NovelToon NovelToon
Penyesalan Gezha

Penyesalan Gezha

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ragan Fian

Pernikahan Vivian Valerie Ananditha dan Radhit Gezha Revandhana bukanlah sebuah dongeng indah. Bagi Radhit seorang pengusaha muda yang arogans, gila kerja, dan terbiasa memegang kendali Vivian hanyalah sebuah "beban" dan "kewajiban konyol" yang terpaksa dia jalani demi memenuhi wasiat almarhum ayahnya.

Di mata Radhit, Vivian adalah wanita lemah, membosankan, dan tidak bernilai. Setiap hari, kehidupan rumah tangga mereka dipenuhi dengan kedinginan, pengabaian, hingga bentakan verbal yang merendahkan. Tidak ada tempat untuk Vivian di dalam hati Radhit, terlebih ketika hadir sosok Clarissa Olivia seorang model cantik nan manipulatif yang pandai memainkan peran di balik panggung bisnis Radhit.

Namun, di balik diamnya Vivian yang penurut, ada sebuah rahasia kecil yang dia jaga dengan nyawanya: sebuah kehidupan baru sedang tumbuh di dalam rahimnya.

Vivian bertahan menelan semua luka, caci maki, dan aroma parfum wanita lain dari pakaian Radhit semata-mata demi janin di perutnya. Dia berhar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ragan Fian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kebenaran julian

Amplop hitam di tangannya terasa bagai segumpal bara api. Hujan deras yang mengguyur tubuh Radhit tak mampu memadamkan gejolak panas di dalam dadanya. Kalimat pengacara itu terus bergema memekakkan telinga: dr. Julian-lah yang menerima resep dan menyediakannya dua tahun lalu.

Apakah pria berjas putih yang dipuja Vivian sebagai penyelamat itu tak lebih dari serigala berbulu domba? Ataukah ini hanya tipu muslihat terakhir ibu tirinya untuk memecah belah mereka?

Radhit tidak bisa menunggu. Pikirannya dipenuhi bayangan Vivian dan Bumi yang berada di bawah atap yang sama dengan pria itu. Dengan napas memburu dan langkah lebar, Radhit berbalik, menembus guyuran air hujan, lalu menghempaskan pintu klinik dr. Julian hingga terbuka lebar.

Brak!

Suara benturan pintu membuat suasana klinik seketika membeku. Vivian yang sedang merapikan berkas di meja resepsionis tersentak kaget. Bumi yang berada di ruang dalam langsung menghentikan aktivitas mewarnainya.

"Mas Radhit? Kenapa balik lagi? Tubuh kamu basah kuyup.."

"Dokter Julian mana?" potong Radhit dengan suara serak menahan amarah, matanya memerah menatap lurus ke arah lorong.

dr. Julian keluar dari ruang periksa dengan tenang, mengusap tangannya dengan tisu medis. "Ada apa, Pak Radhit? Kenapa Anda berteriak di klinik saya?"

Tanpa membuang detik, Radhit menerjang maju. Ia mencengkeram kerah jas putih Julian, menghimpit pria itu ke dinding lorong!

"Mas Radhit, stop! Apa-apaan kamu ini?!" teriak Vivian histeris. Ia berlari mendekat, berusaha menarik lengan kokoh Radhit, namun tubuh Radhit tak bergeming sedikit pun.

"JELASKAN PADA SAYA, DOKTER!" bentak Radhit tepat di depan wajah Julian, rahangnya mengetat keras. Ia melemparkan amplop hitam yang basah itu hingga isinya berhamburan di lantai. "Jelaskan kenapa nama Anda tertera di dalam dokumen resep zat berbahaya yang meracuni Vivian dua tahun lalu!"

Mata Vivian membelalak. Tubuhnya gemetar hebat mendengar kata 'racun' dan 'resep' diucapkan bersamaan dengan nama Julian. "R-racun? Mas... apa maksudmu?"

Julian tidak melawan. Ia tidak membalas cengkeraman Radhit, meski napasnya sedikit sesak akibat himpitan itu. Tatapan matanya tidak menyiratkan rasa takut atau bersalah, melainkan duka yang sangat mendalam.

"Lepaskan saya, Pak Radhit," ucap Julian pelan namun tegas. "Bumi ada di ruang sebelah. Jangan biarkan anak itu melihat kegilaan ini."

Kalimat itu menampar kesadaran Radhit. Perlahan, Radhit melonggarkan cengkeramannya, lalu mundur satu langkah dengan napas tersengal-sengal.

Julian merapikan jasnya yang kusut. Ia membungkuk, mengambil lembaran kertas basah di lantai, lalu membaca tulisan yang tertera di sana. Senyum sinis yang getir terukir di bibirnya.

"Ibu tiri Anda memang sangat cerdik," bisik Julian seraya membuang kertas itu ke atas meja. Ia menatap Radhit dan Vivian bergantian. "Dua tahun lalu, Ibu tiri Anda mendatangi rumah sakit tempat saya bertugas. Beliau menggunakan nama yayasan kesehatan untuk memesan senyawa kimia tersebut secara legal dengan memalsukan tanda tangan dan stempel izin praktek saya."

"BOHONG!" tuduh Radhit, dadanya naik turun memburu. "Bagaimana saya bisa percaya kalau ini bukan bagian dari permainan Anda untuk mendekati Vivian?!"

"Mas Radhit, diam!" potong Vivian dengan teriakan melengking. Air mata mulai menetes membasahi pipinya. Tangannya berguncang saat menunjuk ke arah Radhit. "Jangan asal menuduh orang yang sudah menyelamatkan nyawaku!"

"Vi, aku cuma mau melindungi kamu dan Bumi!" Ucap Radhit lirih, matanya menatap Vivian dengan tatapan memohon agar dipercaya. "Dokumen ini resmi dari rumah sakit jiwa tempat ibu tiriku ditahan!"

"Dan dokumen itu dikirim oleh pengacara dari wanita yang hampir membunuhku!" balas Vivian menunduk, menangis terisak. "Kenapa kamu selalu membawa kehancuran setiap kali kamu datang, Mas? Kenapa?!"

Hiks hiks

Suasana seketika menjadi dingin. Radhit terpaku. Kalimat Vivian menembus jantungnya lebih dalam daripada sabetan pisau mana pun.

Di tengah tangisan Vivian, dr. Julian berjalan menuju brankas kecil di sudut ruangannya. Ia mengambil sebuah map cokelat tua yang sudah agak menguning, lalu meletakkannya di antara Radhit dan Vivian.

"Dua tahun lalu, saya menyadari ada ketidaksesuaian laporan pengeluaran obat di laboratorium saya," kata Julian tenang. "Saat saya mengusutnya, saya menemukan fakta bahwa izin saya disalahgunakan. Saya melaporkan hal itu ke pihak kepolisian dan manajemen rumah sakit secara tertutup. Ini berkas laporan resminya, lengkap dengan bukti pemalsuan tanda tangan oleh kaki tangan ibu tiri Anda."

Radhit mengambil berkas dari Julian dengan tangan gemetar. Ia membaca setiap lembar laporan polisi yang tercatat resmi dua tahun lalu jauh sebelum Julian mengenal Vivian secara pribadi. Semua bukti yang dipegang Julian runtuh seketika menepis tuduhan tersebut.

Radhit terduduk di kursi tunggu, menangkupkan wajahnya dengan kedua tangan. Rasa malu, rasa bersalah, dan kebodohan yang luar biasa menghantam jiwanya hingga tak berbekas. Sekali lagi, emosi blindly telah membuatnya terlihat seperti iblis di depan Vivian.

"Saya minta maaf..." bisik Radhit, suaranya pecah, nyaris tak terdengar di antara deru hujan. "Saya... saya cuma takut..."

Vivian mengusap air matanya, menatap Radhit dengan rasa lelah yang amat sangat. "Mas Radhit... tolong pergi."

"Vi..."

"Tolong pergi, Mas. Aku butuh waktu," ucap Vivian dengan suara datar yang tak lagi memiliki energi untuk marah.

Radhit berdiri pelan-pelan. Ia menatap Vivian, lalu menatap dr. Julian yang berdiri tegap menjaga wanita itu. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi, Radhit melangkah keluar dari klinik, membiarkan tubuhnya kembali dihantam hujan deras.

Di dalam mobilnya yang gelap, Radhit memukul lingkar kemudi berkali-kali hingga tangannya memar dan berdarah. Penyesalannya malam ini terasa begitu membunuh. Ia telah merusak sedikit kepercayaan yang baru saja mulai tumbuh di antara dirinya dan Vivian.

Tiba-tiba, ponselnya yang tergeletak di jok sebelah bergetar hebat. Sebuah pesan singkat masuk dari nomor tak dikenal:

"Kemarahanmu sangat mudah ditebak, Radhit. Tapi ketahuilah, sidang pertama kasus ibu tirimu minggu depan tidak akan berjalan semudah itu. Kami punya saksi kunci yang akan membalikkan semua tuduhan... dan saksi itu adalah mantan sekretaris pribadimu sendiri."

Radhit menatap layar ponselnya dengan mata membelalak. Mantan sekretarisnya orang yang selama ini memegang seluruh rahasia keuangan dan komunikasi pribadinya dengan Vivian di masa lalu.

1
sunaryati jarum
Selamat Radit kau sadar, semoga cepat sembuh.Vivian begitu besar pengorbanan Radit , maafkan dan rujuk,buatkan adik untuk Bumi.Nanti perempuannya namakan Bulan jika laki Matahari atau Langit
Masalah Clarissa cari kelemahannya,dan hancurkan apa yang dimilikinya yang bisa mengancam perusahaan
sunaryati jarum
Radit harus selamat demi Bumi dan Vivian
sunaryati jarum
Clarissa ingin tamat riwayat hidupnya, dengan cepat
sunaryati jarum
Vi kalian kan belum bercerai,beri kesempatan pada Gezha dia sudah berubah dan putus dengan Clarissa
sunaryati jarum
Ayo Vi jangan jadi wanita lemah dan penakut lagi.Bsngkit lawan bersama Radit orang - orang yang ingin menyakiti kamu dan Bumi
sunaryati jarum
Terlambat Clarissa semua kekayaan Radit sudah milik Vivian dan Bumi.Vivian sekarang beda dua tahun lalu , sekarang jadi wanita waspada,kuat ,tangguh dan tidak dapat ditindas lagi Lagian Radit akan melindungi mereka dengan nyawanya.
sunaryati jarum
Ya,pak pengacara semoga mereka rujuk,toh belum ada perceraian karena waktu itu Vivian pergi meninggalkan rumah saat Radit bersama Clarissa
sunaryati jarum
Aku salut sama kamu dr Julian,kamu benar benar tulus menolong Vivian, semoga kamu dapat jodoh yang sangat mencintaimu dan tentunya gadis yg masih bersegel
Shankara Senja
pria setulus itu dibiarkan pergi? ..demi pria masa lalu? ..demi anak diantara mereka..ishh..ish..ish...klo gtu..ngapain pake mengasingkan diri jauh jauh..klo akhirnya hatinya luruh jg
Ragan Fian: Iya begitu mom Kalau udah Takdir🤣🤣
mau kehalang Jarak apapun pasti ketemu kembali btw makasih ya mom udah mampir 💪
total 1 replies
sunaryati jarum
Nah,kan Vivian masih mencintai Radit,lebih baik rujuk.Siska tidak perlu menyerahkan diri karena Vivian sudah memaafkan.Siska jodohkan saja dengan dr Julian
sunaryati jarum
Sidang akan jadi kemenangan Radit karena untuk mempertahankan hak Bumi, putranya.Semoga mantan sekretarian berpihak pada Radit.
Untuk Julian sungguh mulia,kamu yang menolong Vivian, melindunginya,dan memberi rasa nyaman,namun tidak memaksa Vivian, untuk memilihnya, karena dia tahu masih ada nama Radit di hati Vivian
sunaryati jarum
Nah , emosi yang kamu dahulukan jadinya malu sendiri.Semoga sekretaris kamu berpihak padamu,Radit.Demi Bumil putramu , menuangkan kasusmu.Minta Julian dan Vivian bersaksi
sunaryati jarum
Julian tersangka,apa hubungan mereka
sunaryati jarum
Rujuk saja,toh Julian belum ada hubungan serius dengan mu
Ragan Fian: baguss bgtt Bu idenyaaa Nanti yaa Aku bakal kasih end yang Happy dan romantis
total 1 replies
sunaryati jarum
Jika benar menyesal diberi kesempatan boleh,asal sudah putus dengan pelacur Clarissa
sunaryati jarum
Ada ikatan batin,tapi juga ada pertolongan untuk Vivian agar Radit tidak bisa menemuinya
sunaryati jarum
Menang Vivian masih mau sama kamu Radit
sunaryati jarum
Nah,kan
sunaryati jarum
Nah setelah pergi baru nyesel,kamu itu seharusnya ikuti mendiang ayahmu, pilihan orang tua sebagian besar tidak salah
sunaryati jarum
Baru mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!