NovelToon NovelToon
Pelakor Berkedok Sahabat

Pelakor Berkedok Sahabat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Gusmon

Nadya adalah definisi istri sempurna: cantik dengan wajah baby face yang menggemaskan, tubuh sintal yang terjaga, dan hati selembut sutra. Namun, kebaikannya yang tanpa batas justru menjadi bumerang. Demi membangkitkan butik eksklusifnya yang mulai lesu, Nadya mempekerjakan Stefani, seorang top affiliate e-commerce berusia 21 tahun yang sedang naik daun.


Stefani bukan sekadar rekan kerja biasa. Di balik wajah cantiknya yang sensual dan gaya bicaranya yang manja, ia adalah predator yang haus akan kemewahan. Saat pertama kali menginjakkan kaki di rumah mewah Nadya, target Stefani berubah. Ia tidak lagi menginginkan komisi penjualan, ia menginginkan seluruh hidup Nadya—termasuk suaminya, Erian.


Erian, seorang eksekutif muda yang gagah, selama ini memendam gairah besar yang tidak tersalurkan karena sifat Nadya yang terlalu pasif dan "terlalu baik" di ranjang. Celah inilah yang dimanfaatkan Stefani dengan sangat licik. Dengan kedok profesionalisme—sering menginap untuk alasan live.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gusmon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 : Kepulangan Erian

Suasana di ruang tamu mendadak berubah dingin saat Stefani melangkah mendekat dengan senyum manis yang dipaksakan. "Mas Erian, senang Mas sudah balik lagi ke rumah," sapanya dengan nada yang dibuat seceria mungkin.

Namun, Erian tidak seperti biasanya. Ia tidak membalas senyum itu, bahkan tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Ia hanya melirik Stefani sekilas dengan tatapan tajam dan dingin—sebuah tatapan yang membuat Stefani sedikit tersentak—lalu ia segera menggandeng tangan Nadya untuk masuk ke dalam kamar mereka.

Di dalam kamar yang tenang, Erian meletakkan tasnya dan duduk di tepi ranjang. Nadya mendekat, mencoba mencairkan suasana. "Kemarin Clarissa ke sini, Mas... dia cerita banyak. Intinya dia bilang kalau Mas itu tidak korupsi. Dia kelihatannya sangat peduli soal kasus ini," cerita Nadya sambil duduk di samping suaminya.

Erian hanya mengangguk-angguk pelan, berusaha bersikap sewajarnya agar Nadya tidak curiga kalau ia dan Clarissa baru saja menghabiskan malam yang panas di hotel. "Oh ya, Clarissa ke sini ya," jawab Erian singkat.

Nadya tersenyum tipis, matanya menerawang ke langit-langit kamar, seolah sedang memutar kembali kaset lama di ingatannya. "Mas... kamu ingat tidak perkenalan awal kita dulu?" tanya Nadya lembut.

"Iya, ingat," jawab Erian pendek.

"Kita kan dikenalin sama Clarissa, dulu waktu hiking ke gunung bareng teman-teman kampus," ungkap Nadya. "Waktu itu Clarissa yang paling semangat mengajak kita semua."

Erian menghela napas, bayangan udara pegunungan yang dingin dan hutan pinus mendadak muncul di kepalanya. "Iya aku ingat. Dulu waktu mendaki, kakimu kesleo dan aku gendong, terus..." Erian tiba-tiba menggantung kalimatnya. Ada rasa sesak yang muncul saat ia menyadari betapa rumitnya hubungan mereka bertiga sejak dulu.

"......terus Clarissa cemburu.... karena Mas gendong aku...." Nadya melanjutkan kalimat itu dengan nada pelan, hampir seperti bisikan. "Padahal waktu itu Clarissa adalah pacarmu, Mas. Aku merasa sangat bersalah saat itu melihat wajahnya yang berubah pucat dan marah."

Nadya menunduk, memainkan jemarinya. "Aku nggak pernah menyangka kalau pada akhirnya... justru aku yang menikah denganmu, sementara Clarissa pergi ke Eropa. Rasanya takdir benar-benar aneh, ya?"

Erian terdiam. Ia menatap istrinya yang berwajah baby face itu, lalu teringat pada Clarissa yang semalam memelas agar tidak ditinggalkan lagi. Di gunung itu, benih cinta antara Erian dan Nadya memang mulai tumbuh secara tidak sengaja, tepat di depan mata Clarissa yang saat itu berstatus sebagai pemilik hati Erian.

Kata-kata Nadya tentang masa lalu seolah menjadi cermin yang memantulkan bayangan dosa Erian semalam. Namun, melihat wajah Nadya yang begitu tulus dan polos, Erian berusaha keras menekan rasa bersalahnya dalam-dalam ke dasar hatinya. Ia harus menjaga perasaan wanita yang kini menjadi istrinya ini.

Erian menatap mata Nadya dengan dalam, lalu meraih kedua telapak tangan istrinya yang terasa mungil dan lembut. Ia menggenggam tangan Nadya dengan kedua tangannya, memberikan kehangatan yang seolah-olah ingin meyakinkan diri mereka berdua bahwa semuanya baik-baik saja.

"Nggak ada yang aneh, Nad. Kadang memang takdir itu menemukan jalannya dengan cara yang mungkin tidak atau belum kita pahami," ucap Erian dengan nada suara yang tenang dan berwibawa.

Ia tersenyum tipis, sebuah senyuman yang membawa ketenangan bagi Nadya. "Aku beruntung menjadi suamimu, Nad. Kamu istri yang sangat baik. Terima kasih sudah selalu percaya padaku, bahkan saat dunia kelihatannya sedang menyudutkanku."

Erian kemudian merundukkan kepalanya, mencium tangan lembut Nadya dengan penuh takzim. Ciuman itu terasa hangat dan lama, sebuah bentuk pelarian sekaligus permohonan maaf yang tidak bisa ia sampaikan lewat kata-kata.

Nadya tersipu, rona merah muncul di pipi baby face-nya. "Aku juga beruntung punya kamu, Mas. Aku cuma takut... aku takut kalau masalah di kantor kemarin bakal bikin kamu berubah."

"Aku nggak akan berubah, Nad. Masalah itu sudah selesai," bisik Erian menenangkan.

Namun, di balik pintu kamar yang tertutup, Stefani berdiri mematung. Ia tidak lagi menguping, melainkan hanya menatap pintu itu dengan sorot mata yang sulit diartikan. Ia tahu bahwa kebebasan Erian dari tuduhan audit hanyalah awal dari permainan baru yang sedang disiapkan oleh Marlon. Dan kehadiran Clarissa yang mulai ikut campur benar-benar merusak rencananya untuk perlahan menjauhkan Nadya dari Erian.

Kegelapan malam di dalam rumah itu terasa semakin mencekam bagi Stefani. Saat ia masih berdiri mematung di depan pintu kamar yang tertutup rapat, suara-suara yang keluar dari balik dinding itu mulai membakar telinganya.

Stefani mendengar desahan dan jeritan Nadya yang pecah, sebuah tanda bahwa wanita itu tengah tenggelam dalam lautan kenikmatan birahi bersama suaminya yang baru saja pulang. Erian, yang memang memiliki gairah besar dan stamina yang luar biasa, seolah melampiaskan seluruh rasa rindunya pada kehangatan tubuh istrinya yang cantik dan seksi. Bagi Erian, menyentuh Nadya adalah caranya untuk kembali "pulang" setelah kekacauan di hotel bersama Clarissa.

Setiap lenguhan manja dan jeritan kenikmatan Nadya yang terdengar sampai ke koridor membuat hati Stefani panas dan penuh kedengkian. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat, merasa muak melihat kebahagiaan pasangan itu sementara ia hanya bisa berdiri di kegelapan sebagai penonton yang terlupakan.

Dengan rasa dongkol yang memuncak, Stefani menjauh dari pintu kamar dan menuju area dapur yang sepi. Ia segera mengirimkan pesan singkat kepada Marlon untuk melaporkan situasi terbaru.

Stefani: "Erian sudah di rumah. Mereka sedang bercinta di kamar. Nadya sepertinya sudah luluh total. Clarissa benar-benar merusak momentum kita."

Tak lama kemudian, ponselnya bergetar. Sebuah balasan dari Marlon masuk dengan nada yang sangat dingin dan penuh kekecewaan.

Marlon: "Sial! Pantau terus mereka. Jangan sampai lepas. Aku harus memikirkan cara lain untuk menjatuhkan Erian."

Stefani yang merasa sudah bekerja keras menjadi mata-mata kemudian memberanikan diri menagih janji yang sempat dijanjikan Marlon sebelumnya.

Stefani: "Lalu bagaimana dengan mobil baruku, Marlon? Kamu sudah janji akan memberikanku hadiah kalau rencana ini berjalan."

Balasan Marlon kali ini terasa seperti tamparan keras bagi Stefani.

Marlon: "Lupakan soal mobil itu untuk sekarang! Pembelian mobil untukmu dipending dulu. Rencana korupsi kita gagal total gara-gara campur tangan tim IT Clarissa. Uang yang seharusnya masuk ke rekening cadangan sudah ditarik kembali oleh perusahaan. Aku sedang rugi besar!"

Stefani menggeram pelan, melempar ponselnya ke atas meja dapur. Ia merasa dikhianati oleh keadaan. Rencana korupsi yang seharusnya membuatnya kaya mendadak kini hancur lebur, dan ia tetap terjebak menjadi "asisten" yang harus mendengarkan suara kemesraan birahi majikannya setiap malam.

1
katty
up
Ovha Selvia
Nadya bodohnya minta ampun wkwkwkwkw
Lee Mba Young
Kbanyakan istri sah ki mesti baik nya kbanyakan bodoh mudah di tipu. masukin wanita lain ke rumah pdhl itu TDK bnar menurut agama.
ntar kl suami selingkuh dng wanita itu yg di Salah kan suaminya pdhl yg Salah jls istri sah yg mmbawa wanita lain tinggal di situ 🤣🤭.
mkne kl erian terjerat ma pelakor ya yg Salah istri sah lah. gk muasin suami plus malah bawa wanita lain seatap. 😄🤭
katty
lanjut
katty
/Shy/
katty
lanjut
Indi_Dedy77
nadya oon, suaminya CEO tp oon juga, jd ada lubang si ular bs masuk se enaknya. kan bs pake ancaman utk stefani biar keluar dr rumahnya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!