NovelToon NovelToon
Seseorang Yang Datang Saat Aku Rapuh

Seseorang Yang Datang Saat Aku Rapuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Cintamanis / Office Romance / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:30.4k
Nilai: 5
Nama Author: LyaAnila

"Tidak ada pengajaran yang bisa didapatkan dari ceritamu ini, Selena. Perbaiki semua atau akhiri kontrak kerjamu dengan perusahaan ku."

Kalimat tersebut membuat Selena merasa tidak berguna menjadi manusia. Semua jerih payahnya terasa sia-sia dan membuatnya hampir menyerah.

Di tengah rasa hampir menyerahnya itu, Selena bertemu dengan Bhima. Seorang trader muda yang sedang rugi karena pasar saham mendadak anjlok.

Apakah yang akan terjadi di dengan mereka? Bibit cinta mulai tumbuh atau justru kebencian yang semakin menjalar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LyaAnila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 29: Ketika Ketenangan menjadi Ancaman

"Selena Aria Widyantara sudah masuk terlalu jauh dalam permainan yang baru saja dimulai."

Sayangnya, Selena terlambat menyadari perubahan hidupnya.

Mobil taksi yang membawa Selena melaju pelan meninggalkan PawPaw Cafe. Jalanan sudah dihiasi lampu-lampu yang sudah memancarkan cahayanya yang hangat. Di balik kaca jendela mobil, Selena menyandarkan kepalanya dengan menatap bayangan dirinya sendiri yang sudah sangat lelah memikirkan segala hal yang terjadi di hidupnya.

Ponselnya sudah ia genggam sedari tadi, namun Selena tidak memainkannya sama sekali. Obrolannya dengan Aksa tadi terngiang-ngiang di kepalanya, seolah seperti kaset rusak.

"Kadang, bahaya itu datang bukan dari orang yang terlihat marah. Tapi datang dari orang yang terlihat sangat tenang."

Kalimat itu terngiang-ngiang di telinganya. Kepalanya tiba-tiba sakit dan ia mengingat sesuatu. Ya, kalimat itu persis dengan email anonim yang sering ia dapatkan akhir-akhir ini.

"Apa ini, kalau dibilang kebetulan nggak banget. Ini terlalu kebetulan untuk dianggap kebetulan. Paham nggak sih," gerutunya.

"Kenapa mbak. Kebetulan ketemu saya apa gimana? Mbak nggak suka naik mobil saya? Kalau service nya kurang memuaskan. Bisa kasih tau saja langsung mbak. Jangan lewat aplikasi. Nanti rating saya turun mbak," ujar pak sopir.

Selena bingung dan langsung membantah omongan pak supir.

"Bukan pak. Ini bukan karena bapak, tapi saya ada masalah lain."

Bapak supir hanya mengangguk. Keheningan kembali menguasai taksi yang ditumpangi Selena. Setelah kurang lebih dua puluh menit, taksi tersebut sampai di depan kost Selena. Setelah menyelesaikan pembayaran, Selena tak langsung masuk di kamarnya. Melainkan, ia berdiri di depan pagar kost nya. Ia celingukan melihat apakah ia sedang diikuti seseorang apa tidak.

*****

Sedangkan, di sisi lain di kota Semarang sebuah kompleks apartemen yang cukup tinggi dengan jendela cukup lebar mengarah ke pusat kota. Bhima Artha Pradana tegak di depan laptopnya yang sedari tadi menyala.

Grafik saham naik turun dengan cepat seolah detak jantung yang memburu. Warna hijau dan merah saling menunjukkan atensi nya dengan naik turun. Namun, fokus Bhima tidak pada grafik itu. Melainkan pada seseorang.

Di tengah lamunannya, gawainya bergetar.

Satu pesan terlihat di notifikasi gawainya.

Lapor Bhim, Selena habis ketemu Aksa tadi di PawPaw Cafe.

Setelah membaca pesan tersebut, Bhima menarik napas dalam-dalam, lalu kembali mengusak wajahnya kasar.

"Ternyata lu bener-bener ngejalanin rencana ini ya, Gatra," gumam Bhima.

Ia kembali menyandarkan kepalanya di kursi kerjanya dan memejamkan matanya sejenak untuk berpikir bagaimana rencana selanjutnya.

Bhima tau. Dari awal memang dia sudah tau kalau Gatra yang melakukannya. Serta mendekati Selena dengan nama Aksa bukan keputusan yang diambil asal-asalan. Masalahnya, Bhima belum tau sejauh mana permainan itu akan membawanya terjerumus.

******

Setelah berdiri lama di trotoar depan kost nya, Selena akhirnya masuk ke kamarnya. Ia menutup pintu pelan agar tidak mengganggu aktivitas penghuni kost. Mengunci pintu dua kali sekarang adalah rutinitas baru nya sekarang tanpa disadarinya.

"Nggak, insting gue udah mulai nolak Aksa. Tapi, Bhima juga pergi. Sejauh ini yang bisa ngerti gue selain Rani ya cuma Aksa."

"Arghh..... Harus gimana sih gue bersikap ni."

Lama-lama Selena frustasi dengan keadaannya sendiri.

Gawai yang sudah diletakkan di meja kerjanya kembali bergetar. Dengan segera, Selena melirik siapa orang yang menghubunginya. Tanpa di duga, dia adalah Aksa.

"Halo, kenapa Aksa?" Suaranya dibuat senormal mungkin karena ia tidak ingin Aksa mengetahui keraguannya.

"Udah sampai kost belum?" Balas Aksa dari seberang telepon.

"Udah," jawab Selena singkat.

"Syukurlah kalau sudah sampai. Tadi aku lihat kamu agak gelisah."

"Wah, detail sekali memperhatikan bahasa tubuhku, Aksa," gumamnya.

"Iya. Kenapa kamu peduli padaku, Aksa? Kita belum lama kenal. Dan kenapa kamu sangat peduli padaku," tanya Selena.

Aksa terdiam beberapa detik sambil mengulas senyum yang sulit diartikan.

"Aku tidak suka melihat seseorang terlibat dengan masalah yang bukan dialah penyebabnya," respon Aksa akhirnya.

"Apa kamu yakin, aku orang baik?" Tanya Selena kembali.

"Yakin. Kenapa harus tidak yakin?" Aksa kembali mempertegas pernyataannya.

Selena tidak tau harus merespon bagaimana lagi. Lalu, terlintas di pikirannya sebuah pertanyaan untuk Aksa. Sebelum bertanya tentang hal itu, terlebih dahulu menyamankan tubuhnya di kasur.

"Aksa, kamu percaya kebetulan nggak?"

"Tidak. Aku hanya percaya pada pola dan strategi."

"Tapi......"

Belum sempat Selena melanjutkan pertanyaannya, telepon terputus secara sepihak. Selena sempat kesal, tapi ya sudahlah. Daripada memikirkan hal itu, dia memutuskan untuk membersihkan dirinya kemudian ia tertidur.

Setelah menghabiskan dua puluh menit membersihkan diri, ia berjalan ke jendela kamarnya dan membuka sedikit tirai jendelanya.

Di bawah sana, lampu jalan sudah berpendar memancarkan sinar lembutnya. Orang-orang berjalan beriringan diselingi dengan canda tawa.

"Dia terlalu tenang untuk sebuah kejadian yang sedang aku alami. Sebenarnya, siapa dirimu Aksa." Gumamnya.

Kini, Selena diselimuti oleh kebimbangan. Ia harus percaya dengan Rani, sahabatnya. Ataukah Aksa, orang yang baru pertama kali bertemu dengannya. Namun, entah mengapa kehadiran Aksa membuat perasaan Selena perlahan semakin nyaman.

******

1
⋆. 𐙚 ˚hiatus💨ᴛ⑅⃝ˢ🐈ʚଓ𓂃ෆ˚
kk kmana kok ga kelihatan lagi?
ᴍɪss_dew
emang dia pelakunya 😭😭😭 aduuhh Selena polos bener ..🥺🥺
ᴍɪss_dew
huaaa cafe kucing.. di sini dlu ada.. tapi tutup.. 😭 padahal kucingnya lucuu
ᴍɪss_dew
kok bisa sih Selena di awasi sedetail itu..
masih bingung Gatra mengawasi secara bagaimana . kamera Tersembunyi atau ada mata²
Mentariz
Lah? Lu juga aneh wkwk cocok nih kalian berduaa 😁 jodoh nih pasti 🤣
Mentariz
Kok kabur sih bang? 🤣 kaget yak dibentak gitu wkwk
MULIANA💦
Semoga ini, awal yang baik untuk hubungan kalian berdua ya 🙏
MULIANA💦
Cari bhima selena. Cari lelaki itu, untuk bertanggung jawab
Three Flowers
Jangan putus asa, ingatlah habis gelap pasti akan terbit terang. Saat ini kamu mungkin belum beruntung, tapi esok bisa jadi kamu akan mendapatkan keberuntungan
Cahaya Tulip
di telpon rina akhirnya lupa telpon Lina adiknya🤭..
@dadan_kusuma89
Selena, tenanglah. Pasti nanti akan ada solusinya. Kau bisa sering bertukar pikiran dengan sahabatmu Rani yang selalu siap sedia membantumu.
@dadan_kusuma89
Selena, mungkin ada baiknya kamu cari tempat kost yang baru, sekira hanya orang-orang tertentu saja yang boleh tau. Di sini kelihatannya sudah tidak aman. Selain itu juga untuk mencari suasana baru yang lebih fresh.
雨点⃟ᦠLyra Veyᦠ⃟凊湜ˢ⍣⃟ₛ
ga kedengaran itu maaf nya di akhir bab, samperin dong ke rumahnya selena 🤭
Cimol krispy
Selina, nasib kita kok sama/Sob//Sob/
Cimol krispy
sakit banget pasti. aku juga sempat breakdown banget di kata²in editor
@Yayang Risa Couple Happy
Jangan jangan Lira yang fitnah Selena melakukan plagiarisme
MARDONI
Astaga… bab ini tuh rasanya tenang di luar tapi ribut di dalam 😭☕ Obrolan Selena dan Aksa keliatan biasa, tapi tiap kalimatnya kayak nyimpen makna tersembunyi. Dari email anonim yang keinget lagi, tatapan Aksa yang terlalu tenang, sampai senyum yang terasa dibuat-buat, aku bener-bener ngerasa Selena Aria Widyantara lagi melangkah ke wilayah berbahaya tanpa sadar. Bahkan momen manis sama Nindya si kucing pun malah jadi kontras yang bikin merinding. Dan pas Aksa menyebut Bhima Artha Pradana dalam hatinya… fix, ini bukan pertemuan kebetulan. Bab ini berasa seperti garis awal permainan psikologis yang pelan tapi mematikan 😭🖤
Miu.Nuha
gkpapa Sel, setidakny kamu harus tahu ini semua... setelah itu ayo bangkit. semoga Rani mau bantu, sehingga Selena enggak sendirian /Sob/
Teteh Lia
Nda ada yang nda mungkin. apalagi pembaca online merestui. 🤭
Teteh Lia
Berasa kejar-kejaran gitu ya. yang kesabaran na setipis tisu mah, udah kabor dari tadi ini tuh. 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!