NovelToon NovelToon
Rajawali Sakti Dari Pesisir Selatan

Rajawali Sakti Dari Pesisir Selatan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Perperangan / Dikelilingi wanita cantik / Identitas Tersembunyi / Action / Epik Petualangan
Popularitas:13k
Nilai: 5
Nama Author: Ebez

Jenar Karana harus mengejar para pembunuh yang telah mencelakai guru nya, Resi Mpu Tagwas dan membawa lari Mustika Naga Api milik Padepokan Pesisir Selatan. Menurut Resi Mpu Tidu, di kotak kayu yang menjadi tempat Mustika Naga Api ini tersimpan mengenai rahasia tentang dirinya.



Berbekal sepasang pedang pemberian eyang gurunya Maharesi Siwanata yang disebut sebagai Pedang Taring Naga dan Pedang Awan Merah serta ilmu kanuragan yang tinggi, Jenar Karana memburu gerombolan pembunuh itu yang konon katanya berasal dari Kerajaan Pajajaran.



Berhasilkah Jenar Karana melakukan tugasnya untuk merebut kembali Mustika Naga Api yang juga menyimpan rahasia jati diri nya? Temukan jawabannya dalam kisah RAJAWALI SAKTI DARI PESISIR SELATAN, tetap di Noveltoon kesayangan kita semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebez, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gerombolan Bajing Ireng

Si Kundu gelagapan bangun sambil mengusap ilernya. Tendangan dari Limbu Jati cukup keras yang membuat bokongnya sakit.

"Hei siapa yang berani menendang ku?!", geram Si Kundu sambil mengusap bokongnya. Saat ia mengedarkan pandangan, matanya terpaku pada Limbu Jati yang sedang melotot.

" Aku! Kenapa memangnya?!! ", Si Kundu langsung pucat mendengar jawaban kakak seperguruan nya itu.

" Eh hehehehe ya ndak apa apa, Kakang. Hehehe ndak apa apa kok....

Memangnya ada apa Kakang? Kok semua kelihatan seperti mau bertarung begitu? ", kembali Si Kundu bertanya.

" Makanya jangan tidur terus!!

Ada gerombolan penjahat yang sedang menuju kemari. Katanya mereka adalah gerombolan kejam yang sering membunuh orang tak bersalah. Cepat bangun dan bersiap! "

Si Kundu langsung bangun dari tempat tidur nya. Buru-buru ia mencabut pedang nya dan tepat pada saat itu bunyi derap kaki kuda terdengar mendekati kediaman Ki Rama Mpu Linggih. Dari kegelapan malam, puluhan obor bermunculan berbarengan dengan suara ringkik kuda.

Di bawah penerangan obor, seorang lelaki paruh baya bertubuh gempal dengan kumis tebal dan jambang lebat mendekatkan kuda tunggangan nya ke halaman rumah Mpu Linggih. Bekas luka di sudut mulutnya menjadikan bibirnya sedikit miring. Dialah Lembana, pimpinan Gerombolan Bajing Ireng, kelompok pengacau tersohor di seantero wilayah Paguhan. Tak cuma kejam, konon kabarnya ia memiliki kesaktian yang tinggi.

"Kroco kroco tengik!!

Serahkan harta kalian. Jika tidak kampung ini akan aku musnahkan malam ini juga...!! ", teriak Lembana lantang.

" Buronan pemerintah seperti kalian, pantasnya mati saja!!! "

Setelah menggembor buas demikian, Bahula yang ingin sekali tampil sebagai pahlawan langsung menerjang maju ke hadapan Lembana. Bersenjatakan trisula, dia langsung menusukkan senjata itu ke arah sang pimpinan Gerombolan Bajing Ireng.

Shhuuuuuuuuutttttttt!!!!

Secepat mungkin, Lembana menjatuhkan diri dari atas pelana kuda tunggangan nya hingga serangan Bahula hanya menyambar udara kosong. Melihat Lembana lolos dari sergapan mautnya, Bahula langsung memburu nya dengan serangan andalannya.

Begitu pertarungan antara Lembana dan Bahula terjadi, para anggota Gerombolan Bajing Ireng lainnya langsung melompat turun dari kuda mereka masing-masing dan menyerbu ke arah orang-orang yang berkumpul di depan kediaman Mpu Linggih. Seketika tempat itu menjadi arena pertarungan antara dua pihak yang berseteru ini.

Si Kundu yang masih menyimpan perasaan kesal karena tendangan dari Limbu Jati, melampiaskan kemarahan nya dengan menghajar seorang anggota Gerombolan Bajing Ireng yang menjadi lawan nya. Meskipun gerakannya sedikit lamban karena perutnya yang buncit, tapi sebagai murid Padepokan Pesisir Selatan Si Kundu masih memiliki kemampuan beladiri yang lumayan tinggi.

Dhhiiiiieeeeeessssss...

Tubuh anggota Gerombolan Bajing Ireng yang menjadi lawan Si Kundu terpental usai kepalan besar Si Kundu menghajar ulu hati nya. Melihat lawan nya jatuh, Si Kundu mengejar dan langsung melayangkan tempelengan keras pada pipi kanan musuhnya.

Pllaaakkkkk pllaaakkkkk!!!

Aaaauuuuuuuggghhhh...!

Bibir lawan Si Kundu langsung pecah dan mengeluarkan darah setelah dua tamparan keras lelaki bertubuh gemuk itu menghantam wajahnya.

"Rasakan itu hah rasakan...

Gara-gara ulah mu dan kelompok sialan mu, tidur ku jadi terganggu. Kalian harus menerima akibatnya jika berani merusak perbuatan baik ku.. ", omel Si Kundu sambil terus memukuli wajah lawan nya.

Beberapa gigi lawan Si Kundu rontok dan wajahnya pun lebam. Dia pun roboh dengan keadaan setengah sekarat. Puas menghajar seorang anggota Gerombolan Bajing Ireng, Si Kundu melanjutkan nya dengan mengincar salah satu dari mereka dan kembali mengamuk seperti kerbau gila.

Sementara itu, Jenar Karana bersama dengan Limbu Jati, Wanapati dan Gelarsena terus melindungi Dyah Rangga dari bahaya yang mengancam. Rakryan Pu Tungu demi menjaga wajahnya, memberikan perintah untuk mereka berempat agar jangan pernah membiarkan Dyah Rangga sendirian. Sedangkan dia sendiri ikut serta dalam pertarungan meskipun masih di dekat tempat Dyah Rangga berada.

Whhuuuuuugggggg thhrriiiiiinnggg!!

Dhhaaaaasssss dhhaaaaasssss...

Ooooooouuuuuggggggggh!!!

Bahula jatuh terjengkang setelah dua tendangan keras sang pimpinan Gerombolan Bajing Ireng mendera dada nya. Seteguk darah segar muncrat keluar dari mulutnya. Melihat itu, Lembana menyeringai penuh kemenangan dan menatap nya dengan penuh ejekan.

"Cecunguk ampas!!

Cuma segini kemampuan mu, Bocah?!! Hari ini saat bertemu dengan Dewa Yamadipati, jangan lupa sebut nama ku sebagai orang yang mengantarkan mu ke neraka!!! "

Setelah bicara demikian, Lembana memutar pedang nya dan meloncat ke arah Bahula yang masih terkapar di tanah sambil memaki,

"Mampus kau, bangsat..!!! "

Bahula yang sudah pasrah sebentar lagi nyawanya akan melayang, memejamkan mata nya rapat-rapat. Saat yang genting itu tiba-tiba...

Thhrraaaaaaaaaaannnggggg!!!

Bunyi nyaring senjata tajam beradu terdengar di telinga Bahula. Murid Padepokan Genta Bumi dari Watak Kiniwang itu segera membuka sebelah mata nya dan melihat Jenar Karana sedang menangkis sabetan pedang milik Lembana.

Ya, sesaat sebelum tebasan pedang Lembana menebas batang leher Bahula, Jenar Karana melesat cepat seperti kilat sambil mencabut Pedang Taring Naga nya dan menangkis serangan pimpinan Gerombolan Bajing Ireng itu. Walhasil nyawa Bahula terselamatkan.

Lembana berusaha keras untuk menekan pedang nya yang kini tertahan oleh Pedang Taring Naga milik Jenar Karana. Tetapi usahanya sia-sia belaka.

Tanpa menunggu waktu lama, Jenar Karana melayangkan tendangan keras ke perut Lembana.

Dhhiiiiieeeeeessssss...

Ooouuuuuuggggghhhhh!!!

Lembana terhuyung-huyung mundur ke belakang dengan tangan kiri memegangi perutnya. Rasanya sakit bukan main seperti habis dihantam balok kayu besar. Belum sempat ia berhenti sempurna, Jenar Karana datang dengan tebasan pedang nya.

Shhrreeeeeeeeettttttt!!!

Tak punya tempat untuk melawan, Lembana langsung menjatuhkan diri untuk menyelamatkan nyawa. Kuatnya tenaga dalam yang disalurkan pada Pedang Taring Naga menciptakan garis panjang di tanah bekas tempat Lembana berdiri.

Sang pimpinan Gerombolan Bajing Ireng terkejut melihat ini.

'Bajingan ini lebih hebat dari cecunguk sebelumnya. Aku mesti harus berhati-hati', batin Lembana sambil menyalurkan tenaga dalam pada pedang nya.

Usai menjejak tanah dengan keras, Lembana menerjang maju ke arah Jenar Karana. Pertarungan antara mereka pun segera terjadi.

Shhrreeeeeeeeettttttt shhrreeeeeeeeettttttt!!

Thhrraaaaaaaaaaannnggggg thhrriiiiiinnggg...!

Keduanya mengerahkan ilmu berpedang nya. Saling serang dan bertahan, menjadikan pertarungan mereka sebagai perhatian utama semua orang yang ada di halaman rumah kediaman Mpu Linggih.

"Anak buah Rakryan Pu Tungu hebat sekali. Ia mampu bertarung seimbang melawan Lembana. Bahkan kelihatannya ia lebih unggul dalam kecepatan dan serangan mematikan", puji Rama Mpu Linggih yang kini berdiri di samping Rakryan Pu Tungu.

" I-itu hasil di-eh didikan ku, R-rama Seling.. ", jawab Rakryan Pu Tungu sambil tersenyum canggung. Mpu Linggih manggut-manggut mendengar jawaban Rakryan Pu Tungu.

'Anak buahnya sehebat ini, pasti pemimpinnya jauh lebih hebat lagi. Kali ini Wanua Seling pasti selamat dari para pengacau ini', batin Mpu Linggih gembira.

Thhrraaaaaaaaaaannnggggg!!

Jenar Karana dan Lembana saling adu kekuatan pada benturan senjata mereka. Tak ingin berlama-lama bertarung, tangan kiri Jenar Karana membentuk cakar. Lalu dengan cepat terayun ke arah leher musuh.

Shhrraaaaaaaakkkkkk...!

Sadar bahaya sedang mengancam, Lembana mundur ke belakang untuk menyelamatkan diri. Dia terlambat sekejap saja, cakar tangan kiri Jenar Karana berhasil mengoyak kulit dada nya.

Aaaaarrrrrrgggggghhhhh!!!

Darah segar mengucur keluar dari luka bekas cakaran tangan kiri Jenar Karana. Rasa perih pun langsung membuat Lembana melompat mundur menjauhkan diri dari jangkauan musuh.

Geram sudah Lembana dengan ini semua. Dia segera melemparkan pedang nya ke tanah. Kedua telapak tangannya menyatu di depan dan mulutnya komat-kamit merapal mantra. Cahaya biru bercampur kuning muncul di bahu lelaki paruh baya ini yang dengan cepat menjalar ke arah telapak tangan.

"Jenar, hati-hati! Bajingan ini merapal ilmu kesaktiannya!! ", teriak Wanapati lantang.

Jenar Karana mengangguk mengerti.

Pedang Taring Naga segera disarungkan dan kedua telapak tangannya menangkup di depan dada. Mulutnya pun komat-kamit membaca mantra. Dia ingin mengeluarkan ilmu kesaktian yang di dapat dari guru nya Maharesi Siwanata, Ajian Tapak Dewa Api.

Cahaya merah kekuningan menyebar dari dada, menjalar lewat kedua lengan dan berkumpul di telapak tangan yang tertangkap, membuat kedua telapak tangan Jenar Karana mengeluarkan cahaya merah kekuningan seperti nyala api yang berkobar-kobar.

Melihat lawannya sudah bersiap untuk menghadapi nya, Lembana mendesis keras sebelum melompat ke arah Jenar Karana sambil menghantamkan tapak tangan kanannya. Dan..

DHHUUUUUUAAAAAARRRRR!!!!

1
Idrus Salam
Kebaikan akan mendatangkan kebajikan dan ketulusan hati adalah kunci yang tak mudah ditundukkan.

lam
🗣️🏡s⃝ᴿ GueJoe🦅
Blondo wong jowo iki 🤭 klo Belanda negara di Eropa 😄
Mujib
/Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee/
Mujib
😅😅😅
Mujib
👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!