Setelah menaklukkan Turnamen Alam Dewa dan mencapai ranah Ascendant, Zhao Xuan dan raksasa perunggu Long Chen kembali ke Benua Fana Tianyun tempat di mana legenda mereka berdua dimulai. Tujuan utama mereka adalah Lautan Kematian, sebuah wilayah terlarang yang menyimpan artefak legendaris.
Namun, turunnya Kunci Asal telah mengubah keseimbangan Benua Tianyun. Energi kuno yang bocor dari Lautan Kematian memicu kebangkitan berbagai warisan rahasia di benua fana. Para jenius lokal tingkat puncak yang merasa diri mereka tak tertandingi mulai bermunculan. Di saat yang sama, pasukan elit dari "Tujuh Penghancur Surga" diam-diam telah menyusup dan memanipulasi sekte-sekte raksasa benua fana untuk menggali Lautan Kematian.
Bagi Zhao Xuan dan Long Chen, Benua Tianyun kini tak ubahnya seperti taman bermain yang terbuat dari kaca tipis. Mereka harus menekan kekuatan destruktif mereka agar tidak menghancurkan benua tersebut, sambil menghadapi arogansi para jenius fana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 24
Alam Iblis – Altar Gerbang Kuburan Leluhur.
Altar raksasa yang terbuat dari tengkorak naga iblis itu berdiri megah di pusat Dataran Tulang Berdarah. Langit di atasnya berpusar membentuk pusaran miasma berwarna abu-abu pekat, menyembunyikan pintu masuk menuju Alam Rahasia yang legendaris.
Saat ini, altar tersebut dipenuhi oleh aura mematikan dari ribuan petinggi Alam Iblis. Panji-panji perang dari empat faksi Raja Iblis berkibar menantang badai panas neraka. Sayembara Takhta Darah telah menarik keluar setiap jenius, jenderal, dan monster tua yang selama ini bersembunyi.
Di satu sisi pelataran, Pangeran Iblis Ye Sha mendarat dengan anggun. Di sebelahnya, berjalan dengan langkah santai dan kedua tangan di dalam saku, adalah Zhao Xuan. Jubah hitam legamnya berkibar pelan, menyembunyikan fluktuasi Ascendant Awal nya di balik lapisan Niat Ketiadaan.
Kedatangan mereka langsung menarik perhatian seluruh pelataran.
"Hahaha! Lihat siapa yang datang! Pangeran pemberontak kita!"
Sebuah tawa arogan membelah keheningan. Dari arah timur, Raja Iblis Xue Hai (Lautan Darah) melangkah maju. Auranya kental dengan bau darah. Di belakangnya, puluhan jenius iblis dari faksi Xue Hai menatap Ye Sha dengan tatapan meremehkan dan penuh ejekan.
Namun, mata Zhao Xuan tidak tertuju pada Raja Iblis itu, melainkan pada sosok pendamping yang berdiri di sebelah Xue Hai.
Sosok itu bukanlah iblis. Ia adalah seorang manusia berjubah perak dengan lambang tungku alkimia dan pedang menyilang di dadanya. Pemuda itu memegang kipas bulu bangau, memancarkan aura murni dari ranah Ascendant Menengah.
Klan Yao, batin Zhao Xuan, matanya sedikit menyipit.
Dunia memang sangat sempit. Bahkan di kedalaman Alam Iblis, musuh lama dari benua atas ikut campur tangan. Pemuda itu adalah Yao Feng, salah satu anggota inti klan Yao yang terkenal licik dan memiliki dendam turunan terhadap siapa pun yang menggunakan seni Asura.
Yao Feng melirik Zhao Xuan, lalu menutup kipasnya dengan bunyi klik yang merendahkan.
"Pangeran Ye Sha," ucap Yao Feng dengan nada tinggi dan penuh penghinaan. "Kudengar kau membantai dua Raja Iblis rendahan. Kukira kau akan membawa pendamping seekor naga kuno atau monster Nirvana. Tapi... kau membawa manusia fana yang ranahnya nyaris tak terlihat ini? Ascendant Awal yang cacat? Apakah kau memungut pengemis ini dari jalanan fana untuk menjadi tameng dagingmu?"
Para jenius iblis dari faksi lain meledak dalam tawa mengejek.
"Mungkin Pangeran kita sudah kehabisan akal untuk menyewa petarung!" cemooh seorang jenius iblis dari faksi Mo Yan. "Manusia kurus itu akan hancur hanya dengan hembusan napas pertamaku di dalam Alam Rahasia nanti!"
Menghadapi hujan hinaan itu, Ye Sha mengertakkan gigi, bersiap mencabut tombaknya. Namun, sebuah tangan pucat menahan bahunya.
Zhao Xuan melangkah maju setengah langkah. Ia bahkan tidak repot-repot memancarkan auranya. Ia hanya memiringkan kepalanya, menatap Yao Feng layaknya menatap setumpuk kotoran.
"Seekor anjing dari Klan Yao menggonggong di neraka," suara Zhao Xuan sangat tenang, namun anehnya menembus setiap gendang telinga di pelataran itu. "Pastikan lehermu cukup kuat. Karena di dalam sana nanti, aku akan mencabut kepalamu dan menggunakannya sebagai cangkir arakku."
Wajah Yao Feng seketika memerah karena amarah. "Beraninya kau, cacing fana! Aku berada di ranah Ascendant Menengah! Aku akan mencabik-cabik jiwamu—!"
DUAAARRRR!
Sebelum Yao Feng bisa membalas lebih jauh, langit di atas Altar Tulang Berdarah meledak!
Empat proyeksi wajah raksasa yang terbuat dari murni energi kosmik muncul menutupi cakrawala. Tekanan yang mereka pancarkan bukan lagi Ascendant atau Nirvana, melainkan aura absolut dari para eksistensi yang telah menyentuh ambang God King!
Seluruh Raja Iblis, jenius, dan bahkan Yao Feng langsung jatuh berlutut, tak mampu menahan tekanan spiritual tersebut. Hanya Zhao Xuan yang tetap berdiri tegak, Roda Ketiadaannya berputar menetralisir tekanan itu secara diam-diam.
"DIAM, SEMUT-SEMUT KECIL!"
Suara salah satu Leluhur Iblis itu menggetarkan dimensi, membuat darah para peserta mendidih.
"Sayembara Takhta Darah bukanlah panggung untuk memamerkan lidah kotor kalian! Ini adalah wadah peleburan untuk mencari penguasa sejati yang akan memimpin Alam Iblis menghadapi badai di masa depan!"
Leluhur lain, yang memancarkan aura kegelapan absolut, melanjutkan titah tersebut.
"Dengarkan baik-baik aturan dari Kuburan Leluhur! Waktu di dalam Alam Rahasia ini berjalan melintasi hukum waktu. Satu bulan kalian berada di dalam sana, sama dengan satu tahun di dunia luar! Kalian akan dieksplorasi di Reruntuhan Kota Kuno, mencari Mahkota Tulang Iblis yang tersembunyi di pusaran dimensi!"
Leluhur ketiga membuka matanya yang sebesar matahari merah.
"Dan ingatlah hukum ini: Pertarungan di dalam sana dihalalkan! Kelicikan, perebutan harta, dan duel satu lawan satu sangat dianjurkan! NAMUN... Kalian DILARANG KERAS membunuh para jenius inti dari faksi iblis!"
Kata-kata itu bergema keras. "Alam Iblis kita membutuhkan setiap bakat Ascendant dan Nirvana untuk masa depan. Jika kalian mengalahkan lawan kalian, hancurkan kultivasi sementaranya, rampas token mereka, tapi biarkan mereka hidup! Siapa pun yang dengan sengaja menghancurkan jiwa jenius iblis, akan langsung dieksekusi oleh formasi Kuburan Leluhur!"
Mendengar aturan itu, Zhao Xuan sedikit mengangkat alisnya. Ia awalnya mengira Alam Iblis hanyalah tempat barbar yang saling membunuh tanpa otak. Namun ternyata, para Leluhur ini sangat pragmatis. Mereka membiarkan para pemuda saling bertarung dan menipu untuk mengasah mental, namun tetap menjaga aset berharga dunia mereka agar tidak musnah sia-sia. Keadilan brutal demi kesejahteraan alam.
Menarik. Mereka melestarikan pion mereka dengan baik, batin Zhao Xuan kagum. Tatanan politik yang sangat brilian. Tentu saja, aturan itu tidak menyebutkan perlindungan untuk sekutu dari luar, seperti Zhao Xuan dan Yao Feng. Mereka berdua adalah mangsa di dalam sana.
Saat Zhao Xuan sedang menganalisis situasi, sebuah transmisi suara yang sangat menyedihkan dan merengek tiba-tiba terdengar di dalam Lautan Kesadaran-nya.
"T-Tuanku... Oh, Tuanku Zhao Xuan yang luar biasa agung, tampan, dan tak tertandingi di seluruh Sembilan Surga!"
Itu adalah jiwa Gu Tianxue, musuh lama yang jiwanya telah ditundukkan Zhao Xuan dan kini dipenjara di dalam botol penahan jiwa di cincin spasialnya.
Zhao Xuan mengerutkan kening di dalam pikirannya. "Apa maumu, iblis tua? Kau mengganggu konsentrasiku."
"Ampuni hamba, Yang Mulia Dewa Kematian!" Gu Tianxue merintih dengan nada yang luar biasa menjilat, nyaris terdengar seperti anjing yang meminta tulang. "Hamba mendengar kata-kata Leluhur itu! Mereka tidak boleh dibunuh! Artinya, di dalam sana akan ada banyak tubuh jenius iblis tingkat tinggi yang pingsan dan kehilangan token mereka, bukan? Tuanku... hamba sudah terlalu lama menjadi jiwa yang telanjang dan kedinginan. Bisakah... bisakah Tuanku yang penuh welas asih ini merampas satu tubuh iblis yang kuat untuk hamba rasuki?"
Zhao Xuan mendengus geli dalam hati. Musuh yang dulunya sombong ini telah sepenuhnya kehilangan harga dirinya demi sebuah wadah fisik.
Zhao Xuan tersenyum tipis. "Tubuh jenius iblis? Tentu. Asal kau ingat, jika aku memberimu tubuh, kau akan menjadi anjing pemburuku di garis depan."
"OH, TERIMA KASIH, DEWA ASURA! TERIMA KASIH!" Jiwa Gu Tianxue menangis bahagia, menjilat Zhao Xuan di dalam imajinasinya. "Anjing pemburu? Hamba rela menjadi anjing penjaga Anda! Jika sepatu Tuanku kotor oleh darah musuh, biarkan lidah hamba yang menjilatnya hingga bersih! Hamba akan menggigit leher siapa pun yang berani menatap Tuanku!"
"Tutup mulutmu sebelum aku membakar jiwamu dengan api ketiadaan," ancam Zhao Xuan pelan, seketika membuat jiwa Gu Tianxue diam tak berkutik karena ketakutan yang campur aduk dengan kebahagiaan.
Di luar, suara gemuruh dimensi kembali memecah udara.
Pusaran miasma di atas altar terbelah, memperlihatkan sebuah gerbang perunggu raksasa yang dipenuhi ukiran iblis kuno. Gerbang menuju Reruntuhan Kota Kuno di dalam Alam Rahasia telah terbuka!
"MASUKLAH, PARA PEWARIS TAKHTA! BAWA KEMBALI MAHKOTA ITU, ATAU MATI DI DALAM KUBURAN SEJARAH!" raung para Leluhur bersamaan.
Para jenius iblis melolong buas. Faksi demi faksi melesat layaknya anak panah yang lepas dari busurnya, menerobos masuk ke dalam gerbang dimensi. Yao Feng menoleh untuk memberikan satu tatapan meremehkan yang terakhir ke arah Zhao Xuan sebelum ia dan Raja Iblis Xue Hai melesat masuk.
Zhao Xuan merenggangkan lehernya hingga berbunyi gemeretak. Ia menatap Ye Sha yang sudah memegang erat tombaknya.
"Di dalam sana waktu berjalan sangat lambat, Ye Sha," ucap Zhao Xuan, matanya berubah menjadi hitam legam sepenuhnya, memancarkan Niat Membunuh yang siap meratakan kota kuno tersebut. "Ini adalah panggung untuk menampar wajah-wajah arogan itu. Jangan menahan diri. Kita akan memanen token, merampas tubuh, dan meninggalkan mimpi buruk yang tak akan pernah bisa dilupakan oleh para Leluhur ini."