Jangan plagiat isi atau sinopsis karya ku ini ya, mikir ide untuk nulis gak mudah loh, walaupun karyaku masih sedikit popularitas nya.
Masih banyak typo yang berterbangan.
****
Demi menyelamatkan panti asuhan tempatnya dulu berteduh setelah orangtuanya meninggal. Daysi rela mendonorkan salah satu ginjalnya dengan jaminan sistem saling di untungkan.
Gara-gara menolong hidup adik pemilik hotel tempat ia berkerja, yang ternyata adalah temannya waktu SMA dulu membuat gadis bernama Daysi terikat pernikahan dengan Ksatria Malik. Atas permintaan adik kesayangan Ksatria. Ksatria adalah laki-laki playboy yang pernah Daysi kenal dalam hidupnya.
Season satu sudah selesai dari bab 1-102 dan sekarang season dua bab 103 sampai selesai.
Selamat membaca ini kisah tentang anak-anak nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Almira nur habibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25 Ancaman yang menguntungkan
Lily berdecak kesal kepada Ksatria yang menolak mentah-mentah ajakannya. Lily kemudian berjalan dengan menggerutu bahkan ada yang melihat kejadian ini merekamnya tertera tulisan jika Ksatria Malik menolak ajakan sang mantan untuk balikan. Media sosial yang mengikuti kisah asmara Ksatria Malik heboh sekali bahkan menjadi trending topik pagi ini. Betapa bahagia dan gembira para pengemar setia Ksatria Malik.
Banyak juga yang mengolok-olok Lily yang tidak tau malu meminta balikan kepada Ksatria Malik padahal jelas-jelas ia selingkuh dulu.
Ksatria yang baru saja masuk dalam ruangan pribadinya mengecek media sosial akunnya. Ksatria hanya menggelengkan kepalanya seperti biasanya.
"Ada-ada saja ini orang membuat heboh saja. Tetapi setidaknya orang-orang tidak tau jika aku telah menikah," Ksatria segera melihat berkas-berkas yang masuk akun emailnya.
Hotel ini semakin berkembang mengikuti zaman saat ini. Bahkan Ksatria menambahkan ruangan khusus di beberapa bagian hotelnya untuk orang-orang yang keadaan mendesak ingin menginap namun uangnya masih kurang tentunya dengan jaminan identitas diri dengan benar tanpa penipuan. Hotel di sini terdapat pembayaran dengan mencicilnya meskipun di hotel ini banyak fasilitas terdiri dari yang paling murah sampai mahal tergantung ingin menginap di ruangan seperti apa.
Dan fasilitas seperti ini hanya terdapat di hotel Royal Malik saja di tempat lain tidak menjamin itu. Makannya hotel ini menjadi primadona kota ini.
Setelah selesai mengecek berkas-berkas yang masuk Ksatria merasakan perutnya minta di isi dengan segera karena jam sudah menujukkan waktu makan siang. Entah dorongan apa sebelum ke dapur hotel Ksatria berjalan melewati tempat para karyawan yang sedang beristirahan gantian. Nampak sekali Daysi makan dengan segera.
Ksatria segera pergi setelah melihat Daysi makan dengan lahapnya. Ada beberapa karyawan yang menyapa Ksatria saat bertemu. Ksatria hanya mengangguk.
Saat berada di dapur seluruh chef yang ada langsung menyapa Ksatria Malik dengan hormat. Chef Dodi langsung mendekat kepada Ksatria.
"Pak mau makan apa?" Dodi tersenyum.
"Ayam kecap 2 porsi antar keruangan saya!" Ksatria berlalu pergi.
Semua chef yang tadinya senam jantung kini kembali normal setelah Ksatria Malik pergi dari daerah dapur. Chef Dodi segera membuatkan makanan sesuai pesanan Ksatria Malik.
15 menit kemudian Chef Dodi menghantarkan masakannya ke ruang pribadi Ksatria Malik. Dodi segera meletakkan dua porsi ayam kecap berserta nasinya. Tidak lupa air mineral juga.
"Silahkan dinikmati pak, saya permisi." Dodi berpamitan dengan sopan setelah mendapat jawaban iya dari Ksatria.
Ksatria memencet icon ponselnya menelpon manager Okta untuk memanggilkan Daysi untuk masuk ruangannya sekarang. Dengan terburu-buru Okta mencari keberadaan Daysi setelah menemukan Daysi yang berada di restoran hotel yang sedang membatu membawakan piring.
"Daysi sini." Okta agak meninggikan suaranya. Daysi dengan buru-buru menghampiri manager Okta.
"Iya ada apa pak Okta?" Daysi menundukkan kepalanya.
"Ke ruangan pribadi pak Ksatria sekarang!" Okta segera pergi setelah memberi tau Daysi.
Daysi binggung dan mengaruk-garuk kepalanya. "Lebih baik aku segera kesana dari pada nanti di rumah kena semprot lagi." Daysi berjalan buru-buru memasuki lift umum setelah sampai di depan pintu ruangan Ksatria, Daysi ragu-ragu untuk mengetuknya.
TTOKK... TTOKK...
"Permisi pak ini saya Daysi apa boleh saya masuk?" Daysi menunggu jawaban dari Ksatria.
"Masuk!" Ksatria menatap arah pintu masuk.
"Lama sekaki sampai sini, apa sekarang lantai bawah sampai sini membutuhkan waktu hampir 20 menit?" Ksatria melihat Daysi yang menunduk ketakutan.
"Maaf saya... saya... tadi membantu teman saya di resto bawah pak!" Daysi masih berdiri dan memegang erat ujung bajunya.
"Makan itu dan habiskan," Ksatria menujuk meja di dekat sofa, "satu lagi Daysi apa kamu tidak menghargai pemberianku kenapa sampai detik ini tidak ada satu pun notifikasi masuk ke ponselku, apa kamu membuang kartu yang aku beri?" sambil berkutat dengan laptopnya.
"Aku masih mampu menghidupi diriku sendiri!" Daysi segera duduk dan mengabiskan makanan yang memang kesukaannya.
"Aku tidak mau tau hari ini gunakan kartu itu entah kamu buat beli motor baru bahkan mobil baru terserah, jika sampai nanti malam tidak ada satu pun notifikasi masuk dalam ponselku siap-siap kamu akan aku beri hukuman yang tidak pernah kamu lupakan seumur hidupmu." Ancam Ksatria Malik pada Daysi.
Daysi menelan makanannya dengan bersusah payah seperti tercekik saja saat ini. Daysi segera mengambil air mineral yang ada di dekatnya dan meminumnya.
"Jika aku tidak menggunakannya hukuman apa yang aku peroleh darimu. Seberat apa pun aku tidak takut dengan hukumanmu," jawab Daysi dengan pede.
Ksatria Malik mendekati Daysi dan membisikkan sesuatu. "Sesuatu yang kamu jaga untuk suamimu tercinta." Ksatria berdiri menjauh dari Daysi dan menyeringai senyum liciknya.
"Oke... oke... aku akan gunakan nanti kartumu. Jangan salahkan aku jika uangmu habis," Daysi segera mengelap mulutnya dengan tisue karena habis makan.
"Bagus ternyata dengan acaman itu baru kamu bisa menurutiku. Segera pergi dari ruangan ini sekarang juga." Ksatria menunjuk pintu keluar.
"Baik, terimakasih makanannya. Suamiku." Daysi melambaikan tangannya.
DDEGGH..., jantung Ksatria tiba-tiba berdetak kencang setelah mendapat ucapan suamiku dari Daysi.
Daysi mengela nafas setela keluar dari ruangan Ksatria Malik.