NovelToon NovelToon
My Dad Is Billionaire

My Dad Is Billionaire

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Kultivasi / Light Novel / Tamat
Popularitas:537.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Zaenal arifin

Ayah seorang pria yang sederhana dan ramah, meskipun banyak yang menghina tapi dia selalu cuek dan tidak menanggapinya.

Namun tanpa di ketahui semua orang, termasuk mamah dan keluarganya. Ternyata ayah merupakan keturunan dari seorang pengusaha kaya.


Cerita ini hanyalah karangan fiktif belaka, jika ada kesamaan nama dan kejadian mohon maaf.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zaenal arifin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tragedi Di Restoran

"Oke, baiklah. Kita lihat, siapa yang sedang bermimpi, Aku atau Kamu!" seru Luffi datar sambil mengambil handphone dari saku celananya.

Kemudian Luffi menghubungi pak Candra, di saat yang sama dengan pak manajer restoran itu tiba.

"Asalam mualaikum. Paman, Aku sudah di dalam restoran. Sekarang, Paman dimana?" ucap Luffi melalui telepon.

"Waalaikum salam. Aku berada di lantai dua, Tuan. Di ruangan VIP nomer lima," sahut pak Candra dari seberang sana.

"Bisa 'kah, Paman, temui Aku?" ucap Luffi dengan nada tidak senang.

"Hmm ...! Pasti ada sesuatu masalah baru lagi," gumam pak Candra dalam hati.

"Baik, Tuan! Nanti Asisten Samud yang akan menemui, Tuan," sahut pak Candra sopan, lalu Luffi menutup teleponnya.

Kemudian Pak Candra memberikan perintah pada Asisten pribadinya, "Cepat, Kamu jemput Tuan muda! Pasti sedang ada orang yang membuat masalah dengan Tuan muda, urusi dia supaya tau sedang berhadapan dengan siapa?" ucap pak Candra dengan nada dingin, kepada Asisten Samud.

"B-baik, Tuan!" sahut Asisten Samud, lalu pergi dengan beberapa orang pengawal.

"Sudahlah, jangan berpura-pura lagi, Kamu. Apa perlu Aku panggil-kan polisi untuk mengusir 'mu?" ucap manajer Surya dengan nada tidak senang.

Luffi hanya tersenyum menanggapinya, dia tidak merasa takut atau pun gentar dengan ancaman manajer restoran ini.

"Kamu pikir, Aku sedang bercanda?" manajer Surya mulai emosi, karena Luffi seakan-akan ingin menantangnya.

"Habisi, Dia!" lirih manajer Surya, memerintah-kan anak buahnya.

Enam orang berbadan kekar dan tinggi, yang berada di belakang manajer Surya langsung maju untuk menghajar Luffi. Satu kepalan tinju melayang kearah wajah Luffi, namun dia mampu menghindar dan mundur beberapa langkah.

Duak ... Duak ... Duak!

Perkelahian satu lawan enam terlihat sengit, Luffi mulai kewalahan menghadapi mereka, karena kalah jumlah dan kehebatan beladiri mereka berbeda dengan petugas keamanan yang tadi.

Doorr ...! suara tembakan mengenai salah satu pria berbadan kekar itu.

"Hentikan!" teriak lantang pria berbaju hitam dengan nada tinggi dan pistol di tangannya.

Perkelahian pun berhenti, setelah satu peluru bersarang di kepala salah satu pria berbadan kekar itu, hingga membuat pria itu tewas di tempat. Suasana menjadi mencekam, semua mata tertuju pada segerombolan pria berbaju hitam.

Wajah manajer Surya berubah buruk, karena dia mengenal pria yang menembak salah satu pegulat handalnya. Dia adalah Asisten Samud yang di utus oleh pak Candra untuk menemui Luffi.

"Asisten, Samud. Kenapa dia menembak salah satu anak buah, Ku?" gumam Manajer Surya dengan ketakutan.

"Apakah pria ini merupakan orang penting? Bahaya, jika benar dia merupakan tamu penting Pak Candra," gumamnya dalam hati.

Asisten Samud melangkah mendekati Luffi, tanpa memperdulikan Manajer Surya. Lalu membungkukan badannya memberi hormat kepada Luffi, "Selamat datang, Tuan muda. Pak Candra sudah menunggu Tuan diatas," ucapnya sopan, lalu menatap tajam kearah Manajer Surya.

"Biarkan, Aku yang mengurus orang-orang rendahan ini, silahkan Tuan muda menemui Pak Candra," ucap Asisten Samud sopan pada Luffi.

"Baiklah," sahut Luffi singkat, lalu melangkah pergi.

"Tuan muda, maafkan tindakan bodoh, Ku," ucap Manajer Surya dengan ketakutan.

Luffi berhenti menatap dingin kearah Manajer Surya, yang daritadi telah memprovokasinya. Lalu meneruskan langkahnya, tanpa memberi jawaban apapun.

"Tuan muda, maafkan Aku," teriak Manajer Surya dengan penuh harap, agar Luffi dapat memaafkan-nya. Namun, Luffi tetap berjalan tanpa menoleh sedikit pun padanya.

°°°°

Di dalam ruangan VIP.

"Ayah," ucap Clara langsung berlari menuju pelukan Luffi.

"Ayah, kenapa Kamu lama sekali?" ucap manja Clara, sambil mengembungkan pipi imutnya.

"Maafkan, Ayah. Tadi di perjalanan macet, jadi Ayah terlambat menjemput Putri cantik, Ayah," sahut Luffi tersenyum, sambil mencubit pipi imut anaknya.

"Apa, Clara sudah makan?" tanya Luffi.

Clara menggelengkan kepalanya, "Belum ... Clara, mau makan bareng sama Ayah," sahut-nya.

Luffi melirik kearah pak Candra yang sejak tadi hanya melihat dirinya, lalu menegurnya, "Paman, belum makan juga?" tanya Luffi pada pak Candra.

"Aku sudah makan, Tuan. Silahkan Tuan Luffi dan Nona cantik, makan dahulu. Biar Aku me-nunggu Tuan Luffi selesai makan, baru Kita bahas masalah kerjaan," ucap pak Candra sambil berdiri dari tempat duduknya.

"Paman mau kemana? Makan disini bareng bersama Kami, jangan terlalu sungkan, karena Aku sudah menganggap Paman, seperti Paman Ku sendiri," ucap Luffi.

Pak Candra merasa terharu mendengar ucapan Tuan mudanya, walaupun Luffi sudah dia anggap seperti anaknya sendiri. Tapi dia tidak berharap jika Luffi benar-benar sampai menganggap dia seperti keluarganya.

"Terima kasih, Tuan. Aku sudah makan dan masih kenyang, silahkan Tuan dan Nona kecil saja," sahutnya.

"Ayo Bapak tua! Makan bareng sama Clara dan Ayah," pinta Clara pada pak Candra.

"Ini printah! Jadi Paman, tidak boleh menolak," ucap Luffi tegas. Dia sengaja berkata seperti itu, karena dia tahu jika pak Candra pasti akan menolak ajakannya.

Pak Candra hanya tersenyum, mendengar ucapan Clara dan printah Luffi. Dia sangat tahu watak Tuan mudanya ini, jika dia sudah berkata harus ya harus, tidak boleh tidak. Apalagi di tambah dengan gadis kecil yang memintanya untuk makan, membuat dia tidak mampu untuk menolak.

Akhirnya mereka makan bersama, pak Candra melihat ke akraban ayah dan anak, membuat dia ter'ingat dengan Tuanya, Ricky.

"Apakah, Tuan Luffi tidak ingin menemui Tuan Ricky? Beliau pasti akan sangat senang, jika bertemu dengan Anak dan Cucunya," ucap pak Candra sambil tersenyum hangat.

Luffi menghentikan tindakannya, lalu menatap pak Candra, "Aku belum bisa memaafkan dia, mungkin masih butuh waktu untuk bertemu dengan dia," ucap Luffi lirih.

"Apa? Jadi Clara masih punya Kakek?" tanya Clara antusias, saat mendengar ucapan pak Candra.

"Beneran, Pak tua?" tanya Clara pada pak Candra, sambil mengunyah makanan.

Pak Candra tertawa karena merasa lucu, pada tingkah Clara. Mengingatkan dia pada Luffi di saat masih kecil, sifat ingin tahu dan tanggap-nya sangat cepat.

"Benar, Nona kecil. Hanya saja, Kakek sedang sakit dan bukan berada di Kota ini," sahut pak Candra dengan ramah dan tersenyum.

Clara langsung melirik kearah ayahnya, "Ayah, kata Pak tua, Kakek sedang sakit, mengapa kita tidak menjenguknya?" tanya Clara pada Luffi.

"Iya sayang, nanti kita akan menjenguk Kakek. Tapi tidak sekarang, karena Ayah masih banyak pekerjaan yang harus Ayah kerjakan, Clara juga 'kan belum libur sekolah," sahut Luffi sambil mengelus kepala Clara.

"Hmmp ..." ucap Clara dengan makanan di dalam mulutnya, dia mengangguk mengerti maksud ucapan ayahnya.

Mereka pun melanjutkan makan tanpa bicara. Setelah selesai makan, Luffi dan pak Candra membahas masalah bisnis. Sampai tidak terasa waktu sudah sore, dan mereka pulang bersama.

1
Ida Rubaedah
kok tamat gak lucu ahh andingnya
Anie Dwinurani: yach kok taman thor . kok ending nya hnyabspt itu kan istrinya jg blm tau kl lutfi kaya raya. jgn tamat dulu dong thor
total 2 replies
Ida Rubaedah
aku suka dengan ceritanya
Ida Rubaedah
maaf sebelumnya bukan tak mau komentar, tapi aku lebih asik membaca karena ceritanya ringan dan menarik.. 👍👍💪💪
Bonaria Simbolon
dilanjut lg dong thor cerita bab berikutnya, kenapa lama x thor kelanjutan bab ceritanya.
Bonaria Simbolon
kapan up lg ceritanya ini thor...
Bonaria Simbolon
dilanjut up lg thor.
Natasya
lanjutt
puput
lha istri kok ha percaya sama suami
Agus Hariyanto Surabaya
ada cerita yg serupa
Sri Juliani
istri yg tidak mendukung apa kehendak suami..bersikaplah seperti itu lutfhi,sampai org tua mu bangkrut,saya pernah baca novel yg judulnya aku bukan menantu sampah,punya tingkat kesabaran kepada mertua sangat tinggi,ngenes bacanya,tdk mau menunjukkan jati dirinya,akhirnya benar menantu sampah di hadapan mertua,tapi di luar berlian..apa novel ini sama ya..
Sri Juliani
tetap konsisten dgn pendirisn jgn hiraukan mertua dan adik ipar,beri kebahagiaann pada keluarga..
ruben mira
awas thor, jangan sampai adik iparnya suka sama Luffi
ruben mira
kan ada BPJS
Fakhridal Idal
mana lanjutan nya kok git u
Muliaari Muliaari
lanjutin lagi ceritanya biar tambah seru kelanjutannya
Muliaari Muliaari
ceritanya seru
madian 74
kenapa stop
De'Ran7
tuduh aja suami mu terus Ampe sukses😤
Febri Susanto Zaen
tamat
Febri Susanto Zaen
udah hilang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!