NovelToon NovelToon
Erick-Melina Dosen Dan Mahasiswinya

Erick-Melina Dosen Dan Mahasiswinya

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Dosen / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Greta Ela

Melina Lamthana tak pernah merencanakan untuk jatuh cinta ditahun pertamanya kuliah. Ia hanya seorang mahasiswi biasa yang mencoba banyak hal baru dikampus. Mulai mengenali lingkungan kampus yang baru, beradaptasi kepada teman baru dan dosen. Gadis ini berasal dari SMA Chaya jurusan IPA dan Ia memilih jurusan biologi murni sebagai program studi perkuliahannya dikarenakan juga dirinya menyatu dengan alam.

Sosok Melina selalu diperhatikan oleh Erick Frag seorang dosen biologi muda yang dikenal dingin, cerdas, dan nyaris tak tersentuh gosip. Mahasiswi berbondong-bondong ingin mendapatkan hati sang dosen termasuk dosen perempuan muda. Namun, dihati Erick hanya terpikat oleh mahasiswi baru itu. Apakah mereka akan bersama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Greta Ela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Satu bulan telah berlalu sejak hari pertama libur semester itu, dan bagi Melina, waktu terasa berjalan sangat cepat. Apartemen yang sepi tanpa Bunga menjadi saksi bagaimana setiap pukul tujuh malam, Melina akan berdiri di balik jendela, menatap ke bawah menunggu sedan hitam itu muncul.

Rasa takut dan canggung yang dulu menghantuinya kini telah luruh, berganti dengan debaran rindu yang nyata. Melina menyadari bahwa ia telah jatuh cinta...benar-benar jatuh cinta kepada pria yang seharusnya hanya menjadi pemberi nilai di lembar ujiannya. Di balik sikap Erick yang dominan dan kaku, Melina menemukan sisi pria itu yang haus akan kasih sayang, seseorang yang selalu memastikan Melina makan dengan baik dan merasa aman.

Erick pun sama. Baginya, Melina bukan lagi sekadar pelarian atau obsesi sesaat. Gadis itu adalah ketenangan yang selama ini ia cari. Melihat Melina tersenyum saat mencicipi hidangan baru atau melihat binar matanya saat mereka berdiskusi tentang buku, membuat Erick merasa hidup kembali.

Malam itu, tepat satu bulan satu minggu masa liburan berjalan, ponsel Melina bergetar di atas meja rias.

@Erickfrag: "Pakai dress hitam yang saya belikan minggu lalu, Melina. Aku akan menjemputmu dua puluh menit lagi. Aku ingin kita pergi ke tempat yang spesial malam ini."

Melina menarik napas panjang. Ia membuka lemari dan mengambil sebuah kotak besar berpita perak. Di dalamnya terdapat sebuah dress satin berwarna hitam pekat dengan bermodel sabrina, potongan bodycon yang sangat mengikuti lekuk tubuh. Gaun itu memiliki desain backless yang berani, memperlihatkan belahan dada, punggung, serta paha namun tetap terlihat sangat elegan dan berkelas.

Melina melangkah pelan menuju cermin besar di sudut kamar.

Saat jemarinya menarik ritsleting di bagian belakang, kain satin dingin itu membalut kulitnya seperti kulit kedua. Melina tertegun menatap pantulannya sendiri. Ia berdiri mematung, menatap bayangan seorang gadis yang hampir tidak ia kenali.

"Apakah ini benar-benar aku?" bisiknya pelan, suaranya bergetar di tengah kesunyian apartemen.

Di dalam cermin itu, tidak ada lagi Melina si mahasiswi polos yang selalu memakai kemeja kebesaran atau jaket organisasi. Gaun pilihan Erick itu sangat terbuka memamerkan bahunya yang putih mulus, lekuk pinggangnya yang ramping, hingga punggungnya yang terekspos jelas. Melina merasa sangat telanjang meski ia berpakaian.

"Gaun ini benar-benar seksi. Aku kurang suka." ujarnya sendiri

Ada rasa kalut yang mendadak muncul. Ia merasa gaun ini terlalu "aneh" dan terlalu berani untuk dirinya yang lugu. Bagaimana mungkin seorang mahasiswi tingkat awal pergi berkencan dengan dosennya sendiri memakai pakaian seperti ini? Pikirannya berkecamuk antara rasa malu yang luar biasa dan keinginan untuk menyenangkan hati Erick.

"Ini salah... tapi kenapa aku tidak bisa menolak?" gumamnya lagi. Melina menyentuh permukaan cermin, memperhatikan wajahnya yang tampak jauh lebih dewasa dengan riasan tipis. Ia merasa seperti sedang mengenakan topeng untuk masuk ke dunia Erick yang penuh kendali. Di balik keraguannya, ada perasaan aneh yang tumbuh, ia mulai terbiasa dengan cara Erick mendikte penampilannya, seolah ia adalah milik pria itu sepenuhnya.

Tepat saat bercermin, Bunga menelpon Melina dengan Video Call, Melina langsung panik dan mengambil selimutnya lalu menutupi tubuhnya.

"Halo, Bunga... ada apa?" Melina membuka pembicaraan.

"Mel... MEL..? Mel, kamu pakai make up? Serius? Kamu mau kemana Mel?" sontak Bunga terkejut melihat Melina yang memakai make up

Melina pun tercengang, Ia lupa kalau Video Call Ia tak sempat lagi untuk membersihkan wajahnya.

"Hehe iya Bunga, aku kepo caranya bermake up. Kadang, aku iri sama kamu yang bisa make up." ujarnya supaya Bunga tak curiga

"Malam-malam begini? Ya ampun Mel, kamu ada-ada aja." balas Bunga sambil tertawa kecil

"Tapi cantik kok. Kamu baik-baik aja kan Mel disana?" sambungnya

"Iya Bunga. Kadang aku menonton film atau membaca novel, intinya aku enggak kesepian kok. Kalau kita telponan, aku merasa kamu ada disini." ujar Melina

"Ya udah deh, kalau gitu udah dulu, ya. Aku ada kerjaan dikit. Bye Mel."

"Bye." Melina mengakhiri telepon.

Jantung Melina berdegup kencang, Ia ceroboh, Ia harusnya mengalihkan Video Call tadi menjadi telepon biasa saja. Untung saja Bunga tidak curiga.

Tepat waktu, suara klakson mobil Erick terdengar dari bawah, membuyarkan lamunan Melina. Ia menarik napas dalam, membuka hati, lalu melangkah keluar dengan langkah anggun yang dipaksakan, meski hatinya masih bergejolak hebat.

Saat pintu mobil dibuka, Erick tertegun. Ia yang biasanya selalu sigap, sempat terdiam beberapa detik menatap mahasiswinya, kekasihnya itu. Jas hitam yang dikenakan Erick tampak sangat serasi dengan penampilan Melina malam ini.

"Kamu... luar biasa, Melina," suara Erick terdengar lebih rendah dan serak dari biasanya.

Matanya menelusuri setiap inci penampilan Melina dengan tatapan yang sangat intens, seolah ingin memastikan bahwa mahakarya di depannya ini hanya miliknya.

Melina tersipu, wajahnya merona merah.

"Apa ini tidak terlalu berlebihan, Pak... eh, Erick? Aku merasa... aku merasa bukan diriku sendiri dengan baju ini."

Erick meraih tangan Melina, mengecup punggung tangannya dengan lembut sebelum melajukan mobil.

"Justru ini adalah dirimu yang sebenarnya di mataku, Melina. Sempurna. Tidak ada kata berlebihan untuk kecantikanmu malam ini." ujarnya

Melina lalu masuk ke dalam mobil, hingga Erick menyetir sampai pada restaurant. Tempat itu jauh berjarak satu jam dari kampus dan tempat tinggal mereka. Restaurant mewah itu hanya ditempati oleh orang-orang dewasa yang pacaran, bertunangan maupun suami istri. Disana, semua wajah manusia terasa asing dan bagusnya satu pun tak ada yang mengenal Erick dan Melina.

"Restaurant yang berbeda?" tanya Melina

"Iya Melina, aku ingin kamu merasakan restaurant yang berbeda-beda. Aku ingin kamu senang. Aku pastikan kamu makan enak disini."

Erick lalu memarkirkan mobilnya dan menunggu Melina keluar dari mobil. Ia lalu menggandeng tangan Melina dan masuk ke restaurant itu.

Pria itu telah memesan dua meja khusus untuknya dengan Melina tanpa gangguan siapapun.

"Melina, kamu mau pesan apa? Silakan apa yang kau mau." ujarnya

"Aku... aku tidak tahu." jawab Melina gugup

Ia baru kali ini memakai pakain terbuka seperti itu. Ia gugup dan tidak pede, membiarkan dosennya sendiri melihat sebagian tubuhnya.

"Mel, aku tahu kamu belum terbiasa. Tapi lama-lama kamu akan terbiasa kok. Aku pesan menu yang sama saja, ya."

Erick lalu memesan pasta yang harganya sangat mahal dengan minuman lemon dingin. Setelah beberapa menit, pesanan itu lalu sampai dan mereka memakannya. Melina menyantap pasta itu dengan pelan, rasanya enak. Ia tak pernah makan semewah dan seenak ini.

"Kamu suka kan?" tanya Erick

Melina lalu mengangguk, tidak. Melina belum terbiasa dengan momen intim ini.

1
Queen Naom
ayo devano tikung dan Pepet teroooos 😭😍
CACASTAR
bagus
Kasychan`●⑅⃝😽
panas ga tuh si erick🤣
ℜ𝔞𝔦𝔫 𝔦𝔫 𝔖𝔲𝔪𝔪𝔢𝔯
Pada dasarnya. wanita akan benar - benar aman dan di ratukan di tangan pria yang benar - benar tulus mencintainya. Semoga hubunganny Langgeng pak Erick dan melina /Rose//Determined/
ℜ𝔞𝔦𝔫 𝔦𝔫 𝔖𝔲𝔪𝔪𝔢𝔯
Rupanya milan ni terkenal dimana mana lah...🤭
MARDONI
Melina yang milih nunggu libur semester tuh keliatan dewasa dan kalem… makin bikin aku sayang sama dia.
Greta Ela🦋🌺: Awas nanti Pak Erick ngamuk, kak Doniii🤣
total 1 replies
MARDONI
Baru seminggu tapi rasanya Melina udah nyatu banget sama dunia kampus 🥺 vibes-nya tenang dan nyaman
Noname
sepertinya akan ada sesuatu yang terjadi 🗿
L̲̅I̲̅L̲̅Y̲̅V̲̅E̲̅Y̲̅
kirain luna maksa wkwkwk 🤣, untunglah sadar diri🤭
Hans_Sejin13
kenapa dengan bunga tulip nya ?
Greta Ela🦋🌺: Kenapa hayo?👀
total 1 replies
chemistrynana
dan Yap,sudah ku duga🤭🤭🤭
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
duh bunga.. Melina kan masii ingin berduaan ama pak dosen👉👈
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
tersadar😌
Greta Ela🦋🌺: Boleh dong🤭
total 3 replies
Alyaaa_Lryyy.
lelah letih lesuu campur mnjdi satuu , huff kuat2 yah klian brduaa , ttp sling menguatkan satu sm lain 🤗
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
ga kebayang klo misal ada yg ketuk pintu 🙈
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤: berharap pas enak enaknya ada yang ketuk pintu 🤣🤣🤣
total 2 replies
d_midah
udah bikin anak orang nangis, malah gak nongol.
kemana bang Erick? lagi nangis di pojokan😭😭
Greta Ela🦋🌺: Tabok aja ka Mida😇
total 1 replies
d_midah
😭😭😭😭😭 tiba-tiba dibuat nangis😭
d_midah
Yaampun bang, kamu jahat🥲
Anak orang kamu bikin nangis🥲
d_midah
Kasian banget babang satu ini, udah gak tahan🥲
nikahin dulu gih pak😇
Greta Ela🦋🌺: Stres dia itu ges. Kalau perlu tabok aja ya
total 1 replies
d_midah
Hayoloh pak Erick, kamu buat anak orang galau 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!