NovelToon NovelToon
DI BALIK TOPENG KEBENARAN

DI BALIK TOPENG KEBENARAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yeni Sri Wahyuni

Alina Mahendra, pengacara berhijab sukses dan berprinsip, akhirnya siap mengikat janji suci dengan Farhan Adhitama—pemuda cerdas, gagah, ahli karate, dan pemilik hati yang ia tunggu bertahun‑tahun lamanya. Namun di tengah persiapan bahagia itu, musuh lama kembali muncul dengan wajah baru. Raka Haris kini bersembunyi di balik nama dan topeng pengusaha terhormat, menjalankan bisnis jauh lebih jahat dari ayahnya dulu, dengan satu tujuan tunggal. Menghancurkan Alina sehancur‑hancurnya tepat sebelum pernikahannya berlangsung.

Kebenaran tampak begitu jelas di mata hukum, namun siapa sangka di baliknya tersimpan kebohongan yang dirancang sedemikian rupa. Akankah cinta dan keteguhan mereka cukup menyingkap DI BALIK TOPENG KEBENARAN itu sebelum semuanya terlambat?

Bantu dukung karya ini dengan subscribe, like, komentar dan beri hadiah dan bintang jika suka ya... Terimakasih banyak 🙏😇

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Sri Wahyuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21 - BEKAS LUKA YANG MENJAWAB SEGALA KERAGUAN

...BAB 21...

...BEKAS LUKA YANG MENJAWAB SEGALA KERAGUAN...

Sore itu cahaya matahari masuk miring lembut lewat celah jendela ruang tengah. Arka baru saja datang membawa obat rutin dan buah segar untuk Pak Aditya, yang hingga hari ini masih sering terbaring lemah karena kondisi tubuhnya tidak semuda dulu.

Seperti biasa sikap Arka sopan, lembut, senyum teduh sempurna, sosok yang diagung‑agungkan seluruh warga seolah tak ada satu cacat pun padanya.

“Tolong ambilkan kotak obat besar di rak paling atas ya, Ka,” panggil Bu Kirana dari arah dapur sambil mengelap kedua tangannya. “Ibu pegang penuh wadah ini.”

“Siap, Bu,” jawab Arka santai.

Ia melangkah mendekati lemari tinggi, lalu mengulurkan lengan kanannya lurus ke atas meraih benda yang dimaksud. Karena gerakan mengangkat itu, ujung lengan bajunya yang selalu panjang dan longgar terangkat naik cukup jauh. Hanya sedetik. Cuma sekilas kilatan saja. Tapi cukup tertangkap sangat jelas oleh mata Dimas, yang sejak pulang dari Madinah selalu duduk tenang di sudut ruangan, mengamati setiap gerak‑gerik tanpa banyak bicara.

Pupil mata Dimas membesar seketika. Napasnya seolah tertahan rapat di tenggorokan. Di sepanjang lengan kanan Arka, dari pergelangan tangan memanjang hampir sampai ke siku, terlihat jelas bekas luka goresan yang sangat dalam dan panjang, berwarna pucat kemerahan, bekas jahitan menahun yang bentuknya masih sangat khas dan tak mungkin tertukar dengan luka lain. Begitu Arka sadar bajunya terangkat, ia segera menarik turun kain itu dengan gerakan sangat cepat dan wajar, seolah tidak pernah terjadi apa‑apa. Tapi bagi Dimas, pemandangan itu langsung melemparkan ingatannya melompat mundur tepat sepuluh tahun yang lalu.

Tak lama kemudian Arka pamit pulang dengan alasan ada urusan mendadak. Begitu suara langkah kakinya benar‑benar hilang di balik pagar rumah, Dimas langsung berbicara dengan suara rendah namun bergetar hebat.

“Kak Lin, Mas Farhan… baru saja Dimas melihat sesuatu yang membuat bulu kuduk merinding. Dan ini mengingatkan Dimas persis pada kejadian sepuluh tahun silam.”

“Sepuluh tahun lalu… saat Ibu ditabrak parah di perempatan tua itu kan, Dim?” tanya Alina segera mendekat, diikuti Farhan yang langsung mencondongkan badan ke depan serius. Bu Kirana hanya duduk mendengarkan sambil mengelus dada, karena semua orang di ruangan itu sudah tahu fakta utuh sejak lama, yang mengendarai motor dan menabraknya hingga hampir meninggal itu adalah Raka, anak dari Haris musuh bebuyutan suaminya. Hanya saja saat kejadian Bu Kirana langsung pingsan seketika setelah benturan keras, seketika itu juga dilarikan kencang ke rumah sakit, sama sekali tidak sempat melihat wajah atau ciri lain pelaku selain suara deru mesin yang menjauh kencang.

“Benar sekali, Kak. Waktu itu kalian berdua yang dari awal berani mengumpulkan bukti, melacak jejak, sampai akhirnya terbongkar semuanya bahwa Haris dan anaknya Raka lah yang merusak usaha Papa Aditya sampai bangkrut, dan Raka pula yang mengemudikan motor siang itu. Dimas ingat betul hari mereka ditangkap, digiring berjalan beriringan petugas kepolisian melewati halaman kantor. Dimas berdiri sangat dekat di balik pagar. Lengan kanan Raka ada luka goresan panjang dalam sekali dari pergelangan hampir sampai siku, katanya kena besi setang motor yang bengkok saat menabrak Ibu. Sampai kapan pun Dimas tidak akan lupa bentuk lukanya.”

Dimas berhenti sejenak menarik napas panjang, lalu menatap tajam ke arah Farhan.

“Baru saja tadi… persis luka yang sama, persis panjang, persis bentuknya, persis letaknya… ada di lengan kanan Arka.”

Farhan seketika menghela napas panjang berat sekali, kedua tangannya langsung menutupi wajahnya beberapa saat lalu mendongak dengan pandangan yang campur aduk antara lega sekaligus gemetar.

“Akhirnya… akhirnya ada juga yang membenarkan apa yang selama ini aku simpan rapat‑rapat sendirian bertahun‑tahun lamanya,” ucap Farhan pelan namun tegas. “Dengar ya semua. Saat pertama kali Arka datang ke kantor, mengaku ingin berkonsultasi hukum dan akhirnya menjadi klien tetap Alina, akulah yang pertama kali memeriksa kelengkapan data administrasinya. Dan saat itu juga aku sudah merasa ada yang sangat aneh. Tidak ada satu pun data masa lalunya yang jelas, tidak ada jejak riwayat sekolah, tidak ada salinan kartu keluarga lama, tidak ada catatan kependudukan sebelum usia 20‑an. Semuanya seolah baru diciptakan dan tercatat resmi hanya 3 atau 4 tahun ke belakang saja. Tidak ada akar, tidak ada asal usul yang bisa dilacak sampai tuntas.”

Ia berhenti sejenak, menatap lurus ke manik mata Alina dan Dimas satu per satu.

“Sejak hari pertama itulah aku mulai curiga. Dari cara dia berbicara, cara dia memiringkan kepala saat mendengarkan, gerakan tangannya yang kecil‑kecil… semuanya membangkitkan ingatan buruk sepuluh tahun lalu tentang Raka. Bahkan aku pernah sekilas melihat bekas goresan panjang di lengan kanannya, saat dia tanpa sengaja menggulung lengan baju sebentar saat sedang mengambil air minum. Tapi saat aku coba lihat lagi lebih jelas, dia langsung menutupinya rapat‑rapat dengan jam tangan lebar dan sejak itu selalu menghindar. Aku masih ragu besar saat itu, Lin. Aku takut cuma perasaanku saja yang berlebihan, takut salah tuduh orang tanpa bukti kuat, makanya aku pendam sendiri keraguan itu dari awal kemunculannya sampai sekarang. Takut kalau aku omongkan, malah bikin kalian panik tanpa alasan yang jelas.”

Alina langsung menutup mulutnya rapat‑rapat menahan kaget, air matanya mulai menggenang.

“Jadi selama ini perasaan anehku bukan khayalan… dan curigamu pun bukan tanpa alasan, Han.”

“Bukan khayalan sama sekali, Kak,” sahut Dimas mantap mengangguk. “Dulu umurku 15 tahun, sudah cukup umur untuk mengingat sesuatu dengan sangat jelas. Luka yang Dimas lihat sore tadi, 100 % sama persis seperti yang menempel di lengan Kak Raka saat dia dibawa petugas sepuluh tahun silam. Tidak ada bedanya sehelai benang pun.”

Farhan mengepal kuat kedua tangannya di atas meja, sorot matanya kini sudah tidak lagi penuh keraguan seperti bertahun‑tahun lalu. Kini semuanya sudah menjadi satu kepingan utuh yang tersambung sempurna.

“Selama ini aku hanya curiga, hanya menebak, hanya merasa ada yang salah tapi tidak berani memastikan. Tapi apa yang baru saja kamu ceritakan, Dim… itu yang mengunci semuanya. Keraguanku yang aku pendam sendirian bertahun‑tahun, malam ini langsung berubah menjadi keyakinan penuh. Arka tidak punya asal usul jelas, dia punya gerakan dan kebiasaan sama persis Raka, dia punya bekas luka khas yang persis sama di tempat yang persis sama, dan luka itu didapat persis di kejadian yang sama sepuluh tahun lalu. Tidak ada lagi keraguan. Arka itu tidak lain dan tidak bukan adalah Raka. Dia ganti nama, ganti identitas, menghapus jejak masa lalunya sedemikian rupa sampai data resminya pun kosong, lalu kembali mendekat pelan‑pelan ke tengah‑tengah kita semua.”

“Tapi kenapa dia lakukan semua ini sampai serumit ini? Kenapa harus menyamar bertahun‑tahun lamanya?” tanya Alina lirih.

“Dendam karena dulu kita berdua yang membongkar kejahatan dia dan ayahnya sampai mereka jatuh malu dan dihukum,” jawab Farhan pelan. “Dan ada sesuatu lagi yang lebih gelap dari sekadar dendam biasa. Sesuatu yang membuatnya rela bertahun‑tahun mengawasi dari kejauhan.”

Di balik pagar rumah yang rindang, tertutup rapat bayangan pohon mangga yang lebat, Arka berdiri kaku mematung persis di tempat biasa dia mengamati. Di telapak tangannya tergenggam erat alat penerima sinyal hitam usang, benda yang setia menemaninya lima tahun penuh menyadap dan mendengar setiap detik kehidupan Alina. Ia mendengar SETIAP KATA, setiap pengakuan Farhan soal data yang hilang, soal keraguan yang dipendam sejak hari pertama, hingga kepastian akhir yang diucapkan serentak oleh ketiganya.

Secara refleks tangan kirinya langsung mencengkeram sangat kuat sepanjang lengan kanannya sendiri, tepat menutupi bekas luka panjang dalam yang sudah ada sepuluh tahun itu. Jantungnya berdegup kencang sekali sampai terdengar jelas di telinganya sendiri. Ia sudah berusaha sempurna, ganti nama dari Raka menjadi Arka, hapus seluruh data masa lalu sampai di sistem resmi pun nyaris tak ada jejak, selalu tutup rapat lukanya dengan kain atau jam lebar. Ia tahu Farhan sempat curiga sedikit sejak awal, tapi ia yakin keraguan itu akan mati sendiri tanpa bukti nyata.

Ternyata ia salah besar. Satu luka yang menempel di tubuhnya selamanya, ditambah ketelitian Dimas yang mengingatnya jelas sejak umur 15 tahun, telah meruntuhkan tembok keraguan yang selama ini ia bangun tinggi sekali. Farhan yang dulu hanya ragu‑ragu, kini sudah sepenuhnya yakin. Dan Arka sadar betul, malam ini batas antara dia dan kebenaran, sudah semakin tipis sekali.

Bersambung....

1
Kam1la
tega ya. .. menantu sudah sebaik Alina, masih saja kurang
Kam1la
akhirnya sama-sama minta maaf...😍
Kam1la
bercadar sepertinya agak sulit bagi Alina
Kam1la
mungkin gantian Alina yg cemburu sama Laila🤭
penulismisterius
baru baca beberapa bab, novel ini punya narasi alur yang jelas😀 semangat berkarya author😀😀
penulismisterius
eh ini sambungannya novel sebelumnya kah ,kak?
penulismisterius: siaap, kak🐬🐬
total 2 replies
penulismisterius
baru bab pertama saja, sudah sebagus ini🤗
penulismisterius: kembali kasih kak, 🐬🤗🤗
total 4 replies
Kam1la
semoga lekas punya momongan
Kam1la
tidak terasa sudah 2 bulan
Kam1la
so Sweet...😍
Kayla Rane: 😍😍😍🤭 MalPer
total 1 replies
Alia Chans
Hadir Thor
cerita nya seru, like + bunga🌹 , semangat😉
Kayla Rane: Maa Syaa Allah jazaakillah Khair KK, sudah mampir. tenang KA kalau ceritanya rada membosankan bisa di skip kalau ga suka, ini konflik beratnya cuma dari bab 1-29 saja. kesana nya hidup pernikahan Alina dengan bumbu2 cinta, ujian-ujian kecil di pernikahan mereka... selamat membaca 🙏😇
total 1 replies
Fadillah Ahmad
Wiiih, tulisan-nya rapi gilak! Tspi, Kok Masih sepi pembaca ya? 😁😁😁 Aku tau Novel ini dari Grup NT di FB. 😁😁😁

Tapi sayang yaaa, genre-nya nggk sesuai sama aku... 😂😂😂 di sini, genre-nya tertulis "Pembalasan Wanita" 😁😁😁🙏
Fadillah Ahmad: Bagi aku, nggk baik rasanya, kalau membaca Karya penulis, itu langsung dari Bab 30 Kak, retensinya bisa turun nantinya Kak 😁😁😁 Itu sama saja aku lompat Bab Kak 🙏🙏🙏😁 Itu Nggk Baik untuk Novel Kakak Nanti 🙏🙏🙏😁

Waaah Bagus dong Kak 😁😁😁 Aku termasuk Pembaca yang Kritis loh Kak 😁😁😁 Biasanya, kalau ada Typo aku langsung Kasih Koreksi Ke Penulisnya Kak... 😁😁😁🙏
total 5 replies
Umi Zein
aku mampir kak, di awal cerita keren, semoga gak ada Konflik yg berat, soalnya aku kurang suka cerita dengan konflik yg berat😄 semangat kak Kayla ✊😍😍
Kayla Rane: pantengin KK sampai 29 episode konflik beratnya.. bab 30 nya pernikahan dan bumbu rumah tangga...
total 2 replies
Kam1la
senjata yang paling kuat adalah do'a
Kam1la
ye, jadi menikah. 😍
Kam1la: iya, aku ikut bahagia nih...
total 2 replies
Kam1la
kejujuran Raka sudah terlambat
Wulandari Ayuningtyas
suka deh sama ceritanya.....semangat terus y 💪🤗
Wulandari Ayuningtyas: sama2 kak 🤗
total 2 replies
Kam1la
Raka kena juga
Kam1la
aku bangga👍, bu Siti jujur
Kam1la
bu Siti ini juga, akhirnya terlibat kan...makanya hati-hati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!