NovelToon NovelToon
ISTRI YANG DIRAHASIAKAN

ISTRI YANG DIRAHASIAKAN

Status: tamat
Genre:CEO / Romansa / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lusica Jung

Demi melindungi cintanya, dia harus membuat sebuah keputusan yang sulit untuk di mengerti orang lain. Menyembunyikan pernikahannya dan tinggal terpisah dari istrinya sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan.

Tidak ada yang mengetahui tentang pernikahan itu selain dirinya, si gadis dan asisten pribadinya. Sangat tidak masuk akal memang, namun semua itu Kevin lakukan semata-mata hanya demi melindungi gadis tercintanya tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusica Jung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26

Selamat membaca riders. Jangan lupa tinggalkan likenya ❤ koment, rate ☆ dan bantu vote ya. Karna satu like dan koment kalian sangat berarti untuk Author 🙏🙏🙏🙏. Dan terimakasih banyak untuk semua riders setia yang selalu hadir dan memberikan dukungannya. Maaf jika terkadang Wulan suka telat mampir balik ke novel kalian, sekali lagi maaf 🙏🙏🙏 dan terima kasih. Yuk sesama Author, kita saling memberikan dukungan 😊😊😊

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

"Kevin!" Jessica memekik kencang dan segera menghampiri Kevin yang terlihat kesakitan karna luka pada pelipisnya yang terus mengeluarkan darah.

Jessica menjadi sangat panik dan cemas melihat banyaknya darah yang keluar dari pelipis kiri Kevin. Raut wajahnya menunjukkan jika dia benar-benar kesakitan. "

"Yakk! Sampai kapan kalian berdua akan diam di sana seperti orang bodoh? Cepat ambilkan air dan kotak P3K," perinta Jessica pada Tao dan Lay.

"I-iya, Nunna, sebentar."

Kemudian Tao dan Lay datang dengan kotak P3K dan mangkuk kecil berisi air hangat. Jessica mencelupkan sapu tangan yang Lay berikan padanya ke dalam air lalu memerasnya. Dengan perlahan dan hati-hati, Jessica mulai membersihkan darah pada wajah Kevin dan di sekitar lukanya.

Sesekali Jessica meniup luka itu supaya rasa sakitnya bisa sedikit reda. "Dulu saat masih ada ,eomma, sering melakukannya ketika aku terluka karna terjatuh. Eomma, selalu meniup lukanya dan mengatakan jika luka itu akan langsung sembuh setelah dia meniupnya."

"Dan kau mempercayainya?"

"Ya, karna luka itu benar-benar membaik setelah eomma meniupnya. Eomma seperti memiliki mantra di setiap katanya," ujar Jessica dengan suara parau. Tatapannya berubah sendu dan Kevin melihat kesedihan dari sorot matanya.

"Sebaiknya tidak usah membahas sesuatu yang membuatmu sedih, aku paling tidak suka melihat wajah sedihmu itu," ucap Kevin seraya mengusap satu tetes air mata yang mengalir dari pelupuk mata Jessica.

"Maaf, mungkin karna aku terlalu merindukan mereka."

"Aku mengerti, bisa kau lanjutkan sekarang?" Jessica mengangguk.

Setelah sepuluh menit , luka di pelipis kiri Kevin telah di bersihkan dan di obati. Sebuah perban selebar tiga jari orang dewasa yang menyatu dengan plaster menempel dengan kuat di sana. Kemudian Jessica beranjak dari dan meninggalkan Kevin begitu saja.

Tao dengan refleks melompat ke pelukan Lay saat melihat tatapan Kevin yang terlihat seperti seekor Singa kelaparan yang siap untuk menerkam mangsanya. Kevin tau jika bukan karna Tao yang selalu mengganggunya, tidak mungkin Jessica sampai marah dan melempar vas tersebut.

"Kau, malam ini akan tidur di kamar mandi." Sontak kedua mata Tao membelalak saking terkejutnya.

"APA? KAMAR MANDI? HUAA, BOSS, KAU JAHAT SEKALI PADAKU. HUAA, KAU JAHAT, AKU TIDAK MAU MATI KEDINGINAN DI SANA," tangis Tao pun pecah seketika. Tao menangis sejadi-jadinya, bukannya merasa prihatin, Lay malah tertawa dan menyukurinya.

"Kau juga, Lay. Malam ini kalian berdua akan tidur di sana." Kemudian Kevin beranjak dari duduknya dan pergi begitu saja. Dan seketika tawa Tao pun pecah sedangkan Lay langsung menangis dengan keras.

Jessica yang tidak ingin tertular keanehan dan kebobrokan mereka memutuskan untuk menyusul Kevin saja.

🌹

Decitan suara pintu terbuka membuat kedua mata Kevin yang semula tertutup kini terbuka. Salah satu tangannya dia ulurkan pada Jessica yang berjalan menghampirinya. Kevin merubah posisinya menjadi duduk dan menempatkan Jessica di atas pangkuannya.

Sudut bibirnya tertarik ke atas menciptakan senyum kecil di wajah tampannya. "Kau terlihat sangat lelah, sebaiknya kau tidur sebentar dan aku akan membangunkanmu saat makan malam."

"Tapi aku tidak mengantuk. Oya, kapan kita akan kembali ke Seoul? Aku tidak tega jika harus meninggalkan bibi sendirian terlalu lama."

"Kapan pun kau mau. Bahkan kita bisa kembali sekarang juga," ucap Kevin sambil memainkan helaian rambut panjang Jessica.

"Sebaiknya tidak. Kau dalam keadaan yang kurang sehat, kau terluka dan pasti kepalamu masih sangat pusing karna hantaman vas itu. Nanti saja setelah kau membaik."

"Baiklah, terserah kau saja." Ucap Kevin lalu mencium Jessica.

Jessica menutup kedua matanya saat merasakan tekanan pada tengkuknya. Kedua tangannya mengalung pada leher Kevin. Jessica benar-benar di buat tidak berdaya, tapi dia tidak bisa menolak apalagi menghindar. Jessica menerima ciuman itu dengan sangat terbuka.

Kevin mengakhirinya saat merasakan pukulan pelan pada dadanya. Jessica kehabisan nafas dan asupan oksigent dalam paru-parunya pun semakin menipis. Wajahnya tampak memerah seperti tomat matang. "Aku akan istirahat sebentar, bisakah kau tetap di sini?" pinta Kevin yang kemudian di balas anggukan oleh Jessica.

🌹

Semilir angin berhebus damai, langit malam begitu cerah dengan berhiaskan jutaan manik-manik langit yang terus memainkan sinarnya. Bulan bulat berpendar sempurna di atas sana, membagi sinar keemasannya yang hangat pada penduduk bumi yang tetap terjaga malam ini.

Suasana malam ini memang sangat bersahabat. Udara tidak terlalu dingin dan langit tampak cerah tanpa ada arakan awan hitam yang selalu menutupi keindahan malam.

Daun-daun kering yang berserakkan di tanah saling bergesekan menciptakan melodi yang menenangkan, daun-daun hijau pada pepohonan terus melambai seolah-olah tengah menciptakan sebuah tarian yang indah.

Di sebuah taman yang di tumbuhi ratusan mawar dan tulip tampak seorang dara jelita yang tengah berburu kunang-kunang. Sinar keemasannya yang terus berkerlap-kerlip membuatnya tertarik untuk segera mendapatkannya. Dengan menggunakan alat seadanya dan sebuah toples kecil sebagai wadah, dia mulai menangkap kunang-kunang itu. Tidak hanya sendiri, ada dua pria yang menemani.

"Tao, di sana. Cepat tangkap kunang-kunang itu," seru heboh wanita itu yang pastinya adalah Jessica.

"Sabarlah, Nunna-ya, apa kau tidak melihat betapa tersiksanya diriku sekarang. Aku lelah dan biarkan aku istirahat sebentar, dari tadi kau terus menyuruhku lari ke sana kemari dan itu sangatlah melelahkan."

Jessica mendengus berat. "Kau ini pria tapi kenapa kau malah lembek melebihi wanita, baru juga sebentar tapi sudah mengeluh, dasar Panda tidak berguna," cibir Jessica sambil menjulurkan lidahnya. "Lay, sekarang giliranmu. Ayo bantu aku menangkap kunang-kunang itu."

"Siap, Nunna."

Dan sementara itu. Masih di tempat yang sama tapi di lokasi berbeda. Terlihat Kevin yang tengah duduk di sebuah ruangan sambil menghadap sebuah laptop, lampu dalam ruangan itu telah di matikan sejak beberapa saat yang lalu. Jari-jarinya menari dengan sangat lincah pada keyboard laptopnya sambil sesekali tangannya berpindah pada mouse di sisi kanannya.

Iris matanya yang dingin menatap rentetan huruf berwarn merah yang memenuhi layar laptopnya. Sudut bibirnya tertarik ke atas menciptakan seringai dingin yang begitu mengerikan.

"Jerry Zhang, kita lihat saja, apa kau masih bisa begitu percaya diri setelah hadiah kecil yang aku kirimkan padamu malam ini," Kevin kembali menyeringai.

"Hahahahha! Lay , lihatlah mukamu itu. Hahaha,"

Kevin menoleh setelah mendengar tawa lepas wanitanya. Penasaran apa yang sedang dilakukan oleh Jessica dan kedua bodyquardnya. Kevin beranjak dari duduknya dan berjalan ke atas jendela kaca di samping tempat tidurnya.

Kevin tidak bisa menahan dirinya untuk tidak tersenyum ketika melihat dan mendengar tawa lepas Jessica di bawah sana. Hatinya menghangat setiap kali melihat senyum dan tawa di wajah cantiknya. Dan hanya senyum itu yang ingin Kevin lihat setiap waktu.

.

.

.

BERSAMBUNG.

1
Asyatun 1
lanjut
Gani Bambang
aku suka cerita nya
Asyatun 1
lanjut
Muliahati Ziliwu
Berarti orgtua ken tdk meninggal
Muliahati Ziliwu
Kevin garang tp istri tanpa pengawal dibiarkan dirmh hanya berdua dgn nenek yg ga bs berbuat apa"
Asyatun 1
lanjut
Radya Arynda
berantas kejahatan ...jangan kasih kesepatan orang jahat
Asyatun 1
lanjut
Radya Arynda
semangaat.....
Asyatun 1
lanjut
Yuli
ikut berbelasungkawa Sika 😭😭😭😭
Risa Kemala Sari
👍👍👍👌👌⚘️⚘️⚘️🌷🌷🌷🌹🌹🌹💐💐💐🌺🌺🌺🌟🌟🌟🌟🌟
Asyatun 1
lanjut
Asyatun 1
keren
Maizuki Bintang
bgs
Sarina So
autor serta teman teman semuanya mampir ya di karya perdana ku yg berjudul penyesalan sang suami Karya violetjos
Adelia ZahrotusShifa
terus semangat berkarya thoooor
Humaira Queenza Anastasia
Buat boss mafia yakusa sadar thor...jgan dia bisa mbunu kevin thoo...lindungi kevin thoor dari boss mafia yakusa...lnjut thoor 💪💪💪
Humaira Queenza Anastasia
semoga jesica hamil thoor...lebih seru klo hamil baby kmbar...lnjut thoor 💪💪😘😘♥️♥️
Humaira Queenza Anastasia
semoga setelah jesica cepat hamil thoor buatlah kevin dan jesica bhagia thor dikasih keturunan klo hamil secepaynya dàn hamil kmbar...lnjut thoor 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!