NovelToon NovelToon
TAKDIR CINTA

TAKDIR CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / CEO / Persahabatan / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ra za

Revan adalah pria tampan dan pengusaha muda yang sukses. Namun di balik pencapaiannya, hidup Revan selalu berada dalam kendali sang mama, termasuk urusan memilih pendamping hidup. Ketika hari pertunangan semakin dekat, calon tunangan pilihan mamanya justru menghilang tanpa jejak.

Untuk pertama kalinya, Revan melihat kesempatan untuk mengambil keputusan sendiri. Bukan sekadar mencari pengganti, ia menginginkan seseorang yang benar-benar ingin ia perjuangkan.

Hingga ia teringat pada seorang gadis yang pernah ia lihat… sosok sederhana namun mencuri perhatiannya tanpa ia pahami alasannya.

Kini, Revan harus menemukan gadis itu. Namun mencari keberadaannya hanyalah langkah pertama. Yang lebih sulit adalah membuatnya percaya bahwa dirinya datang bukan sebagai lelaki yang membutuhkan pengganti, tetapi sebagai lelaki yang sungguh-sungguh ingin membangun masa depan.

Apa yang Revan lakukan untuk meyakinkan wanita pilihannya?Rahasia apa saja yang terkuak setelah bersatu nya mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra za, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 Mengembalikan

Pagi ini, suasana di kamar rias terasa hening. Eliana duduk di depan cermin besar, ditemani cahaya lampu yang lembut dan aroma bunga melati yang menenangkan. Seorang perias sibuk menyempurnakan riasan wajahnya dengan sentuhan halus.

“Tenang saja, Mbak,” ucap sang perias sambil tersenyum.

“Hari ini Mbak terlihat sangat cantik.”

Eliana membalas dengan senyum kecil. Didalam hati sungguh ia begitu gugup, namun Eliana berusaha untuk tetap tenang. Untuk sentuhan akhir, perias memasang hiasan di kepalanya, yang beralaskan jilbab putih gading yang tertata rapi, senada dengan kebaya hasil rancangannya sendiri. Kebaya itu sederhana, namun anggun, setiap detailnya seolah memancarkan ketulusan dan kepribadiannya. Eliana menatap pantulan dirinya dengan mata yang sedikit berkaca-kaca.

Inilah hari yang selama ini ada dalam doanya.

Nadia masuk perlahan ke dalam ruangan. “El…” ucapnya pelan, seakan tak ingin mengganggu suasana.

“Kamu benar-benar cantik.”

Eliana menoleh. “Terima kasih, Nad. Doakan aku, ya.”

Nadia menggenggam tangannya erat. “Tentu saja. Tanpa perlu kamu minta.”

Di ruangan terpisah, Revan telah siap mengenakan busana pengantin pria yang serasi dengan kebaya Eliana. Wajahnya terlihat tenang, namun sorot matanya menyimpan kegugupan yang ia coba kendalikan.

“Bismillah,” gumamnya pelan sebelum melangkah menuju ruang akad didampingi Riki sahabat nya.

Prosesi akad nikah pun dimulai.

Eliana duduk anggun, didampingi wali dan para saksi. Jantungnya berdegup kencang saat Revan duduk di samping nya. Suasana mendadak hening, seolah semua hadirin menahan napas.

Penghulu memulai prosesi dengan suara tenang dan khidmat.

Dengan satu tarikan napas, Revan mengucapkan ijab kabul dengan lantang dan jelas,

“Saya terima nikahnya Eliana Anggriani binti Ridwan Bimantara dengan mas kawin tersebut, tunai.”

“Sah!” ucap para saksi hampir bersamaan.

Isak haru pun pecah. Eliana menunduk, air mata mengalir di pipinya. Revan menghela napas panjang, rasa syukur dan lega menyatu dalam dadanya.

Prosesi dilanjutkan dengan tukar cincin. Revan dengan hati-hati memasangkan cincin di jari manis Eliana, begitu pula Eliana yang membalas memasangkan cincin di jari Revan.

Setelah itu, Revan mengangkat tangannya, meletakkannya perlahan di ubun-ubun Eliana, membaca doa dengan suara lirih dan khusyuk. Usai berdoa, ia mengecup kening Eliana dengan lembut.

Kini, Eliana resmi menjadi istrinya.

Sorot mata Nenek Sonya tampak berbinar. Ia tersenyum lebar, menatap cucunya dengan penuh kebahagiaan.

“Alhamdulillah…” ucapnya dengan suara bergetar.

“Nenek bahagia sekali melihat kalian. Semoga rumah tangga kalian selalu diberkahi Allah.”

Eliana dan Revan tersenyum haru mendengar doa itu.

Acara berlanjut ke prosesi sungkeman.

Eliana dan Revan berlutut di hadapan kedua orang tua mereka. Tangis tak terbendung saat mereka memohon doa dan restu.

“Terima kasih, Ayah, Ibu. Mohon doanya,” ucap Eliana terbata.

“Jalin rumah tangga kalian dengan sabar dan saling menguatkan,” pesan ayah Eliana dengan suara bergetar.

Semua yang hadir larut dalam suasana haru dan bahagia. Akad nikah berjalan lancar, doa-doa dipanjatkan, dan senyum menghiasi wajah para tamu.

Namun, di tengah kebahagiaan itu, satu wajah tampak berbeda.

Miranda.

Ia duduk dengan sikap tenang yang dibuat-buat. Senyum tipis menghiasi bibirnya, tetapi sorot matanya menyimpan perasaan yang sulit ia sembunyikan. Ada penolakan yang belum sepenuhnya luluh, meski ia berusaha bersikap seolah semuanya baik-baik saja.

Hari itu, ikatan suci telah terucap.

Dan meski tidak semua hati sepenuhnya menerima, pernikahan Eliana dan Revan telah sah, disaksikan keluarga, para tamu, dan diiringi doa-doa yang tulus.

---

Segala persiapan untuk resepsi telah rampung. MC, kue pengantin, hingga jamuan untuk para tamu tersusun rapi di setiap sudut gedung. Hanya tinggal menunggu waktu yang telah ditentukan.

Di ruang rias, Eliana duduk tenang meski detak jantungnya tak bisa ia sembunyikan. Perias sedang memasangkan mahkota kecil di atas jilbab yang telah tertata rapi.

“Nona semakin cantik saja,” ucap sang perias sambil tersenyum puas.

“Gaun yang Anda kenakan sangat cocok dengan Anda.”

“Terima kasih, Mbak,” jawab Eliana lembut.

Nadia yang setia menemani sejak tadi menatap sahabatnya dengan mata berbinar.

“Serius, El. Kamu kelihatan seperti putri dongeng.”

Eliana tersenyum malu. “Kamu berlebihan, nad.”

Sedangkan di kamar sebelah, Revan juga telah rapi. Penampilannya begitu luar biasa, aura nya begitu terpancar berwibawa, dan tenang.

“Ternyata lo tampan juga ya, Re,” celetuk Riki sambil tersenyum usil.

“Baru nyadar lo?” balas Revan ringan sambil merapikan dasi kupu-kupu di lehernya.

Keduanya tertawa kecil. Namun tawa itu terhenti ketika pintu kamar diketuk lalu terbuka.

“Assalamu’alaikum, Revan. Boleh Ayah masuk?”

Revan segera berdiri. Pria yang berdiri di ambang pintu itu kini telah sah menjadi ayah mertuanya.

“Wa’alaikumussalam, Ayah. Tentu saja, silakan masuk,” jawab Revan sopan.

Riki segera berdiri. “Aku keluar dulu ya, Re,” ujarnya memberi ruang.

Revan mengangguk, dan pintu kembali tertutup.

Setelah suasana tenang, Ridwan menatap Revan dengan sorot mata penuh arti.

“Re… Ayah ingin bicara.”

Revan mengangguk hormat.

Ridwan lalu mengulurkan sebuah map dari tangannya. “Ayah ingin mengembalikan ini,” ucapnya sambil menyodorkan map yang dulu Revan serahkan saat lamaran.

Revan terdiam. “Kenapa, Ayah? Bukankah ini sudah menjadi hak Eliana?”

“Ayah tahu,” jawab Ridwan tenang.

“Tapi Ayah, Ibu, dan Eliana sudah sepakat untuk mengembalikannya kepadamu.”

Ridwan menghela napas pelan sebelum melanjutkan.

“Waktu itu, Ayah meminta sesuatu sebagai bukti keseriusanmu pada Eliana. Dan kamu memberikannya tanpa ragu. Tapi selama ini, kamu sudah menunjukkan dan membuktikan keseriusanmu dengan sikap dan tanggung jawabmu. Itu sudah lebih dari cukup.”

Ridwan menatap Revan dalam.

“Sekarang Ayah hanya ingin satu hal. Berjanjilah untuk selalu menjaga dan menyayangi Eliana sepenuh hatimu. Jangan pernah menyakitinya. Jika itu sampai terjadi…” suaranya menurun namun tegas,

“Ayah pastikan kamu akan menyesal.”

Revan melangkah mendekat. Ia menggenggam tangan ayah mertuanya dengan kedua tangannya.

“Terima kasih, Ayah. Terima kasih atas kepercayaan Ayah,” ucap Revan dengan suara bergetar.

“Re berjanji, demi Allah, Re akan menjaga Eliana dengan seluruh kemampuan Re. Re akan menjadi pelindungnya, tempat pulangnya, dan orang pertama yang berdiri di depannya jika ada yang ingin menyakiti nya.”

Tak kuasa menahan haru, Revan memeluk Ridwan dengan erat.

“Ayah percaya padamu,” ucap Ridwan sambil menepuk punggung Revan, lalu melepaskan pelukan.

“Jaga putri Ayah baik-baik. Sekarang dia adalah tanggung jawabmu.”

---

Waktu yang dinantikan pun tiba.

Revan telah berdiri di atas pelaminan, menanti kedatangan wanita yang kini sah menjadi istrinya.

Di sisi lain, Eliana melangkah pelan, menahan degup jantungnya. Ia berjalan diiringi ayahnya, menggenggam lengan pria yang selama ini menjadi cinta pertamanya dan kini menyerahkan tanggung jawab itu kepada orang lain.

Pandangan Revan terpaku pada Eliana yang semakin mendekat. Ada perasaan hangat yang menjalar di dadanya, perasaan yang belum sepenuhnya ia pahami, yang Revan tahu malam ini ia begitu bahagia.

Saat Ridwan menyerahkan tangan Putri nya kepada Revan, suarnya bergetar.

“Ayah serahkan putri ayah, jaga dia segenap jiwa dan raga mu.” ucap Ridwan pelan.

Revan menggenggam tangan Eliana dengan mantap. “InsyaAllah, Ayah. Revan janji”

Kini, pasangan pengantin baru itu telah bersanding di pelaminan. Mereka tampak begitu serasi. Bisik kagum terdengar dari para tamu yang hadir.

Waktu berjalan cepat. Setelah rangkaian acara, tibalah saat para tamu naik ke pelaminan untuk memberikan doa restu.

Tanpa Revan duga ternyata kedua orang tua Celin ada diantara para tamu.

“Selamat, Nak Revan,” ucap Johan dengan tulus.

“Semoga pernikahan kalian selalu diliputi keberkahan dan kebahagiaan.”

Dian pun ikut mendoakan. “Jadilah pasangan yang saling menguatkan dan mengingatkan dalam kebaikan.”

Meski awalnya Johan dan Dian sempat menolak, mereka akhirnya menyadari bahwa semua yang terjadi adalah akibat kesalahan putri mereka sendiri. Tak sepantasnya Revan disalahkan atas pilihan hidupnya.

Hari ini, di bawah sorot lampu dan doa-doa yang mengalir, Revan dan Eliana memulai babak baru untuk kehidupan mereka.

1
Yus Nita
semoga kln berdua mendapat kan azab yg setimpal. mak lampir dan siluman rubah
emang sepaket y..
Yus Nita
ini lah engikut Danjal, karena sdh buta matahati ny utk ber buat yg baik.
Yus Nita
si rubah siluman kah itu...
Yus Nita
apa y rahadia masa lalusiMirsndha
jafi pinisirain.. 😁😁😁
Muffin🧚🏻‍♀️: Hai sahabat pembaca!
Aku baru aja rilis cerita baru berjudul “Menjebak Cucu Presdir” ✨

Cleona hanya ingin menyelamatkan ibunya dari penyakit mematikan, tapi sebuah kesalahan membawanya ke kamar Batara, CEO muda yang dingin dan penuh rahasia. Kini, hidupnya terjerat antara bahaya, rahasia, dan perasaan yang tak pernah ia duga. Apakah ini awal kehancuran… atau takdir yang menunggu?

🔥 Jangan lupa mampir dan ikuti kisahnya yaa~
total 1 replies
Yus Nita
wadoohh..
sprti ny Revan, hrs menyia jan pengawslbsysngsn deh buat Elliana.
Yus Nita
dasar siluman rubah
Yus Nita
syukurin kau meranda, dot imbanglo kan 😀😀😀
Yus Nita
o, o,.. siapa dia...
Yus Nita
emang sr kaya apa yach si Murandha, seblom menikah dengsn papa surya.
jingga segitu nyenilsi dxn ketidak sukaan ny pada Elliana
Yus Nita
masuk siluman rubah
Yus Nita
kebohongan membaws Berkah 😁😁😁
Siti Nurhasanah
sekarang kan subuh jam 04
Siti Nurhasanah: oh iya ya
total 2 replies
erviana erastus
ckckck revan2 beres kan dulu si celine baru happy2 sama elina .... 😏😏😏😏
erviana erastus
dasar j*******g giliran ninggalin revan nggak ngotak skrng mau balikkan 🤣 nggak laku ya say makax cari mantan
erviana erastus
ada rahasia apa dinnk lampir
erviana erastus
emak satu ini minta ditampar biar sadar
erviana erastus
ribet ... knp nggak langsung nikah aza .... satu lagi jalang dia yg pergi tp merasa tersakiti ... hei Miranda kamu tuh ya buka tuh mata lebar2 jadi tau kelakuannya si celine
erviana erastus
jadi orang nggak usah terlalu baik el, tuh calon pelakor didepanmu .....
erviana erastus
miranda ini batu banget, tipe emak2 sok kuasa 😏
erviana erastus
calon plakor mulai tampil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!