Aira Cantika Putri seorang perempuan cantik , pintar dan rendah hati. Mahasiswa kedokteran yang banyak di sukai pria kampus karna kecantikan dan kerendahan hati nya. Terlahir dari keluarga yang sederhana dan penuh kehangatan.
Kendra Aditya Nugraha seorang dokter muda yang tampan tapi sikapnya begitu dingin dan kaku namun di dalam hati nya begitu hangat dan rapuh. Anak pemilik rumah sakit ternama di jakarta juga satu satu nya pewaris rumah sakit.
Reyhan Adi Utama seorang calon dokter sekaligus anak pebisnis sukses. Sikapnya yang begitu ramah dan hangat terlebih terhadap Aira wanita yang dia suka sejak kuliah. Dia pun teman seangkatan dengan Kendra.
Aira terjebak di antara dua hati pria tampan itu.
Manakah yang mampu meluluhkan hati Aira?
Kendra yang dingin dan kaku atau Reyhan yang hangat dan lembut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon deti apriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Calon Istri
Pagi hari Rara pergi ke kampus untuk kuliah dia pun pamit pada Ayah Bundanya
"Bund Yah Rara berangkat dulu ya" ucap Rara sambil mencium tangan kedua orang tua nya
"Kamu nanti jadi pergi lagi sama nak Ken?" tanya Bunda
"Mau pergi kemana?" tanya Ayah
"Jadi Bund , mau liat design-design baju pengantin Yah" jawab Rara
"Oh, yasudah salam ya sama Ken" ucap Ayah
"Siap Yah" Ucap Rara sambil mecium pipi kedua orang tuanya
"Rara berangkat ya Bunda Ayah. Assalamualaikum" pamit Rara
"Wa'alaikumsalam" jawab Ayah Bunda
Rara pun pergi ke kampus dengan naik Bus
****
Setibanya Rara di kampus dia langsung menghampiri Dinda dan Rara yang sedang saling diam
"Hey.. Kok pada diem aja kenapa nih?" tanya Rara sambil merangkul mereka berdua
Dinda pun hanya diam saja
"Gak papa kok , oh iya Ra tangan kamu gimana?" tanya Bayu
"Udah baikan kok udah di obatin" ucap Rara sembari duduk di tengah
Dinda hanya diam dengan sesekali melirik ke mereka berdua
"Kamu kenapa Din kok diam aja" tanya Rara sambil menatap wajah Dinda
"Gak papa kok Ra" jawab Dinda
"Kamu gak sakit kan?" tanya Rara sambil memegang dahi Dinda karna dia merasa aneh sahabatnya tidak seperti biasanya
"Bay , Dinda kenapa sih" bisik Rara
"Gak tau dari aku dateng dia udah begitu" bisik Bayu
"Kamu gak bareng dia?" tanya Rara
"Enggak aku ada urusan tadi" jawab Bayu
"Ehheem.." Dinda berdehem sambil melirik ke arah Bayu dan Rara yang sedang berbisik-bisik
"Ra tangan sama badan kamu gimana?" tanya Dinda pelan
"Gak papa kok Din cuman luka sedikit di tangan aja, udah di obatin juga" jawab Rara
"Oh.." Dinda membulatkan bibirnya sambil mengangguk dan kembali fokus ke buku nya
Rara yang menoleh kepada Bayu saling bertatap bingung satu sama lain
Tidak lama dosen yang akan mengisi mata kuliah pun datang
"Selamat pagi semuanya" ucap Dosen
"Selamat Pagi Pak..." jawab para mahasiswa
Mereka pun memulai mata kuliah pertama sampai selesai
Setelah selesai Bayu pun mengajak mereka ke kantin
"Kantin yuk.. " ajak Bayu yang sudah berdiri
"Din ayo kita ke kantin" ajak Rara
"Aku engga kalian aja" ucap Dinda
Rara pun menoleh ke arah Bayu
"Aku temenin Dinda di sini aja deh Bay kamu pergi aja" Ucap Rara sambil memberi isyarat pada Bayu
Bayu pun menatap bingung ke arah Dinda
"Yaudah biar aku ke kantin, kalian mau aku beliin apa?" tanya Bayu
"Aku titip minum aja deh" ucap Rara sedangkan Dinda hanya diam
"Kamu Din mau makan apa biar aku beliin" tanya Bayu yang sudah jongkok di depan meja Dinda sambil menatap Dinda
"Enggak" jawab Dinda sambil menggelengkan kepalanya
"Yaudah deh" Bayu pun pergi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Ada apa sama dia sih" gumam Bayu bingung
Bayu pun ke kantin dengam membawa tiga minuman dan beberapa cemilan lalu kembali ke dalam kelas
"Nih aku bawain buat kalian" ucap Bayu sambil menyodorkan makanan dan minuman
"Makasih Bayu" jawab Rara tapi Dinda hanya diam saja sambil memainkan ponselnya
"Din makan dulu lah nih aku bukain ya" ucap Bayu sambil menyodorkan sebuah roti ke mulut Dinda
"Enggak aku gak laper" ucap Dinda sambil mendorong lagi roti dari Bayu
"Ayolah sedikit aja segigit" paksa Bayu terus menyodorkan roti pada mulut Dinda tapi Dinda hanya menggeleng
"Ayo sedikit Din" Bayu masih memaksa
"Gue bilang gak mau ya gak mau" bentak Dinda membuat beberapa orang yang ada di sana melihat ke arah mereka
Bayu dan Rara pun kaget dan hanya diam lalu Rara menyuruh Bayu kembali duduk di kursi nya
Mata kuliah kedua pun di mulai lagi susana antara mereka masih hening hingga akhir mata kuliah
****
Sementara itu Ken di rumahnya sudah bersiap untuk menjemput Rara di kampus
"Bi.. bibi.. " panggil Ken dari ruang tengah
Bi Isah pun datang dari arah dapur
"Bi baju yang kemaren sudah bersih belum?" tanya Ken
"Sudah Den sebentar bibi ambilkan dulu" ucap Bi Isah lalu pergi ke belakang dan kembali membawa papper bag nya
"Ini Den" Bi Isah memberikan nya
"Makasih bi , Ken pergi dulu" ucap Ken di jawab angguka oleh Bi Isah
Ken pun berjalan menuju garasi lalu menjalankan mobilnya menuju kampus
****
Mata kuliah mereka pun sudah selesai Bayu pergi pamit lebih dulu
"Ra aku pergi duluan ya ada yangbperlu aku urus" pamit Bayu
"Oh oke Bay hati-hati di jalan" ucap Rara
"Titip Dinda ya Ra" bisik Bayu pada Rara lalu mengangguk
Setelah Bayu pergi Dinda pun ikut akan pergi
"Ra aku pergi duluan ya , kamu gak papa sendiri kan?" tanya Dinda buru-buru
"Gak papa kok Din , kamu pergi aja" jawab Rara
"Bener ya Ra? Sorry ya Ra aku buru-buru nanti aku jelasin" ucap Dinda
"Oke Din kamu santai aja" ucap Rara mengerti
"Bye.. " pamit Dinda sambil melambaikan tangan sambil berlari bergegas keluar
Sementara Ken yang sudah datang di depan kampus Rara masih berada di dalam mobil berhenti sejenak di depan gerbang
"Apa parkir di dalam saja ya? Aku ingin tau apa yang terjadi pada dia kemarin" gumam Ken
Lalu Ken pun memasukan mobilnya menuju parkiran kampus lalu berhenti tidak jauh dari mobil Ken lalu keluar berdiri di depan mobilnya
"Sepertinya wanita itu.. " gumam Ken melihat ke arah Ellen dengan dua sahabatnya
Rara pun berjalan keluar kelas sendirian saat hendak melewati parkiran mobil dia melihat Ellen yang sedang berdiri di depan mobil Rey bersama kedua temannya
Sebenarnya Rara malas untuk melewati mereka tapi Rara takut Ken menunggu lama terpaksa terus berjalan saja
Ken yang sudah menunggu pun sudah melihat Rara dari kejauhan, dia ingin memastikan apa yang terjadi antara mereka
Rara berjalan dengan melihat ponselnya menghindari berpapasan dengan Ellen tiba-tiba ketika sudah di depan mobil Rey , Ellen menjulurkan kaki nya membuat Rara tersandung ke depan tiba-tiba
Bruuukkkk...
Dengan cepat Ken menangkap tubuh Rara dari depan sebelum tersungkur ke tanah
"Aahhh.. " teriak Rara kaget
Rara yang kaget terdiam sejenak lalu mendongkak ke atas menatap wajah Ken yang sedang menopang tubuhnya di pelukan Ken
Kemudian datang Rey yang sudah melihat apa yang di lakukan Ellen dari jauh pun langsung berteriak
"Ellen..!!!" teriak Rey marah
"Kak.. kak Rey" Ellen tampak gugup
Rey pun menghampiri Ken dan Rara lalu menarik tangan Rara berusaha melepaskan Rara dari pelukan Ken
Rara pun berdiri dengan sebelah tangan di pegang Rey dan sebelah lagi di pegang Ken
"Kau benar-benar" ucap Rey geram sambil mengepalkan tangannya pada Ellen
"Lepaskan tangannya" ucap Ken tiba-tiba sambil menarik Rara mendekat ke tubuhnya
"Ken.. " ucap Rey kaget melihat sikap Ken
"Gue bilang lepasin tangannya" ucap Ken lagi dengan tegas sambil masih menarik Rara semakin dekat dengannya
Tapi Rey malah menarik lagi lengan Rara balik hingga tubuh Rara menjadi dekat pada nya
"Apa urusan lo" ucap Rey geram melihat Ken berusaha menarik Rara
"Gue bilang lepaskan tangannya" ucap Ken semakin mengeras membuat mereka jadi tontonan mahasiswa lain di sana
"Apa hak lo ngelarang?" tanya Rey yang juga semakin keras
Ellen dan teman-teman nya pun hanya diam merasa kesal melihat Rara menjadi rebutan Rey dan Ken di sana
"Gue tanya apa hak lo ngelarang?" tanya Rey semakin marah
"Jelas gue berhak , dia calon istri gue" ucap Ken lantang membuat semua orang terbelalak termasuk Rara
"Hahaha bercanda lo kebangetan Ken" tawa Rey sambil menarik lagi tangan Rara hingga mendekap tubuh Rey
Tiba-tiba Rara menepiskan tangan nya dari tangan Rey
"Udah kak ayo kita pergi" ucap Rara menarik lengan Ken tidak ingin keadaan makin ricuh
"Ra.. " panggil Rey lirih mencoba menahannya
"Maaf kak" ucap Rara langsung menepiskan lalu berjalan bersama Ken
Namun Ken tiba-tiba menghentikan langkahnya hingga Rara ikut berhenti sambil masih memegang lengan Ken
"Kenapa berhenti?" tanya Rara
Ken pun memegang tangan Rara yang melekat pada lengannya hingga terlepas lalu Ken menggenggam tangan Rara saling bergandengan dan kembali ke arah Ellen melewati Rey yang masih membatu di sana
"Gue peringatin sama lo semua atau siapapun itu, sampai ada yang berani mengusik atau mengganggu kehidupan dan kenyamanan calon menantu dari keluarga nugraha bakal gue pastiin kalian semua gak akan bisa masuk atau bekerja di rumah sakit manapun di negara ini" ucap Ken terlihat menekan setiap katanya
Lalu Ken berjalan lagi dan melewati Rey
"Dan lo Rey lebih baik lo urusin tunangan lo supaya jaga sikapnya" ucap Ken pada Rey lalu berlalu sambil terus menggandeng lengan Rara
Rara pun hanya terdiam membisu melihat kejadian yang baru saja terjadi di tambah lagi para mahasiswa di sana yang menonton saling berbisik membicarakan mereka
Ken melepaskan genggamannya pada Rara dandengan sigap langsung membukakan pintu mobil untuk Rara serta meletakan tangannya di atas pintu mobil agar kepala Rara aman hingga masuk kedalam mobil
Lalu Ken masuk kedalam kursi kemudi dan menjalankan mobilnya ke arah luar gerbang kampus
Rey masih membisu di sana di sana dan Ellen masih diam juga karna takut pada wajah Rey yang terlihat sangat marah
Setelah mobil Ken tidak terlihat lagi Rey membalikan badannya mendelik marah pada Ellen sambil berlalu menuju masuk ke dalam mobilnya
"Kak Rey.. Kak Rey" Ellen berusaha menarik lengan Rey tapi di tepiskan Rey dengan sangat kasar
"Kak Rey tunggu aku ikut" teriak Ellen yang langsung berlari ke arah kursi samping Rey tapi terburu di kunci dari dalam oleh Rey
"Kak Rey buka kak.. Kak.." teriak Ellen sambil memegang handel pintu mobil dan menggedor-gedor kaca mobil Rey
Tapi Rey tidak menghiraukannya dan menggas mobilnya dengan cepat membuat Ellen hampir terjatuh
"Ellen.. " teriak teman-temannya lalu menghampiri Ellen
"Kak Rey.. " teriak Ellen dengan marah
Sedangkan para mahasiswa di sana saling berbisik melihat kejadian barusan bahkan ada beberapa anak yang menertwakan Ellen
"Apa kalian tertawa.. Awas kalian semua" teriak Ellen pada mereka lalu mereka pun pergi meninggalkan parkiran dengan berbisik
"Rara awas kau.. " geram Ellen sambil mengepalkan kedua tangannya
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Maaf update segini dulu ya nanti di lanjut
Jangan lupa like nya
ibaratnya ga praktis panjang lebar
mau nikah aja sama orang asing
ini adalah novel pertama yg aku baca di NT dan pertama kali aku baca novel gara" liat prolognya sw temen haaaa terharu bgt dua th llu ini aku msih blom download apk NT ah perjuangan ngingat judulnya😭😭😅😂