NovelToon NovelToon
OM KEN YANG PERKASA

OM KEN YANG PERKASA

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Anak Yatim Piatu / Nikahmuda / Crazy Rich/Konglomerat / Duda / Cintapertama
Popularitas:22.3k
Nilai: 5
Nama Author: YuKa Fortuna

Kenneth memutuskan untuk mengasuh Keyra ketika gadis kecil itu ditinggal wafat ayahnya.
Seiring waktu, Keyra pun tumbuh dewasa, kebersamaannya dengan Kenneth ternyata memiliki arti yang special bagi Keyra dewasa.
Kenneth sang duda mapan itupun menyayangi Keyra dengan sepenuh hatinya.
Yuk simak perjalanan romantis mereka🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YuKa Fortuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26. Kenikmatan Untuk Ken

26

POV Keyra Oetama

.

Sentuhan itu selalu membuatku lupa bernapas sesaat.

Bukan karena berani, bukan karena menuntut, melainkan karena caranya menyentuhku seperti seseorang yang takut merusak sesuatu yang berharga. Telapak tangannya hangat saat berada di kulitku, jemarinya bergerak perlahan, seolah bertanya tanpa kata apakah aku nyaman.

Dan aku menjawabnya dengan diam, serta desahan halus.

Aku menghayati setiap detik kebersamaan itu. Cara napasnya terdengar lebih berat ketika aku terlalu dekat. Cara dadanya naik turun saat aku bersandar. Aku bisa merasakan degup jantungnya yang tenang, namun menyimpan sesuatu yang lama tertahan.

Aku menyukai caranya menahan diri.

Itu membuatku merasa dipilih, bukan diambil.

Saat tangannya mengusap punggungku, aku memejamkan mata. Ada rasa aman yang tidak pernah kutemukan di tempat lain. Bukan sensasi yang menggelegar, melainkan kehangatan yang meresap perlahan, seperti hujan pertama setelah kemarau panjang.

Aku ingin waktu berhenti di sana.

Dalam pelukannya, aku bukan gadis yang pernah menunggu dengan cemas, bukan anak yang takut ditinggalkan. Aku adalah diriku yang utuh, dewasa, sadar, dan yakin pada perasaanku sendiri.

Jika ia tahu betapa setiap sentuhannya menyentuh lebih dari sekadar kulitku,

ia akan mengerti mengapa aku begitu diam.

Karena di saat seperti itu, kata-kata hanya akan mengganggu rasa.

Dan di dalam keheningan itu, aku merasa...

akhirnya, aku berada di tempat yang seharusnya.

Ada satu titik ketika sentuhannya berubah.

Bukan menjadi kasar, tidak.

Justru semakin pelan, semakin hati-hati.

Seolah Ken menyadari bahwa jarak di antara kami bukan lagi sekadar ruang, melainkan batas yang harus dilewati dengan kesadaran penuh.

Aku bisa merasakannya dari cara napasnya tertahan.

Dari cara jemarinya berhenti sejenak, lalu bergerak lagi, lebih dekat, lebih nyata.

Dadaku terasa hangat. Bukan gugup, bukan takut.

Hanya rasa bergetar yang menyebar perlahan, membuatku semakin sadar akan diriku sendiri, akan keberadaanku sebagai seorang perempuan yang sedang dipilih, bukan didesak.

"Kamu suka disentuh seperti ini?" Masih sempat Ken bertanya meski sudah jelas reaksiku sebagai jawaban.

Aku hanya dapat mengangguk pelan sembari mengahayati setiap sentuhan.

Ken terus menghujaniku dengan ciuman lembut. Sementara jemarinya terus bergerak di kulit ku.

Kadang ia mengusap, kadang mencubit pelan karena gemas, kadang juga meremas dengan nakal.

Aku sangat menyukai itu, aku merasa ia begitu memanjakan diriku. Saat ku rasakan ciumannya mulai erat, seakan berusaha meninggalkan jejak di leherku, aku mencengkeram tengkuknya tanpa sadar. Aku ingin ia melakukan itu tanpa rasa khawatir.

Jujur saja, area intimku tak berhenti berdenyut ketika kulitku ditarik oleh bibirnya. Terlebih ketika ciuman basah Ken turun ke area dadaku. Saat itu, aku merasa Ken pun telah sampai pada titik dimana ia sudah sangat menginginkan aku.

Milik Ken menegang di atas milikku, meski masih terhalang oleh pakaian yang kami kenakan. Sungguh aku tak sabar, aku ingin Ken menuntaskan rasa penasaranku saat ini juga. Aku... Sungguh menginginkan Ken menikmati aku.

Tapi...

Ketika Ken akhirnya berhenti, aku justru merasa utuh.

Bukan kecewa.

Karena dalam keheningan itu, aku tahu...

ia menyentuhku bukan semata-mata untuk memiliki,

melainkan untuk menjaga.

Dan untuk pertama kalinya, aku mengerti...

kedekatan paling intim bukanlah tentang sejauh apa tangan melangkah,

melainkan sejauh mana hati saling mempercayai.

**

Pagi itu rumah terasa lebih tenang dari biasanya. Cahaya matahari masuk melalui jendela ruang tengah, memantul lembut di lantai marmer yang bersih. Keyra masih berada di kamarnya, sementara Ken dan Madame Elvira duduk berhadapan di ruang makan, masing-masing dengan secangkir teh yang mulai mendingin.

Elvira memecah keheningan lebih dulu.

“Tuan Miles,” ucapnya dengan suara tenang namun sarat pertimbangan, “saya ingin bertanya dengan jujur.”

Ken menoleh, memberi perhatian penuh. “Silakan.”

“Dengan kembalinya Anda… dan setelah Keyra sepenuhnya berada di bawah pengawasan Anda,” lanjut Elvira hati-hati, “apakah tugas saya sudah selesai?”

Ken terdiam sejenak. Pertanyaan itu bukan hal sepele baginya. Ia meletakkan cangkirnya, lalu menatap Elvira dengan ekspresi hormat, bukan sebagai atasan pada bawahan, melainkan sebagai seseorang yang tahu betul peran besar wanita itu dalam hidup Keyra.

“Tidak,” jawab Ken mantap.

“Tidak jika Anda tidak menginginkannya.”

Elvira mengangkat alis, menunggu penjelasan.

“Anda punya dua pilihan,” lanjut Ken. “Jika Anda ingin kembali ke kehidupan Anda, saya akan memastikan semua hak dan kebutuhan Anda terpenuhi. Saya berterima kasih atas semua yang telah Anda lakukan untuk Keyra.”

Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan nada lebih hangat.

“Atau… Anda bisa tetap tinggal. Bukan sebagai pengajar. Bukan sebagai pengawas. Tapi sebagai seseorang yang berarti bagi Keyra. Seperti sebelumnya.”

“Sebagai ibu pengganti,” ucap Elvira pelan, seolah mengulang makna kata-kata itu.

Ken mengangguk. “Ia mempercayai Anda. Dan saya juga.”

Elvira menunduk, matanya berkaca-kaca. Ia tidak segera menjawab. Ada banyak kenangan di balik tawaran itu, tangis Keyra di malam hari, tawa kecil di meja makan, pertanyaan-pertanyaan polos yang ia jawab dengan kesabaran seorang ibu.

“Aku tidak pernah merasa sedang bertugas,” katanya akhirnya, suaranya lirih namun yakin.

“Aku merasa, menjadi bagian dari rumah ini.”

Ken tersenyum kecil. “Kalau begitu, tidak ada yang perlu diputuskan.”

Elvira mengangkat wajahnya, tersenyum lembut. “Saya memilih tinggal.”

Keputusan itu terasa sederhana, namun maknanya besar. Rumah itu kembali menemukan keseimbangannya, bukan hanya karena dua orang yang saling mencintai, tetapi karena satu keluarga memilih untuk tetap utuh, dengan cara mereka sendiri.

***

Sejak pagi itu, ritme rumah Oetama berubah dengan halus, nyaris tak terasa, namun tertata rapi.

Madame Elvira berdiri di ruang servis bersama para pekerja rumah. Sikapnya tenang, suaranya tidak meninggi, namun setiap kata terdengar jelas dan tak memberi ruang untuk disalahartikan.

“Mulai hari ini,” ujarnya, “jika Tuan Kenneth dan Nona Keyra berada di ruang keluarga, taman belakang, gazebo, atau area kolam, kalian tidak perlu berada di sana kecuali diminta.”

Siti_ salah seorang asisten rumah tangga senior mengangguk cepat. “Baik, Madame.”

“Bukan karena ada yang disembunyikan,” lanjut Elvira dengan senyum tipis namun tegas,

“melainkan karena setiap orang dewasa berhak atas ruangnya sendiri. Rumah ini cukup besar untuk itu.”

Ia mengatur jadwal kerja dengan cermat, membersihkan area lebih awal, menunda penyajian minuman, memastikan jalur-jalur privat tetap lengang tanpa membuat suasana terasa aneh. Semuanya dilakukan dengan cara yang berkelas, nyaris seperti koreografi yang rapi.

Di sudut taman, Ken dan Keyra duduk berdampingan tanpa gangguan. Tidak selalu berbicara, kadang hanya menikmati angin sore, kadang tertawa kecil atas hal sepele. Namun kebersamaan itu terasa utuh, tanpa mata-mata yang membuat mereka harus menahan diri.

Dari kejauhan, Elvira memperhatikan sebentar, lalu melangkah pergi.

Ia tahu kapan harus hadir, dan kapan harus memberi jarak.

Baginya, ini bukan sekadar soal tata rumah.

Ini tentang memberi ruang bagi dua insan yang tengah belajar berdampingan sebagai sesama orang dewasa, dengan perasaan yang tumbuh, namun tetap dalam bingkai yang pantas.

Dan rumah Oetama, sekali lagi, menjadi saksi bisu,

tempat di mana kehangatan dirawat bukan dengan keramaian,

melainkan dengan keheningan yang dijaga.

.

YuKa/ 181225

1
Sahidah Sari
hei ko main peluk aja nih Rafael kan nanti di liat orang apalagi sama pacar km bisa gawat key yg ga enak..

duh Ken ,km itu ya bikin jantungan tau pikir td key di culik..

tunggu di rumah aja Ken udah ga sabaran banget nih .
Sahidah Sari
yey mau ketemu camer nih key
Nari Ratih
hahhaha malah rangsang2an pula 😂😂😂
Farel pula ini egois banget, lu laki bukan sih ahha
Ria Adek
Ken mulai penasaran..
Ken mulai cari perhatian..
Dari Keyra yg dulu mengejar nya secara ugal²an..
Mampu kah Ken menolak pesona anak perawan..?
Kuyy.. Mari bacanya kita lanjutkan.. 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🤣
Ria Adek
Lelaki tuh emang kudu di buat penasaran..
Bukan di kejar ugal²an..
Sebab lelaki tugas nya memperjuangkan..
Bukan untuk di kejar² perempuan..
Jaga batas adalah yg keputusan aman..
Agar tak di anggap murahan..
Agar lelaki penasaran..
Sebab perhatian yg pernah kau berikan, hilang perlahan²..
Dan jika dia cinta padamu, maka dia akan mengejarmu & di perjuangkan..
D.Nafis Union
🙈🙈🙈🙈, gk ngintip lo✌️
D_wiwied
whattt 😱😱 giila si om gak liat2 tempat main nyusu aja 😆🤭
🌻sunshine🌻
om Ken nakal ya ..candaan nya gitu banget sih
🌻sunshine🌻
reflek gundul mu itu ..kamu ya jangan bikin salah faham
🌻sunshine🌻
Rafael ish ish ...curi curi kesempatan ih ..
🌻sunshine🌻
Amara kepo nya kebangetan kayak aku 🤭🤭
Ratih Tyas
Duh Ken kenapa ini
apa ken lagi bir4hi lagi🙈
ato ada sesuatu🤔
Ratih Tyas
Farel kok jadi cwo egois banget
padahal habis merawanin anak orang masih aja deketin Keyra😪
Ratih Tyas: Rafael🤣
total 2 replies
Nana2 Aja
jangan cuma 2 es krim Key, jgn lupa jilat juga es krim yg berambut pirang. astaghfirullah😂😂😂
Nana2 Aja
first comment🥰🥰🥰
Ratih Tyas: tadi kayak nya masih sepi mb🤭
total 1 replies
Nana2 Aja
udah deh deg an aku. takut Keyra diculik beneran. untung itu om Ken😜😜😜
Fitri Fawaz
duh...keyra yg mau kelonden aku yg degdeg an ya.......🤭🤭🤭
Arum Widya
okey.
kapan berangkat. jangan Lupa. siapkan oleh " buat kita ya.... 🤣🤣😉
Arum Widya
🫣🫣🫣
koq ay yang tegang. kan yg jadi pacarnya om. ken itu si keyra.... 🫣🫣
semoga mrs. miles merestui mereka. ya harus dong. respon nya pun baik... 🥰
Sugar Baby
bawa oleh" apa ya untuk calon mertua 🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!