Sekuel SUAMIKU BERWAJAH CACAT
Novel ini, menceritakan kisah cinta segitiga. Jadi bijaklah, dalam membaca.
Haris Wilson, anak pertama dari pasangan Henri Wilson, dan Rania Cullen, tidak menyangkah hidupnya akan berakhir menikahi anak dari pelayannya sendiri Bibi Ana.
Apalagi saat itu, Haris Wilson mempunyai seorang kekasih yang begitu dicintainya, yaitu seorang supermodel, bernama Kenny.
Haris menentang keras perjodohan ini, karena
dia sudah mempunyai kekasih, dan yang membuat dia sangat menolak perjodohan ini adalah, anak dari pelayannya itu, adalah seorang gadis cacat.
Tapi Haris tak dapat menolak, karena ayahnya Henri Wilson mengancam, kalau dia tidak menikahi Vivian, maka jabatannya sebagai seorang CEO diperusahaan, akan dicabut.
Karena tidak ingin kehilangan jabatannya, dia menyetujui pernikahan ini, tapi dengan membuat kesepakatan pernikahan kontrak, yang dia buat bersama Vivian.
Tapi itulah cinta bisa tumbuh kapan saja, Harispun tak dapat menolak pesona Vivian, saat mendapati gadis itu sudah bisa berjalan, ditambah lagi dengan kelembutan, dan perhatian dari wanita itu, membuat ia terjebak dengan permainan yang dia ciptakan sendiri, hingga membuat ia harus memilih Vivian, sigadis cacat, atau Kenny wanita yang begitu dicintainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon popyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep.26.Memberi waktu.
Dia melangkahkan kaki dengan tergesa-gesa, dan saat sampai didalam rumah, dia menjumpai Ayahnya Henri, dan Riana Ibunya.
"Haris..!" Panggil Rania.
"Pa..! Maa..!" Dengan menghampiri ayah, dan ibunya.
"Kau baru datang?! dimana Vivian?" Tanya Henri, pada putranya.
"Dia sedang bersama Herry, dan juga Riana."
"Papa, dan Mama sudah daritadi menunggumu. Ada hal penting, yang ingin kami bicarakan."
Menyerngit heran, menatap penasaran kedua orangtuanya.
"Menungguku? apakah ada hal yang penting yang ingin Papa, dan Mama bicarakan denganku?!"
"Iya, ada hal penting yang ingin Papa, dan Mama bicarakan denganmu." Timpal Rania.
"Ayo kita bicara diruang kerja." Ajak Henri, dengan melangkahkan kaki diruang kerja diikuti Haris, dan juga Rania.
********
"Ada apa Pa? Maa?!" Tanya Haris, saat mereka sudah berada diruangkerja.
"Papa langsung saja, Papa tau kalau kau masih menjalin hubungan dengan Kenny kekasihmu itu. Dan Papa yakin, kau menyetujui pernikahan ini, hanya semata-mata, karena kau tidak ingin kehilangan jabatanmu diperusahaan."
Raut wajahnya berubah pucat, saat mendengar ucapan Ayahnya.
"Jadi, apa yang Papa inginkan dariku?!"
"Kami ingin kau menceraikan kembali Vivian, Mama, dan Papa tidak mau Vivian semakin terluka dengan pernikahan ini, karena kami tau kau hanya memanfaatkan dia, dan cintamu hanya untuk Kenny." Timpal Rania pula.
Menghembuskan nafas kasar, dengan raut wajah
yang terlihat kesal.
"Apakah jika aku menceraikan Vivian, Papa, dan Mama akan menjodohkan dengan laki-laki lain?!"
"Kami tidak akan menjodohkan dia dengan laki-laki lain. Mungkin bisa saja, Papa menjodohkan dia dengan Herry, ataupun Daren."
"Daren.." Dengan senyuman, disudut bibirnya.
Maaf aku tidak bisa." Jawabnya tegas.
"Kenapa tidak bisa Haris?! Papa tidak mau kau menyakiti Vivian terus..! kau tau walaupun Vivian hanya berstatus sebagai anak angkat dari Bibi Ana, tapi Papa menyayanginya sudah seperti putri Papa sendiri."
"Tapi aku tidak bisa menceraikan dia Paa?! aku mohon jangan paksa aku." Serunya, penuh harap.
"Jadi kamu mau menjalin hubungan, dengan kedua wanita sekaligus?!"
"Bukan seperti itu, awalnya aku hanya memanfaaatkan Vivian karena aku tidak serius dengan pernikahan ini, tapi beberapa hari melewati hari bersamanya, membuat aku semakin dilema Pa.., Maa...! Vivian adalah wanita yang baik, dan dia sangat berbeda dengan gadis diluar sana."
"Jadi apa yang kau lakukan sekarang?! yang jelas Papa tidak akan menyetujui jika kau menjalin hubungan dengan kedua wanita sekaligus, jika kau memilih keduanya, Papa yang akan menyuruh Vivian menceraikanmu." Seru Henri tegas.
"Berilah aku waktu Paa..Maa.., tidak muda bagiku untuk memilih. Tapi yang jelas, aku akan memilih yang terbaik. Dan aku akan segera membuat keputusan."
"Baiklah Papa akan memberimu waktu, dan tidak lebih dari tiga bulan. Setelah itu putuskan siapa wanita yang akan kau pilih, walaupun menyakiti salahsatu diantara mereka, tapi kau harus tetap membuat keputusan."
"Baiklah Paa.." Kalau begitu aku pergi dulu." Pamit Haris, dengan berlalu keluar dari ruangan itu.
Rania menatap nanar putranya, sembari tersenyum kecil.
"Aku yakin dia akan memilih Vivian, karena daridulu kau sudah menyukai gadis itu Nak?! hanya kau saja tidak pernah menyadari perasaanmu." Bathinnya, tersenyum.
********
Diluar semua orang tampak sedang bersenang-senang. Menikmati malam dengan berbagai macam hidangan, dan kue-kue yang sudah tersedia.
Dia melangkahkan kaki dengan percaya dirinya, dan senyuman terus terpancar diwajahnya.
Dan tanpa dia sadari ada seseorang yang terus menatapnya, yaitu Zain sahabat baik Suaminya.
Dan diapun memutuskan untuk menghampiri, gadis itu.
Vivian berdiri sembari tersenyum, dengan tatapan mata menatap keramaian orang-orang yang sedang menikmati pesta.
"Hallo Nona Vivian." Sapa Zain, saat sudah berada dekat dengan gadis itu.
Berbalik keasal suara, dan tersenyum saat mendapati sahabat suaminya.
"Tuan Zain, kapan kau datang?!" Tanya Vivian, dengan senyuman kecil diwajahnya.
"Baru saja Nona Vivian, dimana suamimu?! daritadi aku tidak melihatnya."
"Dia sedang berada didalam, Tuan!"
"Kenapa dia tegah membiarkan istrinya sendirian?!"
Vivian tidak menjawab, dan dia hanya tersenyum.
Haris yang baru saja keluar dari ruang kerja ayahnya, begitu terkejut saat mendapati kebersamaan Vivian, dan juga Zain. Dan mereka terlihat begitu akrab.
Menghembuskan nafas kasar, dan dengan mengambil langkah cepat dia langsung menghampiri mereka.
"Zain, kapan kau datang?
Dan kau Vivian, darimana saja? daritadi aku mencarimu!" Tanyanya, dengan merengkuh penuh pinggang Vivian begitu posesif, dan raut wajah yang terlihat begitu kesal.
Zain hanya tersenyum, saat melihat sikap sahabatnya yang begitu posesif pada istrinya.
"Aku baru saja datang."
Mendekat kearah sahabatnya, dan berbisik pelan ditelinganya.
"Apakah kau takut, aku merebutnya?!"Tanyanya, pelan.
"Dan jika kau melakukan itu, awas saja.!!" Jawabnya, kesal.
aasyeiikk ... bakal makin posesif aja bos nya si james 😁👍🏻
bisaan ni author pilih visual nya
posesif tanda cinta .. ouw ouw oooo
sudah jelas vivian berstatus kan istri "sah"
kenny dasaarrr
gemesss gau thor aaaaa mantaff👍🏻🤣