul Formation berbenturan di langit Ibukota, memicu ledakan cahaya yang menyilaukan dan gelombang suara yang membekukan seluruh isi kota.

"Jian Tua! Beraninya kau melanggar aturan tak tertulis dan menyerang Tuan Mudaku secara diam-diam!" suara serak dan berlendir menggema dari dalam sungai darah. Sosok pria tua bungkuk dengan tongkat tulang manusia muncul, memancarkan aura mengerikan dari Klan Iblis Darah.

Di seberangnya, dari balik awan, turun seorang tetua berambut putih dengan pedang terbang yang melayang di sekelilingnya. "Xue Tua! Tuan Mudamu menggunakan racun rendahan pada murid-murid Sekte Pedang Bintang kami! Hari ini, aku akan membersihkan hama-hama kotor kalian dari Turnamen Seratus Tahun ini!"

Lin Chen, yang momentum melesatnya telah ia hentikan tepat di batas medan pertempuran, kini melayang di udara tanpa suara. Ia membaur dengan kegelapan malam menggunakan Domain Keheningan. Tidak ada satu pun dari kedua tetua Soul Formation itu yang menyadari kehadiran iblis di dekat mereka.

Di balik topeng bayangannya, Lin Chen menyilangkan lengannya di dada, menatap dua anjing tua yang sedang menggonggong satu sama lain di depan majikan mereka.

Jadi begitu, batin Lin Chen tertawa licik, menekan niat membunuhnya untuk menonton drama ini sedikit lebih lama. Tetua pelindung Jian Wu mengira pengintainya dibunuh oleh Klan Iblis Darah karena teknik racun yang digunakan anak-anak paviliun milikku. Kebodohan dan arogansi orang alam abadi ini memang tidak pernah mengecewakan.

Di bawah sana, Xue Tu menatap pelindungnya dengan napas terengah. "Tetua Darah! Bunuh anjing tua itu dan potong leher Jian Wu!"

"Kau terlalu banyak bicara, Bocah Darah!" balas Jian Wu dengan arogansi setinggi langit. "Tetua Pedang, cincang mereka berdua! Biarkan Turnamen ini berakhir hari ini juga!"

Kedua tetua Soul Formation itu saling melotot. Mereka tahu, memaksakan pertarungan di tingkat mereka di dunia fana ini akan menghancurkan fondasi alam tersebut. Hukum langit akan menghukum mereka, atau lebih buruk lagi, Roh Dunia yang murni akan rusak sebelum sempat dipanen. Namun, ego sekte dan dendam kematian bawahan mereka telah membutakan rasionalitas.

Aura mereka kembali meledak, menutupi langit malam hingga bintang-bintang di seluruh benua fana tertutup oleh kabut darah dan pedang.

Lin Chen masih menonton dengan santai. Namun, saat ia melihat retakan dimensi mulai menjalar ke arah bawah mengancam akan menghancurkan perisai tipis yang ia buat untuk melindungi istana fana di bawahnya mata emasnya menyipit berbahaya.

"Menonton pertunjukan ini memang menyenangkan," gumam Lin Chen pelan, suaranya teredam oleh kekacauan ruang di sekitarnya. "Tapi panggung kalian terlalu berisik, dan kalian mulai merusak halaman rumahku."

Perlahan, Lin Chen mengangkat kedua tangannya. Sepuluh jarinya mulai bergerak merajut sesuatu di udara. Hawa Kekacauan yang berwarna kegelapan purba mulai merambat secara diam-diam, menyelimuti radius lima ratus mil persegi langit Ibukota.

Sebuah sangkar absolut tak kasat mata yang tidak akan bisa dideteksi atau ditembus oleh jiwa Soul Formation mana pun perlahan tertutup rapat.

1
Indah Hidayat
kaisar naga beladirinya kok tiba2 dihapus ?
Raden
luar biasa mantap thor
Raden
mantap💪 lanjut kan 💪
Raden
mantap ratu💪
Raden
hajar bro, mulut kok ga dijaga💪
Raden
seru lagi, mantap💪
Rhaka Kelana
Dan akhirnya, yang diinginkan oleh seorang pria adalah rumah yang penuh dengan kehangatan....😍
Budi Wahyono
kaisar naga nya kok gak ada thor ?
Sang_Imajinasi: ada mas bud, ngulang lgi, karena hilang semua bab
total 1 replies
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
keren
Puragabaya
KOPLAK
Su Qingyue ikut Lin Chen dan Tua hitam ke alam Abadi.
Kenapa ana Qingyue lagi di alam Fana 🤣🤣
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
DIFAN2: Novel 'SULUNG' hadir dengan keseruan kisah petualangannya, yuk kak merapat.
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lanjut
Edy Amran. MM
Lanjut.. ceritanya bagus
Rinaldi Sigar
lanjut
EKO BUDI PRASETYO: lha bukannya qingyue di alam abadi SM Lincen, kok BS di alam fana
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Boo Ceng Li
🔥🔥🔥💪💪💪👌👌👌
Tosari Agung
sangat keren imajinasi thor🌹🌹🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!