"Cepat tutup pintu dan jendela, jangan sampai terbuka!"
Semua warga yang ada di desa Bondowoso tidak ada yang pernah berani keluar bila sudah Maghrib datang, mereka hanya berdiam diri dalam rumah sampai nanti pagi menyapa.
Dulu desa ini tidak seperti itu, namun sejak beberapa bulan terakhir maka mereka mendapat teror yang begitu mengerikan sekali, semua ini akibat kematian dari seorang gadis bernama Mirasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30. Dukun paten
Dengan di temani Maimunah maka pagi ini juga bu RT berangkat untuk menuju desa mati, mereka harus bergerak cepat menemui dukun tersebut agar bisa segera mendatangi pohon kapuk lokasi yang menjadi tempat terakhir meninggalnya Mirasih, sebab Mbah Rejo ini adalah harapan mereka semua agar bisa mengusir arwah tersebut dari desa Bondowoso ini.
Tidak ada dukun lain yang lebih paten sehingga mereka hanya berharap kepada dukun tua tersebut, Mbah Rejo sebenarnya juga adalah dukun yang mampu untuk mengatasi hargai biasa karena selama ini dia juga sudah beroperasi cukup banyak di sebagian tempat walau dia tidak sehebat seperti Purnama atau Arya di desa pandan Arum.
Namun dia adalah dukun yang ramah dan tidak pernah berbicara banyak kepada para pasien, salah satu yang menjadi perbedaan mencolok adalah Mbah Rejo menerima upah dari orang yang meminta tolong kepada dia untuk mengusir arwah atau pun mengobati penyakit yang ada di dalam tubuh para pasien itu.
Sementara Purnama sama sekali tidak pernah menerima upah dari mereka semua karena dia menolong dengan hati ikhlas dan juga kesenangan, kesenangan Purnama adalah mendapatkan para iblis yang telah mengganggu mereka semua dan membawa iblis itu masuk ke dalam lembah kematian, dengan begitu dia bisa menyiksa para iblis untuk kesenangan dia yang memiliki hobi tersendiri.
Kalau Mbah Rejo ini ketika mengalahkan para iblis maka dia akan langsung membuang begitu saja ke dalam laut, atau bahkan kadang dia juga mengubur di dalam tanah agar iblis itu tidak lagi membuat masalah di rumah para warga yang sudah kesusahan dengan gangguan setan tersebut.
Sebab Mbah Rejo tentu saja tidak memiliki tempat seperti Purnama yang disebut dengan lembah kematian, mana mungkin dia sanggup untuk mengurus hal seperti itu karena dia hanya dukun biasa, ini saja Dia mendapat ilmu warisan dari turun temurun leluhur sehingga memiliki kepandaian untuk mengobati orang yang mengalami gangguan gaib ringan saja.
"Jadi gadis ini meninggal karena di bunuh?" Mbah Rejo memperhatikan gambar yang telah di berikan oleh bu RT.
"Benar, sampai sekarang belum ada yang mengetahui secara pasti siapa yang sudah membunuh dia." angguk Bu RT.
"Pantas bila dia menaruh dendam yang sangat besar karena dia pasti tidak terima dengan kematian ini." Mbah Rejo memahami apa yang telah terjadi.
"Tapi bila memang Mirasih menjadi arwah gentayangan lalu kenapa dia tidak membunuh orang yang sudah menyakiti dia, Mbah?" Maimunah bertanya pelan.
"Bisa saja dia masih belum mengetahui secara pasti siapa yang sudah membunuh, karena siapa tahu pembunuh ini juga memiliki pagar gaib." jelas Mbah Rejo.
"Oh jadi Mirasih ini tidak bisa mendekati orang yang sudah membunuh dia?" tanya bu RT untuk memperjelas.
"Benar, atau bahkan saat ini dia bisa saja sedang bingung sehingga bisa membunuh siapa saja yang hadir di depan mata." ujar Mbah Rejo kembali.
"Kalau menurut ku dia membunuh orang yang tidak bersalah, tapi aku juga tidak tahu secara pasti apa mungkin orang yang meninggal ini ada hubungan dengan para pembunuh itu." ucap Bu RT.
"Nanti malam aku akan datang ke sana untuk melihat keadaan desa Bondowoso, kalian jangan ada yang keluar dari rumah karena aku yang akan menghadapi iblis itu." Mbah Rejo menyanggupi permintaan dari bu RT.
"Bukan kah lebih baik bila melihat sekarang saja, Mbah?" Maimunah juga takut bila nanti Mbah Rejo akan celaka.
"Ah kau jangan meremehkan seperti itu karena kita tidak tahu kekuatan apa yang dia miliki." bu RT memberi kode kepada Maimunah agar dia tidak ikut campur.
Maka Maimunah memilih untuk diam karena dia juga tidak mengetahui secara pasti kekuatan apa yang telah di miliki oleh Mbah Rejo ini, mungkin bila orang lain pasti akan ketakutan saat keluar di malam hari namun tidak untuk Mbah Rejo karena dia merasa memiliki pagar diri yang cukup kuat sehingga tetap berani keluar.
"Tidak usah cemas untuk hal itu karena aku akan mengatasi tentang arwah yang gentayangan tersebut." Mbah Rejo berkata dengan penuh percaya diri.
"Saya ucapkan terima kasih untuk bantuan dari sampeyan, ini ada sedikit upah dan bila semua sudah selesai maka saya akan memberi tambahan lagi." bu RT memberikan amplop berwarna coklat.
"Terima kasih banyak." Mbah Rejo tanpa sungkan menyambut amplop coklat itu.
Padahal dia belum ada bekerja sama sekali untuk menangkap arwah yang gentayangan di desa Bondowoso, namun saat diberi upah malah menerima begitu saja seolah Dia sangat yakin bahwa mampu menghadapi iblis yang ada di desa sana, namun hal itu sudah membuat bu RT dan juga Maimunah merasa senang.
Sebab mereka sangat yakin kepada dukun tua ini bahwa nanti arwah yang gentayangan di desa mereka akan segera menghilang, tidak tahu saja bahwa ratu ular pun sudah mengatakan bahwa iblis yang ada di sana bukan iblis biasa, karena mungkin saja iblis tersebut berusia ratusan tahun sehingga dia memiliki kekuatan yang cukup besar.
"Saya sangat berharap dan tidak mau bila sampai kasus ini di tangani oleh Purnama." bu RT mengatakan apa yang tersimpan di dalam hati.
"Ah dia juga tidak seberapa itu, cuma dia memiliki keangkuhan yang begitu." Mbah Rejo berkata sambil menghisap rokok.
"Iya, kami tidak bisa berhubungan dengan orang yang angkuh dan sombong seperti itu karena merasa diremehkan begitu saja." bu RT berkata dengan suara sinis.
"Jadi kami sangat berharap agar nanti Mbah Rejo bisa mengusir arwah yang ada di sana ya." Maimunah juga berharap demikian.
Dukun tua ini tersenyum senang karena melihat bagaimana kedua orang tersebut sangat percaya dengan tindakan yang akan dia ambil nanti, rasa percaya diri di dalam pria tua ini semakin meningkat sehingga dia sangat berambisi ingin mengambil arwah yang gentayangan di desa Bondowoso tersebut, bilang nanti dia berhasil maka sudah pasti nama Mbah Rejo akan melambung tinggi.
Selamat malam Besti, jangan lupa like dan komentar kalian ya.
anak nya slah masih ja di bela
kasihan bgt
nanti pas setan datang mau di ajak nya masak kali ya