Ha Yun adalah seorang dokter yang lahir dari keluarga kaya raya dan terpandang. Tepat di usianya yang ke 13 tahun ia harus kehilangan ibunya sehingga ia pun mengalami trauma berat yang membuatnya enggan membuka hati kepada seorang gadis.
Namun tiba-tiba datanglah seorang gadis sederhana nan lugu yang membuat hatinya luluh. Sayang seribu sayang, hubungan keduanya pun terhalang oleh masa lalu keluarga keduanya yang penuh polemik.
Akankah keduanya mampu menyatukan permus*Han keluarga mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zeyn Seyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 (Ha Yun mengajak Sheny jalan bersama)
*SELAMAT MEMBACA*
Perubahan sikap Bisma membuat Saira semakin ingin bertemu dengan pria yang telah menjadi kekasihnya itu, sehingga ia masih bertekad untuk menunggu Bisma.
“Jam berapa Pak Bisma bisa di temui? Tanya Saira pada sekretaris nya itu.
“Maaf Mbak untuk sekarang Pak Bisma tidak dapat di ganggu dan kami tidak tahu kapan Pak Bisma dapat menerima tamu, karena itu lah pesan dari Pak Bisma,” terang sang sekretaris.
‘’Kenapa Bisma tidak mau ketemu, jika memang sibuk dia bisa berpesan supaya aku nungguin dia, tapi dia malah menyuruh aku pulang dan menyuruh sekretarisnya mengatakan jika ia tidak mau bertemu dengan siapa pun,” keluh Saira pada dirinya sendiri.
Saira yang tak bisa menemui Bisma, Saira pun menulis surat untuk Bisma dan di titipkan pada sekretaris nya.
“Tolong berikan kepada Pak Bisma.”
“Baik Mbak,”
“Jika begitu saya permisi.” Pamit Saira.
Namun saat menerima surat itu, Bisma langsung membuang nya ke tempat sampah di ruangan nya. Sesaat kemudian karena rasa penasarannya Bisma kembali mengambil surat yang ia buang tadi, ia ingin membacanya namun tidak jadi dan membuangnya kembali, hingga beberapa kali, hingga akhirnya ia pun mau membaca surat dari Saira.
(Teruntuk Bisma
Aku tidak tahu ada apa dengan kamu, mengapa sikap kamu berubah
Apa aku ada salah? jika memang ada tolong beri tahu aku. Mari kita selesaikan permasalahan kita.
Aku tunggu di Restoran tempat Sheny kerja jam 8 malam)
-Saira-
Itulah isi surat yang di tulis Saira.
***
Sepulang dari rumah sakit segera Saira menuju restoran tempat Sheny bekerja, namun hingga jam sembilan malam Bisma tak kunjung datang. Saking lamanya Saira menunggu, ia sampai memesan minuman beberapa kali karena terlalu lama. Beberapa ia melihat ke arah luar, berharap jika Bisma datang, namun ternyata seorang yang ia tunggu tidak kunjung datang atau pun memberi kabar.
Dari jauh Sheny memperhatikan Saira.
“Sepertinya Dokter Saira sedang menunggu seseorang,” pikir Sheny.
Terlihat jam hampir menunjukkan pukul sepuluh malam, di mana jam sepuluh adalah waktu restoran itu tutup. Melihat Saira yang belum beranjak dari duduknya, Sheny pun menghampiri wanita yang di cintai oleh sahabatnya itu.
“Maaf sebelumnya Dokter Saira, tapi restorannya akan tutup.” Ucap Sheny dengan ekspresi tidak enak.
“Ohh iya tidak apa-apa, sudah mau tutup ya?”
“Iya,”
“Apa Dokter Saira janjian sama Bisma?”
“Tidak,” jawab Saira dengan sedikit senyuman.
“Ohh iya berapa semuanya?” tanya Saira.
“Dokter Saira memesan tiga gelas jus, jadi 75.000,”
Saira pun menyerahkan uang satu lembar 100.000an untuk membayar minumannya.
“Kembaliannya tidak perlu.” Ujar Saira seraya beranjak dari duduknya.
“Terima kasih,” ujar Sheny.
Namun Sheny tetap yakin jika Saira tengah berbohong soal dirinya tak menunggu seseorang hal itu dapat terlihat dari ekspresinya.
“Lebih baik aku lanjut beres-beres.” Putus Sheny bersiap-siap untuk pulang.
Sheny pun melanjutkan membereskan restoran bersama dengan karyawan lainnya. Sesampai di parkiran terlihat Ha Yun tengah berbicara dengan Saira hingga membuat langkah Sheny terhenti.
Dalam percakapan Saira dan Ha Yun, Saira menanyakan perihal perubahan sikap Bisma kepada dirinya bahkan Bisma memblokir semua nomornya termasuk media sosial Saira. Mendengar ucapan Saira, Ha Yun seakan tidak percaya karena ia tahu bagaimana Bisma sangat mencintai Saira. Hal itu benar-benar seakan sulit di percaya oleh akal Ha Yun.
“Sebenarnya saya sudah satu minggu tidak ke rumah Om Radit karena sibuk, tapi nanti kalau saya ke sana, saya akan tanyakan sama Bisma,” jelas Ha Yun.
Melihat Sheny yang telah berada di depan Restoran, Saira pun pamit pulang.
“Saya duluan, sepertinya sudah ada yang nunggu kamu,” ujar Saira sambil melihat ke arah Sheny.
Ha Yun pun menoleh ke arah Sheny sambil tersenyum.
“Saya duluan.” Pamit Saira seraya melangkah pergi.
Ha Yun pun menghampiri Sheny yang tengah berdiri di depan Restoran.
“Kamu cemburu?” tanya Ha Yun.
“Tidak,”
Ha Yun tersenyum mendengar jawaban Sheny.
“Ayo pulang.” Ajak Ha Yun.
Keduanya pun pulang bersama, tak lupa Ha Yun membukakan pintu untuk Sheny, meski Sheny telah menolaknya Ha Yun tetap melakukannya.
Di dalam mobil Sheny pun bertanya alasan Ha Yun waktu itu mengusir dirinya saat di rumah sakit.
“itu hanya demi kebaikan kamu.” Ujar Ha Yun tetap fokus menyetir.
“Sudah jangan bertanya itu,” lanjut Ha Yun kembali.
Sheny mengangguk karena tak ingin membuat Ha Yun tidak nyaman.
Setelah beberapa saat diam, Ha Yun kembali memulai pembicaraan dengan meminta Sheny untuk menemaninya pergi ke pesta pernikahan temannya, namun Sheny menolaknya karena ia harus kerja. Tak kehabisan akal Ha Yun ternyata telah meminta izin kepada pemilik restoran yang mana pemilik restoran tempat Sheny bekerja adalah ayah dari salah satu teman Ha Yun. Meski begitu Sheny masih menolak ajakan Ha Yun dengan memberi Ha Yun saran agar Ha Yun datang bersama dengan kekasihnya namun jawaban Ha Yun tak terduga.
“Ya sudah kalau gitu kita pacaran saja,” jawab Ha Yun dengan enteng.
“Apa?” balas Sheny kaget.
“Ah maksudku kamu kan tahu aku tidak pernah dekat sama cewek jadi bagaimana mungkin aku punya pacar, aku kan tidak seperti kamu yang di tinggal pacar kamu,” ledek Ha Yun.
“Ih kok jadi bahas itu sih,” gerutu Sheny dengan wajah cemberut.
“Pokoknya besok aku jemput,” putus Ha Yun tanpa persetujuan Sheny.
“Aku kan belum bilang iya,”
“Pokoknya mau tidak mau, besok aku jemput,”
“Ih maksa,” sungut Sheny.
“Tidak apa-apa.” Ujar Ha Yun sambil tersenyum.
***
Sepulang mengantar Sheny, Ha Yun pun pergi ke rumah sepupunya itu, namun sesampai di sana menurut Om dan tantenya, Bisma belum pulang karena tengah ada acara dengan teman SMA nya. Tak hanya malam ini, Bisma hampir seminggu ini memang sering keluar bersama teman-temannya.
“Katanya Reunian sama temannya,” jelas Pak Radit.
“Oh “ ujar Ha Yun sambil mengangguk-anggukkan.
“Ha Yun apa kamu lapar, Tante ambilin nasi ya?”
“Tidak perlu Tante, lebih baik Om sama Tante istirahat saja,”
“Ya sudah kamu bisa langsung ke kamar kamu, Tante tiap hari beresin kamar kamu kok,” ujar Ibu Nayla.
“Terima kasih Tante,”
Ha Yun pun pergi ke kamarnya, hampir satu jam, namun ia sama sekali tak mendengar suara Bisma datang, karena kamar Ha Yun bersebelahan dengan kamar Bisma, tentu jika Bisma datang, Ha Yun akan mendengarnya.
“Aku tunggu di ruang tamu saja.” Putus Ha Yun seraya keluar dari kamarnya.
Jam telah menunjukkan pukul satu lewat, namun Bisma belum kunjung datang, mata Ha Yun sudah mulai merasa mengantuk, bahkan ia beberapa kali menguap saking tidak kuatnya. Hingga akhirnya ia pun tertidur di sofa.
Tak berselang lama, Bisma pun datang, melihat Ha Yun yang tertidur pulas, Bisma merasa tak tega untuk membangunkannya, di tambah ia masih merasa kecewa dengan Ha Yun sehingga seakan ia tak ingin bicara dengan Ha Yun.
“Tapi kasian juga.” Ujar Bisma menghentikan langkah kakinya yang hampir menaiki anak tangga.
Bisma pun kembali ke ruang tamu dan membangunkan Ha Yun agar pindah ke kamarnya.
“Kak Ha Yun,” panggil Bisma dengan pelan.
“Kak Ha Yun,” panggil Bisma kembali dengan suara sedikit lebih keras dari tadi hingga membuat Ha Yun terbangun.
“Bisma kamu sudah datang?” Ujar Ha Yun seraya beranjak dari sofa.
“Balik lah ke kamar Kak Ha Yun.” Saran Bisma seraya membalikkan badannya.
“Bisma,” panggil Ha Yun membuat langkah Bisma terhenti.
*Kira-kira apakah Ha Yun Dan Bisma akan bertengk*r??
terimakasih semuanya yang sudah mampir jangan lupa kasih like komen nya
kritik dan saran saya terima🤗
ada yg ingin saya tanyakan tentang dialog apa itu ya aksi sama apa itu yg pernah saya bc dari komentar kk di karya orang lain 🙏🙏
🐠🐠 + 𝚞𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎