Di Pesantren Al-Ihsaniyyah, cinta, ilmu, dan takdir keluarga Ihsani bersatu. Warisan Abah Muzzamil diuji, pilihan Inayah mengubah segalanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blue_era, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saatnya TikTok dan Kopi Espresso: Antara Makan Siang, Live Streaming, rahasia
Setelah selesai puas bermain juga belanja Gus Rasel juga istrinya menghampiri Abi yg menunggu di resto ramen dekat dgn Timezone. setelah itu mereka ber 3 memesan ramen juga dessert nya dan ternyata mereka tanpa diketahui dan juga diam diam sama sama memesan kopi semua hanya saja Ning Hana yg memesan kopi expresso dan tidak ada yg curiga, karena mereka taunya hanya es chocolate. dan ditengah" saat makan siang, Ning Hana live di akun tiktok nya. Ning Hana live dan juga menjawab pertanyaan para fansnya di Instagram.
- (Setelah selesai bermain dan berbelanja, Gus Rasel dan Ning Hana menghampiri Abi yang sedang menunggu di resto ramen dekat dengan Timezone.)
- (Sesampainya di sana, mereka bertiga memesan ramen dan dessert.)
- (Tanpa sepengetahuan satu sama lain, mereka bertiga diam-diam memesan kopi. Hanya saja, Ning Hana memesan kopi espresso.)
- (Abi dan Gus Rasel tidak curiga, karena mereka mengira Ning Hana memesan es cokelat.)
(Di tengah-tengah makan siang, Ning Hana melakukan live di akun TikToknya. Ia menyapa para penggemarnya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari mereka.)
- Ning Hana (di live TikTok): "Assalamualaikum semuanya! Apa kabar? Lagi pada ngapain nih?"
(Beberapa pertanyaan dari para penggemar Ning Hana:
*Kak, kok jarang live bareng Gus Rasel? Lagi marahan ya?
*Kak, outfitnya hari ini bagus banget! Beli di mana?
*Kak, spill skincare routine-nya dong! Kulitnya glowing banget!
*Kak, kapan mau bikin konten bareng Abi Haikal?
Kak, kapan nikah kak? Udah cocok banget sama Gus Rasel!)
(Ning Hana menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para penggemarnya dengan ramah dan ceria.)
- Ning Hana (menjawab pertanyaan dari penggemar): "Iya nih, lagi jarang live bareng Mas Rasel. Soalnya kita lagi sibuk ngurusin pondok. Tapi nanti kita usahain live bareng ya."
- Ning Hana (menjawab pertanyaan dari penggemar): "Outfit ini beli di mall tadi kok. Murah meriah aja. Hehe."
- Ning Hana (menjawab pertanyaan dari penggemar): "Skincare routine? Nanti Hana spill deh di story Instagram."
- Ning Hana (menjawab pertanyaan dari penggemar): "Insya Allah, nanti kita bikin konten bareng Abi. Ditunggu ya."
- Ning Hana (tertawa mendengar pertanyaan dari penggemar): "Kapan nikah? Doain aja ya. Hehe."
Waktunya sudah 2 jam lebih mereka jalan jalan di mall dan Ning Hana sudah merasa capek juga lelah, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke pondok
- (Setelah lebih dari 2 jam jalan-jalan di mall, Ning Hana merasa capek dan lelah. Akhirnya, mereka memutuskan untuk pulang ke pondok.)
Setelah sampai dipondok, Ning Hana tidak pulang ke ndalem timur melainkan ke ndalem tengah dan langsung menuju kamar lalu tidur. malam harinya, akung, uti, Abi, Gus Rama, Gus Wildan, mas Rasel juga Hana mengajar di pondok dan dibagi untuk akung, uti juga Abi mengajar dipondok putri diniyahnya. sedangkan Gus Rama, Gus Wildan, mas Rasel juga istrinya Hana mengajar di pondok putra. lalu setelah mengajar Ning Hana izin ke suaminya kalau ia mau ke kantin pondok mau beli makanan dan ketika suaminya mengizinkan, ia lalu berjalan ke kantin pondok.
- (Setelah sampai di pondok, Ning Hana tidak langsung pulang ke ndalem timur, melainkan ke ndalem tengah. Ia merasa lelah dan langsung menuju kamar untuk tidur.)
- (Malam harinya, Akung, Uti, Abi, Gus Rama, Gus Wildan, Mas Rasel, dan Hana mengajar di pondok.)
- (Akung, Uti, dan Abi mengajar di pondok putri bagian Diniyah.)
- (Gus Rama, Gus Wildan, Mas Rasel, dan istrinya Hana mengajar di pondok putra.)
- (Setelah mengajar, Ning Hana meminta izin kepada suaminya untuk pergi ke kantin pondok.)
- Ning Hana: "Mas, Hana izin ke kantin pondok ya. Mau beli makanan."
- Gus Rasel: "Iya, Sayang. Hati-hati ya."
- (Setelah mendapatkan izin, Ning Hana berjalan menuju kantin pondok.)
Sampai di kantin ia pesan makanan dan ternyata juga banyak para santri putra yg membeli makanan dan tidak lama kemudian Gus Rasel menyusul istrinya ke kantin pondok, mas Rasel khawatir dgn Hana karena lama sekali dan setelah sampai di kantin ternyata antriannya panjang dan juga ia melihat istrinya yg sedanga mengantri tp dari tadi saat giliran Hana malah diseroboti dg para santri putra sehingga Gus Rasel menghampiri istrinya dan bilang kalau ia yg akan memesankan makanan. kemudian benar saja mas Rasel mengambil alih posisi istrinya, ia berjalan menuju penjual yg dikantin dan bilang pesanan yg akan dipesankan istrinya kurang lebih menunggu sekitar 20 menitan.
- (Sesampainya di kantin, Ning Hana memesan makanan. Ternyata, banyak sekali para santri putra yang juga sedang membeli makanan.)
- (Tidak lama kemudian, Gus Rasel menyusul istrinya ke kantin pondok.)
- (Mas Rasel khawatir karena Hana sudah lama sekali belum kembali.)
(Sesampainya di kantin, Mas Rasel melihat istrinya sedang mengantri. Namun, dari tadi saat giliran Hana, malah diserobot oleh para santri putra. Ia merasa kesal melihat istrinya diperlakukan seperti itu.)
- (Gus Rasel menghampiri istrinya.)
- Gus Rasel: "Sayang, kamu dari tadi ngantri? Kenapa nggak bilang sama Mas? Sini, biar Mas yang pesankan."
- (Gus Rasel mengambil alih posisi istrinya dan berjalan menuju penjual di kantin.)
- Gus Rasel: "Saya mau pesan makanan untuk istri saya. Kira-kira berapa lama ya?"
- Penjual: "Oh, untuk Ning Hana ya? Wah, ini lagi banyak pesanan, Gus. Kira-kira 20 menitan lagi baru selesai."
- Gus Rasel: "Baik, saya tunggu."
Setelah makanannya sudah ada mereka kembali ke ndalem timur, Ning Hana memakan makanannya dan lalu istirahat sedangkan Gus Rasel mengontrol asrama santri putra sebentar, lalu kembali ke ndalem timur dan juga istirahat bersama istrinya.
- (Setelah makanannya sudah ada, Gus Rasel dan Ning Hana kembali ke ndalem timur.)
- (Ning Hana memakan makanannya dengan lahap, lalu beristirahat. Gus Rasel mengontrol asrama santri putra sebentar.)
- (Setelah selesai mengontrol asrama, Gus Rasel kembali ke ndalem timur dan beristirahat bersama istrinya.)