Keharmonisan hubungan saudara kembar antara Cahaya dan Bulan menuai beragam masalah asrama setelah ibunya memperkenalkan mereka ke salah satu anak dari sahabatnya, Farid.
Segala upaya Ulan lakukan untuk merebut semua kebahagiaan dari kakak kembar nya.
Mulai dari merebut Lingga di zaman SMA, hingga saat Aya sudah berpacaran dengan Farid saat ini.
Ulan lakukan itu semua hanya karena ingin sang kakak keluar dari cangkang nya yang terlalu menyia-nyiakan seseorang.
Apakah Aya terus membiarkan Ulan melakukan itu? Atau akan membangkang sampai rahasia tersembunyi dari Ulan terbongkar?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon QUEENS RIA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26.
Rombongan beduk sahur lewat disaat jam 03.00 lebih waktu dini hari.
Aya terbangun dan menyadari ada Farid di samping nya sedang terlelap dalam keadaan memeluk tubuhnya.
"Aku tau ini dosa, bukan nya orang jahat akan terlahir dari orang baik yang tersakiti?"
Setelah berkata dalam hati Aya pun mencoba mengusir tangan Farid pelan-pelan.
"Sayang" Gumam Farid dengan nada serak.
"Kepekaan kamu tajam banget ya sayang" Aya tersenyum menatapi nya.
"Ini jam berapa? Kamu mau kemana?" Tanya Farid
"Nyiapin kamu sahur sayang" Jawab Aya.
Farid menatap Aya singkat, lalu membalikan posisi tidur untuk menatap langit kamar.
"Berasa suami istri gak sih kita?" Kata Aya.
"Iya bener, apa lagi kita semalam kan habis bercocok tanam" Sehabis bicara, Farid terdiam sambil menghela nafas.
"Kalau mau beli makan, di dompet aku di atas lemari kecil masih ada sisa uang, kamu ambil aja ya" Kata Farid.
"Oh iya sayang" Aya menatap Farid.
"Iya kenapa sayang?"
"Kamu bayar kosan untuk berapa hari?"
"Satu minggu doang cukup untuk pelarian kita disini" Jawab Farid sambil merem melek.
"Oh gitu aku kira sebulan" Aya langsung turun dari ranjang. Ia melangkah ke arah lemari yang di atas nya ada dompet Farid.
Begitu sampai, Aya mengerut kening "Ini uang kamu dari mana banyak banget?"
"Papah aku sayang, sebulan aku di kasih satu juta buat uang jajan"
"Anak sultannnn"
"Biasa aja" Farid pun bangun menghampiri Aya untuk memeluk nya dari belakang.
"ARGHHH!" Pekik Aya. " jangan buat aku kaget napa!"
"Aku anterin kamu beli makanan ya" Gumam Farid di samping telinga Aya.
"Geli ihhhhhhh" Aya protes.
Farid melepas pelukan, lalu masuk ke kamar mandi "Bentar aku cuci wajah dulu"
Selepas selesai mencuci wajah, Farid dan Aya kompak mengambil hodie nya.
Mereka berdua sudah keluar kosan di lantai dua, situasi di kos-kosan itu terbilang urakan yang tercampur cewek-cewek berpakaian terbuka serta kaum lelaki jamet yang sedang asik bermain gitar.
"Permisi mas"
"Oh iya A, mangga silahkan lewat"
Farid bersikap sopan melewati perkumpulan itu, hal itu Farid lakukan agar mereka aman di kos-kosan yang sedang mereka singgahi.
Berselang, Farid dan Aya sudah sampai di tempat jualan nasi campur depan area kos-kosan.
Aya memesan makanan, Farid menunggu nya di meja makan sembari menopang pelipis untuk tahan kantuk yang masih menempel.
Wajarlah Farid dan Aya tidurnya jam satu malam, entah mereka habis ngapain berdua di dalam kamar.
"Ah elah, dia tidur gak tau tempat" Aya berkacak pinggang.
"Pedes gak mbak?" Tanya pedagang itu.
"Hm enggak mang, oh iya jangan pakai cah kangkung ya, soalnya suami saya gak suka kangkung" Jawab Aya memanipulasi status.
"Baik" Kata Pedagang itu, sehabis itu ia kembali menatap curiga kepada pasangan muda itu.
"Generasi Z terlalu berani mengambil langkah untuk mengatasi tantangan mental" Lanjutnya berkata dalam hati.
Sedangkan Aya langsung membayar di saat makanan masih di layani.
"Makasih kak"
Tiga menit kemudian..
Aya menuju ke tempat duduk Farid yang kini pria itu semakin terlelap dalam tidurnya.
"Sayang, ini makan nya" Aya membangunkan dengan dengusan lembut. Farid langsung membuka mata terpaksa, walau berat sekali untuk lakukan sahur pertama.
"Aih ikan lele"
"Setau aku kamu suka banget sama ikan lele, jadi aku pesanin nasi ikan lele acar"
'Kamu masih ingat juga ternyata' Batin Farid.
"Kamu gak pesan makanan?" Tanya Farid.
"Gak sayang, nanti aja aku mau diet" Jawab Aya. "Oh iya sayang" Aya tiba-tiba beralih tempat duduk di samping Farid.
"Iya kenapa sayang?"
Aya menyender kepala di pundak Farid "Habis selesai makan ke minimarket dulu ya"
Farid menaikkan satu alis "Mau apa?"
"Kok cepat lupa sih? Tau kan aku lagi haid"
"Oh iya, maaf" Farid latah menyuapi Aya satu sendok makan, tanpa Aya sadari, ia menerima suapan itu.
"Eh, kok enak" Aya langsung bangun dari tempat duduk untuk memesan makanan yang sama dengan Farid.
"Hm. Kata nya mau diet?"
"Besok lagi" Jawab Aya.
Sambil memesan makanan, Aya iseng meng aktif kan ponsel nya kembali.
Beberapa jam setelah ia kabur dari rumah, mental Aya terbilang hancur yang membuat nya bertahan tanpa ponsel.
Ia melihat beberapa panggilan masuk dari Ulan, Ibu nya serta Ayah nya juga.
Tak hanya dari keluarga, Ada juga lingga dan Anya ikut memberi pesan kepadanya.
'Kak lu dimana cepat pulang! Mama nangis terus mikirin lu!'
'Bukan nya akar dari mama menangis itu kamu ya dek? Tenang aja kakak aman dan tolong jangan tanya kakak dimana' Jawab Aya.