Karya sudah Tamat.
Ini tentang Seorang yang begitu setia dalam menjalin hubungan, hingga mendapat sebuah penghianatan yang akhirnya merubah cara pandang hidupnya mengenai seorang perempuan di dunia ini.
"Langit tidak akan menikah seumur hidup! Perempuan tidak ada yang setia kecuali Bunda dan Nenek!"
Yah itulah Langit putra Pratama seorang pemuda tampan yang sangat setia pada kekasihnya, namun karena penghianatan dia tidak percaya sama sekali dengan wanita kecuali Bundanya dan Neneknya.
Hingga suatu saat di sebuah Rumah sakit dia bertemu Mentari, Dokter Cantik bersahaja yang merawat Bundanya. Mengubah Kehidupannya dalam sekejap.
Mampukah Mentari mencairkan bekunya kutub Utara pada Hati Langit???
Bisakah Langit mempercayai cinta dan jatuh cinta sekali lagi???
Bagaimana kah kisah cinta diantara mereka???
Yuk lanjut baca sampai selesai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shakila kanza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Masa depanmu
Langit setengah berlari membawa anak itu ke Ruang Rawat Darurat, Langit menaruh di ranjang pasien, lalu Dokter yang berjaga memeriksanya.
Setelah mendengar dari Dokter yang memeriksa bahwa anak tersebut hanya mengalami panik atau kaget maka Langit bernafas lega.
Langit ke raung administrasi dan membayar biaya pengobatan Natasya, lalu menghampiri Lucy yang tengah menunggu Natasya sadar dari pingsannya.
"Maaf, biaya Rumah Sakit sudah Saya bayar, Untuk selanjutnya mohon tidak menghubungi Saya lagi, karena Putri Anda tidak apa-apa. Ini sebagai ganti rugi Saya terhadap putri Anda." Kata Langit sambil memberikan Amplop, di taruh di sisi ranjang Natasya, lalu Langit berlalu pergi meninggalkan Lucy yang menatap Langit dengan sendu.
Lucy mengikuti langkah Langit dari belakang tanpa Langit ketahui. Langit bergegas menuju ruang rawat Mentari, rindunya seharian tak bertemu sudah menggunung. Langit juga ingin memastikan perasaanya setelah bertemu dengan mantannya tadi.
Sampai di depan pintu rawat Langit masuk tanpa mengetuk pintu, di dalamnya di sambut dengan senyum yang selalu Dia rindukan, senyum manis dan hangat Mentarinya.
Langit berjalan cepat dan memeluk Mentarinya, lalu tanpa ijin menyatukan bibirnya pada bibir ranum Mentari. Mentari sedikit terkejut namun tidak menolak apa yang di lakukan Langit.
"Mas Langit kenapa???" Tanya Mentari bingung.
Langit memeluk Mentari lagi dan menghirup udara dalam-dalam, merasakan aroma tubuh dari istri tercintanya.
Saat ini Langit tengah menilai perasaannya sendiri, masih adakah sisa masa lalu pada hatinya, sekali lagi Langit memeluk Mentari dan mendalami aroma tubuh istrinya, adakah bayang-bayang masa lalu yang masih tersisa.
Langit tersenyum dan mengecup dahi Mentari berkali-kali, hingga Mentari bingung di buatnya.
Mentari memandang langit dan mencoba mencari jawabannya.
"Mas kenapa sih? aneh banget? Ndak biasanya kayak gini?" Tanya Mentari masih bingung dengan sikap Langit yang tiba-tiba, tidak seperti biasanya.
Langit memandang Mentari sekali lagi dan tersenyum lalu mendekap Mentari erat, lalu mencium seluruh wajah Mentari.
"Ihhhh Mas, Jelasin coba... Mas kenapa?? ini Ndak biasanya..." Lanjut Mentari penasaran.
Langit kembali tersenyum dan mengambil nafas dalam-dalam. " Mas Lega sayang... Mas Lega sekali... Hanya ada Mentari di hati Mas... Sudah tidak ada lagi bayang-bayang masa lalu pada diri Mas... Terimakasih Sayang... Kamu adalah obat paling mujarab untuk diri Mas..." Jawab Langit sambil memegang tangan Mentari dan sesekali di kecupnya.
Ada sepasang mata yang dan sepasang telinga yang melihat dan mencuri dengar apa yang dilakukan dan dikatakan sepasang orang yang ada di balik pintu ruang rawat itu.
Dialah Lucy yang tengah berdiri di balik pintu ruang rawat yang terdapat kaca di sana, sehingga bisa melihat dan mendengar semua yang terjadi di dalam. Apalagi Langit terburu-buru sehingga tidak rapat dalam menutup pintu.
Lucy meremas jemarinya, ada perasaan tidak terima dengan apa yang barusan Dia lihat, Langitnya tengah memiliki wanita lain. Lucy berjalan dengan berurai Air mata, kenapa hanya dirinya yang tidak bisa move on dalam perasaan.
Kenapa hanya dirinya yang tidak bisa merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya.
Langit dan Mentari tidak tau bila ada yang berdiri di balik pintu ruang rawatnya. Langit lalu bercerita semua hal tanpa di tutupi, semua kisah masa lalunya bersama Lucy hingga hari ini tiba, tanpa sengaja di pertemukan lagi.
Mentari mendengarkan semua cerita Langit tanpa Memotong sedikitpun, baru setelah Langit selesai Mentari berkata. "Mentari tidak peduli dengan masa lalu Mas Langit, Mas tenang aja... yang Mentari yakini saat ini Adalah... Aku Masa depanmu, sekarang nanti Dan selamanya insya Allah..."Kata Mentari sambil tersenyum.
Langit tersenyum bahagia lalu memeluk Mentari sambil mencium puncak kepalanya. "Mas beruntung punya kamu... love you sayang..."Ucap langit sambil mengucap matanya yang berembun.
semangat nulis ya...