Dunia yang tidak hanya dihuni oleh manusia, kini juga terdapat "Astra" yang dapat membantu setiap orang mencapai kesuksesan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zapdos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEBANGKITAN PRASASTI PURBA
Cahaya fajar Hari ke-11 menembus celah pepohonan es yang membeku, menyinari langkah kaki Arkan dan Sky yang kini berdiri di hadapan sebuah struktur bangunan megah yang separuh tubuhnya terkubur di dalam dinding gletser. Itu adalah reruntuhan kuno yang tidak terdaftar di peta militer mana pun—sebuah gerbang kuil besar yang terbuat dari logam hitam dengan ukiran-ukiran prasasti yang memancarkan aura dingin yang menusuk tulang.
"Ini tempatnya, Arkan?" Sky bertanya, suaranya menggema di tengah kesunyian lembah. Dia mendekat, menyentuh permukaan dinding logam hitam tersebut dengan kipas peraknya. "Material ini... rasanya identik dengan sesuatu yang pernah kulihat di perpustakaan rahasia keluarga Skyborn, tapi bentuknya jauh lebih kuno."
Arkan tidak menjawab. Sejak dia melangkah masuk ke dalam area situs reruntuhan ini, kubus logam hitam yang tersimpan rapat di dalam saku jiwanya mendadak bergetar hebat. Frekuensi getarannya bukan lagi sekadar getaran fisik, melainkan sebuah tarikan magnetis yang sangat kuat, seolah ada detak jantung kuno di dalam altar kuil yang memanggil untuk segera diaktifkan.
"Kubus ini memberiku arahan untuk masuk lebih dalam," Arkan berucap dengan nada datar namun matanya menatap tajam ke arah pintu masuk kuil yang tertutup.
Arkan berjalan mendekat. Saat tangannya yang diselimuti aura statis putih menyentuh tuas prasasti di pintu kuil, sebuah gelombang energi ungu keperakan meledak keluar. Pintu logam hitam setebal 3 meter itu berderit terbuka secara otomatis, menyingkapkan lorong panjang yang gelap dan dipenuhi dengan deretan pilar-pilar raksasa yang masih menyala redup oleh esensi spiritual purba.
Begitu mereka melangkah masuk ke dalam altar utama yang luas, suasana mendadak berubah menjadi sangat mencekam. Lantai kuil yang terbuat dari marmer hitam kuno mendadak bergetar hebat. Prasasti-prasasti di dinding mulai bersinar menyala dengan pendaran cahaya merah yang agresif.
BZZZZZT—KLANG!
Di tengah-tengah altar, sebongkah material logam dan es yang tadinya tampak seperti patung pajangan mendadak berdiri tegak. Material itu menyatu, membentuk sesosok tubuh raksasa setinggi 5 meter dengan lengan yang sangat panjang dan mata yang bersinar merah membara.
Lencana digital di dada Arkan langsung memunculkan peringatan sistem dengan kaku:
[ TARGET PURBA: GOLEM BESI ES ]
Level: [ LEVEL 26 ]
Atribut: Tanah / Logam
"Ternyata ini bukan reruntuhan mati," Sky berseru, membuka kipas peraknya dengan satu hentakan tajam. Dia langsung memicu 40% resonansi angin miliknya, memadatkan udara di sekeliling golem tersebut agar pergerakannya terhambat. "Golem Besi Es Level 26! Pertahanan fisiknya akan sangat mustahil untuk ditembus dengan serangan biasa!"
WUUUUUUSH!
Golem itu menghentakkan kakinya, menciptakan gelombang kejut es yang merambat cepat ke lantai. Arkan dan Sky melompat ke udara secara bersamaan untuk menghindari gelombang tersebut. Golem Besi Es itu bergerak dengan kecepatan yang tidak wajar untuk ukuran tubuh raksasanya, mengayunkan tinju logamnya yang sangat besar ke arah Arkan.
Lightning Reflex milik Arkan langsung bekerja. Di dalam persepsi waktunya, gerakan tinju golem itu terasa sangat lambat. Arkan bermanuver di udara, memutar tubuhnya dan mendarat tepat di atas punggung golem tersebut.
"Volt, gunakan getaran frekuensi tinggi di titik sendi bahunya!" Arkan memberi perintah mental.
Volt Level 18 melompat ke punggung golem, memicu aura petir putih yang terpusat tajam pada cakar depannya. Volt menghantam titik sendi bahu golem tersebut dengan getaran frekuensi tinggi yang memekakkan telinga.
CRACK!
Satu bagian sendi golem itu retak, namun golem tersebut sama sekali tidak menunjukkan rasa sakit. Dia justru memutar tubuhnya dan menembakkan duri-duri es dari punggungnya seperti peluru meriam.
"Sky, butuh celah di pelindung dadanya!" Arkan berteriak sambil melompat mundur untuk menghindari duri es.
"Mengerti! Zephyr, tekan dengan Vacuum Field!"
Zephyr Level 16 mengepakkan sayap kristalnya, memadatkan angin vakum di sekitar dada golem tersebut. Tekanan udara yang ekstrem itu membuat golem tersebut terdiam sesaat, karena sirkulasi energi di dalam mesin inti dadanya mendadak tidak stabil.
Arkan tidak membuang sedetik pun kesempatan itu. Dia memusatkan seluruh 70% energi petir putihnya ke tangan kanannya, membentuk sebuah mata tombak listrik murni. Arkan melesat maju dengan kecepatan kilat, menembus kabut es yang beterbangan, dan menghantamkan tombak petir itu tepat di inti energi yang terungkap di tengah dada golem.
BOOOOOOOM—!!!!!
Ledakan dahsyat terjadi. Inti energi golem tersebut pecah berkeping-keping, melepaskan gelombang energi purba yang sangat masif hingga membuat seluruh bangunan kuil berguncang hebat. Golem Besi Es Level 26 itu perlahan jatuh berlutut, lalu roboh sepenuhnya ke lantai marmer hitam sebelum akhirnya hancur menjadi serpihan logam berkarat yang tidak lagi memiliki aliran energi.
Arkan mendarat dengan napas yang terengah-engah. Keringat mengalir di dahinya, namun seulas senyuman puas terukir di wajahnya. Dia baru saja menumbangkan musuh Level 26 sendirian dengan taktik sinergi yang sangat bersih.
[ TARGET PURBA TELAH DILUMPUHKAN ]
[ PENGALAMAN SPIRITUAL TERSERAP ]
Sesaat setelah golem itu hancur, kubus logam hitam di dalam saku jiwa Arkan mendadak keluar dengan sendirinya, melayang di udara dan berputar-putar di depan prasasti dinding altar. Prasasti tersebut perlahan terbuka, mengungkapkan sebuah ruang rahasia di balik dinding yang berisi barisan catatan kuno dalam bahasa yang tidak dipahami oleh Arkan.
Namun, di bawah catatan itu, tergeletak sebuah kotak perak kecil dengan ukiran awan Skyborn yang sangat familiar.
Sky melangkah mendekat, matanya membulat saat melihat kotak tersebut. "Itu... itu adalah segel milik kakek buyutku yang hilang beberapa dekade lalu. Bagaimana bisa berada di dalam situs reruntuhan di Wilayah Dalam Sektor Liar Utara?"
Arkan mengambil kotak perak tersebut dengan hati-hati. Begitu disentuh, kotak itu mengeluarkan resonansi yang seirama dengan kubus logam hitam miliknya. "Tampaknya situs reruntuhan ini bukan sekadar kuil tua, Sky. Ini adalah titik temu di mana rahasia masa laluku dan misteri klan Skyborn tersimpan."
Arkan membuka kotak perak itu. Di dalamnya terdapat selembar peta kuno yang digambar di atas kulit hewan spiritual dan sebuah jarum kompas perak yang terus menunjuk ke arah utara, jauh lebih dalam ke area yang seharusnya tidak bisa dihuni oleh manusia.
"Peta ini menuju ke Zona Ekstrem, area di balik kabut hitam yang selama ini dilarang oleh militer," Sky berbisik dengan suara yang bergetar. "Kakekku pasti tahu tentang tempat ini. Dia mengirimku untuk masuk ke akademi hanya sebagai cara agar aku bisa tumbuh cukup kuat untuk mencapai titik ini."
Arkan menatap kompas perak itu dengan tatapan yang sangat serius. Dia tahu bahwa perjalanan mereka bukan lagi sekadar misi eksplorasi biasa, melainkan sebuah misi untuk membuka sejarah yang sengaja dikubur oleh para penguasa dunia Astra.
"Kita sudah sampai di level kekuatan yang cukup untuk bertahan hidup di Wilayah Dalam," Arkan berucap dengan nada suara yang tenang namun penuh akan ketegasan mutlak. "Sekarang, dengan peta ini, kita punya tujuan yang lebih jelas. Besok fajar, kita akan menembus garis batas menuju Zona Ekstrem."
Sky menatap Arkan, lalu mengangguk mantap. Mereka berdua melangkah keluar dari altar kuil kuno dengan membawa rahasia yang akan mengguncang dunia. Di luar, langit Hari ke-11 mulai berubah menjadi jingga senja, menandakan waktu istirahat telah tiba bagi mereka sebelum melanjutkan perjalanan menuju pusat misteri dunia Astra yang paling dalam.
Arkan berjalan menembus kabut, merasakan detak jantungnya yang sinkron dengan getaran kubus logam di dalam saku jiwanya. Dia bukan lagi Arkan yang dulu, anak jalanan yang hanya mengandalkan keberuntungan. Kini, dia adalah Arkan, pemilik kekuatan Petir Putih Ilahi, juara turnamen, dan penakluk situs purba yang kini memegang kunci menuju kebenaran yang sesungguhnya di Sektor Liar Utara.
pukul 12.00 Wib dan 15.00 Wib. Saran dan dukunganmu sangat membantu karya ini menjadi lebih baik!