NovelToon NovelToon
Don`t Sleep With Dhamphyr!

Don`t Sleep With Dhamphyr!

Status: sedang berlangsung
Genre:Vampir / Kutukan / Horor / Tumbal / Hantu / Iblis
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Rowena Scarlett adalah manusia setengah vampir, tetapi sama sekali tidak menyadari jati dirinya. Tante dan om, satu-satunya keluarga yang ia miliki, justru menganggap Rowena mengalami gangguan mental. Anggapan itu berujung pada keputusan untuk menitipkannya di rumah sakit jiwa.

Rowena didiagnosis mengidap gangguan delusi akibat obsesinya terhadap darah. Kondisi tersebut bahkan membuatnya hampir melakukan percobaan pembunuhan demi memuaskan rasa penasarannya. Padahal, dorongan itu merupakan insting yang wajar bagi seseorang yang memiliki darah vampir.

Nahas, di tempat itu Rowena bertemu Darcel, dokter terapis barunya yang ternyata seorang vampir psikopat. Ketika Rowena terjebak dalam genggamannya, ia dijadikan kambing hitam atas pembunuhan-pembunuhan yang dilakukan oleh Darcel.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Darcelku, Obsesiku!

“Kamu benaran gila,” desis Issie sambil mencoba tarik lenganku untuk menghentikan. Aku langsung tarik tanganku sendiri.

“Kamu baru sadar sekarang? Hahaha.” Aku tertawa.

“Gimana kalau mereka punya penjaga dan penjaga itu bawa senjata?” omel Issie, minta dukungan dari yang lain.

Aku mengajak beberapa teman kerja untuk mengunjungi Paragon. Issie parno banget, tapi dua lainnya malah kegirangan dan menyuruhnya santai. Mereka mulai saling lempar cerita horor soal Paragon.

“Katanya, semua pasiennya tuh pembunuh berantai!” papar Calico, semangat banget.

“Dan konon, kita bisa dengar lolongan serigala pas bulan purnama,” Bertha nimbrung, senyumnya lebar. Kami semua langsung melihat ke langit, lihat bulan putih yang bulat sempurna.

“Udah purnama, ya?” tanya Issie dengan nada sok ceria, padahal kelihatan takut. Belum sempat kami jawab, tiba-tiba ada suara dari balik pepohonan.

Zzzsttt ... Zszttts ... Zzzssttt

Awalnya pelan, seperti bisikan. Terus naik … naik … makin jelas.

Bulu kudukku berdiri waktu lolongan itu pecah sempurna. Enggak berhenti-berhenti. Suaranya mirip serigala … tapi juga kayak manusia. Kayak maniak yang melolong ke bulan.

AAAAAUUUUUUUUUURHHHHHHHHHFFFF

Issie langsung lari.

“Sialan!” pekik Calico.

“Gila sih, serem,” komen Bertha. Tapi mereka semua malah saling melihat dengan senyum lebar. Kami masuk ke rimbunan semak-semak dan pohon selebar satu setengah meter. Lebat banget, ranting-ranting menyangkut di celana leggingku, menciptakan garis-garis pucat di kain hitamnya.

Begitu kami keluar ke sisi satunya, semuanya langsung hening.

Aku menyapu jariku ke jeruji pagar. Paragon Ravensland Asylum, kelihatan tua banget, arsitekturnya Victoria, mirip gedung-gedung di film Harry Potter. Buat aku, tempat ini vibe-nya kuno, megah, lebih mirip museum daripada rumah sakit jiwa.

"Ini bukan rumah sakit weeee!" gumamku mengingatkan diri sendiri.

Aku sudah pernah ke Rumah Sakit Jiwa sebelumnya, dan ini jelas bukan itu. Ini penjara yang pintunya selalu terkunci. Orang-orang di sini jelas enggak punya rencana rehabilitasi, bahkan mungkin enggak bisa pulang tiap weekend.

Bau besi di tanganku membuatku teringat akan wangi darah. Aku refleks tarik tangan, melihat duri-duri tajam di atas pagar.

"Hah, cuma begini doang halangannya? Terlalu gampang. Cuma kawat berduri? Mana pagar listrik, cctv berputar-berputar, anjing penjaga? Ini sih, very easy," batinku.

Kami mulai memanjat. Enggak ada yang berbicara. Entah karena takut atau terpukau atau dua-duanya. Aku sih enggak masalah sama keheningan itu, justru bikin deg-degannya makin manis.

Paru-paruku panas, tanganku gemetar, kaki sudah mulai capek, tapi motivasiku enggak luntur.

Setelah beberapa menit ngos-ngosan, akhirnya kami turun di sisi satunya. Dan kami menginjak tanah Paragon.

Lolongan tadi muncul lagi. Lebih keras. Kayaknya dari bawah tanah.

Aku mencari jendela basement, tapi enggak ada. Malah semua jendela di bangunan itu, dari lantai dasar sampai lantai atas, ditutup oleh plat logam.

Kecuali satu.

Ada cahaya samar dari sana, tapi enggak ada pergerakan.

“Ini kayaknya jebakan, deh!” gumam Issie, lehernya maju seperti kura-kura.

“Benaran terlalu gampang gak, sih!” Calico ikut komentar.

“Menurut aku, ya ... bagian tersulit itu menyusup masuk ke gedungnya. Bukan manjat pagarnya,” kataku.

“Menurut aku, bagian tersulit itu, hemm ... keluarnya lagi,” timpal Calico.

Kami langsung terdiam, baru sadar kemungkinan buruknya.

“Ayolah!” Aku maju duluan. “Masa iya mereka ngunci kita kalau kita ketangkap?”

“Enggak ...Yang ngelolong tadi yang bakal bunuh kita!” gerutu Issie.

Kami menghabiskan sekitar setengah jam untuk berjalan-jalan memutari bangunan itu sampai capek setengah mati.

Enggak ada pintu masuk.

Enggak ada pintu keluar.

Bahkan aku juga sudah mulai ragu … apakah memang ada cara masuk?

Kami akhirnya memutuskan untuk berpencar. Dan aku berdiri sendirian di depan satu pintu kecil dengan lampu merah yang berkedip-kedip.

Harusnya aku merasa keren karena menemukan pintunya. Tapi begitu berdiri di depannya, aku baru sadar betapa bego dan nekatnya semua ini.

Memangnya aku pikir bisa menghadapi Darcel atau menemukan info tentangnya di tempat beginian?

Aku sempat berpikir buat mencari anak-anak yang lain dan bilang, "Udah deh, pulang aja!"

Aku aneh, enggak sih?

Aku terus meyakinkan diri sendiri kalau aku datang ke sini cuma karena penasaran, bukan karena obsesi aku sama Dokter Terapi itu. Padahal jelas-jelas aku enggak bakal nyasar sejauh ini kalau aku enggak berharap menemukan sesuatu tentang Dr. Darcel.

Sialan.

Waktu aku memperhatikan pintu kusam yang enggak bisa ditembus pandangan itu, aku sadar, kalau aku sudah berdiri di tepi jurang. Situasi ini bisa dibenarkan oleh satu hal, aku makin tertarik sama Darcel. Dan aku penasaran setengah mati sama Rumah Sakit Jiwa Paragon yang legendaris itu.

Ini salah.

Salah banget.

Saat aku lagi sibuk menyalahkan diri sendiri, tiba-tiba ada bunyi "Beep" dari balik pintu. Seperti ada kait yang terbuka dari dalam. Pintu itu lalu mengeluarkan suara berderit … dan mulai terbuka.

Aku berdiri seperti patung.

Dan dia muncul.

Cowok yang mejadi alasan aku kehilangan akal sehat.

Dr. Darcel.

Dia terkejut.

Mata ungunya langsung melirik cepat ke kiri dan kanan, memastikan enggak ada yang melihat. Terus dia ulurkan tangan, menyambar lenganku, lalu menyeretku masuk ke dalam gedung dengan kasar.

Pintu pun menutup kencang di belakang kami.

Dia berdiri tepat di depanku, memperhatikanku.

Dia bakal ngomel, marah, atau apa?

Dan sialnya, aku malah merapatkan paha, menahan diri biar enggak kelihatan kalau aku terlalu bersemangat.

1
Adellia❤
ampuun deh darcel👻👻
Adellia❤
sikopat itu serius rupanya..
Adellia❤
hiii merinding sebadan" tuh orang bener" sikopat eh bukan orang dink👻
Adellia❤
km di cap pasien gila rowena tapi dokter terapi km dy orang gila yg sebenernya👻👻
Adellia❤
serruu karna gak cuman gairah pingin di tindih tapi juga gairah pingin minun darah👻👻👻
Adellia❤
hhhh rowenaaa🤦‍♀️🤦‍♀️
Adellia❤
hah... menguntit??? berati ilmu dr darcel buat menghapus ingatan itu enggak mempan??? 😱😱
DityaR: kan yg di hapus ingatan hari itu aja kak 🙏
total 1 replies
Adellia❤
sereem tapi seruu sekaligus menegangkan semangaatt thorr tulisanmu bagusss💪💪
Adellia❤
sama" senyum tapi beda arti.. hati" rowena dy vampir berbulu dombaa🤗🤗
Adellia❤
dr darcel bolehkah q bertemu km q ingin menghapus ingatanku sama seseorang😭😭
Adellia❤: boleh gak kasih no wa dr darcel thorr pliiisss🙏🙏
total 2 replies
Adellia❤
Torvald... heyyy emang km punya mental🤣🤣 kalo punya mah km enggak bakal tinggal di paragon ✌
Adellia❤
palingan km bakal di gigit sama darcel ..
Adellia❤: itu apa anu😱
total 4 replies
Adellia❤
astaga.. ngegantung🤔
Adellia❤: ciyuuss???
total 14 replies
Adellia❤
ya ampun pak dokter chat mulu... sugardady 😍
Rainn Dirgantara
Beuhh!
Rainn Dirgantara
Pelit kali 👀
Atelier
hi Rowenaaa
Atelier
🤭 memang mempesona
Adellia❤
karna pak dokter juga sama kayak km rowena 👻👻👻
Adellia❤: itu lho kak rowena sama pak dokter di kasih bodrex ..
total 6 replies
Dewi kunti
kok ngeri siiiiich🙈🙈🙈
Adellia❤: wlee😋😋😋
total 14 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!