NovelToon NovelToon
Sistem Master Sekte

Sistem Master Sekte

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Ketika Jiang Chen terbangun di dunia kultivasi, ia mendapati dirinya mewarisi takhta Ketua Sekte Pedang Bintang—sebuah sekte yang dulunya agung namun kini berada di ambang kehancuran absolut. Pilar utama sekte, sang guru, telah tewas terbunuh. Para tetua berkhianat dan membawa lari seluruh harta benda, sementara musuh bebuyutan telah mendobrak gerbang depan untuk merampas wilayah mereka.
​Dengan tingkat kultivasi dasar yang sangat lemah dan hanya ditemani oleh satu adik seperguruan yang masih setia bertahan, ajal seolah sudah menanti Jiang Chen di depan mata.
​Namun, di saat maut dan keputusasaan memuncak, sebuah suara mekanis yang dingin bergema di benaknya: [Sistem Pembangunan Sekte Abadi berhasil diikat!]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Menara Ujian Ilusi

​Matahari perlahan merangkak naik menuju titik tertingginya, memanggang dataran anak tangga Puncak Bintang Jatuh dengan panas yang menyengat.

​Gravitasi formasi pada Tangga Ketabahan tidak membunuh siapa pun, tetapi tekanannya menguras energi fisik dan mental para peserta hingga ke batas absolut. Dari tiga puluh ribu orang yang mendaftar, saat matahari tepat berada di atas kepala, hanya tersisa kurang dari seribu orang yang berhasil mencapai pelataran alun-alun utama.

​TENGG!

​Suara lonceng kembali bergema. Lin Mo melangkah maju, auranya menyapu sisa peserta yang masih merangkak di anak tangga ke-499 ke bawah.

​"Waktu habis! Yang belum mencapai anak tangga ke-500, tinggalkan gunung ini!" seru Lin Mo tanpa ampun.

​Di atas alun-alun, ratusan calon murid yang lolos terkapar kelelahan. Di antara mereka, Han Feng, si pemuda bekas budak tambang, berdiri dengan kedua kaki gemetar. Kuku-kukunya berdarah karena mencengkeram batu tangga, dan punggungnya yang penuh bekas luka cambuk basah oleh keringat. Namun, punggung itu tetap tegak lurus, menolak untuk tunduk pada gravitasi.

​Di sudut lain, gadis kecil bernama Meng Meng jatuh terduduk. Ia terengah-engah hebat, memeluk kuali tembaganya yang penyok seolah itu adalah nyawanya. Meski wajahnya kotor oleh debu dan air mata kelelahan, matanya memancarkan kelegaan yang luar biasa.

​Su Yue berjalan mengelilingi alun-alun dengan anggun, menjentikkan jarinya. Tetesan embun spiritual yang dingin dan menyejukkan jatuh ke atas wajah para peserta yang lolos, memulihkan stamina mereka dalam hitungan detik. Keajaiban kecil ini membuat para calon murid menatap Su Yue dengan penuh kekaguman.

​"Selamat, kalian telah membuktikan bahwa kalian bukanlah sampah pemalas," sebuah suara yang tenang namun dipenuhi keagungan turun dari langit.

​Semua orang mendongak. Jiang Chen melayang turun dari puncak pagoda raksasa dengan tangan bertaut di belakang punggung. Cahaya matahari yang memantul dari jubah putihnya membuatnya tampak seperti dewa fana.

​Begitu kakinya menyentuh tanah, tekanan spiritual Inti Emas-nya beriak pelan, membuat ratusan orang di alun-alun secara otomatis jatuh berlutut.

​"Menyapa Ketua Sekte!" seru mereka serempak, suara mereka dipenuhi rasa hormat dan ketakutan.

​Jiang Chen mengangguk pelan. Pandangannya menyapu ratusan orang tersebut, sesekali berhenti pada Han Feng dan Meng Meng.

​"Melewati tangga batu hanya membuktikan ketahanan fisik kalian. Di dunia kultivasi, kekuatan bisa dilatih dan sumber daya bisa dirampas. Namun, ada satu hal yang tidak bisa ditoleransi oleh Sekte Pedang Bintang..."

​Jiang Chen menunjuk ke arah pagoda kaca bintang raksasa di belakangnya. Plakat emas bertuliskan Menara Ujian Ilusi bersinar menyilaukan.

​"Hati yang busuk dan tekad yang mudah goyah akan menghancurkan sekte dari dalam. Ini adalah ujian kedua, sekaligus ujian terakhir kalian."

​Jiang Chen mengayunkan lengan jubahnya, dan pintu perunggu raksasa menara itu terbuka perlahan, mengeluarkan kabut tujuh warna yang mistis.

​"Masuklah ke dalam Menara Ujian Ilusi. Di dalam sana, kalian akan menghadapi ketakutan terbesar, keserakahan terdalam, dan godaan paling memabukkan di dalam hati kalian. Kematian di dalam ilusi tidak akan membunuh tubuh fisik kalian, tetapi jika pikiran kalian hancur, kalian akan dikeluarkan."

​"Waktu kalian hanya sampai matahari terbenam. Mereka yang berhasil berjalan keluar dari pintu itu dengan kesadaran penuh, akan resmi menjadi murid Sekte Pedang Bintang!"

​Tanpa ragu, Han Feng adalah orang pertama yang melangkah maju. Matanya dingin dan penuh tekad. Ia berjalan memasuki kabut tujuh warna dan menghilang. Meng Meng mengikuti di belakangnya dengan langkah ragu-ragu namun berani, disusul oleh ratusan peserta lainnya.

​Begitu orang terakhir masuk, pintu perunggu menutup dengan dentuman keras.

​Di Dalam Menara Ilusi

​Di dalam menara, setiap peserta berada di ruang dimensi yang sepenuhnya terpisah.

​Bagi Han Feng, pemandangan di sekitarnya berubah menjadi tambang batu bara bawah tanah yang sangat familiar dan dibencinya. Mandor gemuk yang dulu menyiksanya berdiri di depannya, menawarkan cambuk berduri.

​"Pukul mereka, Han Feng! Pukul budak-budak lain ini hingga mati, dan aku akan membebaskanmu! Aku akan menjadikanmu penguasa tambang ini!" suara mandor itu menggoda, menjanjikan balas dendam dan kekuasaan absolut atas mereka yang dulu merendahkannya.

​Mata Han Feng memerah. Tangannya gemetar saat meraih cambuk itu. Namun, tepat sebelum ia mengayunkannya, pemuda itu berhenti. Ia mematahkan cambuk itu menjadi dua dan melemparkannya ke wajah sang mandor ilusi.

​"Kekuasaan yang dibangun di atas penderitaan orang lemah adalah kekuasaan pengecut," ucap Han Feng dingin. "Aku mencari kekuatan untuk mematahkan rantai duniaku, bukan untuk memakaikan rantai itu pada orang lain!"

​CRAASH! Ilusi tambang hancur berkeping-keping.

​Sementara itu, di ruangan lain, Meng Meng mendapati dirinya berada di sebuah istana yang dipenuhi oleh ribuan herbal legendaris. Seorang kaisar bayangan menatapnya.

​"Gadis kecil, raciklah pil racun ini untuk membunuh musuhku. Jika kau melakukannya, seluruh taman herbal legendaris ini akan menjadi milikmu untuk kau teliti seumur hidupmu," bisik suara kaisar itu, sangat menggoda insting alkimia Meng Meng.

​Meng Meng menatap herbal-herbal langka itu dengan air mata menetes. Itu adalah impian terbesarnya. Namun, ia memeluk kuali tembaga penyoknya erat-erat, menggelengkan kepalanya dengan keras.

​"Tidak! Obat diciptakan untuk menyelamatkan nyawa, bukan untuk merenggutnya demi keserakahan! Aku tidak mau herbalmu!"

​BOOM! Istana ilusi itu memudar menjadi cahaya keemasan.

​Matahari Terbenam dan Lima Puluh Terpilih

​Waktu berlalu perlahan. Jiang Chen, Lin Mo, dan Su Yue duduk menunggu di teras Aula Leluhur, meminum teh spiritual sambil menatap menara.

​Setiap beberapa menit, kilatan cahaya putih akan muncul dari menara, melemparkan seorang peserta yang gagal dan pingsan dengan wajah ketakutan atau rakus. Mereka yang gagal segera diangkat oleh energi lembut dari formasi sekte dan dipindahkan dengan aman ke luar gerbang gunung.

​Ribuan calon murid yang tadinya percaya diri, kini terus berkurang secara drastis.

​Ratusan orang terlempar keluar karena tergoda oleh ilusi harta karun. Puluhan lainnya pingsan karena ilusi monster yang mengerikan.

​Ketika semburat jingga matahari terbenam mulai menghiasi langit barat, dentang lonceng dari menara akhirnya berbunyi kembali.

​KRIEEET...

​Pintu perunggu terbuka.

​Han Feng berjalan keluar dengan napas tersengal-sengal dan keringat membanjiri tubuhnya, namun matanya memancarkan ketajaman yang belum pernah ada sebelumnya. Tak lama kemudian, Meng Meng terhuyung keluar, wajahnya pucat tapi ada senyum bangga di bibir kecilnya.

​Satu per satu, beberapa pemuda dan pemudi lain yang memiliki tekad baja melangkah keluar dari kabut.

​Jiang Chen menghitung jumlah mereka menggunakan Kesadaran Spiritualnya, dan senyum puas mengembang di wajahnya.

​Tepat lima puluh orang.

​Dari tiga puluh ribu pendaftar, hanya seribu yang melewati tes fisik, dan dari seribu orang itu, hanya lima puluh orang yang memiliki hati nurani dan tekad yang memenuhi standar mutlak Menara Ujian Ilusi Tingkat Surga!

​Jiang Chen berdiri, suaranya bergema menyambut lima puluh orang yang kelelahan namun berdiri tegak di alun-alun.

​"Ujian selesai! Kalian berlima puluh telah membuktikan bahwa hati kalian tidak bisa dibeli oleh keserakahan dan tidak bisa dipatahkan oleh ketakutan."

​Jiang Chen mengibaskan tangannya, mengirimkan lima puluh token kayu berlambang pedang bintang yang melayang tepat ke tangan masing-masing peserta.

​"Mulai hari ini, kalian adalah Murid Luar dari Sekte Pedang Bintang! Selama kalian berlatih keras dan setia pada sekte, aku berjanji, naga dan dewa pun akan menundukkan kepala mereka saat melihat kalian lewat!"

​"HIDUP KETUA SEKTE! HIDUP SEKTE PEDANG BINTANG!" Lima puluh pemuda dan pemudi itu bersujud serempak. Suara mereka tidak banyak, tetapi dipenuhi oleh loyalitas dan rasa syukur yang murni. Mereka tahu, nasib mereka baru saja berubah selamanya.

​Di saat yang sama, kembang api sistem meledak di benak Jiang Chen.

​[DING!]

[Misi Aktif Selesai: Rekrutmen Murid Massal (50/50)!]

[Mengekstrak Hadiah: 1.000 Poin Sekte, Cetak Biru: Tungku Penempaan Bumi (Fasilitas Pandai Besi), dan Lahan Taman Herbal Spiritual (Tingkat Menengah)!]

​Jiang Chen menahan tawanya. Sistem ini benar-benar tahu cara mencocokkan hadiah dengan murid berbakat yang baru saja ia rekrut. Tungku penempaan untuk Han Feng, dan Lahan Herbal untuk Meng Meng. Semuanya berjalan sesuai rencananya yang sempurna.

​"Lin Mo, Su Yue!" panggil Jiang Chen.

​"Hadir, Guru!" Keduanya melangkah maju dengan gagah.

​"Kalian berdua adalah Kakak Seperguruan Tertua. Pimpin kelima puluh adik junior kalian ini ke Asrama Giok Luar. Bagikan seragam sekte, pedang besi, dan masing-masing satu Pil Pembersih Sumsum. Besok pagi, pelatihan neraka mereka akan dimulai."

​"Sesuai perintah Ketua Sekte!" jawab Lin Mo sambil menyeringai lebar, menatap lima puluh murid baru itu layaknya melihat mainan baru, membuat para murid luar itu tiba-tiba merasakan hawa dingin merayap di punggung mereka.

1
R.A.N
💪👍
R.A.N
perasaan blum -1.000 lebih udh VVIP?? harusnya pas beli bsar
R.A.N
hoow💪👍
R.A.N
semangat🔛🔥💪
R.A.N
episode 4,pertama💪🙏👍
R.A.N
semangat ⚡🔨Thor, lanjutkan
R.A.N
novel bagus ini baru ketemu💪👍
Arinto Ario Triharyanto
yoooiiiii
Hadi Hadi
semangat💪💪
Hadi Hadi
by💪💪
Hadi Hadi
up up up😄
Hadi Hadi
mantap🤭🤭
Hadi Hadi
is good💪💪💪
Hadi Hadi
sikat💪💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
semangat💪💪💪
Arinto Ario Triharyanto
mantaapppp
Arinto Ario Triharyanto
yoyoi😎
Arinto Ario Triharyanto
mantap betul dah😎
dewa pedang
wkwkwk mampus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!