NovelToon NovelToon
Happy In Sin - Dosa

Happy In Sin - Dosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Cinta Seiring Waktu / Patahhati
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Vienbluu

“Sikapmu sekarang sama seperti wanita murahan.”

“Kau yang membuatku terlihat seperti itu, jadi jangan salahkan aku.”

•••

Giselle Uchiyama tak pernah tahu apa arti sebenarnya dari kebahagiaan sebelum ia bertemu dengan seorang pria yang anehnya dapat membuat Giselle bertingkah gila hanya untuk mendapat perhatian.

Namun…

Bagi Jio Pratama, Giselle hanyalah iblis berparas bidadari yang siap menghancurkan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vienbluu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26

•••

Flashback on

"Tidak!”

“Aku sudah punya kekasih, jangan memaksaku untuk menerima perjodohan itu Ayah!"

"Keenan... Ibu tidak pernah mengajarimu untuk meninggikan suara di hadapan orang tua." Bentak Nyonya Pratama.

"Istriku, biarkan saja…”

“Toh dia harus tetap menerimanya. Suka tidak suka, mau tidak mau itu adalah kewajiban untukmu, Ayah tidak menerima bentuk protes apapun darimu.”

“Tinggalkan wanita itu!"

"Kalian melakukan ini hanya demi perusahaan sialan itu?!"

Keenan muda yang selalu menuruti keinginan kedua orang tuanya mulai kehilangan kendali akan ucapannya, hingga tangan Tuan Pratama terangkat untuk menampar putra semata wayangnya tersebut.

Plak...

"Perusahaan sialan itu yang membuat kita masih bisa hidup sampai saat ini!”

“Ayah tak menyangka kau akan bersikap seperti ini karena wanita itu. Ingat Keenan, pilihan orang tua adalah yang terbaik untuk anaknya."

Tuan dan Nyonya Pratama meninggalkan Keenan muda yang masih diam membeku di tempatnya dengan segenap amarah.

•••

Pernikahan itu tetap terjadi tanpa Keenan memutuskan hubungan dengan wanita yang ia cintai. Entah apa yang akan terjadi kedepannya.

Sekarang keenan berada di kamarnya bersama Joanna, wanita yang baru saja menyandang status sebagai istrinya tersebut.

"Dengar…”

“Pernikahan ini terjadi atas paksaan kedua orang tuaku, aku akan bersikap baik dan menghormatimu sebagai seorang wanita. Tapi jangan sampai kau berharap lebih terhadapku."

"Aku tak akan menuntut apapun padamu."

Keenan menghela nafas kesal, "Ya tetaplah begitu."

•••

Hari demi hari terlewati, bulan pun telah berganti kini genap setahun sudah pernikahan Keenan dan Joanna. Kehidupan pernikahan mereka berjalan normal, Joanna benar-benar tak menuntut apapun pada Keenan, dia hanya menjalankan perannya sebagai figur seorang istri yang baik.

Tanpa mengeluh Joanna senantiasa bersikap lembut terhadap Keenan, ucapan dan perhatian yang diberikan Joanna tak ayal membuat Keenan luluh sekaligus merasa bersalah.

Keenan pun tak menampik jika ia mulai menaruh sedikit perasaan pada Joanna sang istri.

"Kak Keenan.. Ada hal penting yang ingin aku sampaikan."

Keenan tersenyum miris, Joanna masih memanggilnya seperti itu dengan suara yang penuh hormat. Apa wajar jika Keenan marah padanya hanya karena hal sepele.

"Ada apa?"

Joanna menyodorkan amplop rumah sakit yang di dalamnya terdapat surat yang memberitahukan tentang kehamilannya.

Keenan mematung beberapa saat sebelum kembali tersadar kemudian, "Kau hamil?"

Joanna mengangguk kaku takut jika Keenan marah padanya, Keenan sendiri terkekeh hal ini tak pernah terduga olehnya. Tak dipungkiri Keenan merasa senang seiringan dengan rasa bersalahnya yang begitu besar.

Keenan menarik Joanna kedalam pelukannya, "Joanna, bisakah aku menjadi Ayah yang baik untuknya?"

Joanna mendongak, terkejut melihat air mata yang mengalir di pipi Keenan. Joanna tak menjawab melainkan mengusap air mata itu dan menepuk punggung Keenan, membuat pria itu menjadi lebih tenang.

•••

Waktu berlalu begitu cepat kini Joanna tengah menimang bayi laki-laki yang telah dilahirkannya setahun yang lalu, bayi itu terlihat sehat juga tampan seperti Ayahnya.

Jio Pratama, nama yang diberikan oleh Keenan untuk anaknya tersebut.

Joanna tak henti-hentinya menciumi pipi bayinya tersebut dengan gemas, bahkan Keenan harus mengambil alih Jio saat bayi itu menangis akibat ulah Ibunya sendiri, seperti saat ini.

"Joanna, lihat kau membuatnya menangis lagi..." Keenan menggendong Jio dan mengusap pipinya pelan.

"Maafkan Ibumu ya nak... dia tak tahan jika melihat sesuatu yang lucu dan menggemaskan seperti ini." Ujar Keenan yang kemudian memberikan serangan ciuman di pipi Jio kecil.

"Suamiku... kau memarahiku saat melakukan itu tapi kau sama saja, tidak adil..."

Keenan berhenti dari kegiatannya kemudian tertawa lalu menyerahkan Jio kembali pada Joanna, sebelum istrinya itu mulai mengamuk.

Jika dilihat saat ini mereka terlihat seperti keluarga kecil bahagia nan harmonis hingga saat seseorang membunyikan bel dengan tidak sabarnya sampai-sampai menggedor pintu rumah mereka.

Joanna berinisiatif membukakan pintu untuk seseorang di luar. Pintu terbuka menampakan sesosok wanita cantik beraura dingin dengan mata sembab dan tangan yang memegang sebuah amplop tengah terkejut memandang Joanna, Joanna pun sama terkejutnya seperti wanita tadi.

"Kau..."

"Joanna... maafkan aku..."

Wanita itu tiba-tiba bersimpuh di bawah kaki Joanna dan memohon maaf padanya dengan air mata yang terus mengalir, membuat Joanna bingung harus bagaimana meresponnya.

Keenan yang mendengar keributan di luar berjalan mendekat kesumber suara seraya menggendong Jio dalam pelukannya. 

"Joanna..." Panggil Keenan.

Joanna menoleh dengan air mata yang tak dapat terbendung, tatapannya sarat akan rasa kecewa.

Joanna perlahan berjalan mendekat pada Keenan hanya untuk mengambil alih Jio dari gendongannya kemudian berjalan masuk ke arah kamarnya.

Keenan menatap Joanna yang mulai menjauh lalu melihat wanita yang masih duduk bersimpuh di lantai tersebut.

Membantunya berdiri.

"Kenapa?" Suara Keenan bergetar, "Kenapa kau kemari? Apa yang kau katakan pada Joanna? Kenapa dia menatapku begitu?"

Wanita itu menyerahkan selembar kertas dari amplop yang telah terbuka itu pada Keenan. Keenan pun berusaha membacanya dengan seksama.

"Maafkan aku... tapi anak ini juga membutuhkanmu."

Bak tersambar petir di siang bolong, Keenan bahkan tak bisa mencerna dengan baik ucapan wanita tadi.

"Ini salahku… aku tidak bermaksud mengatakan itu pada Joanna, maaf, maafkan aku...”

“Aku hanya ingin kau tahu bahwa anak ini milikmu, aku tak memintamu meninggalkan Joanna. Aku bisa merawatnya sendiri, akan aku pastikan dia tak akan kekurangan apapun." Ujar wanita itu susah payah tenggorokannya terasa perit, air matanya pun terus-menerus mengalir.

"Aku mencintaimu, maafkan aku..."

Flashback off 

•••Vienbluu (annavienbluu)

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!