Di hari pernikahannya, Vaelora Morwene ditinggalkan Elvino Morrix tanpa penjelasan. Hancur, malu, dan dipermalukan, ia membuat keputusan nekat—menikah dengan Devon Ashakar, mantan kekasihnya… yang ternyata adalah abang angkat Elvino.
Namun Devon bukan lagi pria yang dulu. Sebuah kecelakaan membuatnya hidup dalam tubuh pria dewasa dengan jiwa anak kecil. Tanpa Vaelora sadari, pernikahan ini justru menyeretnya ke dalam keluarga penuh rahasia dan perjanjian gelap.
Apakah Vaelora akan menemukan cinta… atau justru neraka?
Bisakah Devon sembuh?
Dan rahasia apa yang sebenarnya disembunyikan keluarga Morrix?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila julia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26.Kakak ipar vs adik ipar
HAPPY READING!!!!
“Bukankah yang harus diragukan itu adalah keberadaanmu?” ucap Lora tajam.
“Pasalnya ibumu datang ke rumahku mengambil paksa ayahku dari pelukan ibuku dengan membawa perut besarnya.” lanjutnya.
Tatapan Lora semakin dingin.
“Yang menjajakan selangkangannya kepada ayahku itu ibumu. Jadi tahu posisi sedikit sebelum bicara.” tegas Lora.
Vely langsung memucat.
“Keluarga terhormat?” ulang Lora tiba-tiba.Sontak ia tertawa kecil penuh ejekan.
“Apa yang bisa dihormati dari seorang pelakor seperti ibumu? Dia tidak lebih dari wanita murahan sama sepertimu.” ucap Lora yang seketika langsung membuat Vely melayangkan tamparannya ke wajah Lora begitu cepat tanpa sempat di tangkis olehnya.
Par!
Bekas merah langsung terlihat di wajah Lora.
Namun Lora tidak tinggal diam.
Dengan gerakan yang jauh lebih cepat—
Par!
Par!
Dua tamparan keras sekaligus mendarat di wajah Vely.
Tubuh Vely terhuyung ke belakang.Ia hampir jatuh jika Vino tidak segera menahannya.
“Lora! Apa yang kamu perbuat pada adikmu? Kamu hampir saja membahayakan kandungannya!” bentak Vino marah.
Namun Lora hanya menatap mereka dengan dingin.
“Apa peduliku? Dia sama sekali bukan adikku.” ucap Lora tajam.
“Tunggu sampai aku membuktikannya. Aku yakin yang bukan darah daging ayahku itu adalah kamu.” lanjutnya sambil menunjuk Vely.
Vely menatapnya dengan penuh kebencian.
“Buktikan saja. Pada akhirnya yang anak haram itu adalah kamu.” balas Vely tajam.
Ucapan itu membuat mata Lora menyipit.
Namun keributan itu belum berakhir.
Di tengah kekacauan itu—
Sinta tiba-tiba menarik tangan Lora dengan kasar.
“Aku tidak peduli dengan masalah keluargamu.” ucap Sinta dingin.
“Sekarang cepat kamu meminta maaf kepada suamiku. Karena ulahmu aku hampir saja bertengkar dengan suamiku.” lanjutnya.
Lora langsung menatapnya dengan dingin.
“Minta maaf?” ulang Lora pelan.
“Siapa kamu sampai berani menyuruhku?” ucapnya.
“Ingat, yang berkuasa di sini adalah aku. Jika kalian terganggu dengan keberadaanku, kalian semua bisa pergi dari sini.” lanjut Lora.
Ia menunjuk ke arah pintu besar di ujung ruangan.
“Pintu keluar masih terbuka begitu lebar di sana.” ucapnya.
Lalu dengan kasar ia menghentakkan tangan Sinta.
Tubuh wanita itu langsung terhuyung.
Donni yang sejak tadi menahan amarahnya akhirnya tidak mampu lagi menahan diri.
Ia langsung melangkah maju.
Dengan kasar ia mendorong tubuh Lora hingga menabrak dinding.
Brak!
Tubuh Lora tersudut.
Satu tangan Donni langsung mencengkeram lehernya.
Menekannya ke dinding dengan keras.
“Sudah cukup dengan permainan kekuasaanmu, Lora.” ucap Donni dengan suara penuh amarah.
Matanya menyala penuh kebencian. “Kamu benar-benar tidak tahu dengan siapa kamu berhadapan sekarang.” lanjutnya, lengannya semakin menekan leher Lora dengan kuat.
Namun Lora justru tersenyum tipis meski napasnya mulai terasa berat. “Justru karena aku begitu tahu.” ucap Lora. Dalam satu gerakan cepat, ia mengangkat kakinya dan menendang keras selangkangan Donni. Tubuh pria itu langsung tersentak, cengkeramannya terlepas dari leher Lora. Tanpa memberi kesempatan, Lora menangkap tangan Donni yang masih berada di dekatnya, menariknya kuat lalu memelintirnya ke belakang hingga terdengar bunyi kretek yang mengerikan.
Donni mengerang keras saat sendinya terpaksa berputar di luar batasnya. Dengan satu dorongan kuat, Lora mendorong tubuh pria itu hingga tersungkur keras ke lantai.
“Aku bukan perempuan lemah yang takut dengan ancaman banci seperti kamu.” ucap Lora menatap dingin ke arah lantai tempat Donni terjatuh.
Sinta yang melihat suaminya tersungkur seketika berlari menghampirinya dengan panik, mencoba membantu pria itu bangkit. Lora hanya menatap mereka sekilas tanpa rasa bersalah, lalu berbalik pergi. Ia tidak ingin membuang waktunya untuk drama yang tidak penting. Tanpa berkata apa-apa lagi, Lora meninggalkan ruang makan itu untuk menyusul suami dan anak-anaknya sebelum kekacauan lain kembali terjadi.
Di belakangnya, suasana justru semakin memanas. Vely berlari menghampiri Sinta dan Donni yang masih kesakitan di lantai. “Kak Sinta, apa Kakak sudah menyusun rencana untuk menyingkirkan perempuan rendahan itu dari sini?” tanya Vely dengan nada kesal.
Sinta masih memegangi bahu Donni sambil membantu pria itu duduk. “Aku masih memikirkannya.” ucap Sinta, lalu ia menoleh ke arah Vino yang juga ikut membantu Donni berdiri. “Bagaimana denganmu, Vino? Apa kamu menemukan cara menyingkirkan Lora?”
Vino menggeleng pelan. “Aku belum menemukannya.” ucapnya dengan wajah muram.
Donni yang masih menahan sakit menggeram marah. “Perempuan itu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Lihat saja, dia sudah berani bersikap kasar kepadaku. Tidak perlu menyusun rencana apa pun, aku akan menyuruh orang-orangku untuk mencelakainya. Ia bersikap seperti ini karena dia merasa kita tidak bisa melakukan apa pun karena statusnya sebagai istri dari Devon.” ucap Donni berusaha bangkit dari lantai.
Namun begitu ia menggerakkan tangannya, rasa sakit yang luar biasa langsung menjalar hingga ke bahunya. “Aaaaaaggggghhh… akkhh!” teriaknya kesakitan.
Sinta langsung panik. “Kenapa, Mas?”
Donni menggertakkan giginya menahan rasa sakit. “Tanganku… sepertinya perempuan itu mematahkan tanganku.” ucap Donni dengan wajah pucat.
Ucapan itu membuat semua orang di ruangan itu langsung panik. Vino dan Sinta segera membopong tubuh Donni keluar dari ruang makan. Mereka membawanya dengan tergesa-gesa menuju mobil, lalu melarikannya ke rumah sakit sebelum keadaan pria itu semakin parah.
_____
Begitu Lora masuk ke dalam kamar, suara percikan air langsung terdengar dari arah kamar mandi. Di depan pintu kamar mandi, David berdiri dengan tenang, seolah sedang berjaga sambil memantau keadaan di dalam. Dari balik pintu yang sedikit terbuka, terdengar suara tawa riang bercampur dengan gemericik air.
Devon dan dua bocah kecil itu sedang bermain air di dalam sana.
Lora segera bergegas ingin melihat apa yang terjadi, namun langkahnya terhenti begitu ia sampai di ambang pintu. Ia terdiam, menyaksikan pemandangan di hadapannya.
Devon sedang memandikan kedua anak kembar itu dengan tawa yang begitu lepas. Tangannya dengan sabar mengguyurkan air ke kepala mereka, sesekali mengusap sabun di lengan kecil mereka sambil bercanda.
Sekilas…
pria itu tampak seperti pria normal.Tidak ada tanda-tanda bahwa ia memiliki cacat mental sedikit pun.
Ia benar-benar terlihat seperti seorang ayah yang sedang memandikan kedua anaknya dengan penuh kebahagiaan.
Tawa Gea dan Gian memenuhi ruangan, bercampur dengan suara tawa Devon yang menggema .
David yang berdiri di samping Lora memperhatikan pemandangan itu dengan tenang.
“Tuan Devon terlihat begitu senang saat bersama dua anak kembar ini. Lihat, saat bersama mereka, dia tidak merengek ataupun tantrum kepadamu untuk dimandikan. Dia begitu mandiri melakukan kebiasaan yang biasanya bersamamu sendiri.” ucap David pelan.
Tatapannya masih tertuju pada pemandangan di dalam kamar mandi.
“Jika dilihat sekilas, anak kembar ini terlihat seperti mirip dengannya. Melihat mereka seperti ini terlihat seperti seorang ayah dan anak-anaknya, bukankah begitu, Nona?” ucap David kemudian menoleh ke arah Lora yang seketika menegang terdiam membeku dengan ucapan kepala pelayan tersebut.
"Apakah terlihat begitu jelas?"batin Lora mengalihkan pandangannya ke arah Devon dan anak- anaknya.
.
.
.
💐💐💐Bersambung💐💐💐
Para parasit mulai bersatu ya kali ini ,Vely yang awalnya ngk di anggap sama Sinta sekarang malah mau bergerak jadi adik ipar kesayangan nih kayaknya.
Lanjut Next Bab ya guys😊
Lope lope jangan lupa ya❤❤
Terima kasih sudah membaca bab ini hingga akhir semua ya. jangan lupa tinggalkan jejak yaa, like👍🏿 komen😍 and subscribe ❤kalian sangat berarti untukku❤