Kai Adrian atau kerap di sapa Gus Kai, seorang anak kiyai terkenal, Gus Kai adalah seorang dokter spesialis jantung.
Gus Kai terkenal dengan ketampanannya dan juga prestasinya di bidang akademi dan juga Dakwahnya melalui media sosial pribadi miliknya.
Kepribadinnya yang tenang dan tidak sukanya huru- hara, membuat dirinya harus mengiklaskan calon istrinya untuk sang Kakak.
Namun apakah Gus Kai bisa mencari kebahagiaannya sendiri? dan adakah perempuan yang mampu membuatnya jatuh Cinta? Nantikan kisah perjalanan cinta Gus Kai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12
Najma kini sedang bersiap untuk pergi ke kosnya yang lama untuk mengambil barang- barangnya, setelah kejadian tadi,Kai membangunkan Najma dengan air kini ,.Kai belum kembali terlihat.
Najma akhirnya memutuskan untuk menggunakan ojek online, Najma bersiap tidak memerlukan waktu lama untuk Najma bersiap, Najma memandang wajahnya yang kini terlihat sedikit bersih, tidak seperti sebelumnya yang dekil.
" Hehehe ternyata cantik juga perlu uang yaa..." gumam Najma.
Setelah siap dengan langkah ragu, Najma menlangkah keluar dari kamar suaminya, suasana rumah tampak sepi.
Najma mulai melangkah kakinya menuruni anak tangga, di anak tangga terakhir, Najma berpapasan dengan Balqis yang baru saja dari dapur.
" ehh Mbak Najma, mau kemana kok bawa tas?" tanya Balqis.
" Saya mau ke kos saya yang lama Ning, mau ambil baju sekalian pamit " jawab Najma yang masih cukup formal dengan adik iparnya.
" Lohh... mas kai lagi ngajar berkuda, Mbak Najma sama siapa?" Tanya Balqis kembali.
" Saya naik ojek online Ning, oh yaa umi dimana yaa Ning?".
" Mbak Najma, panggil Balqis aja, Mbak kan udah jadi Mbak ipar ku, nggak usah pakai Ning, sejujurnya aku juga kurang nyaman dengan panggilan itu" protes Balqis karena kaka iparnya yang masih terlalu formal.
" hehehe maaf ni- ehh dek, Mbak masih terlalu sungkan" jawab Najma.
" enggak perlu sungkan Mbak, mbak Najma lan udah bagian dari kita" sahut Balqis.
" Iya dek... makasih ya... oh ya... umi dimana yaa?".
" ohhh umi di depan Mbak, lagi ngeteh sama ngaji kitab, Mbak Najma sendiri, mau aku temenin gak?" tawar Balqis yang juga ingin keluar,karena ia cukup bosan.
"Emang gapapa dek? kamu enggak capek?" tanya Najma.
" Gapapa, kalau sama Mbak mah" jawab Balqis.
" Ya sudah yuk... nanti keburu malam dek".
" Sebentar Mbak, aku ambil tas sama ponsel dulu" jawab Balqis kemudian lari menaiki tangga.
Tidak sampai lima menit Balqis sudah kembali turun,kini ia sudah menggunakan tas selmpang dan juga menentang sepatu miliknya.
" lohh kok bawa sepatu dek? Mbak cuma mau ke kos doang, sepatu putih lagi, nanti kotor loh , kos Mbak masuk gang" ujar Najma melihat adik iparnya yang membawa sepatu putih yang Najma tau sepatu itu berharga lumayan mahal, karena ia juga mengidamkan sepatu tersebut.
" Udah gapapa Mbak, nanti sekalian jalan- jalan kita Mbak, sebelum besok aku masuk lagi " jawab Balqis.
"Ya sudah yukkk....." sahut Najma.
Balqis kemudian menggadeng tangan kakak iparnya, Balqis terlihat senang, seperti mendapatkan teman baru.
" ehh cantik- cantik pada mau kemana ?" tanya Abi Ibrahim ketika Abi Ibrahim baru saja masuk ke dalam ndalem, bertepatan Najma dan Balqis berjalan menuju ruang tamu.
Umi Siti yang tadinya membaca kitab, perhatiannya teralih pada putri bungsunya dan menantunya, "wahh kompak banget pada mau kemana?" tanya Umi Siti.
Najma yang sedikit sungkan memberanikan dirinya untuk meminta izin "ini umi, Najma mau minta izin, ambil barang- batang Najma di kos lama Najma, sama dek Balqis" izin Najma.
" Oalah iyaa ndukk.... naik apa kalian ?" tanya Umi Siti.
"Tadi sih... kata Mbak Najma ,mau naik taxi online umi" jawab Balqis yang penuh semangat.
" ceria banget sekarang, mentang- mentang ada teman keluar, ohh yaa kamu udah izin suami mu nduk?" sahut kiyia Ibrahim.
" Sampun Abi, tadi Najma sudah izin Mas Kai" jawab Najma.
" Iyaa dong Abi... soalnya selama ini kalau keluar kalau enggak sama Mas Kai atau mas Ilham enggak asik" sahut Balqis.
" Ya sudah, keburu malam,.kalau ada apa - apa kabarin Abi dan umi Atau Kai yaa.." ujar Umi Siti.
" Kalai begitu kami Pamit dulu umi,.abi" pamit Najma kemudian mencium tangan umi Siti dan Abi Ibrahim,di ikuti dengan Balqis yang mencium tangan umi dan abinya.
" Iyaa... hati- hati" sahut Abi Ibrahim dan umi Siti berbarengan.
" Iya Assalamualaikum " Salam Najma dan Balqis.
" Waalaikumsalam " .
Najma dan Balqis mulai melangkah keluar dari area ndalem, Abi Ibrahim dan umi Siti tersenyum melihat keakraban anaknya dan menantunya, mereka hanya bisa berdua jika rumah tangga putranya akan baik- baik saja, walau mereka masih dalam fase saling mengenal satu sama lain.
Sedangkan di lain tempat, Kai sedang mendampingi santri putri sighor atau santri putri yang masih ada di jenjang mts untuk ekstra berkuda di lapangan kuda tepat di depan gebrang pesantren.
Kai bersama dengan Ustad imronn dan juga Ustad Farhan,sedangkan ustadzah yang mendampingi ada Aiza dan juga Ustadzah Fatimah.
" US, sampean dari tadi ngeliatin ke Gus Kai terus, suka yaa US? inget US Gus Kai sudah menikah dan sampean juga akan menikah dengan kakaknya" bisik Ustazah Fatimah yang sedari tadi memperhatikan Aiza yang padangmya tidak lepas dari Gus Kai.
" apasih uss.....enggak orang dari tadi saya liatin santri- santri " jawab Aiza.
" ehhh us Aiza, sampeankan tadi di ndalem, sampean udah liat istrinya Gus kai? cantik gak us?" tanya Ustazah Fatimah.
" Sudah, saya enggak begitu liat jelas, soalnya jaraknya cukup Jauh, saya di ruang tamu, beliau hanya berdiri sebentar dan menundukan kepalanya di ambang pintu" jawab Aiza.
Ustazah Fatimah kemudian melihat ke arah gerbang pesantren, dimana Najma dan Balqis sedang berdiri di depan gerbang pesantren menunggu taxi online yang mereka pesan.
" ehhh itu bukan sih us, yang lagi sama Ning balqis, tapi kok kayak masih di bawah umur yaa us" ujar Ustazah Fatima sambil menunjuk ke arah Najma dan Balqis.
" Huss jangan tunjuk- tunjuk enggak sopan " tegur Aiza.
" ehh iya maaf us" sahut Ustazah Fatimah.
Sedangkan Kai yang belum menyadari keberadaan sang istri, ia masih fokus mengawasi para santriwati- santriwati.
Hingga Ustad imron melihat ke arah gerbang pesantren "wahhh cantik banget, yang lagi sama Ning Balqis, itu siapa Gus? kerabat kah? sudah punya jodoh belum Gus? saya mau daftar boleh?" deretan bertanyaan dari Ustad imron yang membuat fokus Kai beralih ke gerbang pesantren.
" Jangan pandang Ustad, dia istri saya " jawab Kai dengan ketus, kai yang biasanya ramah, kini lebih sering menampilkan wajah ketusnya .
" ehhh maap Gus, saya enggak tau, tapi kayak masih muda Gus, kayak masih Smp, saya pikir kerabat jenengan ( kamu) " jawab Ustad imron .
"Dia bukan anak smp, kalau pun anak smp enggak bakal saya nikahi" jawab Kai yang kemudian memberikan tali kuda tersebut kepada Ustad Farhan.
Kai ingin menghampiri Najma dan juga Balqis, yang pergi tanpa pamit, lebih tepatnya Kai yang lupa jika harus mengantarkan Najma untuk ke kos nya.
Namun saat ingin menghampiri merek, taxi online pesanan mereka sudah datang dan Kai tidak sempat menghampiri istrinya dan juga adiknya.
" Mau kemana mereka ? kenapa enggak pamit?" tanya Kai dalam hatinya.
jgn bilang bakal ada poli poligamian ya Thor aku paling GK bisa kalo tntg poligami bawaannya emosi apalagi aiza udh Namba juteknya 🙄
si Gus kyknya otw bucin deh 🤭