NovelToon NovelToon
Masa Berlaku Cintaku Sudah Habis

Masa Berlaku Cintaku Sudah Habis

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Selama sua tahun, Kiara menjalin hubungan dengan Vino, hubungan mereka berjalan dengan sangat baik, bahkan sampai bertunangan. Namun tiga bulan terakhir semua perhatian Vino beralih kepada wanita bernama Shela. Wanita yang katanya adalah keponakan Vino yang baru datang. Kiara meredam cemburu, menelan kekecewaan, dan terus percaya bahwa cinta bisa mengalahkan segalanya.

Namun, pengorbanan ada batasnya. Kebohongan yang terus dikemas rapi akhirnya terkuak saat Kiara menemukan fakta bahwa kedekatan Vino dan Sheila melampaui ikatan keluarga yang selama ini digembar-gemborkan. Di titik itulah Kiaramenyadari, dia bukan sekadar dikhianati, melainkan tak pernah benar-benar dijadikan yang utama.

Tanpa amarah yang meledak-ledak, Kiara memilih meletakkan kembali seluruh perasaannya. Dia mengembalikan semua kenangan dan melangkah pergi. Saat Vino akhirnya tersadar dan mencoba mengejar, Kiara hanya menyisakan satu kenyataan dingin. Masa berlaku cintanya telah habis, dan tidak ada kesempatan kedua

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kiara 9

Vino mengekor langkah Ayah Haidar menuju area teras depan. Setiap pijakan kakinya terasa seberat timbal. Di otaknya, berbagai skenario terburuk berkelit, mulai dari makian, ancaman pertunangan yang dibatalkan, hingga pintu rumah ini yang dikunci rapat untuknya selamanya.

"Duduk, Vin," ujar Ayah Haidar santai seraya menunjuk kursi kayu jati di teras.

Pria paruh baya itu sendiri mengambil tempat duduk di seberangnya, menuangkan teh hangat dari poci yang baru saja diantarkan Ibu Anisa. Vino tak berani langsung duduk. Dia membungkuk dalam-dalam, menundukkan kepala sejajar dengan meja.

"Om... Vino minta maaf. Vino benar-benar minta maaf atas semua kekacauan semalam dan beberapa bulan terakhir ini. Vino salah, Om."

Ayah Haidar diam sejenak. Dia menyesap tehnya perlahan, membiarkan aroma melati memenuhi udara pagi di antara mereka. Tatapan matanya yang teduh kini memancar penuh wibawa seorang ayah yang menyayangi putri tunggalnya. Kiara memang tak pernah bercerita tentang masalah apapun yang terjadi antara dirinya dan Vino. Namun sebagai seorang ayah, dia bisa tahu dengan perubahan yang terjadi kepada anak perempuannya tanpa dia mengatakannya.

Namun yang pasti sebagai orang tua, dia hanya ingin yang terbaik untuk anaknya sebelum semuanya terlanjur terjadi dan anaknya semakin terpuruk dalam rasa sakita yang bahkan nantinya hanya akan dia saja yang merasakannya. Dan dia tak mau membuat anaknya tersiksa seperti itu. Dia tak akan pernah rela melihat putri kesayangannya di nikahi dan hanya untuk di sakiti mentalnya.

"Duduk dulu, Vino. Om tidak minta kamu berdiri," ucap Ayah Haidar tenang, namun tak terbantahkan.

Vino akhirnya duduk di ujung kursi, punggungnya tegap namun tegang.

"Semalam, waktu Kiara pulang dari rumah sakit dan terus-terusan merancau dalam demamnya, Om sama Tante ada di sampingnya," Ayah Haidar memulai pembicaraan dengan nada datar.

"Kamu tahu apa yang buat Om paling sakit hati?"

Vino menggeleng pelan, tak berani menatap mata calon mertuanya.

"Bukan fakta kalau anak Om pingsan karena kelelahan dan stres. Tapi fakta kalau dalam sakitnya, ternyata Kiara kecewa padamu," lanjut Ayah Haidar.

"Dia cuma menangis pelan dan bilang, 'Maafkan Kiara ya Yah, Kiara belum bisa jadi anak yang membanggakan.' Anak Om merasa dialah yang gagal, padahal dia yang dihancurkan. Om tak tahu apa yang terjadi antara kalian berdua, namun satu yang pasti, om tak akan membiarkan satu-satunya permata Om semakin tersiksa..."

Kata-kata itu menghantam dada Vino seperti godam. Rasa bersalah yang teramat sangat menyesakkan dadanya hingga dia sulit bernapas.

"Vino tahu dengan jelas kalau Om dan Tante sangat menyayangi dan juga percaya padamu. Keluarga kita sudah seperti keluarga sendiri. Tapi Kiara... Kiara itu napasnya Om," Ayah Haidar mencondongkan badannya ke depan.

"Dia anak yang jarang sekali mengeluh. Kalau dia sampai memasang benteng sedingin itu sama kamu pagi ini, artinya rasa sakit yang kamu beri sudah melewati batas toleransinya."

"Om..." suara Vino tercekat, matanya kian membasah.

"Tolong berikan Vino kesempatan, Om. Vino mohon. Vino sudah selesaikan semuanya sama Shela, sepupu Vino. Vino sadar Vino salah besar. Tolong jangan batalkan rencana pernikahan kami. Vino sangat mencintai Kiara..."

Ayah Haidar menghela napas panjang. Dia menatap calon menajunya itu dengan tatapan campuran antara kecewa dan keprihatinan.

"Om tidak akan membatalkan pernikahan kalian hari ini, Vin," kata Ayah Haidar.

Secercah harapan mendadak muncul di mata Vino, namun ucapan Ayah Haidar berikutnya langsung membekukan harapan itu.

"Tapi, Om juga tidak akan membiarkan acara fitting kebaya dua minggu lagi berjalan seolah tidak terjadi apa-apa," lanjut Ayah Haidar tegas.

"Pernikahan itu bukan cuma soal restu Om, atau seberapa sukanya keluargamu pada Kiara. Pernikahan itu soal kesiapan dua orang untuk saling menjaga. Dan saat ini, Kiara belum siap untuk memercayakan hidupnya lagi padamu. Apalagi setelah semua yang kamu lakukan padanya!"

"Maksud Om... dijadwalkan ulang?" bisik Vino panik.

"Semua persiapan kita tahan dulu," pungkasi Ayah Haidar.

"Om tidak membatalkan, tapi Om menunda. Om berikan kamu waktu untuk menyembuhkan luka anak Om dan merebut kembali hatinya. Kalau dalam waktu yang ditentukan kamu gagal membuat Kiara percaya lagi, Om sendiri yang akan minta Mamamu untuk menarik seluruh lamaran kalian. Om juga sudah membicarakan hal ini dengan ayahmu semalam,"

Vino mengepalkan tangannya di atas paha. Penundaan ini adalah peringatan terakhir, sebuah kartu kuning tebal sebelum pintu masa depannya bersama Kiara benar-benar tertutup rapat. Tapi di sisi lain, ini adalah satu-satunya celah yang tersisa untuknya.

"Baik, Om," jawab Vino mantap, meski suaranya bergetar.

"Vino terima keputusan Om. Vino bakal buktiin kalau Vino layak buat Kiara. Vino bakal rebut hati Kiara kembali, berapa lama pun waktunya."

Ayah Haidar mengangguk pelan. "

Sekarang kamu boleh pulang. Biarkan Kiara istirahat dulu hari ini. Jangan paksa dia untuk bicara kalau dia belum mau. Apalagi kedatangan kamu di sini saat ini, malah akan membuat dia semakin terbebani,"

Saat Vino berjalan menuju mobilnya, dia sempat menoleh ke atas. Di balik jendela kamar lantai dua, gorden krem itu tersingkap sedikit. Vino tahu Kiara ada di balik gorden itu, memperhatikannya dari kejauhan.

Vino berdiri sebentar di samping mobilnya, menatap jendela itu. Tanpa peduli jika ada tetangga yang melihat, Vino menangkupkan kedua tangannya di depan dada, memberikan isyarat permohonan maaf dan keteguhan hati kepada sosok di balik jendela.

Di dalam kamar, Kiara memegang pinggiran gorden dengan jemari yang gemetar. Air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya menetes juga membasahi pipinya yang pucat. Ia melihat mobil Vino perlahan bergerak menjauhi pekarangan rumahnya.

Ada rasa lega karena pria itu pergi, namun ada bagian kecil di hatinya yang masih terasa hampa dan ngilu. Kala mengingat kebohongan Vino berulang kali padanya hanya demi sepupunya, benama Shela yang bahkan dia tahu dari Rania, kalau mereka tak memiliki hubungan darah sama sekali dengan mereka. Apakah setelah ini Vino akan benar-benar menepati janjinya? Ada sisi lain hati Kiara yang tak mau percaya lagi kepada pria yang sudah berbohong demi wanita lain. Karena pasti suatu hari akan terulang kembali.

Ponsel Kiara di atas ranjang berdering pendek. Sebuah notifikasi pesan masuk dari Vino:

"Ra, Mas pulang dulu ya. Sup dari Mama tolong dimakan, kasihan Mamaku sudah bangun dari subuh buat masak itu. Kamu tidak perlu balas pesan ini. Mas cuma mau bilang... Mas tidak akan pernah menyerah untuk kamu, Ra. Mas bakal tunggu sampai kamu siap buka pintu itu lagi. Mas sangat mencintai kamu..."

Kiara memeluk lututnya rapat-rapat, membiarkan tangisnya pecah tanpa suara di dalam kamar yang sunyi. Dia mencintai Vino, sangat mencintainya. Tapi ketakutan akan dikhianati dan dinomorduakan lagi kini merayap terlalu dalam di jiwanya.

Sementara itu di dalam mobil, Vino mengusap wajahnya yang basah. Dia menyalakan mesin, menetapkan satu tekad di dalam dadanya: Masa lalunya dengan 'status sepupu' palsu itu sudah berakhir. Sekarang, perjuangan terbesarnya baru saja dimulai, bukan lagi untuk mendapatkan restu orang tua, melainkan meluluhkan kembali hati wanita yang hampir saja dia hancurkan.

1
gaby
Selang seling dong thor banyak, jgn Kiara mlulu. Kan aq penasaran sm kehancuran Vino & shela. Gmn kabar Shela, bisa kluar dr RS ga?? Dah 3bab dr kmrn isinya Kiara mlulu, krg greget jadinya
falea sezi
🤣🤣Vino cocok ma sella playing victim cwek menye menye kn yg di butuhkan Vino laki kayak prett
Masha 235
mkanya vino bisa kejebak ma Shela, vino emang butuh cwek kyak Shela, ya apa2 ngadu,ngeluh,curhat ini itu,selalu brgantung pmberian&kasihan org, biar si vino mrasa superior,mrasa dibutuhkan, beda dgn Kiara yg apa2 bisa sndiri,mandiri,jarang ngeluh..
Fri5
ini sebenarnya Kiara ada di JKT / mo ke JKT ya?
Ambu Rinddiany Thea
semoga atasannya baik ya kiara yg bisa melindungi kamu , da semoga temen temennya ga ada yg kaya siluman
sunaryati jarum
Selamat bekerja di kantor baru, sepertinya
atasan dan rekan kerja well come dengan kedatangan kamu, Kiara.Semoga kesuksesan kamu ada di sini dan menemukan jodoh yang setia.
sunaryati jarum
Kenapa marah pada Shela yang tidak tegas itu kamu sendiri, memang itu tujuan Shela memutuskan hubungan kamu dengan Kiara,lalu menjeratmu.Kamu saja yang tidak setia
nely_48
selamat bertugas d kantor jakarta kiara
lingkungan baru n suasana baru, org² baru
falea sezi
🤣🤣putus hubungan berarti elo, pcrn aya ma sella. 🤣🤣 alahh. munafik
Heni Setiyaningsih
👍👍👍👍👍 Rania pintar kamu
ryuka
jadikan lah ini pelajaran vino.. pelajaran yg sangat mahal
Ambu Rinddiany Thea
maakk oh emaaaak , ari s shela teh jelema apa siluman sih ko bebal amat ya mak ga bisa d bilangin baik2 emang stres gt ya orang nya , ambu ampe gemeretek sendiri nih mak kesel campur sari we lah 😩😩
Ambu Rinddiany Thea: oh pantesan ath , boro rek d bawa k gunung kawi, ah te jd ath 🤭😩
total 2 replies
Muft Smoker
betul Ra jgn mau d sentuh ,,
nanti km ketularan rabies ,,
Yam_zhie: astaga rabies 🤣🤣🤣
total 1 replies
mama
satu kata buat km vin,KAPOOOOKKKK..skrg mkn tu yg namanya kasihan sm shela🤣
Juvie Ja
pernyataanmu salah.kau putus tunangan dgn Kiara lebih dulu sblm memutus hbgn sma sheila hahaha rasain
Juvie Ja
mungkin kau ada rasa yg special trhdpnya sbb tau dia hati busuk apa dia ckp kau tetap telan bulat2..cinta buta
Siti M Akil
shela itu pemalas
Juvie Ja
Kiara pemilik jiwa,Sheila pemilik raga
nely_48
s dugong Shela msh menjual air mata sedih n seolah jd org tersakiti trs,, kop tah ambil s vino yg udh miskin
sunaryati jarum
Ayo Vino tolong Shela , bukankah kamu bangga dibutuhkan Shela , hingga bohong.Kalian sama- sama suka mengarang kebohongan.Untuk Kiara semoga kau segera sembuh dari luka yang ditorehkan Vino , sukses dalam pekerjaan serta mendapatkan jodoh yang menghargai pasangan
Siti M Akil: kn udh kere g bisa bayar rumah sakit 🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!