NovelToon NovelToon
Jeritan Hati Arumi

Jeritan Hati Arumi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Misteri
Popularitas:508
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

“ Hidup itu harus di jalani saja ”


Perkataan itu. Membekas di telingaku suara hangat nenek yang memberitahu ku bahwa hidup harus ku jalani dengan ikhlas


Namun waktu cepat berjalan, sehingga aku muak dengan perkataan seperti itu bagi mereka seorang gadis yang tidak berkecukupan harus di perilaku kan berbeda karena dia tidak mampu untuk apapun.



Terkadang kita lelah untuk menjadi orang yang baik, entahlah aku hanya letih menjadi seorang wanita yang baik dan di pandang sebelah mata sama semua orang.





— Jeritan Hati Arumi —

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21 Titik terang

Arumi dinyatakan bercerai oleh Adrian, ia memilih menjauh dari keluarga itu minggu-minggu berlalu bulan berganti Samudra lelaki yang tidak pernah harapkan selalu ada disisinya.

Deburan ombak menyapa kaki mungil Arumi, matanya menangkap sinar cahaya berwarna oranye yang menenangkan hati sekali— di sisinya ada Samudra yang sentiasa bersama nya. Sore ini pertama kalinya Arumi menginjakkan kakinya di pantai

" Gimana? " Tanya Samudra tatapannya fokus ke mahakarya tuhan yang sangat indah, sulit untuk siapapun membuatnya

" Aku suka senja, aku suka pantai menenangkan " Arumi menutup matanya menikmati senja yang naik, hembusan angin membelainya — hangat dan nyaman rasa yang tidak pernah ia rasakan sehabis malam itu.

Matanya terbuka kala tangan Samudra menariknya, ke bibir pantai menikmati ombak yang menggelitik mereka dengan ramah — Angin menyibak rambut panjang Arumi.

" Nenek selalu berkata jalani hidup dengan Ikhlas, apapun yang tuhan berikan " Arumi memulai cerita, ia menaruh bobotnya di pasir putih pantai tersebut. " Aku kadang suka letih sama hidup aku, yang seperti ini — aku selalu bertanya-tanya kenapa aku masih ada di dunia ini. Yang selalu memberikan aku luka " Ia menjeda perkataan nya

" Tapi, aku masih mau hidup lebih lama karena — kamu buat itu semua berbeda. Aku ngga lagi mikir dunia ini memberi luka — karena setiap luka pasti ada pernawarnya dan itu kamu! " Ungkap Arumi sebuah senyuman tipis tersungging di wajah Samudra

" Jadikan tuhan rumah mu Arumi!, Sebaik-baik nya rumah adalah Tuhan! " Sahut Samudra tatapannya menenangkan

Arumi mengindari tatapan tersebut, entah kenapa setiap orang membahas tuhan ia selalu merendah bayangan ia berdusta dengan makhluk yang di benci tuhan itu. Menghantui nya

" Samudra tuhan sudah membenciku, karena perbuatan ku! " Isak Arumi putus asa

Samudra mengelus kepala Arumi " Tuhan itu pengampun Arumi, dia maha Adil "

" Aku tidak pantas mendapatkan maaf darinya, aku sudah berdusta — kamu tidak paham bagaimana rasanya jadi aku! " Kata Arumi matanya memerah penuh luka.

" Aku lahir dari hubungan yang salah, terus aku lakukan hubungan yang salah juga— seolah aku hidup hanya untuk di hantui. Perasaan bersalah — aku sudah pernah di pe*kosa oleh makhluk itu! " Ungkap Arumi

Samudra mengeratkan pelukan, ia tahu Arumi adalah sayap yang hilang arah ia perlu penguat dan seorang seperti Arumi itu perlu dirinya — yang membuatnya kembali kejalan tuhan.

" Aku selalu takut dan malu, kala mendengar suara Adzan aku malu dan takut — setiap mau ibadah... Karena kesalahan ku"

" Manusia itu tidak ada yang sempurna dan kamu hanya di jebak, kamu tidak salah 100% Arumi kamu korban! "

Arumi mengurai pelukan mereka, Ia menegakkan punggung nya — ia berdiri tegak Samudra menyusulnya. " Dosa aku ngga pantas diampuni Samudra! " Tekan Arumi

" Ngga ada salahnya kamu meminta ampun, kepada Tuhan Rumi! " Desak Samudra Arumi menatap lekat Samudra. Kesunyian mengisi sekitarnya

" Aku ngga muka untuk bertemu bahkan beribadah ke tuhan Samudra, kamu ngga tahu betapa bencinya aku kepada diriku. Terlahir untuk menghancurkan hidup orang lain pembawa petaka! " Kata Arumi luka tertangkap jelas di kedua maniknya

Tubuh nya bergetar hebat, ia mendongakkan kepalanya " Aku benar-benar benci! "

" Arumi cukup!, kamu tidak salah kamu tidak pernah meminta untuk di lahirkan dan untuk terlahir dari masalah! " Sahut Samudra

" Kamu tahu setiap hari aku selalu mikir, gimana kalau misalnya aku jadi jahat— kaya ibu aku perusak hubungan orang! " Kata Arumi

" Arumi dekatkan lah dirimu ke tuhan kamu akan aman! " Saran Samudra Arumi membelakangi dirinya ia sudah muak perkataan Samudra. " Kamu tidak mengerti! " Ia berbalik matanya terbelalak tidak menemukan Samudra sosok tersebut

" Samudra! " pekik Arumi ia bergegas menelepon lelaki itu namun tidak diangkat Arumi hanya berdecak sebal. " Ck! Aku di tinggal laki-laki sama aja! " Gerutunya

1
Emily
lanjut thour
Emily
curiga samudra itu arwah
bidadari: 🙂🙂 baca terus ya ka
total 1 replies
Emily
laila pemuja syaiton
Emily
wah udah murtadkah keluarga adrian
Emily
Innalillahi wainnailaihi rojiun ya thour
Emily
kenapa obatnya gak disimpan di saku malah di tenteng tenteng
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!