kisah seorang anak laki laki yang memiliki keistimewaan dari lahir yaitu mata batin. bukan hanya bisa melihat mahkluk gaib namun bisa menyembuhkan dan mengatasi permasalahan yang berhubungan dengan hal gaib. perjalanannya bahkan sampai ke alam gaib untuk membantu jin yang sedang kesulitan. bukan hanya manusia saja yang bisa di obati bahkan mahkluk tak kasat mata juga di obati. ikuti terus kisahnya dan petualangannya, semoga kalian terhibur dengan karya kami ini.
terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfrelen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 3
Orang tua azam saling berpandangan dan heran melihat tingkah anaknya yang berbicara sendiri.
dan sebelum itu si tuyul dan azam yang asyik bermain tiba tiba si tuyul menyadari kedatangan orang tua azam. si tuyul hendak pergi dari rumah azam. tetapi di tahan sama azam.
"ndull,,,kamu mau kemana ? ayo main lagi " azam mencoba menahan si tyul.
"ehhh aku mau pergi dulu ya ,besok main lagi. itu orang tua kamu ada di situ lagi lihatin kita " jawab si tuyul yang langsung buru buru pergi dan seketika si tuyul tiba tiba menghilang di saat azam menoleh untuk melihat orang tuanya yang sejak tadi memperhatikan mereka.
balik lagi dimana orang tua azam lagi memperhatikan azam. tiba tiba azam menoleh dan melihat mereka " nak kamu main sama siapa sampe ketawa begitu ?trus tadi ngmong sama siap ? " tanya si ayah yang sembari mendekati anaknya.
"owhh ayah, ni yah azam main sama si ndull, main mobil mobilan " jawab azam sambil menunjuk si tuyul lalu azam jadi bingung karena tidak ada sosok tersebut. " lohh mana si ndull tadi ? kan tadi ada disini main sama azam, kemana perginya dia ya ? ".
si ayah pun bingung dengar penjelasan anaknya " azam siapa ndull itu ? perasaan ayah, kamu dari tadi main sendirian aja " tanya sang ayah yang heran dengan anaknya.
"itu loh yah temen azam tadi kesini main, ,tapi kok gak ada ya " heran azam.
"ya udah kamu sekarang beresin mainannya, terus kamu langsung tidur jangan main lagi " titah sang ayah kepada azam.
" ihhh ayah mahh tadi janjinya mau main bareng azam, sekarang malah suruh azam tidur " merengek azam ketika d suruh berhenti main oleh ayahnya.
"iya iya besok ya ayah temenin mainnya, coba liat ini udah malem terus sekarang udah jam 10 malam, azam langsung tidur ya nak " jawab si ayah agar azam bisa istrahat.
" ya udah deh tapi besok ayah temenin azam main ya, azam beresin dulu mainannya " jawab sang anak yang patuh kepada si ayah walaupun belum puas mainnya.
setelah membereskan mainannya azam segera pergi ke kamarnya dan istrahat untuk tidur. di ruang keluarga masih ada ayah dan ibu Azam yang masih penasaran dengan apa yang di jelaskan anaknya tadi.
"bener kan yah, ayah denger sendiri kan tadi azam bilang apa. ibu sampe merinding loh yah,,iihhhh " si ibu ngomong sama ayah yang membenarkan kejadian aneh pada suaminya.
" iya bu ayah denger, tapi kok bisa ya si azam bisa ngelihat hal yg begituan. ayah kok juga jadi ikutan merinding ya " jawab sang suami yang juga ikutan merinding.
" besok ayah coba undang pak ustadz ya bu, apa yg sebenarnya terjadi pada anak kita. takutnya itu berbahaya buat anak kita " sang suami memberikan sarannya untuk si istri. " iya yah, besok jangan lupa yah" jawab istrinya.
setelah itu pun mereka bergegas ke kamar untuk istirahat. ke esokan harinya ibu wati bangun pagi pagi sekali karena akan menyiapkan sarapan untuk suaminya sebelum berangkat kerja. Pak Fathir ayah azam pun bangun setelah itu bergegas mandi dan berpakain. setelah itu menuju ke meja makan untuk sarapan sebelum bekerja.
" bu, azam udah bangun belum ? " tanya si suami
" belum yah, bentar lagi ibu bangunkan,,,nanti ibu bawa azam untuk berbelanja " jawab si istri
" ohh gitu,,,ya udah ayah berangkat kerja dulu ya bu " si suami berpamitan kepada sang istri karena sudah selesai sarapan.
" iya yah,,,hati hati di jalan yah,,, yang semangat kerjanya " jawab si istri sambil mencium punggung tangan suami.
" Assalamu'alaikum " suami mengucapkan salam dan di balas sang istri " Walaikumsalam".
setelah itu bu wati membereskan piring piring kotor, sehabis membereskan urusan dapur bu wati menyusul anaknya untuk membangunkannya.
"Azam bangun nak, temenin ibu belanja yuk " ibu wati mengeluskan kepala anaknya untuk membangunkannya.
" hoaaamm,,,,iya bu azam bangun, azam mandi dulu ya bu" jawab azam membuka matanya dan sesekali menguap.
" yang cepet ya nak mandinya nanti pas belanja kita bisa dapat kebagian. takutnya udah pada habis " ibu wati menyuruh agar azam bergegas mandi.
setelah beberapa saat azam selesai mandi dan langsung menemui ibunya.
" ayok bu,,azam udah selesai " kata azam kepada ibunya. " ayok kita berangkat, ibu kunci dulu pintunya " jawab si ibu sekalian mengunci pintu rumahnya.
kemudian mereka berangkat ke warung depan yang biasa ibu ibu di kampung itu berbelanja dan saat sudah sampai, sudah banyak ibu ibu yang berbelanja. ibu wati menghampiri warung tersebut dan di sapa oleh para ibu ibu.
dan pada saat sedang memilih sayuran ibu wati mendengar gosip ibu ibu di warung. yang memulai pembicaraan itu adalah bu Rahma " tau gak ibu ibu di kampung kita ini udah gak aman lagi loh bu ".
bu ida " mksudnya bu??".
bu Rahma " gini bu di kampung kita bnyak yang kehilangan uang bu, saya aja baru kehilangan ".
bu ida " kok bisa bu,,kan di kampung kita ada pos rondanya ".
bu Rahma " itu dia bu,,tapi tetep juga kecolongan bu ! yg lebih herannya lagi, uang itu cuma sebagian aja yang hilang ".
bu Winda ikut nimbrung " kalau yang seperti ibu jelaskan itu seperti di kampung sebelah bu, katanya yang mencuri bukan manusia ".
bu ida " maksudnya bu??"
bu Winda " maksudnya itu kerjaannya tuyul bu ! kalau orang pasti semuanya bu yang di ambil ".
bu ida dan bu Rahma " Astaghfirullah,,".
bu Rahma " kok bisa di kampung kita ada yg pelihara tuyul,,"
bu Winda " makanya itu ibu ibu harus hati hati jaga uangnya bu "
mendengar ucapan ibu ibu tersebut bu wati langsung kaget karena anaknya menjelaskan apa yang dia lihat sebelumnya persis seperti yang di bicarakan oleh ibu ibu tersebut.
pada saat itu ada bapak bapak yang lagi lewat tapi dengan posisi kedua tangan di belakang pinggangnya seolah sedang menggendong sesuatu.
tanpa di sadarinya, si azam yang lagi melihat bapak itu langsung mengenali apa yang ada d belakang bapak tersebut.
si azam langsung teriak " Ehhh ndulll semalam pergi kok gak bilang bilang ! main ngilang aja kamu ". sepontan ibu wati dan para ibu ibu menoleh ke bapak tersebut.
si bapak yang lagi lewat langsung terkejut dengan teriakan si azam.
" ndull sini turun kasian bapak kamu itu udah keberatan " sambung azam lagi.
para ibu ibu kaget pasalnya di belakang bapak itu tidak ada siapa siapa. dan bapak itu pun pucat pasi karena sebenernya yang dia bawa adalah tuyul. dan lebih herannya lagi dia melihat anak kecil tersebut bisa tahu apa yang dia bawa.