NovelToon NovelToon
Jerat Sentuhan Berbahaya

Jerat Sentuhan Berbahaya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi / Harem
Popularitas:911
Nilai: 5
Nama Author: Lily Quinza

"Aku membencimu saat kau menyentuhku!"

"Benarkah? Tapi aku melihat bagaimana respon tubuhmu."

"Hentikan! Jangan sentuh aku!"

"Jika aku tak mau?"

"Kau tidak waras!"

Rodriguez De La Vega Navarro, CEO paling berkuasa di London, kehilangan satu hal yang tak bisa dibeli dengan uang Valeria De Luca.

Dua tahun setelah perpisahan tanpa penjelasan, takdir mempertemukan mereka kembali di toko kue milik Valeria. Satu tatapan cukup untuk membuka luka lama dan membangkitkan perasaan yang seharusnya telah mati.

Cinta berubah menjadi obsesi. Akankah Valeria bertahan.....
atau Rodrigo menghancurkan segalanya demi memilikinya kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lily Quinza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 Aku Membencimu!

Melangkah mundur?

Ya melangkah mundur, tapi ia duduk di atas kasur, ranjang kingsize empuk milik Valeria.

"Kasur yang bagus, kasur ini mengingatkanku saat kita tidur ditempat yang sama ssssttttt—"

Mata Valeria membulat. Gadis itu mengepalkan tangan.

"Apa yang kau inginkan sebenarnya dariku Rodrig!"

Pria itu melepas sepatunya, ia berbaring miring, sikunya bersandar pada bantal dan ia melihat wajah merah Valeria. Seolah menikmati kemarahan itu.

"Apa kau tuli? Aku hanya ingin kau kembali kepadaku!"

Valeria memiringkan kepala, ia tersenyum kecut. "Itu mustahil!"

"Tidak ada kata mustahil dalam kamusku Valeria De Luca. Nama Luca mengingatkanku pada luka yang pernah kau berikan kepadaku!"

Valeria memalingkan wajahnya. "Menjijikan! Pergi dari kamarku!"

"Oh ayolah sayang, tidurlah disini, aku merindukan saat kau dekat denganku!"

Entah apa maksud Rodrigo, tetapi cukup membuat Valeria ingin melayangkan pukulan pada wajah pongah seperti tanpa dosa itu.

Dengan tubuh gemetar, ia mendekat di bibir ranjang. Napasnya tercekat. Gaun satinnya berayun pelan.

Sialan!

Rodrigo menatap, dari ke atas hingga kebawah lalu kembali lagi. Sungguh pemandangan indah gadis cantik, orang yang di cintainya.

"Kemarilah wanitaku!"

Valeria menggertakkan gigi, panggilan itu membuat tubuh Valeria semakin menegang hebat. Saat mencapai ranjang, Valeri terduduk. Ia hanya melirik Rodrigo dengan sinis, lalu membalikkan tubuhnya agar kebelakang pria itu. Namun, hal tak terduga terjadi, Rodrigo memeluk pinggang ramping Valeria dengan satu gerakan saja membuat tubuh mereka saling merapat satu sama lain.

Deg

Degup jantung Valeria berdetak lebih kencang, ia menelan ludah susah payah. Tenggorokannya tercekat dan napasnya memburu.

"A....apa yang kau inginkan?"

Pria itu membenamkan wajahnya tepat di curuk leher Valeria. Gadis itu menggigit bibir bawahnya, ia memejamkan mata.

"H.... hentikan!"

Rodrigo sengaja menggoda Valeria, membuat gadis itu.

"Jika aku tak mau?"

"Aku membencimu!"

"Kau membenciku, tapi tubuhmu tidak bisa berbohong saat aku menyentuhmu!"

"Diam! Hentikan!"

Saat Valeria hendak menjauh dari tubuh Rodrigo, tangan besar pria itu menahannya. Membuat tubuh mereka kembali berdekatan.

"Jangan menjauh, tidurlah!"

"Aku tidak mau!"

"Tidurlah!" perintahnya.

"Aku tidak ingin tidur dipelukanmu."

"Hmmm, sayangnya kau tidak akan bisa menjauh dariku."

"Kau pria sakit!"

"Ya aku memang sudah sakit! Untuk sekarang tidurlah!"

Untuk kali ini, Valeria menyerah.

Benar-benar menyerah.

Malam di kota London terasa terlalu sunyi, sunyi yang bukan menenangkan, melainkan menekan pelan-pelan seperti kabut dingin yang merayap dari jendela, masuk ke celah napasnya, lalu menetap di dada.

Lampu jalan di luar berpendar redup, memantulkan bayangan tipis di kaca rumah toko milik Valeria.

Di kejauhan, suara kota masih hidup, sirene samar, langkah kaki, dan deru mesin mobil. Namun, di ruangan itu, dunia seakan berhenti.

Valeria berbaring miring, tubuhnya kaku.

Ia lelah, pikirannya lebih lelah lagi. Ia sudah mencoba menolak, sudah mencoba menyangkal, sudah mencoba menahan diri agar tidak runtuh di depan seseorang yang seharusnya tak lagi punya tempat dalam hidupnya.

Rodrigo.

Nama itu seperti masalalu yang tak pernah benar-benar sembuh. Ia hanya mengering di permukaan, sementara di dalamnya masih basah dan perih.

Pria itu memeluknya begitu dekat, terlalu dekat. Aromanya membawa ingatan bukan sekadar parfum mahal, tapi potongan masa lalu yang menolak mati.

Cara ia menatap pun sama. Tatapan yang selalu membuat Valeria merasa seperti ia tak punya pilihan, seolah ia selalu milik Rodrigo, bahkan ketika ia berusaha melarikan diri sejauh mungkin. Ia akan kembali pada pria itu. Ia sadar ini salahnya, karena ia telah meninggalkan pria itu.

Valeria merasa, mungkin ia tidak akan memiliki tempat di hati Rodrigo jika ia jujur. Namun, pikirannya berbanding terbalik dengan apa yang ia rasakan saat ini.

"Valeria?" bisiknya rendah, pelan. Namun, mengandung sesuatu yang membuat tulang belakangnya menegang.

Valeria tak menjawab.

Ia menelan napasnya, mencoba untuk memejamkan mata agar ia tidak selalu marah di hadapan pria itu.

Rodrigo meraih tangannya. Begitu Hangat, Menyebalkan, sangat akrab.

Dan itulah yang paling berbahaya.

Ia memang memejamkan mata, tapi ia merasakan Rodrigo menyentuhnya, mencium punggung tangan wanita itu.

Rodrigo menelisik setiap inci pahatan Valeria dengan pelan. Bukan kasar. Bukan memaksa.Justru itu yang membuatnya hancur.

Karena ia tahu, Rodrigo selalu seperti ini, membuat segalanya tampak seolah Valeria datang sendiri, seolah Valeria memilihnya sendiri. Padahal, Valeria tahu betul, pria itu adalah masa lalu yang sulit ia lupakan.

Ketika Rodrigo memeluknya, Valeria menegang selama beberapa detik, sembari memejamkan mata menahan napas, menahan air mata, menahan semua rasa benci yang ia kumpulkan selama dua tahun.

Tapi pada akhirnya Ia menyerah.

Ia membiarkan pria itu memeluknya, membiarkan pria itu dibelakangnya.

Sialan!

Benar-benar memuakkan, ini menghancurkan lebih dari Rodrigo tidak berkata apa-apa. Ia hanya mengeratkan pelukannya, seakan Valeria adalah sesuatu yang selama ini ia tunggu untuk kembali ke genggamannya.

Valeria memejamkan mata.

Ada rasa bersalah yang menggigit, ada ketakutan yang mengiris. Namun ada juga kenyamanan yang memalukan, kenyamanan yang berasal dari seseorang yang dulu ia kenal terlalu dalam.

Di luar, hujan mulai turun. Rintiknya halus, mengetuk jendela seperti bisikan.Dan Valeria tahu,malam ini bukan akhir. Ini awal dari sesuatu yang jauh lebih berbahaya.

Karena Rodrigo bukan sekadar masa lalu.

Rodrigo adalah obsesi. Dan Valeria, baru saja membuka pintu untuknya masuk lagi.

Dalam gelapnya malam, mereka terhanyut dalam pelukan itu. Antara obsesi, kebencian, rindu dan dendam yang selama ini 2 tahun belum juga usai.

Dan perlu Valeria ingat, ternyata, Rodrigo lebih gila untuk saat ini, ia mempunyai cara-cara licik agar pria itu tetap dekat dengan orang yang ia cintai.

'Yatuhan, inilah! Inilah yang aku takutkan selama ini.' batinnya.

Gadis itu masih juga memejamkan mata, sesekali ia bergerak kecil. Tapi itu semua tidak membuat Rodrigo melepaskan Valeria.

Tidak, tidak untuk malam ini! Ia tahu bahwa meregangkan pelukannya samadengan melepaskan Valeria.

"Begini saja, aku merasa nyaman denganmu!mengapa, mengapa kau meninggalkanku Valeria? Apa kau tahu, aku mencintaimu! Aku lelah seperti ini. Aku ingin kita bersama-sama selamanya." gumamnya pelan.

Mata Rodrigo berkaca-kaca, Dibalik mata yang terpejam. Valeria mendengarnya, mata gadis itu berkaca-kaca.

Ia mengerjapkan mata perlahan. Namun, ia memastikan agar tidak menimbulkan suara dan membuat Rodrigo curiga.

'Aku.....aku sejujurnya juga masih mencintaimu! Maafkan aku Rodrig karena aku meninggalkanmu! Ada kejadian yang tidak dapat aku ceritakan. Aku tidak ingin menyusahkanmu pada saat itu, asal kau tahu. Jika cinta, aku masih sama. Aku mencintaimu! Aku lebih mencintaimu. Sangat menjijikan, karena aku ternyata begitu lemah saat aku berada di dekatmu! Aku tidak sekuat itu Rodrigo,' batinnya.

1
Agus Tina
mampir thor bagus kayaknya 😍
Lilyyy: halo say silahkan yah jangan lupa nanti rating 😍🙏
total 1 replies
Dewi wijayanti Ryan setiawan
lanjut thor😍
Lilyyy: ih makasih kak komentar kakak semangat aku 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!