NovelToon NovelToon
Wanita Hamil Di Rumah Mertuaku

Wanita Hamil Di Rumah Mertuaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Balas Dendam
Popularitas:24.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Zemima dan Arsyad sudah menikah selama dua tahun. Selama itu pula pernikahan mereka baik-baik saja. Apalagi Arsyad juga selalu bersikap baik dan lembut sebagai suami.

Selama itu pula mereka belum di karuniai anak, dan Arsyad tak mempermasalahkan hal itu. Tapi berbeda dengan sang ibu yang menginginkan cucu dengan alasan Arsyad sudah mapan dan memiliki pekerjaan bagus. dia sudah harus punya keturunan.

Namun beberapa bulan terakhir, suaminya sering sekali ke rumah ibunya tanpa mengajak Zemima. Namun suatu hari, saat Arsyad tengah malam pergi diam-diam, Zemima mengikutinya. ternyata Arsyad pulang ke rumah ibunya dan di sambut wanita hamil.

Apa Zemima akan menghancurkan keluarga Arsyad yang sudah membohonginya? padahal pekerjaan bagus yang di dapat Arsyad tak lepas dari bantuan Zemima. Mereka tidak tahu kalau Zemima adalah pewaris tunggal perusahaan besar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zemima 23

Zemima menarik selimut tebal hingga sebatas dada, membalikkan tubuhnya membelakangi Arsyad tanpa berniat melanjutkan perdebatan sedikit pun. Ketenangan yang ia tunjukkan bagaikan tembok tebal tak tertembus, sebuah penolakan mutlak yang dibungkus rapat oleh keheningan.

"Aku lelah. Aku juga sama selama itu menunggu kamu yang sibuk. Tapi sekarang aku masih kesal sama kamu yang belum mau bicara jujur. Aku tidur duluan," ujar Zemima singkat, mematikan lampu nakas di sisinya hingga kamar seketika terendam remang-remang cahaya malam.

Arsyad terpaku kaku di tepi ranjang. Suara napas halus Zemima yang mulai teratur menandakan istrinya benar-benar telah memutus komunikasi untuk malam ini. Tidak ada ruang untuk gertakan, tidak ada celah untuk bujukan, dan sama sekali tidak ada kesempatan untuk menuntut haknya.

Pria itu mengusap wajahnya kasar dengan kedua telapak tangan. Rasa frustrasi, gairah yang mendadak mati suri, serta kekecewaan yang tertahan menumpuk di dadanya hingga terasa sesak. Tatapannya tertuju pada punggung Zemima yang membeku di bawah selimut, sosok istri yang kini terasa begitu jauh dan penuh misteri, meski jarak mereka hanya berukuran hitungan inci.

Dengan helaan napas berat yang ia tahan agar tak menimbulkan suara, Arsyad bangkit berdiri. Langkah kakinya terasa gontai dan seberat timah saat ia berjalan perlahan menuju kamar mandi di sudut kamar.

Klek.

Arsyad menutup pintu kamar mandi rapat-rapt dan menguncinya dari dalam. Ia menyandarkan punggungnya di pintu kayu yang dingin, membiarkan tubuhnya merosot sejenak sebelum melangkah mendekati wastafel.

Pria itu memutar keran, menyiramkan air dingin berkali-kali ke wajahnya yang sembap dan dibasahi pelipisnya yang terasa hangat oleh stres. Ia menengadah, menatap pantulan dirinya sendiri di cermin besar. Lingkar hitam di bawah matanya, rahangnya yang kaku, dan tatapan matanya yang diliputi ketakutan membayang jelas di sana.

"Kenapa jadi seperti ini..." bisik Arsyad lirih pada bayangannya sendiri, suaranya nyaris tenggelam oleh gemericik air wastafel.

Pria itu mematikan keran, lalu melangkah masuk ke dalam shower box. Ia menyalakan pancuran air dingin dan membiarkan bulir-bulir air membasahi kepalanya, mengguyur seluruh kemeja kerja yang belum sempat ia lepas. Arsyad berdiri membisu di bawah pancuran yang dingin, memejamkan mata rapat-rapt seraya mencoba menenangkan degup jantungnya yang masih berpacu liar.

Di bawah guyuran air dingin itu, Arsyad hanya bisa berdiri merenung sendirian, meratapi egonya yang hancur dan membayangkan betapa mengerikannya hari esok jika kebohongannya benar-benar terbongkar total.

Pagi harinya, Arsyad terbangun dengan leher kaku dan seluruh tubuh yang pegal. Setelah semalaman berbasah-basah di kamar mandi dan akhirnya tertidur di sofa kamar dengan perasaan merana, ia menyapu matanya yang sembap. Di atas ranjang, selimut sudah tertata rapi. Zemima sudah bangun lebih dulu.

Dengan sisa-sisa tenaga dan pikiran yang kalut, Arsyad membasuh muka, mengenakan kemeja kerjanya yang agak kusut, lalu melangkah gontai menuju lantai bawah. Bau aroma kopi mahal tercium tipis dari arah dapur, namun Arsyad tak berminat untuk sarapan.

Saat ia melangkah melewati ruang tamu menuju pintu depan untuk bersiap ke kantor, tiba-tiba terdengar suara derum mesin kendaraan dari arah pekarangan.

VROOOMMM...

Suara itu bukan dentuman mesin SUV miliknya, melainkan raungan halus, berat, dan bertenaga khas mesin supercar berkapasitas ribuan cc yang memancarkan aura kemewahan mutlak. Saking beratnya getaran mesin itu, kaca jendela rumah mereka sampai bergetar pelan.

Arsyad mengernyit kaku. Rasa penasaran mengalahkan rasa pegal di tubuhnya. Ia bergegas membuka pintu utama dan melangkah ke teras.

Matanya seketika membelalak lebar. Mulutnya menganga, keningnya berkerut hebat.

Di atas pelataran rumah mereka, terparkir sebuah mobil sport metallic obsidian black yang sangat futuristik dan berkilau tajam disengat matahari pagi. Garis desainnya yang aerodinamis, sistem pembuangan ganda, dan velg kustomnya memancarkan harga fantastis, mencapai puluhan miliar rupiah. Mobil itu berdiri gagah, membuat SUV hitam milik Arsyad di garasi mendadak terlihat seperti mobil mainan murah.

Seorang pria berseragam pengemudi pribadi yang sangat rapi berdiri tegap di samping pintu penumpang yang terbuka, mengenakan sarung tangan putih dan memberikan hormat pelan.

"Siapa... Ini mobil siapa?!" gumam Arsyad panik. Napasnya mulai memburu.

Pintu rumah kembali terbuka. Zemima melangkah keluar dengan keanggunan yang sukar dipercaya. Ia mengenakan blazer kustom berwarna krem yang terpotong sempurna, dipadu dengan celana bahan berpotongan high waist, kacamata hitam dari rumah mode ternama, serta tas Chanel edisi terbatas yang tergantung anggun di lengannya.

"Selamat pagi, Mas Arsyad," sapa Zemima merdu, melangkah anggun melewati Arsyad yang masih membeku.

Melihat penampilan istrinya yang begitu berkelas dan mobil sport di depannya, kepanikan di otak Arsyad mendadak berubah menjadi prasangka liar. Pikiran dangkalnya langsung terhubung pada satu hal,. Kartu kredit!

Arsyad buru-buru berlari kecil mengejar Zemima, menyambar lengan istrinya dengan wajah memerah panik.

"Zemima! Kamu gila ya?!" cecar Arsyad dengan nada melengking, menunjuk mobil sport itu dengan jari gemetar.

"Kamu sewa mobil sport ini pakai kartu kredit, kan?! Kamu mau merusak keuangan kita?! Kamu sadar nggak sih apa yang kamu lakukan?!"

Zemima menghentikan langkahnya. Ia tidak menyentak tangannya, hanya menurunkan sedikit kacamata hitamnya seraya menatap Arsyad dengan tatapan heran yang bercampur kasihan.

"Sewa? Pakai kartu kredit?" ulang Zemima tenang, suaranya sangat halus namun menohok.

"Iya! Apalagi kalau bukan sewa!" bentak Arsyad frustrasi, matanya melotot tajam.

"Kamu itu pamer berlebihan! Kamu pikir aku nggak tahu berapa harga sewa mobil mewah kaya gini per hari?! Puluhan juta, Zemima! Bunga kartu kredit kamu itu udah menumpuk, mau kamu tambah lagi dengan kelakuan konyol kaya begini?!"

Zemima menatap suaminya beberapa detik, lalu terkekeh pelan, sebuah tawa merdu yang terdengar bagai cemoohan paling telak di telinga Arsyad.

"Mas Arsyad... Mas Arsyad..." gumam Zemima seraya menggeleng-gelengkan kepalanya anggun.

"Pikiran kamu itu kok dangkal sekali, ya? Tolong dihitung pakai logika kamu yang katanya pintar itu."

Zemima melangkah mendekat, memiringkan kepalanya menatap Arsyad dari balik kacamata hitamnya.

"Limit kartu kredit yang aku pegang itu berapa, Mas? Cuma lima puluh juta, kan? Sementara untuk jaminan sewa mobil supercar sekelas ini saja, depositnya bisa ratusan juta rupiah. Limit kartu kreditku bahkan tidak sampai seujung kuku dari harga sewa mobil ini, Mas. Bagaimana bisa otakmu menyimpulkan kalau aku menyewanya pakai kartu kredit?"

Degh!

1
Ma Em
Arsyad bodoh dia kira sdh sukses dgn karirnya dan Arsyad kira Zemima cuma staf biasa bkn orang penting di perusahaan holding ga taunya Zemima pemilik saham terbesar di perusahaan tempat Arsyad bekerja , selamat menyesal Arsyad dan pasti menangis darah dan minta ampun pada Zemima .
Adinda
jijik aku lihat benalu mokondo pula ditambah tukang selingkuh,gak nafkahi zemima kayak punya kuasa aja
nely_48
blm jg zemima beneran selingkuh km suami dajjal udh kebakaran jenggot,, apa kabar nya diri km sendiri yg udh jelas n nyata selingkuh sm s dina n lg hamil pula tuh s gundik nya
nely_48
pria n suami yg mulia hati nya s Arsyad ini,, sampe² semua anggota keluarga nya D gundik nya D kasih makan n foya-foya pake uang haram dr hasil korupsi D kantor istri nya
Fitria Syafei
emang enak..rasain ..rasain... mati berdiri nti kau kalau kau tau siapa sesungguhnya Zamima ntuh Arsyad 😏 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 😍
Arieee
kebakaran jenggot tuhhhhhh🤣🤣🤣🤣🤣
ryuka
wkwkwkkwk.. siap2 arsyad sbentar lagi kamu kembali ke setelan awall 🤭🤭🤭
Yam_zhie: sabar ya
total 1 replies
Ilfa Yarni
kelamaan thor ah bosan munggunya terlalu diulur2
Yam_zhie: ya mau gimana Bun nanti aku kena sentil Edi kalau dari awal lambat terus cepet. gak dapat duit othor 🙈🙈🙈😭😭
total 1 replies
Aretha Shanum
sat set lah jangan ditunda2
Yam_zhie: kalau kecepatan hukumannya enak dong 🤣
total 1 replies
Fitria Syafei
syukurin semakin di gin kan istrimu Arsyad ...😏 KK cantik pinisirin 🙄
ryuka
senin adalah hari kehancuran mu arsen 🤭🤭🤭
Yam_zhie: biar dia pusing dulu 🙈🙈🙈
total 1 replies
Ilfa Yarni
aduuuh msh Lama bomnya iih aku yg gregetan jadinya
Yam_zhie: sabar ya maaaakkk🤣🤣🤣
total 1 replies
Ma Em
Mampus Arsyad kamu tdk akan menjadi kepala cabang malah kamu akan dipecat mungkin setelah Zemima tau tau semua kebusukan Arsyad juga keluarganya , selamat menyesal dan jadi gembel Arsyad .
Irsyad layla
jgn diundur terus deh ini mergokin nya malah bosen bacanya jadinya
nely_48
otak udang kau Arsyad,, nilep uang kantor buat foya-foya,, dasar org miskin d angkat derajat oleh istri bukanya bersyukur mlah makin menjadi korupsi
nely_48
josjis ath zemima,, jgn d ulur² trs
Fitria Syafei
hahahah baru jadi simpanan aja deh pengeretan apalagi jadi bini kedua ..ntuh laki orang lagi kelojotan ntuh kalau benar bini sah nya CEO di tendang deh kalian 😏 KK cantik kereen 🥰 terimakasih 🥰
ryuka
diihhh ada yg halu udah di nikahin 🤭🤭🤭🤭🤣
Oma Gavin
wkwkwk belum apa" sudah pusing arsyad baguslah nanti saat tau kebenarannya jadi stroke 🤣🤣🤣
Ilfa Yarni
aduh zemima kpn km Skalkmat ini orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!