NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Raga Istri Jendral

Transmigrasi Ke Raga Istri Jendral

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:23.7k
Nilai: 5
Nama Author: Zakiya el Fahira

Lu Mingyu adalah seorang gadis muda yang bergabung di kelompok dunia bawah, tugasnya sebagai mata mata di kelompoknya, Mingyu sudah terbiasa mendapat luka tembak ataupun benda tajam di tubuhnya, bagi Mingyu itu adalah simbol dari sosoknya yang pemberani dan tidak takut pada apapun, selain itu Mingyu juga memiliki sifat yang babar dan juga suka ceplas ceplos saat berbicara, menurut Mingyu yang paling menakutkan bukanlah musuh yang ingin membunuhnya, melainkan jika tidak punya uang, karna Mingyu gadis yang sangat matrealistis.
Dan suatu hari Mingyu tidak pernah terpikirkan kalau dirinya akan masuk ke jebakan lawan, mobil Mingyu berhasil di sabotase, yang menyebabkan remnya blong dan menabrak pembatas jalan hingga meledak, dan api besar itu melalalap habis tubuh Mingyu yang terkunci di dalam mobil.
Dan saat membuka matanya Mingyu berfikir kalau dia sudah berpindah ke alam baka, karna melihat bangunan sekelilingnya di penuhi dengan warna kuning keemasan, di tambah saat dia melihat tam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Kediaman Perdana Mentri Lu

Dari halaman depan seorang pelayan berlari masuk ke dalam, untuk mencari keberadaan Nonanya.

''Ada apa kamu berlari lari seperti itu?'' tanya Xiao Fei yang sedang menemani Nonanya yang sedang menggambar di taman belakang rumah.

''I,, itu, di depan ada Jendral Rong'' ucap pelayan junior itu.

Sontak Mingyu yang sedang fokus menggambar langsung mendongak. ''Maksudmu suami sialan itu?''

Ehem

Ketiga wanita di taman itu sontak menoleh bersamaan, mereka kaget melihat keberadaan Jendral Rong, Xiao Fei dan pelayan junior seketika panik, mereka takut kalau Jendral Rong mendengar Nona mereka memanggilnya dengan sebutan suami sialan, tapi berbeda dengan Mingyu dia di buat terkesima dengan Jendral Rong, saat di lihat dari dekat ternyata Jendral Rong memang setampan itu, tapi sedetik kemudian Mingyu langsung merubah expresinya, saat teringat dengan sikap Jendral Rong yang sudah tega meninggalkan pemilik tubuh asli di malam pernikahan mereka.

Xiao Fei langsung berpamitan pada Nonanya untuk pergi, dia juga mengajak juniornya sekalian agar tidak mengganggu Nonanya dan Jendral Rong.

''Untuk apa anda datang ke sini?'' tanya Mingyu tanpa melihat Jendral Rong, dia memilih melanjutkan menggambar desain baju yang hampir selesai, untuk kain yang dia beli tadi.

Jendral Rong tidak merasa tersinggung sama sekali dengan sikap Lu Mingyu, dia malah menghampiri Lu Mingyu dan berdiri di depannya, Jendral Rong di buat terkejut saat tidak sengaja melihat gambaran tangan Lu Mingyu, menurutnya sudah seperti pelukis handal.

''Ini kamu yang menggambar sendiri?'' tanya Jendral Rong sembari membungkukkan badannya.

''Menurut Pangeran'' sahut Lu Mingyu ketus.

''Untuk apa Pangeran ke sini?'' tanya Lu Mingyu lagi.

Jendral Rong langsung menegakkan badannya kembali. ''Aku mau menjemputmu pulang''

''Aku tidak mau'' tolak Mingyu ketus.

Dahi Jendral Rong mengerut. ''Kenapa?, apa orang orang di kediamanku memperlakukanmu dengan buruk?'' tanyanya.

Lu Mingyu seketika terdiam, dia sendiri juga tidak tahu sebelumnya seperti apa perlakuan orang orang di kediaman Jendral Rong pada pemilik tubuh asli.

''Para pelayan di sana sering menggosipkanku, karna anda meninggalkan saya di malam pengantin kita'' ucap Mingyu entah benar apa tidaknya yang ia katakan, tiba tiba saja ide itu muncul di kepalanya.

Jendral Rong seketika bungkam, dia mengaku salah atas sikapnya yang sudah meninggalkan istrinya di saat malam pengantin.

''Maaf''

Tanpa sadar Jendral Rong mengucapkan kata maaf yang selama ini tidak pernah sekalipun keluar dari mulutnya, dan kini Jendral Rong mengucapkannya di depan Mingyu, bahkan Jendral Rong sendiri juga tidak percaya kalau dirinya bisa mengucapkan kata kata keramat itu.

Sedangkan Mingyu malah mendengus mendengar ucapan maaf dari Jendral Rong.

''Pangeran fikir dengan pangeran minta maaf, saya akan langsung memaafkan anda, mimpi saja sana'' ketus Mingyu.

Jendral Rong langsung menatap tajam Mingyu, dia sudah rela menurunkan harga dirinya untuk minta maaf, tapi wanita itu masih tidak puas.

''Tidak usah menatap saya seperti itu, pangeran fikir saya akan takut, jangan harap'' omel Mingyu membalas tatapan Jendral Rong dengan berani.

Seketika Jendral Rong mengusap wajahnya dengan kasar, ternyata yang Mingyu katakan semalam benar adanya, kalau dia tidak takut sama sekali dengannya. ''Baiklah, baiklah, sekarang apa yang harus aku lakukan agar kamu mau memaafkanku'' lagi lagi Jendral Rong menurunkan egonya di depan Mingyu, andai Han Bing tahu dia pasti akan jatuh pingsan karna terlalu kaget.

''Pangeran fikir saja sendiri''

Sontak Jendral Rong membulatkan matanya. " Ya Tuhan, lebih baik aku perang saja, dari pada harus menghadapi wanita satu ini, menguras tenaga sekali rasanya" batin Jendral Rong menggerutu.

"Bagaimana kalau semua uang penghasilanku, aku berikan padamu, sebagai permintaan maafku" ucap Jendral Rong mengingat semalam mata Mingyu yang berbinar saat melihat lembaran uang darinya.

Dan benar saja Lu Mingyu langsung tersenyum lebar.

"Setuju"

Jendral Rong langsung berdecih, melihat perubahan expresi wajah Mingyu saat di tawari uang.

''Bagaimana?, apa sekarang sudah mau kembali ke kediamanku?'' tanya Jendral Rong.

''Hem, mau, asalkan Pangeran tidak bohong dengan apa yang pangeran janjikan barusan'' jawab Mingyu.

''Aku bukan orang yang suka ingkar janji'' sahut Jendral Rong ketus.

''Bagus''

Sore itu Mingyu benar benar kembali ke kediaman Jendral, Mingyu juga membawa Xiao Fei ikut dengannya.

Di dalam kereta kuda milik keluarga Lu, Mingyu hanya duduk berdua saja dengan Xiao Fei, sedangkan Jendral Rong dia menunggangi kudanya sendiri mengikuti kereta Mingyu dari sisi kirinya.

''Fei''

''Iya Nona''

''Menurutmu, sekaya apa suami sialanku itu?'' tanya Mingyu, dia sudah tidak sabar untuk menerima semua uang milik Jendral Rong.

Xiao Fei sudah tidak kaget lagi, saat Nonanya memanggil Jendral Rong dengan sebutan suami sialan, mungkin Nonanya masih marah pada Jendral Rong pikirnya.

''Tentu sangat kaya, selain gaji dari jabatannya sebagai seorang Jendral, beliau juga memiliki usaha pertokoan di pusat kota, kalau tidak salah ada lebih dari sepuluh toko''

''Apa?!, sepuluh toko'' pekik Mingyu.

Xiao Fei menganggukkan kepalanya.

Bola mata Mingyu langsung berbinar binar, saat membayangkan betapa banyaknya uang yang akan ia dapatkan.

Di halaman depan kediaman Jendral Rong, Han Bing bersama Ayahnya dan juga Su Wan rou mereka berdiri untuk menunggu kedatangan Jendral Rong.

''Paman Han, apa benar Pangeran pergi ke kediaman perdana mentri Lu untuk jemput Nona Lu?'' tanya Su Wan Rou. Dia masih belum percaya dengan apa yang dia dengar dari Paman Han, karna yang dia tahu Jendral Rong tidak pernah perduli dengan pernikahannya, tapi kenapa sekarang Jendral Rong rela pergi ke kediaman perdana mentri Lu hanya untuk menjemput istrinya yang bodoh itu pikirnya.

''Pangeran bilangnya seperti itu'' tukas Paman Han.

Dan tak berselang lama terlihat sebuah kereta kuda memasuki halaman, dan di sisi kanan kereta Jendral Rong menunggangi kudanya, Han Bing dengan sigap menghampiri Tuannya, begitu juga dengan Paman Han dan Su Wan Rou.

''Pangeran''

Jendral Rong segera turun dari atas kudanya, lalu dia memberikan tali kudanya pada Han Bing untuk di bawa ke kandangnya, setelah itu dia berdiri di depan kereta untuk menunggu Mingyu turun.

Saat keluar dari kereta, Mingyu langsung di buat terkesima dengan bangunan di depannya, ternyata kediaman Jendral Rong sangat megah, bahkan kediaman Lu masih ada di bawahnya.

''Ayo turun'' ajak Jendral Rong sembari mengulurkan tangannya pada Mingyu.Dan sontak tindakannya itu membuat semua orang yang ada di halaman membulatkan matanya, terlebih Paman Han dan Su Wan Rou yang masih ada di sana, mereka tidak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini, kalau Jendral Rong ternyata bisa memperlakukan orang dengan penuh perhatian.

Sedangkan Mingyu dia tidak sengaja melihat wanita yang berdiri di belakang Jendral Rong, dengan pakaian seperti seorang militer kekaisaran.

"Pasti dia yang bernama Su Wan Rou, yang katanya satu satunya wanita yang masuk militer, cantik juga, lumayan lah kalau dia di sandingkan dengan Jendral Rong" batin Mingyu.

"Mingyu apa yang sedang kamu pikirkan, ayo cepat turun" seru Jendral Rong, membuat kesadaran Mingyu kembali, dan langsung mendengus menatap Jendral Rong.

"Kenapa pria ini seperti bisa menebak isi pikiranku" batin Mingyu sembari menerima uluran tangan Jendral Rong lalu turun dari atas kereta.

1
Nurhayati Nurhayati
lanjut thor
kaylla salsabella
wah... klu tahu istrinya tersenyum pada pria lain Jendral bisa ngamuk
Marsya
hayo istrinya ditaksir cowok lain😉😉😉
Inez Putri
knpa hari ini gak up thuor..
Kusii Yaati
apa mingyu harus menghilang dulu baru kamu akan merasa kehilangan jendral rong?... makan tuh cinta pertama mu 😤
MataPanda?_
terus semangat kak semakin seru😀
Marsya
cinta tanpa disadari lebih menyakitkn disaat org yg dicinta pergi menjauh/Smug//Smug//Smug/
Ai
jangan jangan nanti jemdral rong jadi streees🤣
kaylla salsabella
sebenarnya jendral udah cinta tapi gak sadar...
Murni Dewita
double up thor
Etty Rohaeti
lanjut
Ai
menyesal itu belakangan jendral
Ai
jendral plin plan
tinie
hemm seolah mingyu hilang dan gu nian datang dgn wajah baru nya
Musdalifa Ifa
rasakan itu jendral rong😏😏😏
Marsya
pada kenyataannya sesuatu baru terasa ktika apa yang kita miliki hilang dari pandangan,dan itu yg disbut Penyesalan wahai pangeran Rong/Smug//Smug//Smug/
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Good, Mingyu, Lnjtkn, tinggalkn aja itu Suami Dulhakim, biar Jenderal tau rasa 🤭👍👌
kaylla salsabella
mingyu.... mau Kekaisaran timur dengan cara jatuh ke tebing
Yunita Widiastuti
mingyuuu....ojo balek dolan sing adohhhh
Evi 060989
up lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!