NovelToon NovelToon
Badai Di Gunung Ciremai

Badai Di Gunung Ciremai

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi Timur / Balas Dendam / Perperangan / Dan budidaya abadi / Budidaya dan Peningkatan / Tamat
Popularitas:3.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kelana sendiri

"Nak....hidup tak mungkin selalu bahagia, akan ada saat - saat kita menerima suatu kepedihan....lihat disana rumput - rumput tak selama nya hijau ataupun kering kan?"...kata - kata itu keluar dari seorang Ibu separuh baya yang sedang menghadapi anak kecil berusia enam tahun yg sedang menangis berlinangan air mata.
anak itu berhenti menangis, entah karena memahami atau mungkin dia sudah kelelahan dengan tangisannya.
Saraswati membelai rambut anak itu, Ia sendiri sebenarnya menahan tangisan jangan sampai buah hati nya tahu kalau dia pun tersayat hati nya karena kehilangan banyak saudara - saudara nya.
Dua hari yang lalu, Suasana di perkampungan Jalaksana masih tentram dan damai, Sawah membentang luas kehijauan, Aliran arus sungai mengalir dengan tenang. Jika menatap ke arah selatan dari desa tersebut akan terlihat pegunungan Ciremai yang kokoh menjulang ke atas. Di bawah kaki ciremai perkebunan kentang maupun wortel tumbuh dengan subur.
Penduduk di sana pun hidup dengan damai, tak ada sedikitpun wajah - wajah mereka yang murung ataupun sedih.
setelah itu semuanya berubah, rumah - rumah penduduk porak poranda terbakar api, mayat - mayat bergelimpangan tidak menentu.
banyak mayat yg tergeletak di sisi - sisi jalan dengan bekas luka akibat tebasan senjata tajam. Itulah bekas - bekas kekejaman para perampok yang datang membumi hanguskan perkampungan tersebut. Salah satu korban kebiadaban rampok - rampok itu adalah orangtua dari Saraswati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kelana sendiri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertempuran di Bukit Mentasih II

Terasa panas telinga Arya Permana mendengar ejekan dan hinaan dari Wiratama, akhirnya ia pun berlari menghampiri, "Siapa kau yang berani menghadang Pasukan Mataram yang sedang melaksanakan tugas kerajaan?", Arya Permana melintangkan pedangnya di depan dada, kaki nya ia pentangkan selebar bahu.

Wiratama menatapnya tak berkedip, kemudian dilihatnya sekeliling, pasukan topan gunung dan pasukan badai sudah menguasai keadaan.

"Tugas kerajaan mana yang kau laksanakan Permana?" sampai hari ini kau selalu membawa-bawa tugas kerajaan sebagaibalasan untuk mencapai kepentingan pribadimu!"

Berkelebat bayangan hitam mendekati Wiratama, jleghhh....berdiri di sampingnya, ternyata Ki Seno Keling yang berdiri disampingnya, "jangan kau kotori tanganmu dengan darah orang ini Raden", izinkan aku mencoba kepandaiannya", Wiratama menganggukan kepalanya seraya berbisik "lumpuhkan dia Ki, tapi jangan kau bunuh!" Ki Seno Keling membuka serangannya dengan sebuah tendangan berantai dari atas, "Wugh...wugh...wugh....tiga tendangan dia lakukan, Arya Permana tersurut mundur menghindari tendangan-tendangan tersebut, saat tendangannya luput, Ki Seno keling menyerang dengan kibasan-kibasan tangan, kibasan tangannya menyerupai sayap burung Alap-alap, kuat dan menimbulkan angin tekanan terhadap lawan. Arya Permana memapaki kibasan tangan itu dengan pedang, karena dalam perhitungannya tak mungkin tangan bisa mengalahkan kekuatan pedang,... Trang....trang...benturan itu menimbulkan percikan api, dan membuat pegangan pedang Arya permana menjadi goyah. "He...he...he, kau kira pedangmu lebih tajam dari tanganku?"...Ki Seno Keling mengekeh, ... "Lihat seranganku!"....jari-jari Ki Seno Keling terpentang , kemudian menusuk ke arah tenggorokan Arya Permana, Arya Permana lagi-lagi menangkis dengan pedangnya, tapi kali ini Ki Seno Keling tidak berusaha untuk menangkis kembali dengan tangannya, pentangan jari yang menuju tenggorokan, merubah arah, balik mencengkeram pedang Arya Permana....Kreekkkh....trakkkh...., Arya Permana melepas pegangan pedangnya, karena ia tak menyangka pedang yang di pakainya hancur terkena cengkeraman jari-jari Ki Seno Keling. Patahan pedang yang masih tercengkeram ia sabitkan ke arah kaki Arya Permana yang sedang berusaha mundur...sabitan pertama dapat ia hindari, tetapi sabitan yang kedua tepat menancap di pahanya....Crappph.....Akh..ada darah yang mengucur dan membasahi celananya, membuat Arya Permana jatuh terduduk sambil mendesis kesakitan.

Ki Seno Keling tak mendiamkan begitu saja, ia melompat berusaha menendang kepala Arya permana. Arya Permana berguling menghindar sampai berhenti membentur sepasang kaki Ki Pandawa. Kaki itu dengan reflek mendorong punggungnya, karena itu mau tidak mau Arya Permana kembali mendekati Ki Seno Keling.

"Ha...ha...ha, kau lihat sekelilingmu Arya Permana yang gagah perkasa!".... mana prajuritmu yang masih hidup?"...Ki Pandawa tertawa mengejek. dengan perasaan yang was-was dan takut, Arya Permana melihat prajurit-prajuritnya sudah tergeleletak tidak bernyawa, sekarang ia menjadi orang yang tiada daya sama sekali, di kelilingi oleh pasukan-pasukan musuh.

"Serahkan kembali kepadaku Ki!", aku akan memberikan kenangan padanya, Wiratama mendekat sambil menghunus salah satu pedang yang dia ambil dari prajurit yang sudah tewas, pedang itu di putar-putarnya di atas kepala Arya Permana, Claph.....claph....di putusnya kedua telinga Arya Permana, "Aaaakh.......jeritan kesakitan terdengar keras dari mulutnya, darah mengucur dari bekas luka tebasan pedang tersebut.

"Arya Permana, kau membuatku kecewa, kemampuanmu ternyata di bawah prajurit biasa, kau tak tahu malu, menyandang jabatan yang tak sesuai dengan kemampuanmu"

"Hayoo kita tinggalkan dia Ki!"....kita berikan dia waktu buat berpikir, membuat alasan saat pulang...ha...ha....ha..." Wiratama berjalan santai meninggalkan kalangan pertempuran yang sudah dia menangkan.

1
Razif Tanjung
bagaimana cara menulis yang konsisten dan bagus ya, aku pemula bahkan hanya sedikit pembaca yang mampir, mohon sarannya senior🙏🙏🙏
Wahyu Indra
senjata makan tuan
Kholifah Nurazizah
ternyataa..😮
Kholifah Nurazizah
(⁠╥⁠﹏⁠╥⁠)
Kholifah Nurazizah
sedihh
Kholifah Nurazizah
bagian ini banyak wejangan nya luvv😘❤️
Kholifah Nurazizah
wirayudha keren🤩
Kholifah Nurazizah
wahh.. sentanu sentanu🫠
Kholifah Nurazizah
jadi takut sama Wiratama :v
Lilik Muliyadi
mantapj juga Thor
sejajar dengan ko ping ho
Lilik Muliyadi
setuju tomas
pendekar pilih tanding kok kalah
sama roh abal2
Habsah Hermawan
Biasa
Habsah Hermawan
Buruk
Samsul Rijal
Luar biasa
Jhonny Afrizon
ha ha ha,pantes aja di boongin waktu masih muda,ternyata emang agak oon dan ceroboh😜
setyo adi
Luar biasa
Tirta ayu Aprilia
luar biasa
Sudiwan Iwan
semangat terus thor ceritanya ini baru cerita Nusantara
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞: mau cersil yg seru lucu dijamin menghibur banget? baca PENDEKAR SANGGANA karya RUDI HENDRIK
total 1 replies
Sudiwan Iwan
semangat terus thor ini baru cerita orang jawa thor lanjut
Doni Fasianis
❤️❤️❤️❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!