Ketika aku membuka mata, aku tiba di tempat yang tidak ku kenal.
Cukup yakin, ini novel yang pernah aku baca.
[Freedom The Continent]
[Freedom The Continent] adalah novel yang berpusat pada petualangan beberapa karakter dalam perjalanan mereka membebaskan benua dari kegelapan.
Ada dua tokoh sentral dalam cerita ini. Seorang mage wanita yang diangkut dari dunia lain dan seorang pendekar pedang yang terlahir kembali.
Tapi cukup, abaikan tentang mereka.
Karena aku tidak datang ke dunia ini menjadi salah satu dari mereka!
Aku menjadi bagian dari novel itu sebagai seorang penjahat kejam, mantan tunangan pangeran yang telah diasingkan!
Bahkan namaku hanya muncul beberapa baris dalam paragraf novel itu.
Tipikal Novel abad pertengahan, dimana gadis biasa menjadi saint, dinikahkan dengan pangeran dan mantan tunangan sang pangeran—seorang putri Duke yang menjadi penjahat untuk mendorong perkembangan cinta mereka.
Dan aku, adalah penjahat itu.
"... sial, ini mengerikan."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DancingCorn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 32 - Dungeon: Kaisha (2)
Clae menyesali dirinya yang tidak teliti. Dia seharusnya lebih memperhatikan sihir teleportasi di atas kapal. Jika saja dia lebih memperhatikannya....
'Ini salahku.'
Dia yang membuat mereka berada pada posisi ini, dia harus bertanggungjawab.
'Lagian, aku nggak mau anak-anak lucu ini dalam bahaya.'
Clae berbalik menghadap Carnotaurus, melindungi Baibai dan Piyo di belakangnya.
Carnotaurus yang melihat mangsa lamanya memiliki kesenangan dimatanya. Namun, dengan cepat bergeser ke belakang Clae. Tatapannya tidak lagi terfokus pada Clae.
Udara dipenuhi tekanan kuat. Carnotaurus bisa melihat asap hitam mengelilingi kucing hitam di belakang Clae. Dan semua tekanan itu berasal dari si kucing.
Carnotaurus yang mengerikan menunjukkan wajah tercenganng. Dia kira kucing ini hanya bisa membesar dan menggunakan sihir. Mengapa sekarang dia memberi tekanan yang mengerikan.
Piyo juga memandang Baibai dengan bingung.
"Pyo.... Tidak mungkin..."
Clae yang tidak melihat serangan apapun merasa aneh. Dia segera berbalik melihat sumber keanehan.
"GGRR~~ RROOOAAARRRR"
Clae melihat Baibai diselimuti asap. Dia terkejut, namun sebelum dia bisa mengatakan apapun. Anak ayam, Piyo melompat ke atas kepala Baibai.
"Tuan, tolong tenang pyo."
Baibai tercengang. Ada kekosongan singkat di kepalanya. Semua tekanan menghilang seketika.
Clae tidak tau apakah itu hanya perasaannya, tapi dia melihat Piyo menghela nafas lega.
"Pyo, kamu... Crano, Pyo? Apakah ini lantai sepuluh, pyo?"
"Grrrr.…"
Carnotaurus yang tidak lagi merasakan tekanan kembali memperlihatkan taringnya. Namun dia memiringkan kepala bingung mendengar suara Piyo.
"Eh? Suku Chick? Kalian bisa ke sini?!"
"Pyo, kamu mengenal ku pyo?"
"Tentu saja, sudah lama aku ingin naik. Tapi tidak ada yang bisa kulakukan karena lantai 6 disegel. Karena bosan aku hanya naik turun dari lantai tujuh ke sepuluh. Lalu, ada seorang yang mengikatku di lantai sepuluh."
"Ternyata begitu, Pyo. Aku bingung sejak disini, pyo. Aku pikir ini labirin lantai sepuluh, tapi kamu bisa lantai tujuh bisa ada disini, pyo. Ternyata itu yang terjadi, pyo."
"Aku baru bisa lepas akhir-akhir ini. Kemudian mereka berdua muncul. Apa mereka temanmu?"
"Baibai dan Clae, pyo?"
Anak ayam itu memiringkan kepalanya lucu.
Tapi hati Clae berdebar.
'Jika piyo tidak mengakui mereka....'
Clae melirik Baibai. Baibai sepertinya juga memikirkan ini.
Namun di mata Clae, ada pikiran mendalam. Piyo merupakan monster yang menjaga dungeon ini. Mengapa dia memanggil Baibai 'Tuan'.
'apa aku salah dengar.'
Jelas tidak.
Namun tanggapan Piyo mengganggu pikiran Clae.
"Benar, Pyo... Mereka temanku."
"Begitukah?! Lalu.... Aku tidak bisa mengejar mereka lagi...."
Kemudian Clae melihat anak ayam kecil dan dinosaurus purba mengobrol satu sama lain.
Clae dan Baibai yang melihat semua itu sedikit terdiam.
Clae merasa seperti, Siapa aku, Dimana aku
Baibai merasa seperti, Dunia ini berbohong kepadaku
Tapi pikiran Clae dan Baibai sama.
'WHAT THE F*CK!!'
Carnotaurus yang kejam dan brutal sebelumnya terlihat sangat berbeda. Bukan hanya wajahnya lebih bersahabat, dia bahkan bisa bicara seperti manusia.
Asap disekitar tubuh Baibai menghilang. Dia mendekati Clae masih dengan Piyo di kepalanya.
"Meow, jadi kalian sebenarnya siapa?"
"Kami? Kami penghuni dungeon ini, Pyo."
"Itu benar. Selama inti dungeon terjaga, kematian bukan akhir kami."
"Itu benar, Pyo. Tapi untuk kalian, kematian akan menjadi akhir."
Clae berkedip sejenak. Dia menarik nafas dan menatap Carnotaurus. Dia merasa ketakutannya sangat sia-sia.
"Kamu sengaja mengirimku ke lantai 6, kan?"
"Ah? Aku tidak...."
"Jujur saja."
"Grrr~~ Kamu mengetahuinya. Jangan bertanya lagi."
Clae : ....
'Makhluk sialan ini!'
Baibai terdiam sesaat, sebelum kemudian mengerti apa yang Clae maksud.
Baibai menatap ke arah Carnotaurus dengan bingung.
Dia bertanya-tanya, jika Monster ini memang bermaksud mengirim Clae ke lantai enam, mengapa dia mencoba membunuh mereka sebelumnya. Juga baru saja....
"Meow, jika kamu melakukan itu kenapa sebelumnya kamu ingin membunuh kami, meow."
"Apa yang salah?"
"Crano tersegel disini, pyo. Dia tidak bisa naik ke lantai enam. Jadi dia menguji kalian disini, pyo."
"Dan jika kalian mati, kalian hanya begitu begitu saja."
Ada apa dengan nada meremehkan itu!
Jika dia mati, dia tidak akan menemukan Piyo. Lalu dungeon ini akan hancur!
Clae menatap mata Carnotaurus.
"Kami berhasil melewatinya, kami juga berhasil memecahkan teka-teki labirin ini—"
"Kamu benar, manusia. Ggrrahahaha. Kamu sangat cerdas."
'Aku belum selesai!'
Clae diam sejenak. Mempersiapkan diri. Kemudian kembali ke pokok masalah.
Bukan berarti dia memaafkan Carnotaurus, namun saat ini ada yang lebih penting. Clae melihat Piyo saat bertanya pada Carnotaurus.
"Berikan aku pena untuk ke lantai enam. Atau lantai yang lebih tinggi."
"Pyo~ benar benar... Memang ada artefak waypoint disini. Kamu hebat, Pyo."
Dia tidak begitu senang dipuji anak ayam. Tapi....
'Sudahlah.'
"Ah? Aku sudah memberi mu satu...."
Crano mengeluarkan pena dari tangan kecilnya.
"Ini dia. Tapi aku harap kamu tidak mengajak Chick kecil. Tempat itu masih tersegel dan tidak jelas apa yang ada di dalamnya, jika sesuatu—"
Crano tiba-tiba diam. Dia langsung melihat Clae dengan takjub. Crano tidak bisa mengendalikan diri. Dia berdiri dan menatap langit. Mulutnya terbuka lebar untuk mengaum. Ada tawa di matanya.
"Manusia benarkah kau berhasil membuka segel lantai itu."
"Itu benar, Pyo. Aku turun untuk melihat kondisinya. Tapi malah jatuh ke danau lantai lima, pyopyo."
"Meow, manusia ku bahkan harus membayar dengan salah satu tangannya."
'Manusia ku.…'
Clae melihat Baibai dengan sudut mulut berkedut.
Dia bertanya-tanya, sejak kapan ini terjadi. Siapa Miliknya?
Clae dengan cepat mengabaikan Baibai, Clae bisa melihat bahwa membuat lantai 6 terbuka adalah keinginan dari sebagian besar penghuni tempat ini.
Dia tidak bisa menyalahkannya. Apalagi, yang dilakukan Carnotaurus sebelumnya bukan hanya kewajibannya, namun juga untuk menguji kelayakannya.
Untuk niat membunuh sebelumnya? Anggap saja refleks seekor bos monster.
"Bagus, bagus, bagus."
"Kalau begitu kita langsung ke lantai 2 pyo~"
Clae melihat pena ditangannya. Saat dia akan menekan bagian atas, sebuah suara ditransmisikan ke kepalanya.
[Access point Pen]
[Tekan tombol satu kali, untuk melewati satu lantai. Jika kamu menekankan berulang kali, perpindahan lantai akan dihitung. Namun jangan menekannya lebih dari 50 kali]
[Tombol atas untuk turun, tombol bawah untuk naik]
[Silahkan simpan dan pergunakan dengan baik]
"Kalian pergi dulu."
Clae melihat Carnotaurus menunggu penjelasan. Wajahnya tenang tidak menunjukkan sekalipun rasa takut dan dendam.
Jelas Carnotaurus menginginkan akses ke lantai lebih bawah. Mengapa dia menolak sekarang.