NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Tuan Muda Lumpuh

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Lumpuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

“Jadi ini wanita yang akan menjadi istri ku?” Suara nya rendah penuh cemooh. “Ayah benar benar berhasil menemukan wanita yang paling membosankan untuk ku”

Dreven Orsley Dastan, pewaris keluarga Dastan, dikenal sebagai pria kasar, pengacau, sekaligus cassanova yang tak pernah serius pada wanita mana pun. Namun, sebuah kecelakaan membuatnya harus duduk di kursi roda—tanpa sedikit pun mengubah sifat liarnya.

Sampai akhirnya, sang ayah menjodohkannya dengan Elnara Sevana, gadis dingin dan cerdik yang terkenal mampu membungkam siapa pun dengan tatapan dan kata-katanya. Ia bukan wanita yang mudah dipermainkan. Setiap serangan lawan selalu dipatahkan sebelum sempat menjadi ancaman.

Elara diminta untuk melahirkan pewaris untuk keluarga Dastan , dan sebagai gantinya Saham perusahaan.

Elara terkekeh sinis, "Sepertinya tidak adil. Bagaimana jika kesepakatannya begini. Aku rubah putramu menjadi anak anjing penurut dan hadiahnya adalah perceraian untukku. Ini terdengar menguntungkan bagiku"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

"Hah! Akhirnya pria itu pergi, jadinya aku bisa bersantai di kamar tanpa terganggu," gumam Elara sambil menatap langit-langit di kamarnya.

Dia mengambil ponsel di sampingnya dan melihat saldo yang ada di rekeningnya, "Fantastis, Villa itu memang bernilai tinggi. Dengan ini aku bisa bergerak lebih leluasa untuk menghadapi ibu tiriku dan mengambil alih Astreo Group."

Tapi sebelum dia bisa melanjutkan pikirannya, pintu kamar tiba-tiba diketuk.

"Nyonya, ada tamu."

"Tamu?" beo Elara sambil melihat jam yang sudah pukul tujuh malam.

Dengan penasaran dia berjalan dan membuka pintu, "Siapa? Jika orang asing usir saja."

Pelayan itu menunduk, "Itu nyonya muda pertama, saya tidak berani untuk mengusirnya, Nyonya."

Elara terdiam beberapa saat, "Nyonya muda pertama? Maksudmu kakak ipar Dreven?"

Pelayan itu mengangguk, "Benar, nyonya. Nyonya Serena ada disini."

Elara terdiam, dia belum pernah menemui anggota keluarga Dastan yang lain. Tapi.. kenapa dia kesini?

Merasa penasaran akhirnya dia mengangguk, "bawa dia ke ruang keluarga, aku akan segera turun."

Setelah pelayan pergi, Elara menatap dirinya di cermin sebentar, memastikan penampilannya tetap rapi.

Serena Dastan jarang berurusan dengan urusan rumah tangga keluarga, tapi untuk apa dia jauh-jauh datang kesini? Wanita itu lebih banyak tinggal di luar negeri dan mengurus bisnisnya sendiri.

Setelah merasa cukup siap, Elara melangkah turun menuju ruang keluarga. Begitu sampai, dia langsung melihat seorang wanita anggun dengan rambut hitam panjang yang ditata sempurna. Matanya yang tajam mengamati setiap sudut ruangan dengan ekspresi dingin.

Saat melihat Elara masuk, Serena menyilangkan kakinya dengan santai dan tersenyum tipis. "Akhirnya kita bertemu, Elara."

Elara tersenyum ringan, menyembunyikan rasa penasarannya. "Kakak ipar datang jauh-jauh ke sini. Apa ada sesuatu yang penting?"

"Hanya menyapa anggota keluarga baru yang belum pernah aku temui, ternyata jauh lebih cantik dari rumornya," katanya dengan senyum penuh arti.

Elara membalas senyum itu dengan lebih baik, lalu duduk di depan wanita itu.

"Aku dengar ayah tadi datang kesini? Dia benar-benar pilih kasih dengan menantu ya?" katanya seolah menyindir.

Elara tertawa kecil, menyesap teh yang baru saja disajikan oleh pelayan. "Apa kakak ipar sedang cemburu padaku? Tenang saja, aku juga tak berniat menjadi menantu yang baik. Jadi, kakak ambil saja trophy itu."

Serena terkekeh pelan meskipun jelas kesal, "Bagaimanapun juga aku menantu pertama, terlebih ibu mertua sudah tidak ada. Kata-katamu itu jelas sedikit menyinggungku dan itu berarti kau tak sopan."

Elara mendesah pelan, inilah mengapa dia tak ingin berbaur dengan anggota keluarga lain. "Aku lelah jika harus bermain kata. Jika kau ingin bermusuhan akan aku ladeni, tapi sejujurnya aku tak tertarik dengan keluarga ini."

Serena menatap Elara dengan tajam, lalu tersenyum miring. "Menarik. Kau berbeda dari menantu lain yang berusaha mencari muka. Tapi justru karena itu aku semakin curiga. Apa sebenarnya yang kau inginkan dari pernikahan ini?"

Elara mengangkat bahu dengan santai. "Tidak ada. Aku hanya menjalani apa yang sudah terjadi."

Serena mengetuk jari-jarinya di lengan sofa, matanya tak lepas dari Elara. "Kau benar-benar tak tertarik dengan kekuasaan keluarga Dastan?"

Elara tersenyum tipis. "Aku sudah cukup sibuk dengan urusanku sendiri. Tak perlu menambah beban dengan ambisi keluarga ini."

Serena menyipitkan matanya, lalu mendekat sedikit, suaranya lebih pelan namun tajam. "Nada bicara dan pembawaannya sombong sekali. Sedikitlah sopan padaku, karena aku bisa saja menyuruh Dreven menceraikanmu saat ini juga."

Elara yang mendengar itu bukannya takut malah berbinar, "Benarkah? Jika begitu bilang padanya sekarang. Aku tak sabar untuk diceraikan."

Serena tertegun sejenak, tidak menyangka jawaban Elara akan seperti itu. Dia pikir Elara akan panik atau setidaknya menunjukkan sedikit kecemasan, tetapi yang dia lihat justru mata berbinar penuh antusias.

Elara menyilangkan kakinya dengan santai, menyandarkan tubuhnya ke sofa. "Jadi? Kenapa diam? Kalau kau punya kuasa sebesar itu, silakan paksa Dreven menceraikanku sekarang juga. Aku benar-benar ingin tahu reaksinya."

Serena yang merasa kesal langsung mengambil ponselnya dan berniat menghubungi adik iparnya itu.

Elara mengangkat alisnya, menunggu dengan ekspresi santai saat Serena menempelkan ponselnya ke telinga.

"Oh, kau benar-benar melakukannya?" Elara terkekeh pelan, nada suaranya terdengar lebih seperti tantangan daripada kepanikan.

Serena meliriknya sekilas dengan ekspresi penuh kemenangan, lalu mendengar suara di ujung telepon. "Dreven, aku ingin bicara denganmu tentang istrimu."

Elara memperhatikan dengan tenang, menyesap tehnya seolah yang sedang terjadi hanyalah percakapan biasa.

"Kau bersama Elara? Bagus, terima panggilan videoku!" Suara Dreven terdengar sedikit bersemangat.

Serena mengerutkan keningnya, tak menyangka bahwa Dreven malah meminta panggilan video.

Elara, di sisi lain, tetap tenang, bahkan tersenyum kecil sambil menyesap tehnya lagi.

"Kenapa harus panggilan video?" tanya Serena curiga.

"Cepat terima," suara Dreven terdengar tegas, tidak memberi ruang untuk penolakan.

Serena akhirnya menerima panggilan video itu, dan dalam sekejap wajah Dreven muncul di layar ponselnya. Pria itu mengenakan kemeja santai, duduk di kursi rodanya di dalam sebuah butik mewah dengan beberapa kantong belanja di belakangnya.

"Cepat berikan ponselnya pada Elara!"

Serena mengernyit, bingung dengan nada suara Dreven yang terdengar terlalu bersemangat. Namun, tanpa berkata apa-apa, dia menyerahkan ponselnya kepada Elara.

Elara menerimanya dengan ekspresi datar. "Ada apa?"

Dreven tersenyum lebar. "Aku sudah membelikan banyak hal untukmu. Kau harus lihat! Aku yakin kau akan menyukainya."

Elara menaikkan alisnya. "Barang? Aku bahkan tidak memintanya."

"Tapi aku tahu seleramu. Lihat ini, aku bahkan memiliki beberapa gaun dan perhiasan. Kau suka berlian, kan?" katanya dengan penuh percaya diri, sambil mengarahkan kamera ke beberapa barang mahal di sekelilingnya.

Serena menatap dengan ekspresi tak percaya. "Kau serius, Drev?"

Dreven melirik sekilas ke arah kakaknya di layar. "Kenapa? Aku tidak boleh membelikan sesuatu untuk istriku?"

Elara terkekeh kecil, melirik sekilas ke arah Serena yang tampak semakin bingung. Lalu, dia menghela napas pelan dan berkata, "Baiklah, kalau kau sudah repot-repot membelinya, aku akan menerimanya."

Dreven tersenyum puas. "Bagus. Aku akan segera pulang, sampai jumpa istr-"

Elara mengembalikan ponsel itu kepada Serena dengan santai.

Serena masih menatap layar yang sudah dimatikan Elara dengan ekspresi bingung. "K-kau, apa yang kau lakukan pada pria gila itu?!"

"Apa yang aku lakukan?" beo Elara.

Serena terdiam, Dreven yang dia kenal tidak semanis itu. Playboy, dia tak akan pernah menjadi anjing untuk seseorang.

Serena kembali menatap ke arah Elara yang tengah meminum tehnya kembali dengan anggun.

Akhirnya dia duduk kembali dengan perasaan tak nyaman dan tatap kosong.

Bersambung...

1
꧁𝓘𝓷𝓭𝓪𝓱𝓡𝓪𝓶𝓪𝓭𝓱𝓪𝓷𝓲꧂
Siapa yang wanita ini maksudkan? Elara?🤔
🦋Little Butterfly🦋
sadis banget...
Arni Arlinawati Pratiwi💃
iya tau kok emak.. dia lagi cemburu, hanya saja dia sendiri pun gak sadar sama perasaan nya, ego nya aja yang di duluin.. kan ngenes, makin mnedihkan aja lu drev! udah lum*** juga!!! coy.. coy.. takut kualat emak, 🗿😭
naws
bodo amat. elara juga cuma manfaatin lu biar lepas dari keluarga palsunya kok /Smug/
Arni Arlinawati Pratiwi💃
cembukur nih pasti perkara elara sama leo.. /Facepalm/
Arni Arlinawati Pratiwi💃
nyari penyakit lu drev.. 🗿
Alia Chans
😭😭😭 Elara bisa yok
꧁𝓘𝓷𝓭𝓪𝓱𝓡𝓪𝓶𝓪𝓭𝓱𝓪𝓷𝓲꧂
Dreven kayaknya udah mulai nyaman dengan Elara, tapi gengsi untuk mengakui🤭
Alia Chans: yakin nyaman doang kk🤭🤭
total 1 replies
Syahira🌹
pasti dia tidak Terima saat dia di bilang lemah, egonya pasti sangat tersenggol🤣
Alia Chans: kalo gak ego tinggi gak cowok namanya🤣🤣🤣
total 1 replies
Mingyu gf😘
di keluarga dastan kamu seperti ratu ya
Mingyu gf😘
dihh modus lu😆
Miranda.
kritik sedikit ya thor. mungkin bisa sedikit membantu dan membangun.

karaktermu ini duduk di kursi roda loh. kurang-kurangi memakai kalimat yang merepresentasikan bahwa dia bisa berjalan dong. biar ga cacat logika./Frown/
Alia Chans: emang dia beneran lumpuh kk🤭🤭
total 1 replies
Miranda.
cara menasehatinya nusuk banget yaa/Frown/
My_Lucia
Edeh... deh... apa dia penganut sex menyimpang 🤣
Alia Chans: eitss belum pasti ye👑🔥
total 1 replies
My_Lucia
what?? serem amadt🫣
Miranda.
bapak mertua mulai berharap pada elara nih yee🤭🤭
Miranda.
ehm... logikanya ini gimana thor? menggandeng? mungkin lebih tepatnya "meletakkan tangan elara ke dorongan kursi roda untuk membantunya bergegas"/Slight/
Alia Chans: kan tinggi Elara gak setinggi menara Eiffel juga kk😭😭
dimana " cowok kan, you know lah☺
total 1 replies
Miranda.
eughhh alasan yang tidak begitu logis
naws
punya kekurangan gini, sombongnya masih selangit
Alia Chans: 😭😭😭 masa harus merendah mulu, kan gak Dreven dong🤣🤣
total 1 replies
🦋Little Butterfly🦋
emang boleh/Slight/
Alia Chans: boleh "🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!