NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ratu Kiamat Ke Tahun 1960

Transmigrasi Ratu Kiamat Ke Tahun 1960

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: cloudia

bukan novel terjemahan!!
buku ini merupakan novel dengan tema tahun 1960 dengan protagonis pria yang mungkin akan terlambat. bagi yang suka wanita kuat yang tidak pernah lemah, silahkan coba membaca.

Sinopsis:
bagaimana jika seorang ratu kiamat penguasa dunia bertransmigrasi ke tahun 1960? dengan gelar ratu iblis yang selalu melekat di dirinya karena latihan kejam milik nya. bagaimana kehidupan dia selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloudia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ujian ketahanan

Seminggu telah berlalu sejak program pelatihan dimulai. Hari ini, lapangan markas militer dipenuhi anak-anak berseragam hijau yang sudah mulai terbiasa dengan rutinitas. Baris-berbaris, hormat, jatuh-bangun semua sudah mulai lancar. Kini tiba waktunya ujian ketahanan fisik.

"Hari ini kalian akan lari mengelilingi lapangan," instruktur Zhao mengumumkan dengan suara lantang. "Target minimal: 10 putaran. Yang bisa melampaui, nilai plus. Yang berhenti sebelum 5 putaran, latihan tambahan!"

Protes langsung terdengar dari beberapa anak.

"10 putaran? Itu terlalu banyak!"

"Aku sudah capek, Instruktur!"

Instruktur Zhao memasang wajah batu. "Keberatan? Tambah 5 putaran."

Semua langsung diam.

Di barisan belakang, Xiaogang menyengir ke arah Jinyu. "Lihat aja nanti, Si Rambut Aneh. Aku akan lari paling jauh. Ayahku bilang, anak perwira tinggi harus jadi yang terbaik."

Jinyu menatapnya datar, lalu mengalihkan pandangan ke langit. Bocah ini belum capek, ya?

su weimin yang berdiri di samping Jinyu mendengus. "Yuyu, jangan dengar dia. Dia tuh suka pamer. Kemarin aku lihat dia lari 3 putaran aja udah ngos-ngosan."

"Tidak apa-apa, Kakak Ketiga," Jinyu menjawab tenang. "Aku tidak peduli."

Peluit berbunyi. Anak-anak mulai berlari.

Putaran pertama: semua masih bersemangat. Xiaogang memacu diri di depan, sesekali menoleh ke belakang memastikan Jinyu di belakangnya. Jinyu? Berlari santai di tengah rombongan, napas teratur.

Putaran kedua: beberapa anak mulai tertinggal. Xiaogang masih di depan, tapi napasnya mulai berat.

Putaran ketiga: jarak mulai merenggang. Xiaogang masih pertama, tapi kecepatannya menurun drastis. Di belakangnya, Xiaoling hampir tersandung. Kakak Ketiga bertahan di posisi kelima.

Putaran keempat: Xiaogang berhenti. Ia berlutut, terengah-engah. "Cukup... cukup..." usianya 8 tahun, tubuhnya gemuk, 4 putaran sudah maksimal.

Instruktur Zhao mencatat. "Xiaogang, 4 putaran. Istirahat."

Xiaogang menunduk malu—ia yang tadi pamer, sekarang berhenti paling awal. Ia menoleh mencari Jinyu, berharap melihatnya juga berhenti.

Tapi Jinyu masih berlari.

Bahkan, Jinyu berlari dengan kecepatan konstan, seperti mesin. Putaran kelima, keenam, ketujuh—anak-anak berguguran satu per satu. Xiaoling berhenti di putaran keenam, Kakak Ketiga di putaran ketujuh dengan bangga meski terengah-engah. Kini hanya tersisa Jinyu dan dua anak laki-laki lebih besar—9 dan 10 tahun—yang masih bertahan.

Putaran kedelapan: dua anak itu mulai lambat.

Putaran kesembilan: satu anak menyerah.

Putaran kesepuluh: anak terakhir berhenti, puas mencapai target.

Instruktur Zhao mengangkat alis. Jinyu masih berlari. "Su Jinyu, kamu sudah 10 putaran. Boleh berhenti."

Jinyu tidak merespon. Ia terus berlari.

"Su Jinyu?"

Jinyu masih berlari.

Kakak Ketiga yang sudah duduk di pinggir lapangan mulai khawatir. "Yuyu kenapa? Kok nggak berhenti?"

Xiaogang yang sudah duduk lesu ikut menatap. "Dia gila, ya?"

Di dalam kepala Jinyu, perang sedang berkecamuk.

["Jinyu! Dengar! Aku serius!"]

Buang-buang waktu.

["Tanaman herbal itu penting! Bisa tambah poin! Bisa ditukar hadiah!"]

Aku sudah punya banyak harta karun. Buat apa herbal?

["Herbal bisa menyelamatkan nyawa! Di dunia manusia, penyakit itu nyata! Kau pikir tubuh iblismu kebal? Ingat, kau sekarang di tubuh manusia!"]

Tubuh manusia yang sehat. Aku sudah olahraga, makan teratur, cukup tidur. Tidak butuh herbal.

["JINYU! DENGARKAN AKU!"]

Aku dengar. Tapi aku malas.

["Kau ini! Dasar ratu iblis pemalas! Tidak tahu diri! Aku sudah berusaha keras menghubungkan koneksi lintas dimensi, nyariin kamu, eh kamu malah—"]

Sistem, kau terlalu ribut.

["AKU TIDAK RIBUT! KAU YANG—"]

Shshsss~ "BERHENTI!"

Yoyo memekik telepati, cukup keras sampai Jinyu dan sistem sama-sama kaget.

Shshsss~ "KALIAN BERDUA! DIAM! Jinyu, kau lari sambil debat! Sadar diri! Sistem, kau ganggu konsentrasinya! Lihat!"

Jinyu tersentak. Ia menghentikan langkah, menatap sekeliling dengan bingung.

Lapangan. Banyak anak duduk di pinggir. Instruktur Zhao berdiri di depannya dengan ekspresi aneh. Su weimin melambai-lambai khawatir. Xiaogang cuma melongo.

"Hah?" Jinyu mengerjapkan mata. "Kenapa?"

Instruktur Zhao menatapnya campuran antara heran dan kagum. "Su Jinyu, kamu sadar sekarang?"

"Sadar? Memangnya kenapa?"

Instruktur Zhao menunjuk papan hitung di pinggir lapangan. Seorang asisten instruktur berdiri di sana dengan mulut menganga.

"Kamu berlari... 20 putaran. 20! Dan itu hanya dalam waktu 10 menit!"

Jinyu menatap papan itu. 20 putaran. Lapangan ini kelilingnya sekitar 400 meter. Berarti... 8 kilometer dalam 10 menit? Itu kecepatan atlet dunia. Tapi tubuh kecil ini...

Ah, pikirnya. Mungkin karena aku debat sama sistem, jadi lupa diri.

Tapi wajahnya tetap datar. "Oh." Ia mengangguk santai. "Baik, Instruktur."

"Baik? BAIK?" Instruktur Zhao nyaris tertawa. "Kau baru saja memecahkan rekor latihan anak-anak! Dan kau cuma bilang 'baik'?"

Jinyu mengangkat bahu. "Saya hanya berlari, Instruktur."

Anak-anak yang mendengar mulai ribut.

"Dia lari 20 putaran?!"

"Gila! Itu 2 kali lipat target!"

"Aku aja 6 putaran udah mau mati!"

Xiaogang diam seribu bahasa. Wajahnya merah padam—antara malu dan tidak percaya. Ia tadi pamer, cuma kuat 4 putaran, dan Jinyu yang ia ejek ternyata kuat 20 putaran.

Kakak Ketiga sudah berlari menghampiri. "Yuyu! Kamu hebat! 20 putaran! Aku aja 7 putaran udah ngos-ngosan!"

Jinyu tersenyum tipis. "Kakak Ketiga juga hebat."

Instruktur Zhao menggeleng-geleng tak percaya. Lalu ia meniup peluit.

"BERKUMPUL!"

Anak-anak berhamburan membentuk barisan. Instruktur Zhao berjalan di depan mereka, matanya menyapu satu per satu.

"Kalian lihat sendiri. Su Jinyu, umur 4 tahun, bisa lari 20 putaran. Kalian yang lebih besar, lebih tua, ada yang mencapai target? Ada yang melebihi? Hitung sendiri."

Sunyi. Banyak anak menunduk malu.

"Tapi," lanjut Instruktur Zhao, "ini bukan soal membandingkan. Ini soal kemauan. Jinyu punya kemauan. Kalian juga harus punya."

Ia berhenti di depan Xiaogang yang masih pucat. "Xiaogang, 4 putaran. Di bawah target."

Xiaogang menunduk dalam.

Instruktur Zhao menghela napas. "Istirahat 10 menit. Setelah itu, latihan lagi. Yang belum mencapai target, kalian harus kejar."

Protes langsung pecah.

"ISTIRAHAT 10 MENIT TERUS LATIHAN LAGI?"

"Instruktur, kasihan!"

"Kami capek!"

Instruktur Zhao memasang wajah batu—yang sudah sangat dikenal anak-anak. "Keberatan? Ingin tambah—"

"TIDAK!" teriak mereka serempak.

"Bagus. Istirahat."

Anak-anak berhamburan ke pinggir lapangan, mencari tempat teduh. Sebagian ambruk di rumput, sebagian minum sepuasnya, sebagian hanya duduk termenung memikirkan latihan berikutnya.

Jinyu berjalan santai ke arah pohon besar di sudut lapangan. Ia duduk bersandar di batang pohon, menutup mata, menikmati angin sepoi-sepoi. Napasnya normal, tidak terengah sama sekali.

Kakak Ketiga menghampiri dengan dua botol minuman. "Yuyu, minum." Ia duduk di sampingnya. "Kamu kok bisa kuat banget, sih? Latihan sama Ayah?"

Jinyu menerima botol itu, menyesap pelan. "Iya. Setiap pagi lari keliling kompleks."

"Wah, pantas." Kakak Ketiga mengagumi. "Besok aku ikut, ya! Aku mau kuat kayak kamu."

Jinyu mengangguk. "Boleh."

Dari kejauhan, Xiaogang duduk sendiri di bawah terik matahari. Wajahnya cemberut, sesekali melirik ke arah Jinyu dengan ekspresi rumit antara malu, kesal, dan... sedikit kagum.

Xiaoling duduk di dekat Xiaogang, ikut menatap Jinyu. "Dia hebat, ya?" katanya polos. "Rambutnya unik, matanya unik, tapi dia baik."

Xiaogang mendengus. "Huh."

Tapi ia tidak menyangkal.

Di bawah pohon, Yoyo berbisik pelan.

Shshsss~ "Jinyu."

"Hm?"

Shshsss~ "Kau tadi... debat sama sistem sambil lari 20 putaran?"

"Iya."

Shshsss~ "Dan kau tidak sadar sampai aku teriak?"

"...Iya."

Shshsss~ "Kau ini..."

Jinyu membuka mata, menatap langit biru. "Aku malu, Yoyo. Tapi tidak akan kutunjukkan."

Shshsss~ "Ya ampun."

["Heh, dia malu,"] sistem ikut berkomentar dengan nada puas. ["Ratu iblis malu karena debat sama sistem."]

Diam kau. Ini semua salahmu.

["Salahku? Siapa yang suruh lari sambil debat? Normal orang tuh berhenti dulu baru debat."]

Kau yang mulai duluan.

["Aku cuma ngomongin herbal!"]

Dan aku bilang males!

Shshsss~ "MEREKA MULAI LAGI."

Jinyu memejamkan mata, mengabaikan semuanya. Angin berdesir, dedaunan bergemerisik. 10 menit istirahat hampir habis.

Dalam hati, ia tersenyum kecil. Hidup di sini... ribet, tapi menyenangkan.

1
Dewiendahsetiowati
keluarga Su pasti kangen berat sama jinyu.gimana kabar Yoyo dan Xiao Bai ya
Herli Yani
seru selalu buat deg-degkan rasa jangan lama2 y Thor 👍
Julia thaleb
shiou hu dan yoyo kan bisa tinggal diruang dimensi ..?
Cloudia: maaf ya, ini kelalaian saya. saya lupa buat bahwa mereka sengaja ditinggal untuk melatih anak didik miliknya makanya si Jinyu bilang supaya mereka tidak sedih. saya kelupaan buat🙏
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
kenapa Yoyo dan Xiao Hu tidak di taruh di ruang dimensi jadi bisa ikut kemana2
Cloudia: sengaja ditinggal untuk melatih anak didiknya 🤭
total 3 replies
Dewiendahsetiowati
benar2 Ratu iblis sejati membunuh 1000 orang dalam semalam
XIA LING
lanjutkan 💪
nana
ditunggu up nya🤭
Dewiendahsetiowati
ditunggu up selanjutnya, bikin nagih bacanya..semangat terus thor
Dewiendahsetiowati
Ratu iblis yang masih punya hati
Dewiendahsetiowati
Jinyu mantab
Batara Kresno
bukannya diruang dimensi banyak senjata pistol kan punya dia
Cloudia: iya, tapi dia selagi bisa tanpa senjata dimensi nya ya digas terus
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
semakin baca semakin candu dengan ceritanya,gak pernah bosan bacanya
Marsya
pokoknya the best dech ceritanya author,smangat slalu author👍👍👍👍
nana
lanjut min😍
Batara Kresno
kerem ceritanya thor semangat yerus buat up date ya sllu ditunggu
Batara Kresno
keren
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Ellasama
makin seruuu, makin banyak up ny/Hey/
Ellasama
up yg banyak y Thor, selalu suka SM karyamu💪
Ellasama
terus up y Thor jangan putus ditengah jalan /Determined/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!