NovelToon NovelToon
Karang Bolong Buana

Karang Bolong Buana

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rudi Hendrik

Di pesisir timur Kerajaan Pasir Langit, tepatnya di Kademangan Kerangilo, Kadipaten Pasirawan, ada gugusan batu karang purba yang disebut sebagai Karang Bolong Buana.
Gugusan karang itu memiliki lubang sempurna berdiameter satu depa seperti cincin raksasa. Saat purnama, lubang itu memancarkan cahaya biru redup.
Orang yang pertama yang menemukan keanehan Karang Bolong Buana adalah Purwasaga, putra Demang Bungi Pitam.
Saat berlatih di kala badai pada malam purnama total, Purwasaga tanpa sengaja terseret ombak dan masuk ke lubang bercahaya biru. Ketika si pemuda tersadar, ia sudah masuk ke Negeri Elindra, negerinya Bangsa Penjaga Biru yang bukan manusia.
Berdasarkan keterangan orang Elindra, Karang Bolong Buana terbuka setiap purnama sempurna. Jadi, Purwasaga harus menunggu sebulan lamanya untuk kembali ke alam manusia. (RH)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rudi Hendrik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KBB 17 Cerita Rahasia

Drap drap drap…!

Rombongan berkuda Azhmar dan Lintha akhirnya datang sebagai kelompok terakhir yang keluar dari kawasan Bukit Seratus Lubang sebelum waktu gelap tiba.

Namun yang mengejutkan, kuda-kuda mereka menyeret empat bangkai lolot yang besar-besar. Itu membuat Purwasaga terbeliak. Bahkan ada satu lolot yang sebesar gajah dewasa.

Dengan menunjukkan rasa takjub dan gembiranya, Purwasaga pergi menyongsong kedatangan istrinya. Sepertinya dia sudah lupa dengan pertengkaran mereka berdua di masa lalu.

Orang yang lebih dulu turun dari kudanya adalah Lintha. Dia langsung menghambur memeluk suami kecilnya.

“Suami mungilkuuu!” sebut Lintha sambil menghambur memeluk kencang suaminya. Saking kencangnya, sampai-sampai Purwasaga seperti boneka yang tidak berdaya dengan wajah bengkaknya yang terhimpit oleh dua gunung besar Lintha.

Sudah pernah diceritakan bahwa tinggi wajah Purwasaga setinggi dada Lintha.

Tanpa sungkan dengan semua orang yang menyaksikan, Lintha mencium ujung hidung Purwasaga.

Azhmar yang berlalu pelan dengan masih duduk di pelana kudanya hanya melirik Purwasaga yang wajahnya mengenaskan. Wajah itu tampak tidak berdaya dalam dekapan sang istri.

Singkat cerita.

Malam itu mereka berkemah tanpa tenda, seolah-olah telah yakin bahwa hujan tidak akan turun.

Mereka membuat lima api unggun besar yang juga menjadi tempat memanggang daging lolot. Secara keseluruhan mereka mendapat delapan ekor lolot. Biasanya yang pertama dipanggang oleh pemburu adalah dua paha belakang. Bonus imong untuk lolot jantan. Imong adalah sebutan bagi kantung telur lolot jantan.

Menurut para tabib, imong memiliki khasiat yang bisa memperkaya darah dengan energi asmara.

Pangeran Bebalon berkumpul bersama Azhmar, Monek dan Zonk. Para pemburu berseragam berkelompok sendiri sebagai satu komunitas. Adapun Purwasaga dan Lintha memisahkan diri dalam suasana romantis di atas sebongkah batu besar yang bagian atasnya datar.

Purwasaga berbaring di batu dengan berbantalkan paha besar Lintha yang duduk sambil membelai-belai rambut kepala suaminya itu. Kondisi mereka agak gelap-gelapan karena cukup jauh dari jangkauan cahaya api yang lima.

Dalam posisi romantis tersebut, keduanya berbincang-bincang membahas berbagai topik, terutama perkara pelanggaran yang telah Purwasaga lakukan. Itu topik serius pertama yang mereka bahas.

“Penampilan luar bukit-bukit di Bukit Seratus Lubang memang selalu berubah, termasuk Bukit Telur Lolot, Suamiku. Meski masuk ke dalam Bukit Telur Lolot tidak mengancam nyawa, tetapi kau tetap harus hati-hati. Aku belum pernah masuk ke sana karena aku tidak pernah melanggar dalam berburu. Namun menurut pemburu yang pernah dihukum, telur-telur lolot dilindungi oleh semut seramah-ramah,” tutur Lintha.

“Semut apa itu?” tanya Purwasaga cepat.

“Aku juga hanya pernah mendengar, belum pernah melihat atau tahu seberbahaya apa semut itu. Yang pasti semut itu tidak akan membunuhmu, Suamiku,” kata Lintha.

“Jadi, besok aku harus mencari sendiri?” tanya Purwasaga lagi, padahal sebelumnya ia sudah diberi tahu.

“Iya. Oh ya, Suamiku. Jangan sampai kau mengambil telur lolot yang berwarna emas. Sebab telur itu terhubung dengan Pasukan Penghancur Samudera,” kata Lintha dengan nada lebih serius.

“Apa itu? Aku tidak mengerti,” tanya Purwasaga. Juga bernada lebih serius.

“Suamiku, kau ingat waktu kau dikejar oleh Azhmar dan Monek karena menuju ke daerah terlarang?”

“Iya.”

“Daerah itu terlarang karena di sana ada Makam Pasukan Penghancur Samudera. Saat ini mereka semua mati….”

“Maksudmu pasukan itu bisa dibangkitkan kembali?” tanya Purwasaga cepat, sampai dia bangun duduk dari berbaringnya.

“Benar. Siapa pun yang bisa membuka segel kematian Pasukan Penghancur Samudera, maka dia akan menguasai dan mengendalikan pasukan terhebat di Negeri Elindra. Namun, ini bukan rahasia. Mungkin semua penghuni Negeri Elindra tahu tentang perkara itu. Hal rahasia yang ingin aku beri tahu kepadamu, bahkan Istana pun tidak tahu. Ini rahasia di antara para pemburu kalangan tertentu saja,” kata Lintha.

“Apa itu, apa itu?” Purwasaga begitu antusias.

“Di antara banyaknya telur lolot, ada satu telur yang tidak boleh diambil karena itu akan membuka pengaman segel Makam Pasukan Penghancur. Jadi, Makam Pasukan Penghancu Samudera memiliki segel. Segel itu dilindungi oleh tiga lapis pengaman. Pengaman pertama akan hilang jika telur warna emas itu dipindahkan dari tempatnya berada selama ini. Diambil di sini, yang hilang di Makam Pasukan Penghancur,” jelas Lintha.

“Hanya itu?” tanya Purwasaga lagi.

“Iya.”

“Tapi … bukankah jika mengambil telur emas berarti mengganggu Makam Pasukan Penghancur? Jelas itu pelanggaran,” kata Purwasaga.

“Benar, tetapi kata Azhmar, itu tidak akan terasa oleh Penjaga Makam Terlarang,” jawab Lintha.

“Jika dengan mengambil telur emas lolot akan membuka lapis pertama pengaman segel Makam Pasukan Penghancur, lalu dengan cara apa untuk membuka pengaman segel yang kedua dan ketiga?” Purwasaga semakin penasaran.

“Aku tidak tahu, tetapi Azhmar dan Pangeran tahu,” jawab Lintha.

“Azhmar adalah pemimpin pemberontak dan kau panglimanya. Jika Azhmar tahu, kenapa dia tidak mencoba membangunkan Pasukan Penghancur Samudera?” Purwasaga tidak mau berhenti bertanya.

“Karena itulah kami ditangkap. Ada percobaan yang salah. Jika seandainya Azhmar mencoba lagi, pasti berhasil. Namun, pengampunan yang diberikan oleh Baginda Raja bersamaan dengan ancaman pemusnahan seluruh keluarga besar sampai tujuh sebaran darah. Jadi, meskipun Azhmar kembali mencoba memberontak dan berhasil, seluruh anggota keluarga besarnya pasti akan lebih dulu dibantai oleh Istana sebelum Azhmar berkuasa,” jelas Lintha.

“Oooh seperti itu,” ucap Purwasaga sambil manggut-manggut.

Setelahnya, topik pembicaraan beralih ke yang lain setelah Purwasaga sempat terdiam berpikir agak lama.

“Tapi kalian akan menungguku?” tanya Purwasaga kepada Pangeran Bebalon, Azhmar, Lintha, Monek dan Zonk saat dia bersiap masuk kembali ke Bukit Seratus Lubang keesokan paginya.

“Tentu. Persediaan daging lolot masih terlalu banyak buat kami menunggumu keluar membawa tiga telur lolot,” jawab Pangeran Bebalon seraya tersenyum di saat Lintha juga tersenyum lebar dan Azhmar tetap berwajah dingin.

“Baik, akan aku selesaikan hukumanku!” pekik Purwasaga penuh semangat dan kepercayaan diri.

“Semangat, Suamiku!” teriak Lintha bergaya seperti wanita negara sebelah.

“Heah heah heah!” teriak Purwasaga menggebah kudanya dengan semangat nan tinggi.

Seorang diri, berdua dengan sang kuda, Purwasaga pergi meninggalkan rombongan. Rombongan agak lama berdiri memandang kepergian Purwasaga yang sedang meninggikan jiwa kependekarannya demi menjaga maruahnya sebagai pendekar manusia.

Akhirnya, Purwasaga dan kudanya hilang di ujung jalan yang berbelok.

“Persiapkan semuanya, kita pulang!” teriak Pangeran Bebalon. Perintah itu jelas bertentangan dengan perkataan sang pangeran barusan kepada Purwasaga.

“Baik!” jawab para pemburu berseragam kompak.

Setelah itu, para pemburu berseragam segera bergerak untuk mempersiapkan kepulangan mereka dari tempat itu.

Perintah Pangeran Bebalon yang jelas-jelas akan meninggalkan Purwasaga sendirian di Bukit Seratus Lubang tidak mendapat reaksi dari Lintha, yang selalu tampak membela dan menyayangi suaminya.

“Kau sudah menceritakan kepadanya, Lintha?” tanya Azhmar sambil berbalik bersama Lintha dan berjalan bersama.

“Sudah. Aku yakin suamiku akan berhasil melaksanakan hukumannya,” jawab Lintha seraya tersenyum yang tidak diikuti oleh senyuman Azhmar.

“Rencana kita harus terjaga tetap rahasia,” kata Azhmar di saat tidak ada orang lain di antara mereka berdua.

“Baik,” ucap Lintha sambil mengangguk sekali.

Azhmar dan Lintha pun pergi untuk mengambil kudanya, bersiap meninggalkan tempat itu. (RH)

1
rajes salam lubis
zonk udah kena suap,ciri khas warga +62
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
burung yang suka menggelitik sampai ketawa Kik Kik Kik 🤣🤣🤣😁😆
Om Rudi: burung apakah itu?
total 1 replies
ˢ⍣⃟ₛ🏡s⃝ᴿ 𝐚𝐧𝐭𝐢𝐞
wahhhh kendaraan yang di pakai cukur , pakai rem cakram om 🫢😃
Om Rudi: kayaknya 🤭
total 1 replies
rajes salam lubis
pinisirin
rajes salam lubis
alamak
rajes salam lubis
gak perlu di jelaskan la om,buang buang tenaga..bukan buang hajat y!
Om Rudi: 🤣🤣🤣 biar jumlah katanya cepat terpenuhi
total 1 replies
rajes salam lubis
terong ungunya y terang om
Om Rudi: heheheheh
total 1 replies
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
oseng kates wae om dr pada kol wes lah mboh om mumet aq enek rendang enek oon
hahhhh
Om Rudi: 🤣🤣🤣🤣sing sabar Mbak Ayu
total 1 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
gak handukan dulu om kan masih basah kuyup abis berenang 🤣🤣🤣😁
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎: widihhhh 🤣🤣
total 2 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
terong dicabein maknyuzzz 🤤😂😂
Om Rudi: jiahahahah
total 1 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
Selabak level berapa om 🤣🤣🤣😁
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎: pedes cukupan 😃😄
total 2 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
kalo pepatah negeri Konoha " walau bapak salah asal bahagia kita diam saja" 🤣🤣🤣😁😆🤪
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎: ok gas polll mpe jeboll 😂😂😂
total 2 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
nama singa jantannya siapa om 🤔🤔😆
Om Rudi: aduh, lupa Om kasih nama
total 1 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
Ozeng Bazo lebih enak om 🤣🤣🤣😁
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎: minta tolong istri suruh masakin 😉
total 2 replies
ˢ⍣⃟ₛ🏡s⃝ᴿ 𝐚𝐧𝐭𝐢𝐞
Azhmar itu bangsa Demit om
Om Rudi: Om juga belum tahu🤭🤭
total 1 replies
👣Sandaria🦋
hatiku gak sedalam itu lho Om. cukup dengan menyentuh dadaku, pasti Om dapatkan hatiku 🙄😘🤣
Om Rudi: hihihihi 🤭🤭
total 1 replies
👣Sandaria🦋
ingat, Om. yg oon nya gak boleh nular ke authornya itu kan?😂
Om Rudi: kenapa?
total 1 replies
👣Sandaria🦋
asli ini pasangan kodok, Om🙄😂
Om Rudi: asli dong🤣🤣
total 1 replies
👣Sandaria🦋
anak didiknya Rajes Salam pasti🙄
👣Sandaria🦋
plus tali pengikat burungnya kemarin 🤣
Om Rudi: Om mah sudah lupa, Mak Imut mah ingat aja
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!