NovelToon NovelToon
MAFIA DAN GADIS BUTA

MAFIA DAN GADIS BUTA

Status: tamat
Genre:CEO / Dark Romance / Mafia / Romansa / Roman-Angst Mafia / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:183k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

SEQUEL KEDUA ANAK MAFIA TERLALU MENYUKAIKU!

Lucas Lorenzo yang mendapati kenalan baiknya Philip Newton berada di penjara Santa Barbara, ketika mengunjunginya siapa sangka Lucas dimintai tolong oleh Philip untuk menyelamatkan para keponakannya yang diasuh oleh sanak keluarga yang hanya mengincar harta mendiang orang tua mereka.

Lucas yang memiliki hutang budi kepada Philip pun akhirnya memutuskan untuk membantu dengan menyamar menjadi tunangan Camellia Dawson, keponakan Philip, agar dapat memasuki kediaman mereka.

Namun siapa sangka ketika Lucas mendapati kalau keponakan Philip justru adalah seorang gadis buta.

Terlebih lagi ada banyak teror di kediaman tersebut yang membuat Lucas tidak bisa meninggalkan Camellia. Ditambah adanya sebuah rahasia besar terungkap tentang Camellia.

Mampukah Lucas menyelamatkan Camellia dari orang yang mengincarnya dan juga kebenaran tentang gadis itu? Lalu bagaimana jika Camellia tahu bahwa Lucas adalah seorang mafia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26. KESEMPATAN

Cahaya pagi merambat lembut melalui celah tirai, menyentuh perlahan sisi ranjang. Camellia perlahan membuka matanya, atau lebih tepatnya merasakan kehangatan yang berbeda di sampingnya. Ada napas yang teratur, ada tubuh yang terasa kokoh namun tenang di sebelahnya. Lucas masih berbaring, menghadap ke arah Camellia, satu lengan terlipat di bawah kepala, sementara lengan lainnya berada di atas selimut, seolah sengaja menjaga jarak tapi tetap melindungi.

Malam sebelumnya mereka berbicara begitu lama, hingga akhirnya tertidur bersama di bawah selimut yang sama. Anehnya, tidak ada rasa canggung yang tersisa. Justru ada ketenangan yang belum pernah Camellia rasakan selama bertahun-tahun.

"Pagi," sapa Lucas dengan suara yang terdengar rendah, serak, dan hangat. Ia rupanya sudah sadar sejak beberapa menit lalu, hanya menunggu Camellia bangun.

Camellia menoleh pelan, rona merah mudah tergambar di pipinya saat tahu kalau ada Lucas di samping gadi itu. "Pa-Pagi. Kau sudah lama bangun?"

"Tidak terlalu. Aku hanya ... terbiasa membuka mata lebih dulu, terlebih melihatmu di pagi hari benar-benar membuatku merasa beruntung," jawab Lucas, kali ini dengan nada menggoda.

"Berhenti berkata yang tidak-tidak," tegur Camellia, malu dengan ucapan Lucas barusan.

Tawa kecil terdengar dari mulut Lucas, lalu mencium kening Camellia penuh afeksi sayang dan memeluk Camellia erat. Lalu turun menciumi wajah gadis itu.

Gadis utu gelagapan, belum pernah ia mendapati Lucas seperti ini. Menempel manja hingga membuat Camellia kewalahan dengan kelakuannya.

Untuk beberapa saat mereka hanya terdiam, menikmati keheningan yang terasa aman. Hingga Lucas menarik napas sedikit lebih panjang, lalu berkata, "Camellia, boleh aku bertanya sesuatu?"

Camellia mengangguk, masih berusaha mengendalikan jantungnya."Tentu."

Lucas memiringkan tubuhnya sedikit lebih dekat agar dapat melihat dengan seksama wajah kekasihnya."Pernahkah kau ... berpikir untuk melakukan operasi mata? Untuk mencoba melihat dunia lagi?"

Pertanyaan itu membuat Camellia membeku sejenak. Tangannya yang berada di atas selimut perlahan menggenggam ujung kain. "Aku ... pernah. Dulu. Tapi dokter bilang mataku tidak bisa disembuhkan. Dan semakin lama, aku belajar menerima kenyataan. Aku berhenti berharap."

Lucas menatap wajahnya dengan serius, meskipun ia tahu Camellia tidak bisa melihat tatapan itu. "Jika aku bilang ada kemungkinan nyata? Bahwa ada cara untuk melakukannya dengan aman. Apa mau mau melakukan operasi?"

Camellia menghela napas. "Kenapa kau menanyakannya sekarang?"

"Karena aku tidak ingin kau hanya hidup dengan dunia yang mereka berikan padamu," jawab Lucas lembut. "Kau berhak memilih dunia yang lebih luas. Kau berhak punya kesempatan untuk melihat semua yang selama ini kau hanya bayangkan."

"Apakah sungguh ada kesempatan aku dapat melihat?" tanya Camellia.

"Ada. Tentu saja ada, Love," jawab Lucas.

"Sungguh?" Ada nada antusias dalam diri Camellia ketika ia mendengar hal itu.

"Beberapa waktu lalu, sebelum semua ini dimulai, aku diam-diam mencari tahu soal kondisimu. Tentang kebutaanmu. Bukan karena aku meragukan hidupmu yang sekarang, tapi karena ... aku tak ingin kau terus merasa gelap sepanjang hidupmu."

Camellia diam, hanya mengeratkan jari-jarinya di atas selimut. Ia mendengarkan Lucas dengan baik.

"Ada seorang dokter di Zurich. Salah satu yang terlibat dalam program bio-regeneratif retina dan transplantasi jaringan optik. Dia ... sudah memulihkan penglihatan pada beberapa kasus serupa. Butuh waktu, dan tidak mudah. Tapi peluang itu ada. Dan ..." Lucas terdiam sejenak, "aku ingin membawamu ke sana."

Camellia mengangkat wajahnya perlahan, dan walau matanya tak bisa menyampaikan ekspresi seperti orang awas, ketenangan dan kejutannya terasa dalam suaranya.

"Kau mau membawaku ke sana?" tanya Camellia.

"Tentu saja. Aku ingin menunjukkan betapa luar biasa dunia ini. Dunia ini terlalu indah untuk kau hanya dengarkan. Aku ingin ... kau bisa melihat matahari, bunga-bunga di tamanmu, wajahmu sendiri di cermin. Dan ... Melihat pria yang ada di depanmu sekarang," kata Lucas.

Camellia terdiam lama.

Ada keheningan panjang, seperti dunia menahan napas. Kemudian ia berkata pelan, "Aku tak pernah tahu bagaimana rupa langit, Lucas. Aku tak tahu biru itu seperti apa. Tapi dalam kepalaku, aku menciptakan warnaku sendiri. Aku hidup dengan itu."

Lucas tersenyum tipis, tahu apa yang saat ini Camellia rasakan. Takut. "Aku tahu."

"Aku takut. Aku yang selalu hidup dalam kegelapan, tiba-tiba akan melihat banyak hal. Itu membuatku takut," kata Camellia.

"Ya." Lucas mengangguk. "Aku tahu ini menakutkan. Dan aku tahu kau sudah terbiasa dengan gelap. Tapi ... jika ada sedikit saja kemungkinan untukmu melihat dunia, aku ingin kamu tahu bahwa itu mungkin. Bahwa kamu layak untuk melihat langit yang kamu dengar dalam puisi. Dan dunia dalam buku cerita yang selalu kau baca dengan indra perasamu."

"Lucas ..." suara Camellia lirih, gemetar. "Bagaimana kalau aku tak sanggup melihat dunia? Bagaimana kalau dunia tak seindah seperti yang kubayangkan?"

Lucas mendekat, tangannya meraih tangan Camellia yang dingin. Gadis ini gugup.

"Maka aku akan menjadi penuntunmu. Aku akan selalu ada di sisimu dalam keadaan apa pun," ucapnya pelan. "Jika dunia terlalu menyilaukan, aku akan menutupinya dengan tangan. Jika terlalu mengerikan, aku akan jadi tempatmu berlindung."

Camellia tidak bisa menahan air matanya. "Aku takut, Lucas. Takut kecewa. Takut harapan ini hanya lelucon dari takdir."

Lucas menunduk, mencium punggung tangan Camellia. "Dan aku lebih takut jika kau selamanya tersesat dalam kegelapan. Percayalah dunia yang akan kau lihat nanti, adalah dunia hang luar biasa. Kita akan keliling dunia jika kau mau, akan kutunjukkan seluruh isi dunia kepadamu setiap sudutnya. Karena itu, jangan takut."

Camellia terisak pelan. Tangannya yang satu menggenggam erat jari-jari Lucas.

"Aku mau. Aku mau melakukan operasi, Lucas," kata Camellia setuju akan keputusan besar ini.

Lucas meraih tangan Camellia perlahan. Mencium punggung tangan putih itu penuh rasa hormat. "Kalau begitu, biarkan aku jadi orang pertama yang kau lihat nanti," bisiknya. "Agar kau tahu tidak takut akan dunia yang terasa asing nantinya karena kehadiranku."

Air mata kembali menetes dari sudut mata Camellia yang selama ini hanya mengenal dunia lewat sentuhan, suara, dan imajinasi. Dan ia benar-benar akan dapat melihat lagi? Itu sungguh kebaikan Tuhan atas kesabaran Camellia selama ini. "Apakah menurutmu ... aku layak melihat?" tanyanya pelan, hampir seperti gumaman doa.

Lucas menautkan jari-jarinya lebih erat. "Lebih dari siapa pun di dunia ini."

Hening yang jatuh setelah itu bukan kekosongan, melainkan ketenangan. Suatu kesepakatan yang tak perlu dijelaskan lewat kata-kata.

Beberapa saat kemudian, Camellia menarik napas panjang, dan berkata, "Terima kasih sudah mau memberiku kesempatan yang sudah aku lupakan selama ini."

Lucas tersenyum, netra biru tampak begitu lembut namun penuh harapan. "Terima kasih kembali, Love."

Hari itu, Zen langsung menghubungi dokter spesialis transplantasi yang telah bekerja sama dengan Lucas sejak awal penyelidikan. Ternyata donor mata yang kompatibel memang telah disiapkan, hasil dari upaya diam-diam Lucas sejak mengetahui lebih banyak soal kondisi saraf Camellia.

Camellia mendengar semuanya dari kursi malas di ruang baca, mencoba membayangkan seperti apa langit biru yang sering digambarkan Lucas, atau warna matanya yang hangat seperti musim gugur.

Di sela suara napasnya sendiri, Camellia berbisik pelan dalam hati bahwa dirinya bersyukur karena bertahan hidup hingga saat ini. Mungkin jika Camellia menyerah pada hidupnya dulu, ia tidak akan pernah menemukan kebahagian seperti ini.

Ia sudah tidak sabar untuk melihat dunia, terutama melihat Lucas.

1
sukensri hardiati
suka cerita kaya gini...
sukensri hardiati
othor...👍👍👍
sukensri hardiati
geografi othor siip...bikin critanya sambil lihat peta?
sukensri hardiati
aku ikut jalan2...sama mbak gugle
sukensri hardiati
aku langsung tanya mbak gugle higway 101 los angeles-san fransisco....bisa mbayangin perjalanan camellia
Archiemorarty: Kerasa kan feelnya. karena othornya harus menjelajah gugle maps dulu 😂
total 1 replies
sukensri hardiati
di los angeles ada salju ?
sukensri hardiati
kenapa menghancurkan camellia...salah sasaran tu...
Yustikarini Susanti
pingin cerita dari arabella
Gintania nia
bagus seperti biasanya
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak 🥰
total 1 replies
Alan Banghadi
Benar2 degdegan astaga 😱
TS
Bbiii
ren_iren
mampir kesini gara2 celina 😁🤭
penasaran soalnya, ternyata anaknya lucas lorenzo 🤗
ren_iren: sudah 🤭
total 2 replies
ren_iren
pokonya lanjut terussss🤗
Archiemorarty: Happy reading 🥰
total 1 replies
Virgoyanti
rodrick, Arabella, Arthur, jacob dimana, kisah mreka mana?
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙮𝙜 𝙗𝙖𝙣𝙩𝙪𝙞𝙣 𝙠𝙚𝙖𝙢𝙖𝙣𝙖𝙣 𝙞𝙣𝙩𝙚𝙧𝙣𝙖𝙨𝙞𝙤𝙣𝙖𝙡 𝙠𝙢𝙣 𝙮𝙖? 𝙢𝙨𝙩𝙞 𝙠𝙞 𝙤𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙢𝙨𝙤𝙠 𝙠𝙮𝙠 𝙛𝙞𝙡𝙢 𝙄𝙣𝙙𝙞𝙖 𝙣𝙚𝙠 𝙬𝙨 𝙗𝙖𝙧 𝙥𝙤𝙡𝙞𝙨𝙞𝙣𝙚 𝙡𝙜 𝙩𝙚𝙠𝙤 😡😡😡
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝙞𝙮𝙖 𝙬𝙠𝙬𝙠𝙬𝙠𝙬𝙠𝙠𝙬
total 2 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙞𝙣 𝙝𝙖𝙡𝙚 𝙚𝙭𝙝𝙖𝙡𝙚 😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝙨𝙖𝙗𝙖𝙧2 𝙤𝙩𝙝𝙤𝙧 😊😊😊𝙧𝙞𝙡𝙚𝙭2
total 4 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙪𝙙𝙝 𝙨𝙚𝙨𝙪𝙖𝙞 𝙚𝙠𝙨𝙥𝙚𝙠𝙩𝙖𝙨𝙞 𝙦𝙪 𝙩𝙝𝙤𝙧, 𝙖𝙙𝙖 𝙠𝙖𝙣 𝙮𝙖? 𝙣𝙢 𝙩𝙤𝙠𝙤𝙝 𝙖𝙢𝙧𝙞𝙠 𝙩𝙥 𝙫𝙞𝙨𝙪𝙖𝙡 𝙆𝙤𝙧𝙚𝙖, 𝙝𝙖𝙙𝙚𝙝 𝙜𝙠 𝙣𝙮𝙖𝙢𝙗𝙪𝙣𝙜 𝙗𝙣𝙜𝙩 😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝙗𝙚𝙩𝙪𝙡 𝙨𝙮𝙚𝙠𝙖𝙡𝙞 𝙩𝙝𝙤𝙧 😊😊
total 2 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙞𝙡𝙢𝙪𝙬𝙖𝙣2 𝙗𝙚𝙧𝙝𝙖𝙩𝙞 𝙙𝙖𝙟𝙟𝙖𝙡 😡😡
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙨𝙗𝙣𝙧𝙣𝙮𝙖 𝙞𝙡𝙢𝙪𝙬𝙖𝙣 𝙞𝙩𝙪 𝙥𝙚𝙣𝙟𝙖𝙝𝙖𝙩 𝙙𝙜𝙣 𝙠𝙚𝙙𝙤𝙠 𝙟𝙚𝙣𝙞𝙪𝙨😭😭😭 𝙢𝙧𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙘𝙞𝙥𝙩𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙣𝙟𝙖𝙩𝙖 𝙗𝙞𝙤𝙡𝙤𝙜𝙞𝙨 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙗𝙖𝙧 𝙫𝙞𝙧𝙪𝙨 𝙩𝙥 𝙟𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙘𝙞𝙥𝙩𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙫𝙞𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖, 𝙟𝙙 𝙢𝙧𝙠 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙥𝙚𝙣𝙮𝙖𝙠𝙞𝙩 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙪𝙖𝙡 𝙤𝙗𝙖𝙩 𝙣𝙮𝙖, 𝙙𝙚𝙢𝙞 𝙪𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙠𝙪𝙖𝙨𝙖𝙖𝙣😭😭😭
Archiemorarty: setuju banget ini 😌
total 1 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙩𝙤𝙡𝙤𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙞 𝙖𝙦 𝙖𝙞𝙧 𝙢𝙞𝙣𝙪𝙢 𝙙𝙖𝙣 𝙣𝙖𝙥𝙖𝙨 𝙗𝙪𝙖𝙩𝙖𝙣 😭😭😭🤣🤣🤣
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝙗𝙣𝙧 𝙗𝙣𝙜𝙩🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!