NovelToon NovelToon
Di Jodohkan Dengan Duda Anak Satu.

Di Jodohkan Dengan Duda Anak Satu.

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: Syakira edianwi

Gadis cantik dan ramah yang hidup dengan Ayahnya, namanya Alira, dia dijodohkan dengan duda anak satu sebelum wisuda, setelah wisuda mereka menikah, perjodohan ini ada karena ada amanah dari almarhum Papah Reja. Sahabat Ayah Alira. Namun sebelum pernikahan berlangsung, Reja dan Alira membuat kesepakatan, yaitu, mereka akan menikah tetapi selama dalam dua bulan tidak ada tumbuh ya cinta, mereka akan resmi berpisah, Tanpa ada yang keberatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syakira edianwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengajari jadi istri yang baik.

Pesanan makan malam mereka pun datang.

"Silahkan di makan," ucap Clara, telah menyiapkan semuanya di dalam piring.

"Terimakasih," ucap Fina dan Alira secara bersamaan.

"Besok kalau Alira udah nikah, Alira yang harus menyiapkan makanan untuk suami, dan juga pakaian ya," ucap Clara.

Alira tersenyum kepada Clara.

"Baik Tan, Alira akan belajar," ucap Alira.

"Fin, kamu kapan ngenalin kita sama pacar kamu?" tanya Alira tiba-tiba.

Fina tersenyum terlebih dahulu baru berbicara.

"Gak ada pacar," jawab Fina singkat dan melanjutkan makan yah.

"Owh," hanya itu yang keluar dari mulut Alira, seakan menyesal menanyakan itu pada Fina.

Alira pun melanjutkan makan ya, di meja tidak ada lagi percakapan, semua hanya fokus pada makanan masing-masing.

Setelah selesai makan, mereka masing-masing pergi ke kamar. Rendi masuk ke kamar ya, Alira juga seperti itu, Sementara Clara dan fina masuk ke kamar tamu.

Di dalam kamar Clara.

"Mah," panggil Fina.

"Iyah sayang, ada apa?" tanya Clara.

"Kenapa ya, jaman sekarang masih jaman perjodohan? kan mbak alira cantik, calon ya pun ganteng, kaya lagi, tapi karena duda jadi kurang sedikit," ucap Fina sambil menggerakkan jari ya.

Clara tersenyum.

"Maka yah nak, kalau lagi ngumpul kaya tadi itu, kamu sebenarnya dengarkan bukan ya fokus pada handphone kamu aja," ucap Clara.

"Ih mamah, di tanyain bukan ya jawab, malah ngomongin yang lain," ucap Fina.

"Alira itu di jodohkan karena amanah dari almarhum Ayah ya Reja," ucap Clara.

"Oooh, begitu ya mah, tapi kan kasihan sama mbak alira ya, baru aja wisuda, belum menikmati masa muda, dan bebas, tau-tau udah mau nikah aja, dijodohkan pula," ucap Fina.

Clara tersenyum lagi.

"Hmm, putri mamah ini sudah pandai menilai hidup orang, Alira itu orang ya baik, penurut, dan tidak banyak cerita, jadi dia bisa menerima semua ini dengan lapang dada, dan iklas melakukan ya," ucap Clara.

Fina terdiam saja. Sambil mendengarkan mamah ya berbicara. Setelah selesai berbicara Clara menyuruh Fina untuk membersihkan diri dan Istirahat.

"Udah sana, bersihin tuh mulut, abis tuh istirahat, ini udah malam," ucap Clara.

"Iyah mah," ucap Clara dan pergi berjalan ke kamar mandi.

Di dalam kamar Alira, dia sedang memandangi foto ibu dan juga ayah ya.

"Bu, maafkan Alira ya Bu, Alira terpaksa membuat perjanjian seperti itu, karena tidak mungkin Alira menjalani pernikahan Tampa cinta," ucap Alira sambil mencium foto itu.

Setelah selesai berbicara dengan foto ibu ya, mata ya mulai mengantuk dan akhirnya dia pun menidurkan badan ya di kasur.

Kembali lagi ke kamar Clara dan Fina.

Fina baru saja selesai dari kamar mandi.

Dia melihat mamah ya sudah tidur terlebih dahulu.

"Huf, mamah cepat banget sih tidur ya, aku belum ngantuk lagi, keluar aja deh cari angin," batin Fina.

Dia pun keluar dari kamar, dan berjalan ke arah teras rumah itu, dan duduk di sebuah kursi di sana.

Sambil menikmati angin malam.

"Fina," panggil Daniel.

Fina langsung melihat sumber suara tersebut.

"Iyah om, kenapa? kok om belum tidur?" tanya Fina.

"Seharusnya itu om yang nanya, ngapain kamu disini malam-malam, kok belum tidur?" tanya Daniel.

"Fina gak bisa tidur om, bentar lagi Fina masuk kok, masih ingin menikmati angin malam," ucap Fina.

"Kalau om sendiri kenapa belum tidur?" tanya Fina lagi.

"Om sih sebenarnya udah ngantuk, tapi haus om turun deh kebawah ambil minum, tapi liat pintu terbuka om jadi penasaran deh," ucap Daniel sambil duduk di bangku depan Fina.

"Oohh," ucap Fina.

"Om kalau boleh tau, Istri om meninggal gara-gara apa?" tanya Fina. Seketika Daniel langsung diam dan melihat ke arah bawah.

Fina memerhatikan Daniel, jadi menyesal akan menanyakan hal itu.

"Maaf ya om, kalau gak mau di jawab juga tidak apa-apa kok om," ucap Fina.

"Istri Om meninggal gara-gara kecelakaan, saat kami berjalan menuju puncak, dan tiba-tiba ada mobil yang hilang kendali dari depan, dan menabrak mobil kami." ucap Daniel.

Fina terdiam,

"Setelah dia pergi, hidup om rasanya tidak ada gunanya lagi, sehingga Alira terabaikan oleh om, Alira selalu kesepian, namun om merasa bersalah telah mengabaikan Alira, Alira anak yang baik," ucap Daniel dengan mata berkaca-kaca.

"Maaf ya om, gara-gara Fina nanya kaya gini, om jadi sedih," ucap Fina sambil menghapus air mata Daniel yang jatuh di pipinya.

Daniel langsung mengambil tangan Fina.

"Om minta sama kamu, kamu anggap om sebagai keluarga kamu," ucap Daniel.

"Iyah om, bahkan Fina ingin mempunyai Ayah seperti om," ucap Fina.

Daniel sangat terharu, dengan ucapan Fina.

Daniel memeluk Fina,

"Kamu boleh kok anggap om sebagai ayah kamu, dan Om jadi punya dua putri yang cantik-cantik." ucap Daniel sambil mencubit hidung Fina dengan lembut.

"Ya udah tidur sana, gak baik disini untuk kesehatan, nanti masuk angin, tidur ya, om duluan masuk ya," ucap Daniel.

"Iyah om," jawab Fina melihat Daniel masuk kedalam rumah.

"Hmm, entah kenapa hati ku sangat tenang jika di dekat dan di peluk oleh om Daniel, Alira sangat beruntung mempunyai Ayah seperti om," batin Fina sambil tersenyum.

Hari semakin malam, udara di luar semakin dingin, sehingga dingin yah menusuk kulit Fina.

Fian akhirnya masuk kedalam rumah, dan menutup pintu.

Fina masuk kedalam kamar tamu, menutup pintu kamar dengan pelan agar mamah ya tidak terbangun.

"Kamu dari mana Fin?" tanya Clara dan duduk di atas kasur.

"Itu mah, dari luar cari udara segar, Fina belum bisa tidur," ucap Fina.

"Hmm, ini udah tengah malam nak, gak baik anak perawan begadang," ucap Clara.

"Iyah mah, Fina tidur," ucap Fina sambil membaringkan tubuhnya di samping Clara.

Clara menghela nafas panjang dan membuangnya.

Clara melihat ke arah Fina yang memejamkan mata ya. tangan ya kini mengelus-ngelus rambut Fina sehingga tertidur.

Keesokan harinya,

Reja berangkat bekerja, mereka tidur di tempat Rati,

kali ini Joni tidak mau ikut dengan papah ya, karena Alira bilang nenek ya hari ini akan ke rumah Pak Rendi, jadi Joni akan ikut dengan nenek ya.

"Buk," panggil Reja yang berada di ruang tamu.

"Iyah, kenapa nak?" tanya Rati yang datang dari dapur. membawa sebuah nampan berisi roti dan segelas susu putih.

"Reja berangkat dulu ya Bu, titip Joni," ucap Reja.

"Loh kok udah berangkat aja, sarapan dulu ya," ucap Rati sambil memberikan roti.

"Gak usah Bu, Reja sarapan di kantor aja, udah telat nih," ucap Reja.

"Hmm, di makan dulu nak, Lagian tumben anak kesayangan kamu gak di bawa?" tanya Rati.

"Kata ya, ibu sama Joni mau ke rumah pak Rendi," ucap Reja.

"Oh iya yah, ya sudah biar Joni sama ibu aja, kamu harus sarapan dulu," ucap Rati lagi.

"Tidak usah buk, Reja kenyang kok, Reja pamit ya," ucap Reja sambil menyalim tangan ibu ya, dan mengambil satu roti yang ada di nampan.

...----------------...

Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini.

di tunggu terus ya up selanjutnya, jangan pernah bosan, jika ada saran tulis di komentar yah. jangan pernah lupa tinggalkan dukungan untuk author.

Terimakasih 🙏

1
mince
mana janjimu reja
Rezqi Fatimah [🐧²⁴]
Luar biasa
Isha Atmini
kkk kasihan ya thor liat alira nya, berasa ga rela klo alira ma reja. selain reja ga bs move on reja jg dah ena2 ma wanita lain..klo mslh dudanyà mah gpp lha ini selingkuh klo hny dijebak pasti hny sekali trs nyesal ni sampai ga perhatian trs berhari2 ga pulang...ga rela bngt thor..
mince: kok tamat kapan alira bahagianya
total 1 replies
Lenny Fitriany
cerita nya bagus cuma suka salah nama tokoh nya hehehehe
Ira: Terimakasih banyak kak, mohon maaf atas kesalahannya yang tidak membuat nyaman. Kalau berkenan mampir juga yah ke karya baru ku🥰🥰🥰
total 1 replies
Yani
Ceritanya bagus masih banyak typo sering salah nulis nama
Yani
Duanya bodoh ngapain juga dari awal bilang mau dari awal aja nolak .semoga tifak terjadi apa" sama bu Rati dan Joni
Yani
Sabar Alira ngadepin orang emosian
Yani
Biatin Slira jangan di angkat biar bangun Reja nya
Yani
Ntar buat Reja jatuh cinta duluan thor
Yani
Reja makan tu gengsi kalau laper" aja 🤣🤣
Yani
Dasar Reja kalau cemburu" aja ga usah gengsi
Yani
Kadian pak Hengki belum apa" sudah patah hati duluan
Yani
Typo thor 🙏🙏
Yani
Seperti Fina kayanya perlu perhatian seorang ayah
Yani
Reja jangan pasang muka datar aja ntar juga bucin
Yani
Rendi kali typo thor 🙏🙏
Yani
Ga sabar 🤭
Yani
Fina cobalah menerima takdir
Yani
Semoga aja sikap Fina bisa berubah menjafi anak baik lagi
Yani
ItuAlira calin mantu bu Rati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!